Liputan6.com, Jakarta - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat mulai bertanya-tanya: berapa hari lagi puasa 2026? kapan tepatnya hari pertama puasa akan dimulai? Pertanyaan ini muncul setiap tahun karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan suci antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah. Tahun 2026 pun diprediksi akan menghadirkan dinamika serupa. Pada satu sisi, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan tanggal pasti, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat. Perbedaan ini bukan hal baru, melainkan bagian dari keragaman metode penanggalan Islam di Indonesia.
Di balik tanggal yang tampak sederhana, sebenarnya terdapat perbedaan cara pandang yang mendasar antara hisab global dan rukyatul hilal. Muhammadiyah menggunakan pendekatan perhitungan astronomi internasional yang disebut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sedangkan pemerintah mengandalkan gabungan metode hisab dan rukyat yang diverifikasi lewat sidang isbat. Akibatnya, tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah atau puasa 2026 bisa berbeda satu hari antara dua versi tersebut.
Namun, bagi umat Islam, yang terpenting bukanlah tanggalnya, melainkan kesiapan hati dan jiwa menyambut bulan penuh berkah itu. Berikut ulasan selengkapnya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Minggu (28/12/2025).
Awal Ramadan 2026 Menurut Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan tahun 2026. Berdasarkan hasil hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, yang menjadi pedoman resmi bagi seluruh warga Muhammadiyah. Penetapan tersebut tidak hanya sekadar angka, tetapi juga mencerminkan perubahan paradigma dalam unifikasi kalender Islam dunia.
Menurut Prof Syamsul Anwar, Ketua PP Muhammadiyah, KHGT merupakan bentuk inovasi untuk menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia.
“KHGT adalah upaya mutakhir umat Islam untuk menyatukan penanggalan mereka. Dengan kalender ini, tanggal baru Hijriah jatuh pada hari yang sama di seluruh dunia,” jelas Syamsul, dikutip dari situs resmi KABAR Unismuh Makassar, Rabu (26/11/2025).
Melalui sistem ini, perbedaan tanggal antarnegara dapat diminimalkan karena seluruh bumi dianggap satu zona waktu (matlak). Inilah mengapa Muhammadiyah yakin tanggal 18 Februari 2026 sudah tepat sebagai awal Ramadan 1447 Hijriah.
Alasan KHGT Dianggap Lebih Universal
Konsep KHGT atau Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan hasil adopsi dari Kriteria Turki 2016, hasil Muktamar Kalender Islam Global di Istanbul. Kriteria ini menetapkan bahwa awal bulan baru secara global terjadi jika bulan berada minimal lima derajat di atas ufuk dan memiliki elongasi delapan derajat sebelum pukul 00.00 UTC. Artinya, seluruh dunia memiliki satu acuan tanggal Hijriah yang sama. Dengan cara ini, umat Islam di berbagai benua bisa memulai puasa atau merayakan Idul Fitri secara bersamaan.
Metode ini dianggap lebih ilmiah karena berlandaskan data astronomi yang bisa diverifikasi lintas negara. Sebagai contoh, dalam simulasi KHGT, 1 Syawal 1548 H (tahun 2124 M) akan dirayakan serentak di Amerika Serikat, Australia, dan Indonesia. Tanpa sistem global seperti ini, setiap wilayah akan tetap berbeda sesuai lokalitas rukyatnya. Muhammadiyah pun meyakini bahwa KHGT dapat menjadi solusi jangka panjang bagi penyatuan kalender Islam dunia.
Prediksi Pemerintah: Ramadan Dimulai Sehari Setelahnya
Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kalender Hijriah Indonesia 2026 disusun berdasarkan kriteria imkanur rukyat MABIMS, hasil kesepakatan antara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kriteria ini menitikberatkan pada tinggi hilal dan kemungkinan keterlihatannya di langit pada tanggal 29 Syaban. Jadi, hasil akhirnya baru akan diputuskan lewat Sidang Isbat menjelang Ramadan.
Sidang Isbat merupakan mekanisme resmi untuk memverifikasi hasil pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia. Proses ini melibatkan ahli falak, ormas Islam, dan lembaga astronomi. Biasanya, keputusan diumumkan pada malam menjelang 1 Ramadan. Oleh karena itu, bagi umat yang mengikuti pemerintah, kepastian tanggal baru bisa diketahui setelah pengumuman resmi tersebut. Situasi inilah yang membuat tanggal awal puasa kerap berbeda dengan Muhammadiyah.
Perbedaan Metode: Hisab dan Rukyat dalam Perspektif Islam
Dalam fikih Islam, perbedaan penentuan awal bulan hijriah merupakan hal yang diperbolehkan dan sudah berlangsung sejak masa klasik. Dua metode yang dikenal adalah hisab dan rukyat. Metode hisab didasarkan pada perhitungan pergerakan bulan secara matematis dan astronomis, sementara rukyat menitikberatkan pada observasi visual terhadap hilal (bulan sabit muda). Masing-masing memiliki dasar dalil yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.
Dalil metode hisab bersumber dari firman Allah SWT dalam surah Yunus ayat 5:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ
Huwa alladzī ja‘ala asy-syamsa ḍiyā’an wal-qamara nūran wa qaddarahu manāzila lita‘lamū ‘adadas-sinīna wal-ḥisāb.
Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” (QS. Yunus: 5)
Sementara itu, dasar metode rukyat dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
Ṣūmū li-ru’yatihi wa afṭirū li-ru’yatihi fa in gubbiya ‘alaikum fa akmilū ‘iddata Sya‘bāna tsalāthīn.
Artinya: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika pandangan kalian terhalang, maka sempurnakanlah bilangan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari no. 1909 dan Muslim no. 1081)
Dengan demikian, baik metode hisab maupun rukyat sama-sama memiliki legitimasi syar’i. Keduanya digunakan untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu memastikan awal ibadah puasa dan hari raya sesuai syariat Islam.
Jadwal Perkiraan Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Bagi Anda yang ingin menyiapkan jadwal ibadah sejak dini, berikut perkiraan lengkap Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah:
- 1 Ramadan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026
- 2–9 Ramadan 1447 H: 19–26 Februari 2026
- 10–19 Ramadan 1447 H: 27 Februari–8 Maret 2026
- 20–29 Ramadan 1447 H: 9–18 Maret 2026
- 30 Ramadan 1447 H: Kamis, 19 Maret 2026
- 1 Syawal 1447 H: Jumat, 20 Maret 2026
Di sisi lain, dapat juga diperkirakan rincian Ramadan 2026 menurut perkiraan pemerintah, meski tanggalnya masih bisa berubah sesuai hasil sidang isbat menjelang hari pertama puasa 2026:
- 1 Ramadan 1447 H: Kamis, 19 Februari 2026
- 2–9 Ramadan 1447 H: 20–27 Februari 2026
- 10–19 Ramadan 1447 H: 28 Februari–9 Maret 2026
- 20–29 Ramadan 1447 H: 10–19 Maret 2026
- 30 Ramadan 1447 H: Jumat, 20 Maret 2026
- 1 Syawal 1447 H: Sabtu, 21 Maret 2026
Dengan rincian ini, umat Islam dapat memperkirakan waktu untuk melunasi utang puasa, menyiapkan kegiatan tarawih, atau merencanakan mudik menjelang Idul Fitri.
Pertanyaan seputar Berapa Hari Lagi Puasa 2026
1. Kapan 1 Ramadan 2026 versi Muhammadiyah?
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
2. Kapan 1 Ramadan 2026 versi pemerintah?
Menurut prediksi Kalender Hijriah Indonesia 2026, pemerintah kemungkinan menetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, tergantung hasil Sidang Isbat.
3. Mengapa Muhammadiyah bisa menetapkan lebih dulu?
Karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab astronomi global (KHGT), sehingga tanggal sudah bisa dihitung jauh hari tanpa menunggu rukyat.
4. Apa bedanya hisab dan rukyat?
Hisab adalah perhitungan astronomi, sedangkan rukyat adalah pengamatan langsung terhadap hilal. Pemerintah menggabungkan keduanya dalam proses penetapan.
5. Apakah perbedaan ini memecah umat Islam?
Tidak. Perbedaan ini hanya menyangkut metode ilmiah dan bukan persoalan akidah. Tujuannya tetap sama, yaitu beribadah di bulan suci Ramadan dengan penuh khusyuk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4149262/original/024042800_1662520111-kristina-flour-BcjdbyKWquw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1466583/original/069253100_1483997181-Siluet-muslimah-berdoa-Fatimah-N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097042/original/053429500_1737040385-Ustadz_Adi_Hidayat_atau_UAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5051035/original/015160000_1734203284-Pekerja_Rokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114402/original/060368300_1588065766-4107b6e0063ede472b30ad899d7c6341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3113951/original/072628100_1588047593-shutterstock_430633753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082484/original/092438300_1736234505-1736231602601_apa-itu-tawakal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2994222/original/071529300_1576134424-20191212-Berburu-Diskon-di-Harbolnas-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023773/original/077949500_1732613119-quote-islam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4700453/original/094011300_1703750925-Ilustrasi_malam_pergantian_tahun__perayaan_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)











