Belum Qadha Puasa Ramadhan, Bolehkah Puasa Syawal Dulu?

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan, sering muncul pertanyaan apakah harus mengqadha terlebih dahulu atau bisa langsung menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.

Ulama Indonesia yang berasal dari Madinah Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa puasa enam hari Syawal memiliki batas waktu tertentu, yaitu hanya bisa dilakukan selama bulan Syawal.

"Puasa Syawal boleh dilaksanakan mulai hari kedua atau ketiga Syawal. Kita boleh menjalani puasa sunnah ini, atau memilih mengganti puasa wajib," ujar Syekh Ali Jaber dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @mochhisyamchannel

Berbeda dengan puasa Syawal yang waktunya terbatas, qadha puasa Ramadhan memiliki jangka waktu yang lebih fleksibel.

Seseorang bisa mengganti puasa Ramadan kapan saja sepanjang tahun, asalkan belum memasuki Ramadan berikutnya.

Namun, jika seseorang memiliki utang puasa yang harus diganti, maka sebaiknya mendahulukan qadha terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Syawal.

"Jika ada beberapa hari puasa wajib yang harus diganti, silakan tunaikan yang wajib terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan puasa enam hari Syawal," lanjutnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Wow, Proyeksi Investasi Cilacap 2020 Capai Rp17,7 Triliun

Ini yang Lebih Diutamakan

Namun, bagi yang khawatir tidak sempat menjalankan puasa enam hari Syawal jika harus mengqadha terlebih dahulu, Syekh Ali Jaber memberikan solusi lain.

"Kalau ada kekhawatiran tidak sempat menjalankan puasa Syawal karena harus mengqadha, silakan utamakan enam hari Syawal terlebih dahulu," jelasnya.

Setelah menyelesaikan puasa Syawal, qadha puasa Ramadan tetap bisa dilakukan sepanjang tahun sebelum masuk Ramadan berikutnya.

Pendapat ini didasarkan pada kelonggaran dalam syariat yang memberikan waktu cukup panjang bagi seseorang untuk mengqadha puasanya.

Namun, sebagian ulama tetap berpendapat bahwa mendahulukan qadha lebih utama, karena puasa wajib harus ditunaikan lebih dulu sebelum menjalankan puasa sunnah.

Meskipun demikian, bagi yang ingin mendapatkan keutamaan puasa Syawal tetapi masih memiliki utang puasa, bisa memilih mengikuti pendapat yang membolehkan mendahulukan puasa Syawal.

Hal ini memberikan kelonggaran bagi mereka yang ingin meraih pahala besar dari puasa Syawal tanpa mengabaikan kewajiban mengqadha puasa Ramadan.

Menggabungkan Niat Puasa, Bagaimana?

Bagi yang ingin menggabungkan niat qadha dan puasa Syawal sekaligus, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini.

Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa kedua puasa tersebut memiliki tujuan yang berbeda sehingga harus dilakukan secara terpisah.

Syekh Ali Jaber menekankan bahwa setiap muslim bisa memilih mana yang lebih mudah dan sesuai dengan kemampuannya.

Intinya, baik qadha maupun puasa Syawal memiliki keutamaannya masing-masing dan harus dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Bagi yang memiliki utang puasa sedikit, sebaiknya mendahulukan qadha agar lebih tenang dalam menjalankan ibadah sunnah.

Namun, bagi yang memiliki banyak utang puasa dan khawatir kehilangan kesempatan puasa Syawal, bisa mendahulukan enam hari Syawal lalu menyusul qadha setelahnya.

Pilihan ini memberikan keleluasaan dalam beribadah tanpa mengabaikan kewajiban utama.

Dengan pemahaman ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan tidak terbebani dalam menentukan mana yang harus didahulukan.

Pada akhirnya, yang terpenting adalah menjalankan ibadah dengan niat yang tulus serta tetap berusaha memenuhi kewajiban dan sunnah dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |