Kumpulan Bacaan Sholawat dengan Fadhilah Dahsyat: Nariyah, Badar hingga Munjiyat

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bersholawat menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Sholawat adalah pujian sekaligus doa kepada Nabi Muhammad SAW dengan fadhilah luar biasa. Di antara yang terbesar adalah mendapat syafaat Rasulullah di hari kiamat dan wasilah turunnya rahmat Allah SWT.

Membaca sholawat juga wujud ketaatan kepada perintah Allah. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).

Perintah ini menunjukkan bahwa sholawat bukan sekadar amalan sunnah biasa, melainkan bentuk ibadah yang mengandung dimensi cinta, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri telah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi umatnya yang bersholawat.

Beliau bersabda: “Barang siapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Beragam bacaan sholawat berkembang di tengah masyarakat, mulai dari yang ma'tsurah (diriwayatkan langsung dari Rasulullah) hingga yang ghairu ma'tsurah (disusun oleh para ulama). Di antara sholawat-sholawat populer dengan fadhilah dahsyat adalah Sholawat Nariyah, Sholawat Badar, Sholawat Munjiyat, Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Fatih, dan Sholawat Tibbil Qulub.

Merujuk berbagai literatur, berikut ini adalah bacaan sholawat dengan fadhilah luar biasa, sekaligus panduan pengamalannya.

Bacaan Sholawat dengan Fadhilah Dahsyat

1. Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah disusun oleh Syekh Nariyah, seorang sahabat Nabi yang hidup pada zaman Rasulullah dan banyak menekuni bidang ketauhidan. Ada pula riwayat yang menisbatkan sholawat ini kepada Syaikh Ahmad At-Tazi Al-Maghribi, seorang ulama Maroko.

Sholawat ini memiliki beberapa nama, Nariyah (dari kata nār yang berarti api, karena menjadi wasilah untuk memadamkan api fitnah), Tafrijiyah (dari kata faraj yang berarti jalan keluar dari permasalahan), dan Kamilah atau Qurthubiyah.

Bacaan Sholawat Nariyah Teks Arab, Latin dan Artinya

Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzî tanḫallu bihil-‘uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqḍâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ'ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lûmilak(a).

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

Sholawat Nariyah memiliki fadhilah yang luar biasa. Di antaranya adalah mendapatkan jalan keluar dari semua permasalahan hidup, melancarkan rezeki, menghindarkan dari segala kejahatan, dan doa serta hajat dengan mudah dan cepat dikabulkan.

Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa jika seseorang menghajatkan sesuatu atau untuk tolak bala’, hendaklah membaca shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali diiringi dengan niat tawassul kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW juga menyatakan akan memberikan syafaat paling banyak kepada orang yang bersholawat kepadanya. Membaca sholawat Nariyah pada hari Jumat lebih afdal dan semakin memudahkan untuk mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

2. Sholawat Badar

Sholawat Badar adalah sholawat yang sangat populer di Indonesia. Sholawat ini merupakan syair karya ulama Indonesia, yakni KH Ali Manshur Shiddiq, yang terinspirasi dari Kitab Andzumah Ahl al Badar al Musamma Jaliyyat al Kadar fi Fadhail Ahl al Badar karya Imam as-Sayyid Ja'far al-Barzanji.

Sholawat ini berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta para sahabat nabi ketika gugur dalam Perang Badar (Ahlul Badar), sekaligus permohonan kepada Allah SWT supaya setiap hamba-Nya diberikan pertolongan dari segala marabahaya. Sholawat ini kerap dikumandangkan ketika bulan Maulid dan dijadikan sebagai pujian setelah azan salat fardhu.

Arab: صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

Latin: Shalaatullah salaamullah ‘alā thāha rasūlillāh Shalaatullah salaamullah ‘alā yāsīn ḥabībillāh Tawassalnā bibismillāhi wa bil-hādī rasūlillāh Wa kulli mujāhidin lillāhi bi ahli al-badri yā Allāh Ilāhī sallimil-ummata minal-āfāti wan-niqmati wa min hammin wa min ghommatin bi ahli al-badri yā Allāh

Artinya: “Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah. Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah. Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan petunjuk Rasulullah, dan dengan setiap pejuang di jalan Allah, dengan perantara ahli Badar, ya Allah. Tuhanku, selamatkanlah umat ini dari bencana dan siksa, dan dari duka serta kesedihan, dengan perantara ahli Badar, ya Allah.”

Sholawat Badar dipercaya memiliki keutamaan sebagai wasilah untuk mendapatkan pertolongan Allah dari segala marabahaya. Sholawat ini juga menjadi tradisi penyambutan kedatangan orang yang mulia, sebagaimana digunakan untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW ketika memasuki Madinah.

Kandungannya yang kaya akan tawassul kepada Ahlul Badar menjadikannya amalan yang diyakini dapat mendatangkan keberkahan dan perlindungan.

3. Sholawat Munjiyat

Secara bahasa, kata “Munjiyat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “penyelamat”. Sholawat ini dimaknai sebagai sholawat yang memohon keselamatan dari berbagai kesulitan, bencana, dan cobaan hidup.

Menurut kitab Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafais karya Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri, penamaan Sholawat Munjiyat berkaitan dengan pengalaman spiritual seorang ulama yang selamat dari badai laut setelah membaca sholawat ini.

Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ

Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât, wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjât, wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât, wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât, wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyât min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”

Sholawat Munjiyat dikenal memiliki fadhilah yang luar biasa, terutama dalam menghadapi kesulitan, marabahaya, dan saat memohon terkabulnya hajat besar. Cara mengamalkan Sholawat Munjiyat dapat dilakukan dengan membaca 40 kali setelah shalat fardhu, atau 1.000 kali pada tengah malam setelah Shalat Hajat.

Para ulama mengajarkan, apabila kita biasa membacanya setiap hari dalam 40 hari, maka dijamin hidup kita akan enak. Bila membaca shalawat ini sebanyak 40 kali, maka kedudukannya akan ditinggikan dan apa yang diinginkan akan tercapai. Membaca Sholawat Munjiyat 40 kali setelah shalat fardhu juga dapat menghilangkan kesusahan.

4. Sholawat Ibrahimiyah

Sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat ma'tsurah yang diriwayatkan langsung dari Rasulullah SAW dan dibaca dalam tasyahud akhir setiap salat. Inilah sholawat yang paling akrab di lidah umat Islam, dibaca minimal 5 kali sehari semalam.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā shallayta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, wa bārik ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, fil ‘ālamīna innaka Ḥamīdun Majīd.

Sholawat Ibrahimiyah membawa syafaat dari Nabi Muhammad SAW dan termasuk sholawat yang dibaca dalam tasyahud sholat. Membaca shalawat ini dapat mempermudah segala urusan, melapangkan rezeki, dan menghilangkan kesulitan.

Imam Ahmad As-Shawi menyebutkan hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat ini, maka aku bersaksi baginya di hari kiamat dan aku memberi syafaat baginya.”

5. Sholawat Fatih

Sholawat Fatih adalah sholawat yang disusun oleh para ulama dengan kandungan doa memohon pembukaan segala pintu kebaikan dan kemudahan urusan. Dinamakan Fatih yang berarti “pembuka” karena diyakini dapat membuka pintu-pintu tertutup dan menyelesaikan persoalan yang rumit.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Latin: Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil-Fātihi limā ughliqa, wal-Khātimi limā sabaqa, wan-Nāsiril-haqqa bil-haqqi, wal-Hādī ilā shirātin mustaqīm.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembuka apa yang tertutup, penutup apa yang telah lalu, penolong kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk ke jalan yang lurus.”

Sholawat ini sangat dianjurkan untuk memohon kemudahan dalam segala urusan dan pembukaan pintu rezeki.

6. Sholawat Tibbil Qulub (Sholawat Syifa)

Sholawat Tibbil Qulub berarti “obat hati” dan merupakan amalan untuk memohon kesembuhan, baik lahir maupun batin.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin thibbil qulūbi wa dawā’ihā, wa ‘āfiyatil abdāni wa syifā’ihā, wa nūril abshāri wa dhiyā’ihā, wa ‘alā ālihi wa shahbihi wa sallim.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad, obat segala hati dan penawarnya, kesehatan bagi tubuh dan kesembuhannya, cahaya bagi penglihatan dan sinarnya, serta kepada keluarga dan sahabatnya. Dan limpahkanlah salam kesejahteraan.”

Sholawat ini sangat dianjurkan untuk dibaca bagi mereka yang sedang sakit atau memohon kesembuhan, serta untuk menenangkan hati yang gelisah.

Tingkatan Sholawat dalam Islam

Para ulama membagi sholawat menjadi dua kategori utama. Pertama, sholawat ma'tsurah, yaitu sholawat yang diriwayatkan langsung dari Nabi Muhammad SAW, baik secara redaksi, cara membaca, waktu, maupun keutamaannya. Contohnya adalah Sholawat Ibrahimiyah dan sholawat yang dibaca dalam tasyahud.

Kedua, sholawat ghairu ma'tsurah, yaitu sholawat yang disusun oleh selain Nabi Muhammad SAW, misalnya oleh para sahabat, tabi'in, atau ulama. Contohnya adalah Sholawat Nariyah, Sholawat Badar, Sholawat Munjiyat, Sholawat Fatih, dan Sholawat Tibbil Qulub.

Meskipun berbeda statusnya, kedua jenis sholawat ini sama-sama dianjurkan untuk diamalkan selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat. Para ulama besar seperti Imam Al-Qurthubi, Imam As-Sanusy, dan Syekh Muhammad Haqqi An-Nazili telah mengamalkan dan mengajarkan sholawat-sholawat ghairu ma'tsurah ini.

Waktu Terbaik Mengamalkan Sholawat

1. Setelah Salat Fardhu

Waktu paling utama adalah setelah menyelesaikan salat fardhu. Sholawat Munjiyat dianjurkan dibaca 40 kali setiap selesai salat fardhu. Sholawat Nariyah dapat diwiridkan usai salat fardhu sebanyak 11 kali untuk melancarkan rezeki. Membaca sholawat setelah salat akan menjadi bagian dari zikir harian dan mendatangkan pahala berlipat.

2. Pagi dan Sore Hari

Sholawat Munjiyat dapat dibaca 40 kali di pagi hari sebelum beraktivitas. Membaca sholawat di pagi dan sore hari juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan sebagai jalan selamat dunia dan akhirat.

3. Hari Jumat dan Malam Jumat

Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari) dan waktu paling utama untuk memperbanyak sholawat. Membaca sholawat Nariyah pada hari Jumat lebih afdal dan semakin memudahkan untuk mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Bagi yang sedang mengalami kesusahan atau kehilangan barang, dianjurkan membaca sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali pada malam Jumat.

4. Saat Menghadapi Kesulitan

Sholawat Munjiyat sangat dianjurkan saat menghadapi kesulitan, marabahaya, dan saat memohon terkabulnya hajat besar. Sholawat Nariyah juga dibaca di waktu mengalami kesusahan agar mendapatkan jalan keluar. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa jika seseorang menghajatkan sesuatu atau untuk tolak bala’, hendaklah membaca shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali.

5. Kapan Saja dengan Konsistensi

Sholawat dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan dalam mengamalkannya. Amalan yang ringan namun istiqamah lebih baik daripada amalan berat yang hanya sesekali dilakukan.

Hikmah Istiqamah Bersholawat

1. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat

Ini adalah keutamaan paling agung dari sholawat. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi). Syafaat ini akan menjadi penolong bagi umat Islam di hari yang agung.

2. Dihapuskan Dosa dan Dilipatgandakan Pahala

Setiap satu kali sholawat yang dibaca akan dibalas dengan sepuluh sholawat dari Allah, dihapus sepuluh dosa, dan diangkat sepuluh derajat. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa kepada hamba-Nya yang mencintai Rasul-Nya.

3. Dibukakan Pintu Rezeki dan Kemudahan

Membaca sholawat secara rutin dipercaya dapat membuka pintu rezeki dan melancarkan segala urusan. Sholawat Nariyah yang diwiridkan usai salat fardhu sebanyak 11 kali dapat melancarkan rezeki. Dalam buku Keajaiban Sholawat Nabi, KH Muhammad Sholikhin menegaskan bahwa memperbanyak sholawat dapat membuka pintu keberkahan hidup, termasuk kelapangan rezeki dan ketenangan hati.

4. Mendapat Ketenangan Hati dan Perlindungan

Membaca sholawat secara istiqamah dapat mendatangkan ketenangan jiwa dan perlindungan dari berbagai bahaya. Sholawat Nariyah dapat menghindarkan dari segala kejahatan. Sholawat Tibbil Qulub secara khusus menjadi amalan untuk menenangkan hati yang gelisah.

5. Menjadi Jalan Selamat Dunia dan Akhirat

Sholawat adalah amalan yang menyelamatkan di dunia maupun di akhirat. Sholawat Munjiyat, yang berarti “penyelamat”, mengandung permohonan keselamatan dari segala kesulitan dan cobaan hidup. Dengan istiqamah bersholawat, seorang muslim akan mendapatkan perlindungan Allah dalam kehidupannya dan keselamatan di akhirat kelak.

Pertanyaan Seputar Sholawat

1. Apa perbedaan antara Sholawat Nariyah, Badar, dan Munjiyat?

Sholawat Nariyah adalah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah dan dikenal sebagai pelepas kesulitan serta pembuka jalan keluar dari permasalahan, dengan fadhilah khusus jika dibaca 4.444 kali. Sholawat Badar adalah syair karya KH Ali Manshur Shiddiq yang berisi pujian kepada Nabi dan para sahabat Ahli Badar, serta permohonan perlindungan dan keselamatan. Sholawat Munjiyat adalah sholawat penyelamat yang berisi permohonan keselamatan dari segala bahaya, dikabulkannya hajat, dan diangkatnya derajat.

2. Apakah sholawat seperti Nariyah dan Badar termasuk bid'ah?

Tidak. Sholawat Nariyah dan Badar termasuk sholawat ghairu ma'tsurah yang disusun oleh ulama dan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat. Para ulama besar seperti Imam Al-Qurthubi, Imam As-Sanusy, dan KH Ali Manshur Shiddiq telah mengamalkan dan mengajarkan sholawat-sholawat ini. Selama kandungannya adalah pujian kepada Nabi dan doa kebaikan, hukumnya boleh dan dianjurkan.

3. Berapa kali sebaiknya membaca Sholawat Munjiyat untuk hajat tertentu?

Untuk amalan harian, dianjurkan membaca 40 kali setiap selesai salat fardhu. Untuk hajat yang lebih mendesak, dianjurkan membaca 1000 kali pada tengah malam setelah salat Hajat. Untuk kelancaran urusan, dapat dibaca 40 kali di pagi hari sebelum beraktivitas.

4. Apakah Sholawat Nariyah harus dibaca 4.444 kali?

Tidak harus, namun jumlah 4.444 kali disebutkan oleh Imam Al-Qurthubi sebagai amalan untuk hajat tertentu atau tolak bala’ dengan niat tawassul kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk wirid harian, cukup 11 kali setelah salat fardhu untuk melancarkan rezeki, atau 21 kali setelah salat Subuh dan Maghrib untuk terhindar dari mara bahaya.

5. Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Badar?

Sholawat Badar sering dilantunkan pada bulan Maulid sebagai bentuk peringatan dan pujian kepada Nabi. Selain itu, sholawat ini juga kerap dijadikan sebagai pujian setelah azan salat fardhu. Waktu terbaik adalah kapan saja, terutama saat memohon perlindungan dan pertolongan Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |