Jumlah Rakaat Sholat Rawatib, Simak Panduan Lengkap, Keutamaan & Tata Cara

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta Shalat Rawatib, shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu, memiliki jumlah rakaat yang beragam menurut berbagai sumber. Meskipun ada perbedaan pendapat, mulai dari 10 hingga 22 rakaat, hal ini tak mengurangi pahala karena tetap dianggap sebagai ibadah tambahan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang rakaat sholat rawatib, mulai dari jumlahnya, tata cara, keutamaan, hingga waktu pelaksanaannya.

Perbedaan jumlah rakaat sholat rawatib ini muncul karena perbedaan pendapat para ulama dalam memasukkan atau tidak memasukkan beberapa shalat sunnah rawatib ke dalam hitungan. Namun, yang terpenting adalah niat ikhlas dan konsistensi dalam menjalankannya sesuai kemampuan. Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh pelaksanaan sholat rawatib, dan keutamaannya sangat besar, bahkan dijanjikan rumah di surga bagi yang istiqomah.

Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan shalat rawatib, salah satunya hadits yang menyebutkan bahwa siapa yang menjaga 12 rakaat sholat sunnah rawatib setiap hari, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga. Hadits ini menekankan pentingnya menjaga shalat sunnah rawatib sebagai amalan tambahan yang sangat dianjurkan.

Simak penjelasan selengkapnya mengenai jumlah rakaat sholat rawatib, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (3/4/2025).

Sholat Idul Fitri bagi umat muslim akan segera tiba. Ini dia syarat sholat ied massal versi fatwa MUI di masa pandemi Corona Covid-19.

Promosi 1

Pengertian Sholat Rawatib

Shalat Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum (qobliyah) atau setelah (ba'diyah) shalat fardhu lima waktu. Shalat ini merupakan amalan sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Rasulullah SAW selalu melaksanakan sholat rawatib, menjadikannya contoh bagi umatnya.

Shalat Rawatib Qobliyah dikerjakan sebelum shalat fardhu, sementara shalat Rawatib Ba'diyah dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktu pelaksanaan keduanya memiliki batasan tertentu, yang akan dijelaskan lebih lanjut di bawah. Shalat Rawatib bertujuan untuk menyempurnakan shalat fardhu dan meningkatkan keimanan.

Sejarah sholat rawatib telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang selalu menjaga dan melaksanakannya. Hal ini menjadi bukti pentingnya sholat rawatib dalam kehidupan seorang muslim. Tujuan disyariatkannya sholat rawatib adalah untuk menambah pahala, meningkatkan ketaatan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan melaksanakan sholat rawatib, kita dapat memperoleh pahala yang besar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat ini juga dapat menjadi penambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam menjalankan ibadah.

Jumlah Rakaat Sholat Rawatib Qobliyah

Shalat Rawatib Qobliyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu. Jumlah rakaatnya bervariasi, namun yang paling sering disebut adalah 10 rakaat.

Hadits riwayat Muslim menyebutkan janji Allah SWT untuk membangunkan rumah di surga bagi yang istiqomah mengerjakan 12 rakaat sholat sunnah rawatib. Meskipun ada perbedaan jumlah rakaat dalam berbagai hadits, inti pesan tetap sama: Shalat Rawatib sangat dianjurkan.

Rincian rakaat sholat rawatib qobliyah yang umum adalah: 4 rakaat sebelum Dzuhur, 4 rakaat sebelum Ashar, 2 rakaat sebelum Maghrib, 2 rakaat sebelum Isya, dan 2 rakaat sebelum Subuh. Totalnya mencapai 12 rakaat. Namun, perlu diingat bahwa jumlah ini bisa bervariasi.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat, yang terpenting adalah niat ikhlas dan konsistensi dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib sesuai kemampuan. Keutamaan mengerjakan shalat rawatib sangat besar.

Jumlah Rakaat Sholat Rawatib Ba'diyah

Shalat Rawatib Ba'diyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Jumlah rakaat sholat rawatib ba'diyah juga bervariasi, namun yang paling umum adalah 8 rakaat.

Dalil tentang rakaat sholat rawatib ba'diyah dapat ditemukan dalam berbagai hadits. Hadits-hadits tersebut menjelaskan keutamaan mengerjakan shalat sunnah rawatib setelah shalat fardhu.

Rincian rakaat sholat rawatib ba'diyah yang sering disebut adalah: 2 rakaat setelah Dzuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya. Totalnya 6 rakaat. Jumlah rakaat ini bisa berbeda-beda sesuai dengan pendapat ulama.

Shalat Rawatib Ba'diyah, seperti halnya shalat Rawatib Qobliyah, juga memiliki keutamaan yang besar. Konsistensi dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib, baik qobliyah maupun ba'diyah, sangat dianjurkan.

Niat dan Tata Cara Rakaat Sholat Rawatib

Sebelum membahas niat dan tata cara sholat rawatib, perlu diingat bahwa sholat rawatib memiliki dua jenis, yaitu qobliyah dan ba'diyah. Niat dan tata cara keduanya sedikit berbeda.

Niat sholat rawatib harus diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Niat ini menunjukkan kesungguhan kita dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Tata cara sholat rawatib pada dasarnya sama dengan sholat fardhu, hanya saja jumlah rakaatnya berbeda.

Niat Sholat Rawatib Qobliyah

 Niat sholat rawatib qobliyah memiliki perbedaan untuk masing-masing waktu sholat. Berikut adalah lafal niat sholat rawatib qobliyah lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya: 

1. Niat Sholat Rawatib Sebelum Subuh: 

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatash shubhi rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa. 

Artinya: "Aku (niat) salat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Rawatib Sebelum Dzuhur (2 rakaat): 

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh dhuhri rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku (niat) salat sunat qabliyyah dzuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

3. Niat Sholat Rawatib Sebelum Dzuhur (4 rakaat): 

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh dhuhri arba'a raka'aatin qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa. 

Artinya: "Aku (niat) salat sunat qabliyyah dzuhur 4 rakaat, karena Allah Ta'ala."

4. Niat Sholat Rawatib Sebelum Ashar: 

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal 'ashri rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa. 

Artinya: "Aku (niat) salat sunat qabliyyah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

5. Niat Sholat Rawatib Sebelum Maghrib: 

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal maghribi rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa. 

Artinya: "Aku (niat) salat sunat qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Rawatib Ba'diyah

Berikut adalah lafal niat sholat rawatib ba'diyah lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya: 

1. Niat Sholat Rawatib Setelah Dzuhur (2 rakaat): 

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh dhuhri rak'ataini ba'diy-yatan lillaahi ta'aalaa. 

Artinya: "Aku (niat) salat sunat ba'diyyah dzuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Rawatib Setelah Maghrib: 

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal maghribi rak'ataini ba'diy-yatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku (niat) salat sunat ba'diyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

3. Niat Sholat Rawatib Setelah Isya: 

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal 'isyaa'i rak'ataini ba'diy-yatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku (niat) salat sunat ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Pelaksanaan Rakaat Sholat Rawatib

Tata cara pelaksanaan sholat rawatib sama dengan sholat fardhu, hanya saja jumlah rakaatnya berbeda. Setelah niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, dan seterusnya.

Bacaan yang dianjurkan saat sholat rawatib antara lain surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Namun, bacaan surat lainnya juga diperbolehkan. Perbedaan pelaksanaan rakaat sholat rawatib dengan sholat fardhu hanya terletak pada jumlah rakaat dan niatnya.

Tips untuk khusyuk dalam melaksanakan sholat rawatib adalah dengan fokus pada bacaan dan gerakan sholat, serta mengingat keutamaan sholat rawatib.

Dengan memahami niat dan tata cara sholat rawatib, kita dapat melaksanakannya dengan lebih khusyuk dan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Keutamaan Rakaat Sholat Rawatib Berdasarkan Waktu Sholat

Shalat Rawatib memiliki keutamaan yang berbeda-beda tergantung waktu pelaksanaannya. Keutamaan ini tercantum dalam berbagai hadits dan diyakini oleh para ulama.

Menjaga konsistensi dalam melaksanakan sholat rawatib akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT menjanjikan berbagai macam pahala bagi hamba-Nya yang rajin mengerjakan sholat rawatib.

Keutamaan 2 Rakaat Sholat Rawatib Sebelum Subuh

Hadits menyebutkan bahwa 2 rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Waktu sebelum Subuh merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Keistimewaan waktu sebelum Subuh adalah karena merupakan waktu yang dekat dengan waktu mustajab. Dengan melaksanakan sholat rawatib sebelum Subuh, kita dapat memulai hari dengan penuh keberkahan.

Cara menjaga konsistensi melaksanakan 2 rakaat sebelum Subuh adalah dengan bangun lebih awal dan menjadikan sholat rawatib sebagai prioritas.

Shalat rawatib sebelum Subuh merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang luar biasa.

Keutamaan Rakaat Sholat Rawatib Dzuhur

Hadits menyebutkan bahwa 4 rakaat sebelum dan 4 rakaat setelah Dzuhur akan diharamkan dari api neraka. Ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari sholat rawatib Dzuhur.

Manfaat melaksanakan 8 rakaat sholat rawatib Dzuhur adalah mendapatkan perlindungan dari api neraka dan pahala yang berlimpah.

Rasulullah SAW memberikan contoh variasi jumlah rakaat sholat rawatib Dzuhur, namun yang paling utama adalah menjaga konsistensi.

Shalat rawatib Dzuhur merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang luar biasa.

Keutamaan Rakaat Sholat Rawatib Ashar

Dalil tentang 4 rakaat sebelum Ashar dapat ditemukan dalam beberapa hadits. Waktu Ashar juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Keistimewaan waktu Ashar dalam Islam adalah karena merupakan waktu yang penuh berkah. Shalat rawatib Ashar dapat menjadi amalan tambahan untuk meraih keberkahan.

Cara mengamalkan sholat rawatib Ashar secara rutin adalah dengan memasukkannya ke dalam jadwal harian kita.

Shalat rawatib Ashar merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.

Keutamaan Rakaat Sholat Rawatib Maghrib

Hadits menyebutkan keutamaan 2 rakaat setelah Maghrib. Waktu Maghrib juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Keistimewaan waktu Maghrib untuk berdoa adalah karena merupakan waktu pergantian antara siang dan malam.

Amalan tambahan setelah sholat Maghrib dapat meningkatkan pahala dan keberkahan.

Shalat rawatib Maghrib merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.

Keutamaan Rakaat Sholat Rawatib Isya

Dalil tentang 2 rakaat setelah Isya dapat ditemukan dalam beberapa hadits. Waktu malam juga merupakan waktu yang mustajab untuk beribadah.

Keistimewaan waktu malam untuk beribadah adalah karena merupakan waktu yang tenang dan khusyuk.

Menggabungkan sholat rawatib Isya dengan ibadah malam lainnya, seperti membaca Al-Quran dan berdzikir, dapat meningkatkan pahala.

Shalat rawatib Isya merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.

Waktu Pelaksanaan Rakaat Sholat Rawatib

Waktu ideal untuk melaksanakan sholat rawatib qobliyah adalah sejak masuk waktu sholat fardhu hingga sebelum adzan. Sedangkan sholat rawatib ba'diyah dikerjakan setelah sholat fardhu hingga sebelum habis waktu sholat tersebut.

Batasan waktu pelaksanaan sholat rawatib adalah hingga habis waktu sholat fardhu. Jika kita terlambat mengerjakan sholat rawatib, maka kita masih bisa mengqodho'nya.

Melaksanakan sholat rawatib yang terlewat dapat dilakukan kapan saja selama masih dalam waktu yang dibolehkan. Keutamaan sholat rawatib tetap ada meskipun dikerjakan setelah waktunya.

Dengan memperhatikan waktu pelaksanaan sholat rawatib, kita dapat melaksanakannya dengan lebih baik dan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Keutamaan Melaksanakan Rakaat Sholat Rawatib

Menjaga 12 rakaat sholat rawatib memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan dijanjikan rumah di surga.

Konsistensi dalam menjalankan 12 rakaat sholat rawatib akan mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

1. Dibangunkan Rumah di Surga

Hadits menjelaskan janji Allah SWT untuk membangunkan rumah di surga bagi yang istiqomah mengerjakan 12 rakaat sholat sunnah rawatib.

Keistimewaan rumah di surga adalah sebagai tempat tinggal abadi yang penuh kenikmatan.

Konsistensi dalam menjalankan 12 rakaat sholat rawatib adalah kunci untuk mendapatkan janji Allah SWT tersebut.

Rumah di surga merupakan ganjaran yang sangat besar bagi hamba-hamba Allah yang taat.

2. Dijauhkan dari Api Neraka

Hadits menyebutkan bahwa menjaga sholat rawatib, khususnya Dzuhur, akan dijauhkan dari api neraka.

Makna dijauhkan dari api neraka adalah terbebas dari siksa akhirat yang pedih.

Keutamaan menjaga sholat rawatib Dzuhur adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Menjauhkan diri dari api neraka merupakan dambaan setiap muslim yang beriman.

3. Penyempurna Sholat Fardhu

Shalat rawatib berperan sebagai penyempurna kekurangan sholat fardhu.

Hadits menyebutkan bahwa amalan pertama yang dihisab adalah sholat.

Hubungan antara sholat fardhu dan sholat sunnah rawatib adalah saling melengkapi.

Shalat rawatib dapat meningkatkan kualitas sholat fardhu kita.

4. Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Hadits menjelaskan bahwa menjaga sholat rawatib akan mendapatkan rahmat Allah SWT.

Berbagai bentuk rahmat yang diperoleh dapat berupa rezeki, kesehatan, dan ketenangan hati.

Kesaksian ulama tentang keutamaan sholat rawatib semakin menguatkan anjuran untuk menjalankannya.

Rahmat Allah SWT merupakan karunia yang tak ternilai harganya bagi hamba-hamba-Nya.

Shalat Rawatib merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, dengan berbagai keutamaan yang dijanjikan Allah SWT.

Menjaga konsistensi dalam melaksanakan sholat rawatib, baik qobliyah maupun ba'diyah, akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan motivasi kita untuk senantiasa mengamalkan sholat rawatib dalam kehidupan sehari-hari.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |