Tahu Aib Saudara tapi Menutupinya, Apa Termasuk Membiarkan Maksiat? Pesan Buya Yahya

22 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui aib orang lain sering kali menjadi ujian tersendiri bagi seseorang. Sikap yang diambil setelah mengetahuinya akan menentukan apakah seseorang bisa menjaga kehormatan saudaranya atau justru tergoda untuk menyebarkannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang senang mencari-cari kekurangan orang lain. Ada pula yang tanpa sengaja mengetahui aib saudara sesama Muslim. Lalu, bagaimana seharusnya menyikapi hal tersebut?

Dai yang terkenal dengan tausiyah yang adem KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya memberikan pandangan tentang bagaimana Islam mengajarkan adab dalam menyikapi aib sesama. Menurutnya, orang yang mengetahui kekurangan saudaranya seharusnya justru merasa takut dan beristighfar.

Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa sebagian kekasih Allah, ketika Allah menampakkan aib saudaranya, justru merasa ketakutan. Bukan karena aib itu sendiri, tetapi karena khawatir kehilangan rasa cinta terhadap saudaranya.

"Bahwa para kekasih Allah, ketika mengetahui aib saudaranya, justru menangis dan memohon ampun kepada Allah. Mereka takut hatinya menjadi keras dan hilang rasa kasih sayang terhadap saudaranya, kata Buya Yahya dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube @buyayahyaofficial.

Bukan hanya itu, sebagian dari mereka bahkan bersedekah sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar tidak lagi diperlihatkan kekurangan orang lain. Mereka tidak ingin melihat aib saudara sendiri karena takut tergoda untuk menghakimi.

Dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengingatkan bahwa siapa yang mencari-cari kesalahan saudaranya, maka Allah akan membongkar aibnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Viral Penampakan Buaya di Perairan Teluk Penyu dan Nusakambangan Cilacap

Promosi 1

Ancaman bagi Pencari Aib Saudara

"Ketika seseorang sibuk mencari-cari keburukan orang lain, maka Allah akan menunjukkan keburukan yang ada pada dirinya. Bahkan, Allah bisa membongkar aibnya di tengah orang-orang yang ia kenal," tambahnya.

Ada ancaman yang jelas bagi orang-orang yang gemar mengorek kesalahan orang lain. Allah bisa memperlihatkan keburukannya, bahkan ketika ia sedang berada di rumahnya sendiri.

Pengasuh LPD Al Bahjah ini menjelaskan bahwa Islam mengajarkan untuk menutupi aib sesama, bukan justru menyebarkannya. Menjaga kehormatan saudara adalah bagian dari akhlak seorang Muslim.

Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, ketika mengetahui kekurangan orang lain, yang harus dilakukan adalah beristighfar dan mendoakan kebaikan bagi saudaranya.

Jika seseorang mampu menutupi aib saudaranya, maka Allah juga akan menjaga kehormatannya di dunia dan di akhirat. Ini adalah janji yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebaliknya, orang yang dengan sengaja menyebarkan keburukan orang lain bisa menghadapi akibat yang berat. Bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di sisi Allah.

Menjaga Aib, Menutup Kemaksiatan

Buya Yahya menegaskan bahwa menjaga aib saudara tidak berarti membiarkan kemaksiatan. Jika seseorang melakukan kesalahan yang merugikan banyak orang, maka langkah yang bijak adalah menasihatinya dengan cara yang baik.

Dalam beberapa kondisi, seseorang memang harus menegur atau melaporkan sebuah kesalahan jika berkaitan dengan hak orang lain. Namun, jika itu adalah aib pribadi yang tidak merugikan siapapun, sebaiknya ditutup rapat.

Buya Yahya menekankan bahwa orang yang suka menutupi aib saudaranya akan mendapatkan rahmat Allah. Sebaliknya, orang yang gemar menyebarkan keburukan orang lain akan menuai keburukan bagi dirinya sendiri.

Setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan saudaranya. Ini adalah salah satu bentuk ibadah yang tidak terlihat, tetapi memiliki pahala besar di sisi Allah.

Kesimpulannya, ketika mengetahui aib saudara, sebaiknya beristighfar, mendoakan, dan jika memungkinkan, membantu saudara tersebut agar menjadi lebih baik. Bukan malah menyebarkannya atau menjadikannya bahan pembicaraan.

Buya Yahya mengingatkan bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan hamba-Nya. Siapa yang menjaga kehormatan saudaranya, maka Allah akan menjaga kehormatannya di dunia dan akhirat.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |