Liputan6.com, Jakarta - Suasana lebaran masih terasa. Sebagian masyarakat muslim masih ada yang berkunjung pada keluarganya atau kerabatnya.
Ya, mereka bersilaturahmi setelah Hari Raya Idul Fitri. Setelah fitrahnya kembali menjadi hamba Allah yang diampuni kesalahannya, kemudian mereka memperbaiki hubungannya dengan sesama.
Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat." (HR Ibnu Majah).
Selain menjalin hubungan yang erat, silaturahmi dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki beberapa keutamaan. Di antara keutamaan silaturahmi ialah sebagaimana yang diriwayatkan dari imam Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya, “Barangsiapa ingin lapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari)
Saksikan Video Pilihan Ini:
Viral Jutaan Ikan Mati di Pantai Jetis Cilacap
Makna Hadis Keutamaan Silaturahmi
Pendakwah Habib Novel Al-Athos dalam kajiannya menafsirkan makna hadis tersebut. "Mungkin ada di antara kita yang bertanya, apa maksud daripada diluaskan rezekinya. Bukankah rezeki itu sudah dijamin oleh Allah SWT dari pertama kita ada di rahim ibu kita diusia empat bulan?” tuturnya menanyakan dikutip dari YouTube Habib Novel Al-Athos, Rabu (2/4/2025).
“Para ulama menjelaskan arti diluaskan rezeki, yang pertama adalah memang itu kuasa Allah untuk menambahkan atau mengurangi, itu kuasa Allah dan itu kehendak Allah. Tidak ada seorang hamba yang bisa mengatur Allah SWT," jelas Habib Novel.
Sedangkan, menurut pendapat yang kedua ialah rezekinya tetap, akan tetapi diberikan keberkahan oleh Allah SWT, sehingga rezeki yang terlihat sedikit akan tetapi diberikan kecukupan oleh Allah SWT.
"Sehingga dengan bersilaturahmi, rezeki yang mungkin tadinya hanya cukup untuk seminggu, mungkin Allah berikan keberkahan, bisa cukup sampai dua minggu bahkan satu bulan. Itulah yang dinamakan keberkahan," ujar Habib Novel Al Athos.
Makna Hadis Keutamaan Silaturahmi
Kemudian keutamaan silaturahmi ialah diberikan umur yang panjang. Habib Novel menjelaskan dengan dua pendapat.
"Pendapat yang pertama mengatakan, usianya memang dipanjangkan oleh Allah SWT, dan itu kuasanya Allah SWT,” tuturnya.
“Ada yang mengatakan juga, usianya tetap, tapi diberikan keberkahan oleh Allah, kehidupannya itu lebih maksimal dalam beribadah kepada Allah SWT. Diberikan usia 60 tahun tapi seakan-akan ibadahnya seperti 600 tahun. Itu diberikan keberkahan oleh Allah SWT," pungkas Habib Novel Al Athos.
Wallahu a’lam.