Fenomena Belajar Agama Lewat Internet Tanpa Guru, Bahaya! Dampaknya Bisa Begini Kata Buya Yahya

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan yang terus berkembang, jumlah orang yang teguh dalam kebenaran semakin berkurang. Ini menjadi tantangan besar bagi umat Islam dalam mencari kebenaran yang sejati.

Sosok Buya Yahya, ulama yang dikenal dengan dakwahnya yang lembut namun tegas, menyoroti fenomena ini dalam salah satu ceramahnya.

Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @buyayahyaofficial, Buya Yahya membahas bagaimana semakin sedikitnya orang yang benar dan pentingnya berhati-hati dalam mencari ilmu.

Menurut Buya Yahya, karena orang benar semakin sedikit, maka dalam mengambil kebenaran harus benar-benar selektif dan berhati-hati.

Banyak orang di zaman ini yang enggan mencari ilmu dari sumber yang tepat. Mereka lebih memilih mencari jawaban instan melalui internet tanpa bimbingan dari guru yang jelas sanad keilmuannya.

“Jangan sampai meremehkan ilmu yang benar hanya karena merasa lebih paham teknologi. Ilmu agama tidak bisa sekadar dicari dengan browsing di internet tanpa bimbingan,” ujar Buya Yahya.

Ia juga menyoroti bagaimana semakin banyak orang yang mulai menjauh dari ulama dan tidak lagi berguru kepada orang yang memiliki pemahaman agama yang sahih.

Simak Video Pilihan Ini:

Mengintip Repotnya Merawat Bayi Kembar 3 di Cilacap

Promosi 1

Belajarlah kepada Ahlinya

Fenomena ini berbahaya karena tanpa bimbingan yang jelas, seseorang bisa terjerumus dalam pemahaman yang salah dan menyesatkan.

Buya Yahya menegaskan bahwa ilmu agama bukan sekadar tentang mengetahui hukum-hukum secara tekstual, tetapi juga memahami hikmah di baliknya.

Ketika seseorang tidak lagi memiliki hubungan dengan guru atau ulama, maka keberkahan dalam ilmu akan semakin berkurang.

Ia mengingatkan bahwa dalam mencari ilmu, seseorang harus memiliki adab dan sikap rendah hati. Jangan merasa cukup hanya dengan membaca tanpa belajar dari ahlinya.

Buya Yahya juga mengajak umat Islam untuk lebih menghormati guru-guru agama dan tidak mudah meremehkan mereka hanya karena perbedaan cara penyampaian.

Seorang alim bisa saja tidak fasih dalam menjawab suatu pertanyaan secara langsung, tetapi bukan berarti ilmunya kurang. Bisa jadi ia ingin menjelaskan dengan lebih rinci agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Bagaimana Jika Tanpa Guru?

Di era modern ini, banyak orang lebih memilih mendengar pendapat yang sesuai dengan keinginannya daripada mencari kebenaran sejati.

Buya Yahya menegaskan bahwa dalam menuntut ilmu, yang dicari bukan sekadar pembenaran terhadap pendapat sendiri, tetapi kebenaran hakiki yang bersumber dari ajaran Islam yang murni.

Tanpa adanya guru yang membimbing, seseorang akan mudah terjebak dalam pemahaman yang keliru dan bahkan bisa menyimpang jauh dari ajaran Islam.

Ikatan antara murid dan guru yang semakin renggang juga menjadi masalah besar. Ketika seseorang tidak lagi menghormati gurunya, keberkahan ilmu akan sulit diperoleh.

Buya Yahya mengajak umat Islam untuk kembali kepada adab dalam menuntut ilmu, menghormati ulama, dan tidak merasa cukup hanya dengan membaca atau mendengar ceramah tanpa bimbingan langsung.

Dengan demikian, ilmu yang didapatkan bukan hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga membawa keberkahan dan keselamatan di akhirat.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |