Liputan6.com, Jakarta - Hadits Arbain Imam An-Nawawi merupakan kompilasi legendaris yang merangkum pokok-pokok agama Islam melalui empat puluh dua hadits pilihan. Karya ini disusun oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dengan ketelitian tinggi guna memberikan fondasi pemahaman syariat yang menyeluruh bagi setiap Muslim.
Kitab ini sering dianggap sebagai gerbang utama menuntut ilmu syar'i karena mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari niat, ibadah, hingga etika sosial. Keistimewaan koleksi ini terletak pada pemilihan hadits-hadits yang bersifat Jawami’ul Kalim, yakni kalimat yang ringkas namun memiliki makna yang sangat luas dan mendalam.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap hadistnya, Rabu (21/1/2026).
Prinsip Dasar Iman dan Ibadah
Bagian pertama dalam hadits arbain Imam An-Nawawi ini meletakkan fondasi tentang bagaimana seorang Muslim memulai hubungan dengan Sang Pencipta melalui kemurnian tauhid.
Hadits 1
"Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan," diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khaththab. Niat merupakan penentu sah atau tidaknya suatu perbuatan serta pembeda antara kebiasaan duniawi dengan nilai ibadah yang mulia.
Hadits 2
"Islam adalah engkau bersaksi tiada tuhan selain Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji," diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khaththab. Kutipan ini merangkum tiga pilar utama agama yang meliputi Islam (lahiriah), Iman (batiniah), dan Ihsan (kesempurnaan adab).
Hadits 3
"Islam dibangun di atas lima perkara syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan," diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Lima pilar ini merupakan pondasi bangunan Islam yang bersifat wajib bagi setiap pemeluknya demi tegaknya syariat.
Hadits 4
"Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nuthfah, alaqah, lalu mudghah," diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud. Materi ini membahas fase penciptaan manusia, penulisan takdir, serta pentingnya menjaga amal saleh hingga akhir hayat.
Hadits 5
"Barangsiapa mengada-adakan suatu perkara dalam urusan agama kami yang bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak," diriwayatkan oleh Aisyah Ummul Mukminin. Prinsip ini menegaskan bahwa setiap ibadah harus berlandaskan tuntunan syariat agar memiliki nilai keabsahan di sisi Allah.
Hadits 6
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, namun di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat," diriwayatkan oleh An-Nu'man bin Basyir. Sikap berhati-hati terhadap hal yang meragukan akan menjaga kesucian agama dan kehormatan seorang Muslim dari jeratan dosa.
Hadits 7
"Agama itu adalah nasihat; yaitu untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin Muslim, dan umat Islam pada umumnya," diriwayatkan oleh Tamim Ad-Dari. Nasihat merupakan wujud ketulusan serta kepedulian sosial untuk memperbaiki kualitas kehidupan beragama dalam masyarakat.
Hadits 8
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah," diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Kandungan ini menjelaskan tentang perlindungan terhadap darah dan harta manusia yang dijamin oleh syariat melalui persaksian tauhid.
Hadits 9
"Apa yang aku larang maka jauhilah, dan apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah sesuai dengan kemampuan kalian," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ketentuan ini memberikan kemudahan dalam beragama dengan menekankan ketaatan total pada larangan dan fleksibilitas pada perintah sesuai kapasitas diri.
Hadits 10
"Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik, serta memerintahkan orang mukmin sebagaimana para rasul," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Konsumsi makanan halal dan perolehan harta yang baik menjadi faktor determinan dalam terkabulnya doa seorang hamba.
Hadits 11
"Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan beralihlah kepada apa yang tidak meragukanmu dalam setiap urusanmu," diriwayatkan oleh Al-Hasan bin Ali. Kejujuran batin dalam memilih hal yang meyakinkan akan mendatangkan ketenangan jiwa dan menghindarkan diri dari kebimbangan iman.
Hadits 12
"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah kesanggupannya meninggalkan hal-hal yang tidak memberikan manfaat baginya," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Fokus pada aktivitas produktif dan bernilai ukhrawi merupakan indikator kematangan spiritual serta kecerdasan dalam mengelola waktu.
Hadits 13
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri," diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Rasa empati dan kasih sayang yang tulus terhadap sesama merupakan syarat mutlak dalam mencapai kesempurnaan kualitas keimanan.
Hadits 14
"Tidak halal darah seorang Muslim kecuali karena tiga hal janda/duda yang berzina, membunuh jiwa, dan meninggalkan agama," diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud. Hukum ini menunjukkan betapa Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan nyawa manusia dan memberikan sanksi berat bagi pelanggaran prinsipil.
Etika dan Perbuatan Baik dalam Interaksi Sosial
Interaksi sosial dan pengendalian diri menjadi tema sentral berikutnya yang diulas secara mendalam dalam hadits arbain Imam An-Nawawi. Kedisiplinan lisan, empati sosial, serta stabilitas emosi ditekankan sebagai bentuk nyata dari derajat ketakwaan seorang Muslim.
Hadits 15
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam, memuliakan tetangga, serta tamu," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Etika dalam berkomunikasi dan menjaga hubungan bertetangga merupakan parameter utama keimanan seseorang terhadap kehidupan di hari pembalasan.
Hadits 16
"Janganlah engkau marah," diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai jawaban atas permintaan wasiat dari seorang laki-laki yang diulang berkali-kali. Pengendalian amarah dipandang sebagai fondasi kekuatan jiwa yang mampu menjaga stabilitas hubungan sosial serta kesehatan mental individu.
Hadits 17
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu, bahkan saat menyembelih hewan sekalipun," diriwayatkan oleh Syaddad bin Aus. Prinsip ihsan menuntut setiap individu untuk mencapai standar profesionalisme dan kasih sayang dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
Hadits 18
"Bertakwalah kepada Allah di mana pun berada, iringilah keburukan dengan kebaikan, serta bergaullah dengan akhlak yang mulia," diriwayatkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari. Manifestasi takwa tidak terbatas di tempat ibadah, melainkan mencakup integritas moral dalam seluruh ruang dan waktu.
Hadits 19
"Jagalah Allah niscaya Dia menjagamu, dan jika hendak meminta pertolongan, maka mintalah hanya kepada Allah," diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas. Ajaran ini menanamkan ketauhidan yang kokoh serta ketergantungan mutlak kepada perlindungan Sang Pencipta dalam setiap fase kehidupan.
Hadits 20
"Sesungguhnya di antara ungkapan kenabian terdahulu adalah Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu," diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al-Anshari. Rasa malu diposisikan sebagai benteng moral terakhir yang berfungsi mencegah manusia dari tindakan nista yang merusak martabat diri.
Hadits 21
"Katakanlah Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah dalam memegang teguh keyakinan tersebut," diriwayatkan oleh Sufyan bin Abdillah. Istiqomah atau konsistensi dalam beramal merupakan kunci utama keberhasilan seorang Muslim dalam mempertahankan integritas iman di tengah berbagai ujian.
Hadits 22
"Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah tentang jaminan surga jika ia hanya menjalankan kewajiban pokok secara halal," diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah. Kedisiplinan dalam menjalankan rukun-rukun wajib secara jujur merupakan standar minimal yang sudah cukup untuk membawa seseorang meraih keselamatan di akhirat.
Hadits 23
"Bersuci itu sebagian dari iman, kalimat Alhamdulillah memenuhi timbangan, dan shalat merupakan cahaya," diriwayatkan oleh Abu Malik Al-Asy’ari. Setiap amal peribadatan memiliki dimensi energi yang akan menerangi jalan kehidupan manusia baik di dunia maupun di hari perhitungan kelak.
Hadits 24
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan menjadikannya haram di antara kalian," merupakan Hadits Qudsi riwayat Abu Dzar Al-Ghifari. Larangan berbuat zalim bersifat mutlak, baik terhadap hak-hak ketuhanan maupun dalam relasi kemanusiaan yang berkeadilan.
Hadits 25
"Setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, serta mencegah kemungkaran pun merupakan sedekah," diriwayatkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari. Kebaikan memiliki spektrum yang sangat luas, di mana setiap tindakan positif non-materiil tetap dinilai sebagai sedekah di sisi Allah.
Hadits 26
"Setiap persendian manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, seperti mendamaikan dua orang yang berselisih secara adil," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Kontribusi aktif dalam membantu urusan orang lain dan menciptakan perdamaian merupakan bentuk syukur atas kesehatan raga yang dimiliki.
Hadits 27
"Kebajikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di hati serta tidak ingin diketahui orang lain," diriwayatkan oleh An-Nawas bin Sam’an. Suara hati nurani merupakan standar awal bagi setiap individu untuk mendeteksi keburukan yang sering kali tersembunyi di balik formalitas.
Hadits 28
"Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa dan taat kepada pemimpin, serta berpegang teguhlah pada Sunnah ketika terjadi perselisihan," diriwayatkan oleh Al-Irbadh bin Sariyah. Ketertiban dalam kepemimpinan dan komitmen pada ajaran Rasulullah merupakan solusi fundamental dalam menghadapi perpecahan umat.
Jalan Menuju Keselamatan dan Luasnya Rahmat Allah
Bagian penutup dalam hadits arbain Imam An-Nawawi ini memberikan panduan strategis bagi setiap Muslim untuk meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Melansir dari laman resmi Dar al-Ifta Mesir, hadits-hadits penutup ini dirancang untuk menyeimbangkan antara rasa harap (raja') terhadap ampunan Allah dan kedisiplinan dalam menjalankan syariat.
Hadits 29
"Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad," diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal. Pengendalian lisan ditekankan dalam hadits ini sebagai kunci utama agar seluruh amal ibadah tidak sia-sia dan tidak menjerumuskan individu ke dalam neraka.
Hadits 30
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kewajiban maka janganlah engkau menyepelekannya, dan menentukan batasan maka janganlah melanggarnya," diriwayatkan oleh Abu Tsa’labah Al-Khusyani. Kedisiplinan dalam menghormati apa yang diwajibkan dan dijauhi merupakan bentuk ketaatan mutlak yang menjaga integritas seorang Muslim.
Hadits 31
"Zuhudlah terhadap dunia niscaya Allah mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia niscaya mereka mencintaimu," diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad. Sikap tidak menggantungkan hati pada materi duniawi akan memerdekakan jiwa dan menumbuhkan keharmonisan dalam relasi sosial.
Hadits 32
"Tidak boleh berbuat mudharat (bahaya) bagi diri sendiri dan tidak boleh pula membalas dengan mudharat kepada orang lain," diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri. Prinsip ini menjadi kaidah hukum Islam yang fundamental dalam mencegah segala bentuk kerusakan serta kerugian di muka bumi.
Hadits 33
"Beban pembuktian ada pada penggugat, sedangkan sumpah wajib bagi pihak yang mengingkari dakwaan," diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas. Hadits ini mengatur sistem peradilan yang adil demi melindungi hak, harta, serta kehormatan setiap individu dari klaim yang tidak berdasar.
Hadits 34
"Barangsiapa melihat kemungkaran hendaklah ia mengubahnya dengan tangan, lisan, atau paling minimal dengan hatinya," diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri. Tanggung jawab sosial untuk memperbaiki moralitas masyarakat harus dilakukan sesuai dengan kapasitas dan wewenang yang dimiliki masing-masing individu.
Hadits 35
"Janganlah kalian saling mendengki, menipu, membenci, membelakangi, atau menjual di atas jualan orang lain," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Larangan terhadap penyakit hati dan perilaku destruktif ini bertujuan untuk menjaga persaudaraan Islam agar tetap kokoh dan saling menguatkan.
Hadits 36
"Barangsiapa melapangkan satu kesulitan seorang Muslim di dunia, Allah akan melapangkan kesulitannya di hari kiamat," diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Solidaritas sosial dan semangat menuntut ilmu dijanjikan sebagai jalan kemudahan menuju surga serta perlindungan dari Allah SWT.
Hadits 37
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, lalu menjelaskan keduanya dalam catatan amal," diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas. Hadits ini mengungkap kemurahan hati Allah yang melipatgandakan pahala niat baik dan memberikan ampunan bagi hamba yang membatalkan niat buruknya.
Hadits 38
"Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya," merupakan Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Kedekatan dengan Allah dicapai melalui konsistensi dalam ibadah wajib dan peningkatan amal sunnah hingga mencapai derajat kecintaan yang istimewa.
Hadits 39
"Sesungguhnya Allah memaafkan umatku karena sebab kekeliruan yang tidak disengaja, lupa, serta paksaan," diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas. Ketentuan ini menunjukkan kemudahan syariat Islam yang memberikan dispensasi hukum bagi manusia atas keterbatasan kodrat yang dimilikinya.
Hadits 40
"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara yang sedang melintasi jalan," diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Pesan ini mengajak manusia untuk memiliki visi akhirat serta tidak terlena oleh kesenangan dunia yang bersifat sementara dan fana.
Hadits 41
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa," diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr. Sinkronisasi antara keinginan pribadi dengan tuntunan syariat merupakan puncak dari pencapaian spiritual dan ketaatan yang sempurna.
Hadits 42
"Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit kemudian engkau memohon ampun, niscaya Aku ampuni," diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Penutup hadits arbain Imam An-Nawawi ini menegaskan bahwa pintu taubat selalu terbuka lebar bagi setiap hamba yang datang dengan ketulusan hati.
FAQ
Apa itu hadits arbain Imam An-Nawawi?
Kumpulan 42 hadits inti ajaran Islam yang merangkum dasar syariat dan akhlak.
Siapa penulis kitab ini?
Kitab ini disusun oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi pada abad ke-7 Hijriah.
Apakah hadits ke-41 dan 42 termasuk dalam "Arbain"?
Ya, meskipun namanya "Arbain" (Empat Puluh), Imam An-Nawawi memasukkan total 42 hadits.
Apa kriteria hadits yang dipilih?
Hadits-hadits yang memiliki cakupan makna sangat luas (Jawami’ul Kalim) tentang fondasi agama.
Di mana bisa mempelajari syarah hadits ini secara resmi?
Penjelasan resmi dapat diakses melalui platform literasi keagamaan seperti laman Kemenag RI.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528074/original/023473200_1773231468-Oppo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523786/original/041686300_1772861449-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4383041/original/089396700_1680601074-zlataky-cz-fqUBQejVYDM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528237/original/095128400_1773266971-cover_imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528849/original/002824100_1773297841-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993514/original/090860500_1730893169-fungsi-zakat-mal-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528298/original/077817000_1773276395-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4616110/original/038428500_1697686028-jar-with-savings-coins-table.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3434366/original/035684400_1618907350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528763/original/029543000_1773294625-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5087411/original/003801200_1736406649-1736398582844_perbedaan-zakat-fitrah-dan-zakat-mal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3116253/original/039381500_1588230084-two-women-standing-by-the-door-1071968__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374406/original/051837800_1679988684-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528197/original/080113600_1773249538-Booyah_Ramadan_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)




