Doa Rezeki Melimpah dan Anti Miskin dari Rasulullah di Akhir Ramadhan, Amalkan setelah Sholat

5 days ago 14

Mengutip bmm.or.id, pentngnya doa  doa dalam kehidupan seorang Muslim adalah sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut ini: 

1. Doa sebagai Pintu Komunikasi dengan Allah:

عَنِ النُّعْمَانَ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النِّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). 

Hadits ini menegaskan bahwa doa bukanlah sekadar rangkaian kata-kata, melainkan juga sebagai bentuk ibadah yang mendalam. Dengan berdoa, seorang Muslim menjalin hubungan langsung dengan Allah, menunjukkan ketergantungan penuh kepada-Nya. 

2. Doa sebagai Bukti Kekuatan dan Kelemahan Manusia

Allah berfirman dalam Qur'an surat Al-Mu'min: 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". 

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa doa adalah bukti ketergantungan manusia kepada-Nya. Orang yang sombong dan meninggalkan doa menunjukkan ketidakmampuannya untuk mengakui kekuasaan Allah. 

3.Doa sebagai Penghilang Kesusahan

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah lantas mengatakan,

“Siapa yang menghadirkan hati dalam doa, pas keadaan darurat (genting) ia meminta, dan kuat rasa harapnya, maka hampir-hampir doanya sulit untuk ditolak.” (Al-Fawaid, hlm. 78) 

Hadits ini mengajarkan bahwa doa bukanlah tindakan terakhir, melainkan solusi pertama saat menghadapi kesulitan. Allah lebih mendengarkan doa hamba-Nya saat ia berada dalam kesulitan dan keputusasaan. 

4. Doa sebagai Penyembuh Penyakit Hati

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ‏

‎”Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari ‎Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta ‎rahmat bagi orang yang beriman.’’ (QS Yunus : 57)‎ 

Ayat ini menekankan bahwa doa memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit hati, seperti rasa iri, dengki, dan kebencian. Doa membantu membersihkan jiwa seorang Muslim dari sifat-sifat negatif. 

5. Doa sebagai Sarana Peningkatan Rezeki

Allah berfirman dalam Qur'an surat Al-Baqarah: 186,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” 

Ayat ini menegaskan bahwa Allah mendengar doa hamba-Nya dan akan mengabulkannya. Doa merupakan sarana untuk memohon peningkatan rezeki dan keberkahan hidup. 

Dengan merenungi hadits-hadits di atas, jelaslah bahwa doa memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim. Doa bukan hanya sekadar permohonan, tetapi juga sarana untuk memperkuat iman, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |