Jangan Hindari Salaman dengan Lawan Jenis di Hari Lebaran dengan Cara Ini, Kata Buya Yahya

10 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran selalu identik dengan tradisi saling bersalaman sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan. Namun, ada sebagian orang yang merasa perlu menghindari salaman, terutama dengan lawan jenis, karena alasan syariat.

Dalam kondisi seperti ini, banyak yang bertanya-tanya, apakah boleh menghindari salaman saat Lebaran tanpa dianggap sombong atau menyinggung perasaan orang lain?

Pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon, KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), memberikan penjelasan tentang hal ini dalam salah satu ceramahnya.

"Anda menghindari salaman untuk menjalankan ilmu yang Anda dapat, boleh dan harus. Sebisa mungkin tidak bersalaman dengan lawan jenis, tapi perhatikan caranya," ujar Buya Yahya.

Penjelasan ini dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @edy_setiyono_, yang membahas etika dalam menjaga prinsip syariat saat Lebaran.

Menurut Buya Yahya, selama seseorang memiliki niat yang baik dan caranya tepat, maka menghindari salaman dengan lawan jenis tidak akan menjadi masalah.

"Yang penting tetap tampak wajah yang ceria, sapaan yang baik, dan menunjukkan keramahan," lanjutnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Terharu... Dokter Cantik Sambangi Pasien Lumpuh di Banjarnegara Tuai Simpati Warga

Menghindari Salaman

Ia menegaskan bahwa menghindari salaman tidak boleh dilakukan dengan cara yang terkesan angkuh atau membuat orang lain merasa tersinggung.

"Jangan sampai orang melihatnya sebagai sesuatu yang aneh atau menganggap kita sombong karena salah cara," jelasnya.

Sebagian besar masyarakat di Indonesia memiliki budaya yang erat dengan kebersamaan dan keakraban, terutama saat Lebaran.

Oleh karena itu, seseorang tetap perlu menjaga adab dan menghormati tradisi yang sudah ada, meskipun tetap berpegang teguh pada prinsip syariat.

"Jangan sampai kita terkesan menghakimi orang lain hanya karena mereka masih melakukan sesuatu yang menurut kita kurang tepat," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya tetap menjaga hubungan baik dengan sesama, tanpa merasa lebih baik dari orang lain.

"Jangan sampai kita merasa paling benar lalu menganggap orang lain jauh dari agama," tambahnya.

Jangan Sampai Menyinggung

Bagi yang ingin menghindari salaman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Salah satunya adalah dengan memberikan isyarat salam atau cukup dengan menangkupkan tangan di dada sambil tersenyum ramah.

Jika berada dalam lingkungan yang sudah memahami prinsip ini, maka akan lebih mudah untuk menjalankannya tanpa terjadi kesalahpahaman.

Namun, jika berada di tengah masyarakat yang belum terbiasa, maka perlu sikap bijak dalam menyikapi situasi agar tetap terjaga hubungan baik.

"Misalnya, cukup dengan obrolan yang hangat, sapaan yang baik, tanpa harus bersalaman," sarannya.

Selain itu, komunikasi yang baik juga menjadi kunci agar orang lain bisa memahami alasan seseorang memilih untuk tidak bersalaman.

Dengan cara yang santun, orang lain akan lebih menerima tanpa merasa tersinggung atau salah paham.

"Yang penting, tetap menjaga kehangatan dalam pertemuan dan tidak menimbulkan perasaan kurang nyaman di antara sesama," tutupnya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |