Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang diperingati oleh umat Muslim setiap tahun. Pada tahun 2026, peringatan Isra Miraj jatuh pada hari Jumat, 16 Januari dan kerap dirayakan dengan sejumlah tradisi seperti pengajian maupun doa bersama.
Tak jarang, masyarakat juga menjalankan sejumlah amalan seperti sholat sunnah hingga puasa sunnah. Lantas bagaimana sebenarnya hukum pelaksanaannya? Sebab, tak sedikit muncul pertanyaan di masyarakat terkait, apakah boleh menjalankan puasa untuk mengiringi hari Isra Miraj.
Sebenarnya pelaksanaannya puasanya sendiri boleh dilakukan di hari itu, namun dengan catatan bahwa niatnya bukan dikhususkan untuk perayaan tersebut. Agar tak salah paham, simak informasi selengkapnya berikut, dihadirkan Liputan6, Kamis (15/1).
Bolehkah Menjalankan Puasa di Hari Isra Miraj?
Adapun, dalam syariat Islam sendiri memang tidak ada anjuran khusus untuk menjalankan puasa pada hari Isra Miraj. Para ulama menegaskan bahwa tidak ditemukan dalil spesifik dengan anjuran puasa pada tanggal 27 Rajab, yang bertepatan dengan Isra Miraj.
Jika seseorang mengkhususkan puasa pada tanggal tersebut dengan niat sebagai 'Puasa Isra Miraj', hal ini dapat dianggap sebagai bid'ah, yaitu tindakan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Sebagaimana yang disampaikan salah seorang ulama terkemuka, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwa, para sahabat dan tabi'in tidak pernah mengkhususkan malam Isra Miraj dengan amalan tertentu, termasuk puasa. Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Tabyinul 'Ajab bima Warada fi Fadhli Rajab, yang menegaskan bahwa tidak ada riwayat shahih yang menjadi dasar keutamaan puasa khusus di bulan Rajab atau hari-hari tertentu di dalamnya, termasuk tanggal 27 Rajab.
Hukum Puasa Isra Miraj
Mengutip laman resmi Muhammadiyah, konsep bid'ah dalam Islam merujuk pada segala bentuk perbuatan yang dianggap sebagai ibadah murni namun tidak memiliki dasar dari Al-Qur'an maupun sunah Nabi Muhammad SAW.
Dalam konteks puasa Isra Miraj, para ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil syariat yang mendukung puasa khusus pada tanggal 27 Rajab. Oleh karena itu, mengkhususkan puasa pada tanggal tersebut dapat tergolong bid'ah.
Meskipun masih diperbolehkan, Majelis Tarjih Muhammadiyah mengingatkan agar Isra Miraj tidak dirayakan secara berlebihan termasuk diiringi ibadah-ibadah seperti puasa dengan niat khusus Puasa Isra Miraj. Ini karena tidak ada landasannya di Al Quran maupun Nabi Muhammad SAW.
Jika Ingin Berpuasa Niatkan untuk Ibadah Umum
Karena tidak terdapat ketentuan khusus mengenai puasa Isra Miraj, maka niat puasa yang dibaca pada hari tersebut mengikuti jenis puasa yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Niat menjadi bagian utama dalam pelaksanaan ibadah, termasuk puasa, sehingga pemahaman yang benar mengenai niat sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah secara syariat. Berikut beberapa contoh bacaan niat puasa yang dapat diamalkan apabila seseorang memilih berpuasa bertepatan dengan peringatan Isra Miraj:
a. Niat Puasa Rajab (jika diniatkan sebagai puasa sunnah di bulan Rajab secara umum):
"نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى"
Arab Latin: Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta'ala." Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum fajar. Jika terlupa, bisa dilafalkan pada pagi hari sebelum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, asalkan belum makan atau minum sejak Subuh dan diucapkan sebelum waktu Zuhur.
b. Niat Puasa Senin (puasa sunnah di bulan Rajab):
"نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى"
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumal istnaini sunnatan lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta'ala."
c. Niat Puasa Qadha Ramadan:
"نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى"
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi Ramadhana lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadan karena Allah ta'ala." Puasa qadha Ramadan dapat dilaksanakan di bulan Rajab, termasuk jika bertepatan dengan hari Isra Miraj.
Penting untuk diketahui bahwa penggabungan niat diperbolehkan. Jika hari Isra Miraj bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin/Kamis atau Ayyamul Bidh, atau bahkan puasa qadha Ramadan, Anda diperbolehkan untuk menggabungkan niat. Hal ini memungkinkan seorang Muslim untuk mendapatkan pahala dari beberapa jenis puasa sekaligus.
Puasa Makruh Dikerjakan Hari Jumat
Hal lainnya yang perlu diketahui adalah, pada tahun 2026, peringatan Isra Miraj jatuh pada hari Jumat, 16 Januari. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan mengenai hukum berpuasa pada hari tersebut, mengingat adanya ketentuan khusus dalam Islam terkait puasa di hari Jumat.
Dirujuk dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, para ulama memakruhkan puasa di hari Jumat karena dianggap sebagai hari raya bagi umat Islam. Ini sesuai hadist yang diriwayatkan oleh Al Bukhari berikut:
لا يصومن أحدكم يوم الجمعة إلا أن يصوم قبله أو بعده
Artinya, “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya,”
Hukum makruh ini berlaku jika seseorang hanya berpuasa pada hari Jumat saja dan tidak berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Kemakruhan berpuasa pada hari Jumat ini bisa hilang jika seseorang berpuasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya.
Jika seseorang ingin berpuasa pada hari Jumat yang bertepatan dengan Isra Miraj, disarankan untuk menyertakannya dengan puasa pada hari Kamis atau Sabtu. Pengecualian lain adalah jika puasa pada hari Jumat tersebut merupakan puasa yang berulang karena sebab tertentu, seperti puasa Ramadhan, atau puasa qadha yang kebetulan jatuh di hari Jumat.
Apa Itu Isra Miraj?
Terkait itu, Isra Miraj sendiri merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit untuk menerima perintah salat lima waktu. Kejadian ini terjadi dalam satu malam dan terbagi menjadi dua bagian utama. Isra merujuk pada perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat bersama para nabi terdahulu sebagai imam, menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para nabi. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan Miraj, yaitu kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke langit ketujuh hingga mencapai Sidratul Muntaha.
Dari perjalanan Miraj inilah, umat Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk melaksanakan salat lima waktu. Peristiwa Isra Miraj terjadi sekitar tahun ke-10 kenabian, pada masa-masa sulit dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini merupakan mukjizat agung yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apakah ada puasa khusus yang dianjurkan pada hari Isra Miraj?
A: Tidak ada dalil sahih dari Al-Qur'an maupun hadis yang menganjurkan puasa pada tanggal 27 Rajab.
Q: Bolehkah tetap berpuasa pada hari Isra Miraj jika tidak ada anjuran khusus?
A: Ya, umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa sunah atau puasa lainnya tanpa diniatkan khuusu Isra Miraj pada hari tersebut.
Q: Mengapa puasa hanya pada hari Jumat dianggap makruh?
A: Puasa hanya pada hari Jumat dianggap makruh karena hari Jumat merupakan hari raya bagi umat Islam.
Q: Bagaimana cara memperingati Isra Miraj yang sesuai syariat?
A: Peringatan Isra Miraj sebaiknya dilakukan dengan merenungkan hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut.
Q: Apa hikmah utama dari peristiwa Isra Miraj?
A: Hikmah utama Isra Miraj adalah ditetapkannya perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)