Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa istisqa untuk meminta hujan kepada Allah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam ketika musim kemarau berkepanjangan melanda dan mengancam kehidupan. Istisqa berasal dari kata saqa yang berarti memberi minum, dan secara istilah adalah permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan sebagai rahmat dan sumber kehidupan.
Kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah Indonesia saat ini telah memicu berbagai krisis multidimensi. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada ketersediaan air bersih untuk konsumsi, tetapi juga mengancam sektor pertanian, ketahanan pangan, dan memicu kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini diperparah dengan polusi udara di sejumlah kawasan perkotaan yang semakin tidak sehat.
Islam memberikan solusi spiritual melalui salat dan doa Istisqa. Doa istisqa adalah bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT, memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan.
Allah SWT sendiri menegaskan kekuasaan-Nya atas hujan dalam firman-Nya: "Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-biji tanaman yang diketam." (QS. Qaf: 9).
Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa Istisqa, seorang muslim menegaskan ketergantungannya kepada Allah sebagai satu-satunya Zat yang kuasa menurunkan hujan dan menghidupkan bumi yang tandus.
Kumpulan Bacaan Doa Istisqa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
1. Doa Memohon Hujan yang Segera Turun
Doa ini merupakan doa yang paling sering dibaca dalam salat Istisqa dan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.
Arab: اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ
Latin: Allāhumma asqinā ghaitsan mughītsan marī'an marī'an, nāfi'an ghayra dhārrin, 'ājilan ghayra ājil.
Artinya: "Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda."
Doa ini diriwayatkan dalam HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud. Doa ini mengandung permohonan hujan dengan sifat-sifat ideal: ghaitsan mughītsan (hujan yang menolong), marī'an (menyegarkan), nāfi'an (bermanfaat), dan 'ājilan (segera turun).
Ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya meminta hujan, tetapi juga memohon agar hujan tersebut membawa kebaikan dan terhindar dari mudarat.
2. Doa Memohon Hujan dengan Pengakuan Kefakiran
Doa ini mengandung pengakuan bahwa manusia sangat membutuhkan pertolongan Allah, sebagaimana diajarkan dalam pembukaan khutbah Salat Istisqa.
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ
Latin: Allāhumma antallāhu lā ilāha illā anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqarā', anzil 'alainal ghaitsa, waj'al mā anzalta lanā quwwatan wa balāghan ilā ḥīn.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan melainkan Engkau yang Maha Kaya, dan kami sangat membutuhkan. Turunkanlah atas kami hujan, dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan bekal sampai masa yang ditetapkan."
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan menjadi bagian dari khutbah salat Istisqa yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini mengajarkan pentingnya pengakuan akan kefakiran di hadapan Allah (i'tiraf bil faqr).
Dengan mengakui bahwa Allah Maha Kaya dan manusia sangat membutuhkan, seorang hamba menempatkan dirinya pada posisi yang tepat di hadapan Tuhannya—penuh kerendahan hati dan ketergantungan.
3. Doa Memohon Hujan yang Lebat dan Merata
Doa ini merupakan doa istisqa yang diriwayatkan oleh Imam As-Syafi'i, Abu Dawud, dan perawi lainnya.
Arab: اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا
Latin: Allāhumma-sqinā ghaitsan mughītsan marī'an hanī'an marī'an ghadaqan mujallalan 'āmmā thabaqan saḥḥan dā'imā.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami air hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi."
Doa ini dikutip oleh Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam kitab Busyral Karim. Kata ghadaqan berarti lebat dan banyak, mujallalan berarti berlapis-lapis, 'āmmā thabaqan berarti merata dan menyeluruh, serta saḥḥan dā'imā berarti terus-menerus dan abadi.
Doa ini mengajarkan untuk memohon hujan yang tidak hanya deras tetapi juga merata dan berkelanjutan, sehingga seluruh makhluk dapat merasakan manfaatnya.
4. Doa Kurab (Doa dalam Kesusahan) sebagai Pembuka Istisqa
Sebelum memanjatkan doa khusus meminta hujan, dianjurkan untuk membaca doa kurab (doa saat menghadapi kesusahan) terlebih dahulu.
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ
Latin: Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul ḥalīmu, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīmi, lā ilāha illallāhu rabbus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīmi.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Doa ini mengajarkan untuk memulai permohonan dengan pengakuan keagungan Allah dan ketauhidan yang kokoh. Dengan menyebutkan Arasy sebagai simbol kekuasaan tertinggi Allah, seorang hamba mengingatkan dirinya bahwa hanya Allah-lah yang berkuasa atas segala sesuatu, termasuk turunnya hujan.
5. Doa Memohon Pertolongan dengan Rahmat Allah
Doa ini adalah bentuk permohonan pertolongan langsung kepada Allah dengan menyebut sifat-sifat-Nya yang agung.
Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
Latin: Yā ḥayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu.
Artinya: "Wahai Zat yang Maha Hidup dan Maha Tegak, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan."
Doa ini dianjurkan oleh Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam Busyral Karim. Doa ini mengandung dua nama Allah yang agung (Al-Hayyu dan Al-Qayyumu) yang menunjukkan bahwa Allah adalah Zat yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala sesuatu. Dengan memohon pertolongan melalui rahmat-Nya, seorang hamba mengakui bahwa pertolongan hanya datang dari Allah semata.
6. Doa Meminta Hujan dengan Istighfar dan Permohonan Tanaman
Doa ini dipanjatkan untuk memohon keberkahan bagi tanaman dan ternak, serta perlindungan dari bencana.
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ
Latin: Allāhumma anbit lanāz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi.
Artinya: "Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman kami, deraskanlah air susu ternak kami, turunkanlah pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkanlah tanaman kami dari berkah bumi-Mu."
Doa ini diriwayatkan dalam berbagai sumber hadits dan mencakup permohonan keberkahan bagi sektor pertanian dan peternakan yang paling terdampak oleh kemarau panjang.
7. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana
Arab: اَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرَى، وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ
Latin: Allāhumma-rfa' 'annal jahda wal jū'a wal 'urā, waksyif 'annal balā'a mā lā yaksyifuhū ghairuka.
Artinya: "Ya Allah, angkatlah dari kami kesusahan paceklik, kelaparan, dan ketandusan. Hilangkanlah dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu."
Doa ini mengajarkan pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang mampu mengangkat bencana. Kemarau panjang yang memicu berbagai krisis—mulai dari kelaparan hingga kekeringan—hanya dapat diatasi dengan pertolongan-Nya.
Tata Cara Salat Istisqa
Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kemarau panjang. Berikut tata caranya berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW:
1. Niat Salat Istisqa
Tulisan Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا/مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatal istisqā'i rak'ataini (imāman/ma'mūman) lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunah Istisqa dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
2. Tata Cara Pelaksanaan
Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat serupa dengan salat Id, dengan ketentuan sebagai berikut:
• Rakaat pertama: Setelah takbiratul ihram, melakukan takbir 7 kali sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
• Rakaat kedua: Melakukan takbir 5 kali sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
• Setelah salam, khatib menyampaikan khutbah.
3. Khutbah Istisqa
Khutbah dalam salat Istisqa memiliki kekhususan:
• Khutbah setelah salat lebih utama.
• Khatib mengganti lafal takbir dengan istighfar karena lebih sesuai dalam konteks meminta hujan.
• Khatib dan jamaah dianjurkan memutar pakaian (selendang atau sorban) sebagai simbol perubahan keadaan.
• Khatib menghadap kiblat setelah sepertiga khutbah kedua dan meningkatkan kesungguhan berdoa.
Hikmah Doa Istisqa sat Kemarau Panjang
1. Mengakui Kekuasaan Mutlak Allah atas Alam
Doa Istisqa mengajarkan bahwa hanya Allah-lah yang berkuasa menurunkan hujan dan menghidupkan bumi yang tandus. Kesadaran ini melahirkan ketundukan dan pengakuan bahwa segala urusan alam semesta berada di tangan-Nya. Sebagaimana firman Allah: "Kami turunkan dari langit air yang berkah" (QS. Qaf: 9).
2. Sarana Introspeksi dan Taubat
Kemarau panjang seringkali dipandang sebagai ujian dan peringatan dari Allah. KH Ma'ruf Amin dalam khutbah Istisqa menyatakan: "Kita datang untuk menyesali semua dosa yang telah diperbuat lalu memohon ampun kepada Allah dan berharap agar Allah menghilangkan kekeringan dengan diberkahi turunnya hujan. Sebagai hamba, banyak ajaran Allah yang kita abaikan.".
3. Menumbuhkan Rasa Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Salat Istisqa yang dilakukan secara berjamaah menjadi momen kebersamaan umat dalam menghadapi musibah. Ini mengajarkan bahwa krisis yang melanda tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan doa dan kepedulian bersama.
4. Memperkuat Tawakal dan Optimisme
Di tengah krisis, doa Istisqa mengajarkan umat Islam untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Ini adalah bentuk optimisme spiritual—keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba yang bersabar dan berdoa.
5. Menghidupkan Sunnah dan Memperoleh Pahala
Salat dan doa Istisqa adalah sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dengan mengamalkannya, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menghidupkan ajaran Nabi di tengah masyarakat.
Pertanyaan Seputar Doa Istiqa
1. Apa itu doa Istisqa dan kapan dibaca?
Doa Istisqa adalah doa meminta hujan yang dibaca ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan. Doa ini dapat dibaca secara individu atau dalam salat Istisqa berjamaah. Rasulullah SAW mengajarkan doa ini saat musim paceklik melanda.
2. Apakah doa Istisqa sama dengan salat Istisqa?
Doa Istisqa adalah permohonan hujan yang dapat dibaca kapan saja, sementara salat Istisqa adalah salat sunah dua rakaat yang dilaksanakan khusus untuk meminta hujan. Salat Istisqa diikuti dengan khutbah dan doa-doa khusus.
3. Bagaimana cara mengamalkan doa Istisqa di rumah?
Doa Istisqa dapat dibaca secara individu di rumah dengan penuh keyakinan. Dianjurkan untuk diawali dengan doa kurab (doa dalam kesusahan), memperbanyak istighfar, dan membaca doa-doa meminta hujan yang telah diajarkan Rasulullah SAW.
4. Apakah doa Istisqa harus dibaca dengan jumlah tertentu?
Tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah bacaan. Doa-doa di atas cukup dibaca dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan. Yang terpenting adalah konsistensi dan ketulusan dalam berdoa, serta diiringi dengan taubat dan perbaikan diri.
5. Apa hukum salat Istisqa?
Salat Istisqa hukumnya sunah muakkadah (sangat dianjurkan). Salat ini dilakukan ketika terjadi kemarau panjang yang mengancam kehidupan dan penghidupan. Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia menganjurkan umat Islam untuk menggelar salat Istisqa di tengah krisis kekeringan.
.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3580533/original/022563500_1632366621-Wawancara_Kerja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5099115/original/085786100_1737178431-1737173047698_arti-qadarullah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321441/original/077954600_1786441575-masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381314/original/001937700_1760500964-Membuka_Pintu_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422475/original/020765500_1763986575-Ilustrasi_Pasangan_Muslim_-_Priscilla_Du_Preez.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502010/original/090952200_1770965006-tiktok_korlantas_klaim.jpg)

