Liputan6.com, Jakarta - Sedekah merupakan salah satu amalan kebaikan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak orang berusaha untuk bersedekah dengan harapan mendapatkan keberkahan dan pahala dari Allah. Namun, muncul pertanyaan yang sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, yaitu bagaimana status sedekah seseorang yang tidak menjalankan sholat?
Dalam kehidupan sehari-hari, sering ditemukan orang yang gemar bersedekah tetapi lalai dalam menunaikan sholat. Sebagian orang menilai bahwa sedekah orang yang tidak sholat sia-sia dan tidak diterima. Namun, apakah benar demikian?
Pendakwah kharismatik KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya memberikan pandangannya terkait hal ini. Menurutnya, tidak seharusnya seseorang menghubungkan antara sholat dan sedekah hanya karena kebencian terhadap seseorang yang tidak sholat.
"Ada orang yang rajin sholat, tetapi juga gemar menggunjing. Lantas, apakah sholat orang tersebut tidak ada gunanya hanya karena kebiasaannya menggunjing? Pertanyaan ini menunjukkan bahwa tidak tepat jika seseorang menilai amalan ibadah hanya dari satu sisi saja," ujar Buya Yahya seperti dikutip dari sebuah video di kanal YouTube @nasihatpendek2023.
Buya Yahya menegaskan bahwa sedekah tetaplah sebuah kebaikan yang memiliki nilai tersendiri. Orang yang bersedekah meskipun tidak sholat tetap melakukan satu perbuatan baik yang bisa membawa manfaat bagi dirinya dan orang lain.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam Islam, menjalankan ibadah sholat adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan. Seorang Muslim seharusnya berusaha untuk menunaikan sholat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Simak Video Pilihan Ini:
Tradisi Unik Usai Tarawih Penganut Aboge di Masjid Saka Tunggal Banyumas
Jangan Langsung Dicela
Lalu, bagaimana jika ada orang yang bersedekah tetapi tidak sholat? Menurut Buya Yahya, sebaiknya tidak langsung mencela atau meremehkan sedekahnya. Sebaliknya, jika ingin membandingkan, lebih baik melihat dari sudut pandang yang lebih luas.
Misalnya, ada dua orang: satu gemar bersedekah tetapi tidak sholat, dan satu lagi tidak bersedekah serta tidak sholat. Dari perbandingan ini, tentu orang yang bersedekah lebih baik karena masih memiliki amalan kebaikan.
Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran untuk meninggalkan sholat. Buya Yahya menekankan bahwa seorang Muslim seharusnya berusaha melengkapi ibadahnya dengan menjalankan semua kewajiban dan sunnah.
Ia juga menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan untuk membandingkan seseorang dengan orang lain secara tidak adil. Setiap amal perbuatan akan mendapatkan balasan sesuai dengan ketentuannya.
Dalam Islam, sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama dalam membantu sesama. Meskipun demikian, sholat tetaplah ibadah utama yang tidak bisa diabaikan.
Oleh karena itu, orang yang bersedekah tetapi belum sholat hendaknya terus diberi motivasi untuk melengkapi ibadahnya. Bukan dengan celaan, melainkan dengan nasihat yang baik dan penuh hikmah.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa hanya Allah yang berhak menentukan diterima atau tidaknya suatu amal ibadah. Manusia hanya bisa berusaha untuk menjalankan perintah-Nya dengan sebaik mungkin.
Sikap yang Bisa Diambil
Sikap yang seharusnya dimiliki seorang Muslim adalah mendoakan dan mengajak orang lain kepada kebaikan, bukan meremehkan atau menghina amalan seseorang.
Dalam Islam, keutamaan suatu amalan tidak bisa diukur hanya dari satu aspek saja. Sedekah dan sholat adalah dua hal yang sama-sama memiliki nilai dalam agama.
Oleh karena itu, jika ada seseorang yang sudah terbiasa bersedekah tetapi belum menunaikan sholat, sebaiknya diarahkan dengan cara yang baik agar ia mau melaksanakan kewajiban sholat.
Sebaliknya, orang yang sudah rajin sholat tetapi masih melakukan kebiasaan buruk seperti menggunjing juga perlu memperbaiki diri. Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah dan berbuat baik.
Kesimpulannya, sedekah tetap memiliki nilai meskipun dilakukan oleh seseorang yang belum sholat. Namun, akan lebih baik jika seseorang menyempurnakan ibadahnya dengan menjalankan semua perintah Allah, termasuk sholat lima waktu.
Buya Yahya menutup penjelasannya dengan mengingatkan bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan sesuai dengan ketentuan Allah. Yang terbaik adalah terus berusaha meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul