Dosen ITB Gunakan Aplikasi SmartEdu untuk Perkuliahan

4 hours ago 5

TIM Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung atau STEI ITB mengembangkan aplikasi ujian berbasis sistem SmartEdu untuk membantu perkuliahan, seperti ujian secara digital, pengelolaan soal, hingga pengolahan hasil evaluasi. “SmartEdu membantu pengukuran pencapaian pembelajaran,” kata ketua tim riset, Adi Indrayanto, Selasa 16 Juni 2026.

Adi menggunakan aplikasi itu untuk mata kuliah yang diampunya, seperti etika profesi, manajemen rekayasa industri, dan industri elektronika. Aplikasi itu menggunakan smartphone milik ITB yang disimpan dalam kotak berkapasitas 50 unit. Adi memakainya untuk ujian dengan jawaban soal berupa pilihan ganda. “Peserta ujian yang menggunakan sistem ini, soal dan pilihan jawabannya diacak, jadi akan lebih sulit untuk mencontek,” ujarnya. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain untuk ujian, aplikasi SmartEdu bisa dipakai untuk tes kuis sepekan sekali sebelum kuliah dimulai. Dari hasil tes yang bisa diketahui langsung itu, menurut Adi, bisa ketahuan soal mana yang paling banyak dijawab salah oleh mahasiswa. “Dosen jadi bisa lebih fokus untuk mengajarkan topik yang tadi banyak dijawab salah,” katanya. Dengan cara itu waktu pembelajaran bisa lebih efektif. 

Penggunaan aplikasi SmarEdu di kampus Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat. Dok. Tim Riset

Aplikasi yang telah memiliki sertifikat paten itu, menurut Adi, gagasan awalnya berangkat dari kebutuhan Badan Kepegawaian Negara. Lembaga itu memerlukan aplikasi ujian tulis berbasis komputer untuk perekrutan calon pegawai negeri sipil di daerah, khususnya di daerah yang kesulitan akses komputer dan Internet. “Mereka harus bawa banyak komputer pribadi atau laptop agar bisa menggelar ujian,” ujarnya. 

Anggota tim Ahmad Fitryansyah mengatakan peserta bisa langsung mengetahui hasil di aplikasi setelah waktu tes berakhir. Selain itu, pembuat tes bisa mengatur tanggapan (feedback) ke peserta ujian mengenai jawaban yang benar.

Selain aplikasi dan smartphone, alat yang dibutuhkan untuk mengoperasikan SmartEdu adalah perangkat penghubung nirkabel (access point) dari pusat server ke gawai. “Alat ujian diatur agar hanya bisa mengakses ke aplikasi, tidak bisa ke Internet,” katanya.

Selain pada smartphone, aplikasi itu pada kondisi tertentu bisa menyesuaikan karakter soal ujian dengan menggunakan layar yang lebih lebar, seperti komputer tablet. Tidak hanya untuk ujian di kalangan mahasiswa, menurut Ahmad, pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sederajat bisa menjajal EduSmart untuk ujian. Selain itu bisa untuk tes oleh pihak lain, misalnya dalam bentuk pilihan ganda. Tim berharap aplikasi itu bisa dipakai pihak lain di luar kampus ITB.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |