Liputan6.com, Jakarta Niat dalam sholat merupakan wujud kesungguhan dan keikhlasan dalam beribadah. Niat bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga merupakan penetapan hati untuk melakukan ibadah karena Allah SWT. Ia menjadi pembeda antara suatu perbuatan yang bernilai ibadah dan yang bukan.
Kedudukan niat sebagai rukun sholat sangat penting. Sholat yang dilakukan tanpa niat yang benar, maka sholat tersebut tidak sah. Hadits Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya niat. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan betapa pentingnya niat dalam setiap ibadah, termasuk sholat.
Perbedaan niat dalam sholat fardhu dan sunnah terletak pada kewajiban. Niat dalam sholat fardhu merupakan rukun yang wajib ada, sedangkan niat dalam sholat sunnah hukumnya sunnah, meskipun tetap dianjurkan untuk selalu diniatkan.
Sebelum membahas lebih dalam tentang bacaan doa sholat 5 waktu sendiri, penting bagi kita untuk memahami lebih dalam tentang kedudukan niat dalam sholat, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (4/4/2025).
Beredar rekaman kamera CCTV yang menampilkan detik-detik seorang dosen IAIN Langsa meninggal dunia saat melaksanakan ibadah sholat Ashar.
Pengertian dan Kedudukan Niat dalam Sholat
Secara bahasa, niat berarti maksud atau tujuan. Secara istilah, niat dalam sholat adalah tekad dalam hati untuk melakukan sholat fardhu atau sunnah karena Allah SWT.
Waktu pelaksanaan niat adalah bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat diucapkan dalam hati, meskipun melafalkannya dengan lisan juga diperbolehkan.
Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai melafalkan niat. Sebagian ulama membolehkan, sebagian lainnya berpendapat cukup diniatkan dalam hati. Yang terpenting adalah memahami makna dan maksudnya.
Memahami niat dengan benar akan meningkatkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam sholat. Dengan niat yang tulus, ibadah sholat kita akan lebih bermakna dan diterima Allah SWT.
Perbedaan Sholat Sendiri (Munfarid) dan Berjamaah
Sholat munfarid (sendiri) dilakukan tanpa imam dan makmum. Sholat berjamaah dilakukan bersama-sama dengan imam dan makmum.
Niat sholat munfarid berbeda dengan niat sholat berjamaah. Niat sholat munfarid lebih menekankan pada ibadah pribadi, sedangkan niat sholat berjamaah menunjukkan keikutsertaan dalam ibadah bersama.
Komponen penting dalam niat sholat fardhu meliputi jenis sholat (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya), jumlah rakaat, dan waktu pelaksanaannya.
Format umum bacaan niat sholat sendiri adalah: "Usholli fardha ... (nama sholat) ... raka'atin ... (waktu) ... lillahi ta'ala". Ucapkan niat dengan khusyuk dan tulus.
Doa Sholat Subuh Sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardha shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Sholat Subuh terdiri dari dua rakaat dan dilaksanakan sebelum terbit matahari.
Doa Sholat Dzuhur Sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardha dzuhri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Sholat Dzuhur terdiri dari empat rakaat dan dilaksanakan setelah matahari tergelincir dan hingga sebelum ashar.
Doa Sholat Ashar Sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardha 'ashri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Sholat Ashar terdiri dari empat rakaat dan dilaksanakan setelah matahari condong ke barat hingga sebelum maghrib.
Doa Sholat Maghrib Sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardha maghribi tsalaatsa raka'atin mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Sholat Maghrib terdiri dari tiga rakaat dan dilaksanakan setelah matahari terbenam hingga sebelum isya.
Doa Sholat Isya Sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardha isya'i arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Sholat Isya terdiri dari empat rakaat dan dilaksanakan setelah waktu isya masuk hingga sebelum subuh.
Memahami doa sholat 5 waktu sendiri dan berbagai kondisinya sangat penting untuk memastikan sahnya ibadah. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat melaksanakan sholat dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.
Semoga panduan ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT. Teruslah belajar dan memperdalam ilmu agama agar ibadah kita semakin bermakna.