Liputan6.com, Cilacap - Sebentar lagi umat Islam akan memasuki hari kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan puasa Ramadhan. Hari kemenangan itu ialah Hari Raya Idul Fitri atau kerap disebut dengan lebaran.
Salah satu budaya yang biasa dilakukan oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia di hari kemenangan ini ialah memakai baju baju lebaran.
Banyak model baju muslim yang ditawarkan, termasuk juga soal pilihan warna yang sesuai selera pemakainya.
Berkaitan dengan tren fashion dan aneka warna yang menjadikan pilihan, pertanyaannya ialah bagaimana hukumnya memakai baju lebaran yang berwarna hitam?
Simak Video Pilihan Ini:
Detik-Detik CPP Gundih Blora Kebakaran
Panduan Baju Lebaran
Mengutip bincangsyariah.com, pada prinsipnya, Nabi menganjurkan untuk memakai pakai terbaik pada moment terbaik seperti hari jumat dan dua hari raya id. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Sahabat Jabir RA yang menyatakan bahwasanya Nabi Saw. memiliki pakaian terbaik yang khusus beliau kenakan di moment spesial yakni salat id dan salat Jumat:
كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ
Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (Sahih Ibnu Khuzaimah, No. 1765)
Imam Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa pakaian terbaik di hari raya ialah yang berwarna putih kecuali jika pakaian warna lain ada yang lebih bagus dan baru. Hal ini tidak berlaku untuk salat jumat dimana pakaian terbaiknya ialah yang berwarna putih meskipun sudah tidak baru lagi. Pendapat tersebut beliau kemukakan dalam kitab Nihayat al-Zain, h. 108:
والتزين بِأَحْسَن ثِيَابه وأفضلها الْبيض إِلَّا أَن يكون غَيرهَا أحسن فَهُوَ أفضل مِنْهَا هُنَا لَا فِي الْجُمُعَة
Artinya: “Dan berhias dengan menggunakan pakaian paling bagus. Pakaian paling utama ialah yang berwarna putih kecuali jika ada selain putih yang lebih bagus. Maka yang lebih bagus itulah yang utama. Hal demikian tidak berlaku untuk salat jumat”.
Rasulullah SAW pernah Memakai Sorban Warna Hitam di Hari Raya
Apakah Nabi Muhammad memiliki atau pernah memakai baju warna hitam? Ibunda kaum Mukmin Aisyah Ra. pernah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah memakai pakaian berwarna hitam sehingga sah-sah saja bagi lelaki maupun perempuan untuk menggunakan pakaian warna hitam:
عَنْ عاَئشِةَ رَضِي اللَّه عَنهَاَ آَنهَّاَ قاَلتْ: ” خَرَجَ النبي صَلَّ الله علَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ غدَاةٍ ، وَعلَيْهِ مِرْطٌ ومرَحَّلٌ مِنْ شَعْرٍ آَسْوَدَ ”
Artinya: “Dari Aisyah Radhiallahuanha berkata: Nabi SAW keluar pada suatu pagi, dengan mengenakan pakaian berwarna hitam”. (HR. Muslim)
Menurut satu keterangan bahkan diriwayatkan bahwa Nabi memiliki sorban berwarna hitam yang beliau kenakan pada saat dua hari raya. Ujung sorban beliau biarkan terjulur di punggung beliau. Keterangan ini bisa kita simak dalam kitab Raddul Muhtar, juz III, h. 21:
عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْث أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ
Artinya: “Dari Amr bin Huraits, sesungguhnya Rasulullah berkhutbah dengan mengenakan sorban berwarna hitam.” (HR. Muslim)
Namun demikian, pendapat lain mengatakan bahwa sorban hitam tersebut hanya dipakai Nabi ketika terjadi penaklukan kota Mekah.
Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa hukumnya boleh-boleh saja mengenakan pakaian warna hitam di hari lebaran meskipun tetap saja bahwa pakaian yang paling disunnahkan ialah pakaian terbaik dan berwarna putih sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi al-bantani diatas.
Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.
Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul