Ibadah Sunnah Saat Haji, Lengkapi Amal dan Perbanyak Pahala

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah sunnah saat haji sering dilakukan jemaah untuk menambah pahala serta menyempurnakan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Amalan tambahan tersebut dapat berupa memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, hingga melaksanakan salat sunnah di waktu senggang.

Selain menjalankan rukun utama, banyak umat Muslim juga memperhatikan berbagai ibadah sunnah saat haji agar perjalanan spiritual terasa lebih khusyuk dan bermakna. Kebiasaan baik ini dipercaya mampu mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menambah ketenangan hati selama beribadah.

Beragam ibadah sunnah saat haji dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing jemaah tanpa memberatkan kondisi fisik. Dengan menjaga niat yang tulus dan konsisten beramal baik, pelaksanaan haji diharapkan menjadi pengalaman penuh keberkahan dan hikmah.    

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ibadah sunnah saat haji, Minggu (10/5/2026).

Sunnah-Sunnah Penting Terkait Ihram

Beberapa ibadah sunnah saat haji berfokus pada persiapan ihram, yaitu niat untuk memulai ibadah haji atau umrah. Tahapan ini menjadi momen penting karena menandai dimulainya rangkaian ibadah suci di Tanah Suci. Berikut beberapa sunnah yang dianjurkan sebelum dan selama ihram.

1. Mandi Sebelum Ihram

Jemaah dianjurkan mandi sebelum mengenakan pakaian ihram dan berniat haji maupun umrah. Mandi sunnah ini bertujuan membersihkan diri secara fisik sekaligus mempersiapkan hati dan jiwa untuk menjalankan ibadah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit, Rasulullah SAW disebut mandi terlebih dahulu sebelum memulai ihram.

2. Menggunakan Minyak Wangi Sebelum Ihram

Bagi laki-laki, disunnahkan memakai minyak wangi terbaik pada tubuh atau kepala setelah mandi sunnah dan sebelum berniat ihram. Namun, wewangian tidak boleh digunakan pada kain ihram. Setelah niat ihram diucapkan, penggunaan parfum harus dihentikan karena termasuk larangan ihram. Aisyah RA pernah meriwayatkan bahwa beliau memberi wewangian kepada Rasulullah SAW sebelum berihram.

3. Melaksanakan Shalat Sunnah Ihram

Sebelum memulai ihram, jemaah juga dianjurkan melaksanakan shalat sunnah ihram sebanyak dua rakaat. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki rangkaian ibadah haji atau umrah.

4. Mengenakan Pakaian Ihram Berwarna Putih

Memakai kain ihram berwarna putih termasuk sunnah yang dianjurkan karena melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan persamaan derajat di hadapan Allah SWT. Pakaian ihram juga mengingatkan jemaah untuk menjaga sikap rendah hati selama beribadah.

5. Melafalkan Talbiyah dan Memperbanyaknya

Membaca talbiyah seperti "Labbaik Allahumma Labbaik" sangat dianjurkan sejak niat ihram hingga waktu melempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah. Laki-laki dianjurkan melafalkannya dengan suara lantang, sedangkan perempuan cukup dengan suara pelan. Talbiyah menjadi salah satu syiar penting yang menandakan kesiapan jemaah memenuhi panggilan Allah SWT.

Amalan Sunnah dalam Thawaf

Thawaf merupakan ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sebagai bagian penting dalam ibadah haji dan umrah. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk menambah kekhusyukan serta pahala jemaah selama beribadah di Masjidil Haram.

1. Thawaf Qudum

Thawaf qudum adalah thawaf sambutan yang dilakukan saat pertama kali tiba di Makkah atau setelah melaksanakan umrah. Sunnah ini menjadi bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan mengunjungi Baitullah. Thawaf qudum dianjurkan bagi jemaah haji yang bukan penduduk Makkah, terutama yang menjalankan haji ifrad dan qiran.

2. Shalat Sunnah Setelah Thawaf

Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Sunnah utama dilakukan di belakang Maqam Ibrahim, meskipun tetap diperbolehkan di area lain dalam Masjidil Haram apabila kondisi terlalu padat.

3. Meminum Air Zamzam

Jemaah juga dianjurkan meminum air Zamzam setelah thawaf. Air Zamzam dipercaya memiliki banyak keberkahan dan sering dipanjatkan bersama doa-doa kebaikan serta harapan selama berada di Tanah Suci.

4. Idhtiba’

Idhtiba’ adalah tata cara memakai kain ihram dengan membuka bahu kanan dan menutup bahu kiri menggunakan kain ihram. Amalan sunnah ini khusus dilakukan oleh laki-laki saat thawaf dan menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan dalam ibadah haji.

5. Raml

Raml merupakan berjalan cepat dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama thawaf. Sunnah ini dilakukan khusus oleh jemaah laki-laki sebagai bentuk mengikuti contoh Rasulullah SAW. Setelah tiga putaran awal, thawaf dilanjutkan dengan berjalan biasa hingga selesai.

6. Mencium Hajar Aswad

Jika memungkinkan, jemaah dianjurkan memegang, mencium, atau menyentuhkan jidat ke Hajar Aswad sebagai bentuk penghormatan. Namun apabila kondisi terlalu ramai, cukup memberi isyarat ke arah Hajar Aswad tanpa memaksakan diri demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.

Sunnah Saat Wukuf di Arafah dan Mabit di Muzdalifah

Wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah haji. Pada kedua tahap ini, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk menambah kekhusyukan dan memperbanyak pahala selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

1. Mandi Sebelum Wukuf

Jemaah dianjurkan mandi sebelum melaksanakan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah. Mandi sunnah ini bertujuan membersihkan diri secara lahir dan batin sebagai persiapan menghadapi salah satu momen paling penting dalam ibadah haji.

2. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, takbir, tahlil, dan istighfar. Wukuf di Arafah dikenal sebagai puncak ibadah haji sehingga menjadi waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan dan berdoa kepada Allah SWT.

3. Shalat Jamak Ta’khir di Muzdalifah

Saat berada di Muzdalifah, jemaah disunnahkan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak ta’khir. Kedua shalat tersebut dilakukan bersamaan pada waktu Isya sebagai bagian dari tata cara ibadah haji yang dicontohkan Rasulullah SAW.

4. Mengambil Batu Kerikil untuk Jumrah

Ketika mabit di Muzdalifah, jemaah dianjurkan mengambil batu-batu kerikil yang nantinya digunakan untuk melempar jumrah di Mina. Batu kerikil biasanya dikumpulkan secukupnya sesuai kebutuhan pelaksanaan lempar jumrah.

5. Memperbanyak Takbir dan Talbiyah

Selama berada di Muzdalifah, jemaah juga dianjurkan memperbanyak bacaan takbir dan talbiyah. Amalan ini menjadi bentuk dzikir serta pengingat atas kebesaran Allah SWT selama menjalankan ibadah haji.

6. Menetap di Muzdalifah Hingga Subuh

Jemaah disunnahkan menetap atau bermalam di Muzdalifah hingga menjelang subuh. Setelah melaksanakan shalat subuh di awal waktu, jemaah kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mina untuk melaksanakan rangkaian ibadah berikutnya.

Sunnah Saat Mabit di Mina dan Amalan Lainnya

Selain rangkaian utama ibadah haji, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk menambah kesempurnaan ibadah jemaah. Sunnah-sunnah ini dilakukan selama berada di Mina maupun saat menjalankan tahapan haji lainnya di Tanah Suci.

1. Bermalam (Mabit) di Mina

Jemaah dianjurkan bermalam di Mina pada 8 Dzulhijjah serta selama hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Selama mabit di Mina, jemaah melaksanakan berbagai rangkaian ibadah seperti melempar jumrah aqabah, tahalul awal, hingga memilih nafar awal atau nafar tsani. Mabit di Mina menjadi salah satu sunnah penting yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan haji.

2. Melaksanakan Haji Ifrad

Haji ifrad merupakan pelaksanaan ibadah haji dengan mendahulukan haji terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan umrah setelah seluruh rangkaian haji selesai. Dalam jenis haji ini, ibadah haji dan umrah dilakukan secara terpisah sehingga jemaah lebih fokus menyelesaikan setiap tahapan ibadah secara bertahap.

3. Melaksanakan Thawaf Wada’

Thawaf wada’ adalah thawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Kota Makkah. Sunnah ini sangat dianjurkan bagi jemaah haji sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum kembali ke tanah air. Thawaf wada’ juga dipercaya memiliki keutamaan pahala yang besar bagi jemaah yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.

4. Berzikir dan Berdoa di Bukit Safa dan Marwah

Saat melaksanakan sa’i, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, takbir, dan tahlil ketika berada di Bukit Safa maupun Marwah. Sunnah ini dilakukan dengan menghadap ke arah Ka’bah sambil memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT. Meskipun tidak wajib, amalan tersebut menjadi bentuk mengikuti teladan Rasulullah SAW sekaligus menambah kekhusyukan selama beribadah.

Q & A Seputar Topik Ibadah Sunnah Saat Haji

Apa yang dimaksud dengan ibadah sunnah saat haji?

Ibadah sunnah saat haji adalah amalan-amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW selama pelaksanaan haji. Amalan ini tidak wajib dikerjakan, namun jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan menyempurnakan ibadah haji. Meninggalkannya tidak membatalkan haji dan tidak memerlukan pembayaran denda.

Apa saja sunnah haji yang paling utama?

Beberapa sunnah haji yang paling utama meliputi mandi sebelum ihram, memakai wewangian sebelum ihram, membaca talbiyah dengan suara lantang, melaksanakan thawaf qudum, shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, minum air zamzam, dan bermalam di Mina pada malam Arafah.

Apa perbedaan antara rukun, wajib, dan sunnah haji?

Rukun haji adalah amalan inti yang jika ditinggalkan akan membatalkan haji dan tidak bisa diganti denda. Wajib haji adalah amalan yang jika ditinggalkan haji tetap sah namun berdosa dan harus membayar denda (dam). Sedangkan sunnah haji adalah amalan anjuran yang jika dikerjakan mendapat pahala dan menyempurnakan haji, namun jika ditinggalkan tidak membatalkan haji dan tidak berdosa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |