Liputan6.com, Jakarta - Dalam khazanah wirid, terdapat satu dzikir yang diyakini memiliki keutamaan luar biasa, yakni mendatangkan 100 kebaikan dan menghapus 100 dosa. Dzikir tersebut adalah La ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan dan Arti La Ilaha Illallah Wahdahu La Syarikalah beserta keutamaannya.
Kalimat ini adalah inti dari tauhid yang diajarkan oleh seluruh nabi sejak Adam hingga Muhammad SAW. Dzikir ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pernyataan iman yang mengandung pengakuan keesaan Allah dan penolakan terhadap segala bentuk sekutu bagi-Nya.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa kalimat tauhid adalah dzikir yang paling utama, karena di dalamnya terkandung makna pengesaan Allah secara sempurna.
Keutamaan kalimat ini sangatlah agung. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik dzikir adalah lā ilāha illallāh, dan sebaik-baik doa adalah alḥamdulillāh" (HR. At-Tirmidzi).
Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menempatkan kalimat ini sebagai salah satu dzikir sunnah yang diajarkan Nabi dengan keutamaan yang sangat besar, termasuk pahala seperti membebaskan sepuluh hamba sahaya dan perlindungan dari gangguan setan.
Para ulama menjelaskan bahwa keistimewaan kalimat ini terletak pada kandungannya yang padat—menggabungkan pengakuan keesaan Allah (wahdahū), penafian sekutu (lā syarīka lah), pengakuan kekuasaan mutlak (lahul-mulk), dan pujian sempurna (lahul-ḥamd).
Bacaan Lengkap dan Arti La Ilaha Illallah Wahdahu La Syarikalah
Berikut adalah bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya:
Teks Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Makna Mendalam Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah
Para ulama telah menguraikan makna mendalam dari kalimat tauhid yang agung ini. Berikut penjelasannya berdasarkan tuntunan para ulama:
1. Penafian dan Penetapan (Nafyu wa Itsbat)
Kalimat lā ilāha illallāh mengandung dua rukun utama: penafian (nafy) dan penetapan (itsbat). Lā ilāha berarti meniadakan segala sesembahan selain Allah, sedangkan illallāh berarti menetapkan bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah. Inilah inti tauhid yang menjadi tujuan penciptaan manusia dan jin.
2. Pengesaan Allah (Wahdahū)
Kata wahdahū (semata) menegaskan bahwa Allah esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan, pengaturan, maupun dalam hak untuk diibadahi. Ini adalah bentuk penguatan terhadap makna tauhid yang terkandung dalam lā ilāha illallāh.
3. Penafian Sekutu (Lā Syarīka Lah)
Frasa lā syarīka lah (tidak ada sekutu bagi-Nya) menolak segala bentuk kesyirikan, baik syirik besar maupun syirik kecil. Ini mencakup penolakan terhadap penyembahan berhala, bintang, manusia, hawa nafsu, atau segala sesuatu yang disejajarkan dengan Allah dalam hal ibadah, kekuasaan, atau sifat.
4. Pengakuan Kekuasaan Mutlak (Lahul-Mulk)
Lahul-mulk (milik-Nya kerajaan) berarti Allah adalah pemilik mutlak seluruh alam semesta. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah, dan Dia berkuasa penuh atas segala sesuatu tanpa ada yang dapat menentang kehendak-Nya.
5. Pujian Sempurna (Lahul-Ḥamd)
Lahul-ḥamd (bagi-Nya segala pujian) mengandung makna bahwa semua pujian, sanjungan, dan pengagungan hanya layak ditujukan kepada Allah semata. Segala nikmat yang diterima manusia berasal dari Allah, sehingga pujian hanya pantas bagi-Nya.
6. Kekuasaan atas Hidup dan Mati (Yuḥyī wa Yumītu)
Frasa yuḥyī wa yumītu (Dialah yang menghidupkan dan mematikan) menegaskan bahwa kehidupan dan kematian sepenuhnya berada di tangan Allah. Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan kehidupan atau mengambilnya tanpa izin Allah.
7. Kemahakuasaan Mutlak (Wa Huwa 'Alā Kulli Syai'in Qadīr)
Penutup kalimat ini menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada batasan bagi kekuasaan Allah—baik yang kecil maupun yang besar, semua berada dalam genggaman kuasa-Nya.
Keutamaan Bacaan Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah
Berdasarkan hadits-hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, berikut adalah keutamaan-keutamaan agung dari dzikir ini:
1. Dibaca 100 Kali: Pahala Membebaskan 10 Budak, 100 Kebaikan, dan 100 Dosa Dihapus Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membacakan kalimat 'lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr' sebanyak 100 kali dalam sehari, maka ganjarannya sama seperti membebaskan 10 orang hamba sahaya, dan dituliskan pula baginya 100 pahala, dihapuskan baginya 100 dosa, dan ia akan dijaga dari gangguan setan sepanjang hari hingga sore. Tidak ada seorang pun yang mendapatkan pahala lebih baik dari itu kecuali seseorang yang mengamalkan dzikirnya lebih dari itu" (HR. Bukhari no. 3293 & Muslim no. 2691).
2. Dibaca 10 Kali: Pahala Membebaskan 4 Budak Keturunan Nabi Ismail
Rasulullah SAW juga bersabda, "Barangsiapa yang membaca kalimat 'lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr' sebanyak sepuluh kali, maka pahalanya setara seperti orang yang membebaskan empat hamba sahaya dari keturunan Nabi Ismail" (HR. Bukhari no. 6404 & Muslim no. 2693).
3. Dibaca 10 Kali Pagi dan Petang: Perlindungan dari Setan Sepanjang Hari
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa siapa yang membaca kalimat ini 10 kali di pagi dan sore hari, maka Allah akan mencatat baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, mendapat pahala semisal memerdekakan 10 budak, dan Allah melindunginya dari gangguan setan dan jin sepanjang hari.
4. Dzikir yang Paling Utama
Kalimat lā ilāha illallāh adalah dzikir yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik dzikir adalah lā ilāha illallāh" (HR. At-Tirmidzi). Kalimat ini mengandung makna tauhid yang menjadi inti dari seluruh ajaran Islam dan merupakan kunci masuk surga.
5. Penghapus Dosa Sebanyak Buih di Lautan
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca kalimat ini dengan penuh keikhlasan dapat menghapus dosa-dosa, bahkan sebanyak buih di lautan.
6. Benteng Perlindungan dari Gangguan Setan
Dzikir ini berfungsi sebagai perisai yang melindungi seorang muslim dari godaan dan gangguan setan sepanjang hari. Mengamalkan dzikir pagi dan petang ibaratkan seperti seseorang memakai baju zirah yang akan melindungi diri dari serangan musuh.
Cara dan Waktu Pengamalan Dzikir
Waktu Pengamalan
• Pagi Hari (Setelah Shalat Subuh): Membaca dzikir ini sebanyak 10 kali atau 100 kali di waktu pagi akan melindungi seorang muslim dari gangguan setan hingga sore hari.
• Sore Hari (Setelah Shalat Ashar): Membaca dzikir ini di waktu sore akan memberikan perlindungan hingga pagi hari.
• Setelah Shalat Fardhu: Dzikir ini termasuk amalan yang dianjurkan setelah shalat wajib.
• Hari Arafah: Kalimat ini sangat dianjurkan untuk diperbanyak pada Hari Arafah sebagai bentuk dzikir tauhid.
Cara Mengamalkan
• Dengan Penuh Penghayatan: Membaca dzikir sambil merenungkan maknanya—menolak segala sesembahan selain Allah dalam hati dan menetapkan ibadah hanya untuk Allah semata.
• Dengan Ikhlas: Membaca kalimat ini semata-mata karena Allah, bukan karena riya' atau ingin dipuji manusia.
• Dengan Keyakinan: Meyakini sepenuhnya bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
• Secara Rutin: Mengamalkannya secara istiqamah setiap pagi dan sore hari, serta pada waktu-waktu yang dianjurkan.
Pertanyaan Seputar Bacaan la ilaha illallah wahdahu la syarikalah
1. Apa arti la ilaha illallah wahdahu la syarikalah?
Artinya adalah "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya." Kalimat ini merupakan pernyataan tauhid yang mengesakan Allah dan menolak segala bentuk sekutu bagi-Nya.
2. Berapa kali sebaiknya membaca la ilaha illallah wahdahu la syarikalah?
Dianjurkan membaca 10 kali di pagi dan sore hari, atau 100 kali dalam sehari. Membaca 100 kali akan mendapatkan pahala seperti membebaskan 10 budak, 100 kebaikan, dan dihapuskan 100 dosa. Membaca 10 kali setara dengan membebaskan 4 budak dari keturunan Nabi Ismail.
3. Kapan waktu terbaik membaca dzikir la ilaha illallah wahdahu la syarikalah?
Waktu terbaik adalah di pagi hari (setelah shalat Subuh) dan sore hari (setelah shalat Ashar). Juga dianjurkan dibaca setelah shalat fardhu dan pada Hari Arafah.
4. Apa keutamaan membaca la ilaha illallah wahdahu la syarikalah?
Keutamaannya sangat besar: pahala membebaskan 10 budak, 100 kebaikan dicatat, 100 dosa dihapus, perlindungan dari setan sepanjang hari, dan tidak ada yang menyamai pahalanya kecuali orang yang mengamalkan lebih dari itu. Ini adalah dzikir yang paling utama karena mengandung tauhid.
5. Apakah dzikir ini termasuk amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW?
Ya, dzikir ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits shahih oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menempatkannya sebagai salah satu dzikir sunnah yang diajarkan Nabi dengan keutamaan yang sangat besar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321441/original/077954600_1786441575-masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3580533/original/022563500_1632366621-Wawancara_Kerja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5099115/original/085786100_1737178431-1737173047698_arti-qadarullah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381314/original/001937700_1760500964-Membuka_Pintu_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422475/original/020765500_1763986575-Ilustrasi_Pasangan_Muslim_-_Priscilla_Du_Preez.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502010/original/090952200_1770965006-tiktok_korlantas_klaim.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)