Liputan6.com, Jakarta - Bulan sya’ban sering hadir tanpa banyak disadari, padahal ia adalah gerbang penting sebelum Ramadan tiba. Banyak jamaah memandang bulan ini sebagai “bulan biasa” karena perhatian lebih tertuju pada Rajab dan Ramadan. Padahal, justru di sinilah kesempatan besar untuk memperkuat ketakwaan, melatih ibadah, dan membenahi hati sebelum bulan suci datang. Ketika persiapan dilakukan sejak bulan Sya’ban, maka ibadah Ramadan lebih mudah dijalankan dengan stabil dan penuh makna. Karena itulah, khutbah jumat bulan sya’ban menjadi pengingat agar umat tidak melewatkan momentum yang sangat berharga ini.
Khutbah Jumat Bulan Sya’ban juga membantu kita memahami sebab-akibat yang sering terjadi pada diri sendiri. Saat seseorang memasuki Ramadan tanpa persiapan, biasanya ia cepat lelah, mudah lalai, dan sulit konsisten dalam ibadah. Sebaliknya, ketika bulan sya’ban dimanfaatkan untuk memperbanyak amal, memperbaiki niat, dan membersihkan hati, maka Ramadan terasa lebih ringan dan lebih hidup.
Khutbah jumat menjadi ruang yang tepat untuk menyampaikan pesan tersebut secara terarah. Apalagi, Rasulullah Muhammad SAW telah memberi contoh yang jelas bahwa bulan ini bukan waktu untuk lengah, melainkan waktu untuk memantapkan diri. Berikut Liputan6 merangkum lima naskah khutbah berikut sebagai bekal dakwah dan penguat iman.
1) Bulan Sya’ban Adalah Bekal Takwa Sebelum Ramadan
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Jumat yang berbahagia, marilah kita memperbarui ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan hanya ucapan yang indah, melainkan komitmen nyata dalam menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam hidup yang terus bergulir, kita sering lalai karena merasa waktu masih panjang, padahal umur tidak pernah bisa ditebak. Maka khutbah jumat di bulan sya’ban ini menjadi panggilan agar kita segera sadar, segera kembali, dan segera memperbaiki diri. Sebab orang yang paling beruntung adalah yang siap sebelum kesempatan itu benar-benar datang.
Jamaah Jumat yang berbahagia, sebentar lagi kita akan memasuki Ramadan yang mulia. Namun sebelum itu, Allah menghadirkan bulan sya’ban sebagai ruang latihan dan persiapan yang penuh makna. Banyak orang baru bersemangat ketika Ramadan sudah tiba, sehingga di awal bulan puasa mereka masih berat melawan rasa malas dan lelah. Padahal, ibadah yang kuat biasanya lahir dari persiapan yang matang. Jika kita mulai membiasakan diri di bulan ini, maka Ramadan akan terasa lebih ringan dan lebih terarah. Inilah mengapa khutbah jumat bulan sya’ban bukan sekadar rutinitas, tapi pengingat agar kita tidak terlambat bersiap.
Di bulan sya’ban, Rasulullah Muhammad SAW memberi contoh nyata berupa ibadah yang semakin ditingkatkan. Sebab ibadah yang benar tidak tumbuh dalam satu malam, melainkan melalui latihan yang konsisten. Ketika seorang hamba terbiasa shalat, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan beristighfar sejak sebelum Ramadan, maka hatinya lebih siap menerima keberkahan. Bulan ini juga menjadi momen untuk memperbaiki hubungan, menghilangkan iri, dan memutus rantai permusuhan. Karena hati yang kotor akan membuat ibadah terasa berat dan dingin. Maka mari manfaatkan bulan ini agar Ramadan tidak hanya menjadi “rutinitas puasa”, tapi menjadi perubahan diri yang nyata.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah, janganlah kita menunggu sempurna untuk mulai memperbaiki diri. Justru orang beriman adalah yang segera bergerak meski masih memiliki banyak kekurangan. Bulan sya’ban adalah kesempatan untuk memperbanyak doa dan amal, agar ketika Ramadan tiba, kita tidak lagi canggung dalam ibadah. Jika kita menanam kesungguhan sejak bulan ini, maka kita akan menuai kekhusyukan di bulan suci. Sebaliknya, jika kita melewatkan sya’ban dengan lalai, sering kali Ramadan pun berlalu tanpa perubahan berarti. Maka mari jadikan sya’ban sebagai jalan menuju Ramadan yang lebih hidup.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
2) Saat Amal Diangkat, Rasulullah Ingin Dalam Keadaan Puasa
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْنِي نَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah rahimakumullah, marilah kita perkuat ketakwaan di hadapan Allah yang Maha Agung. Ketakwaan bukan hanya menjaga ibadah besar, tetapi juga menjaga detail kecil yang sering kita remehkan. Banyak dosa muncul bukan karena niat besar, melainkan karena kelalaian yang dianggap ringan. Padahal, Allah melihat seluruh gerak hati dan amal kita setiap hari. Maka khutbah jumat bulan sya’ban ini mengingatkan kita agar jangan bersantai ketika kesempatan kebaikan sedang terbuka.
Jamaah Jumat rahimakumullah, bulan sya’ban adalah bulan yang sangat istimewa karena di dalamnya ada peristiwa penting yang jarang disadari banyak orang. Rasulullah ﷺ menerangkan bahwa bulan ini merupakan waktu diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam. Karena itu, beliau tidak ingin amalnya diangkat dalam keadaan biasa-biasa saja. Rasulullah ﷺ justru memilih amal terbaik yang bisa menguatkan ketakwaan, yaitu puasa. Ini menunjukkan bahwa orang beriman bukan hanya ingin berbuat baik, tetapi ingin amalnya naik dalam keadaan yang paling mulia.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
ذٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِـيْ وَأَنَا صَائِمٌ
Jamaah Jumat rahimakumullah, hadis ini membuka kesadaran bahwa sya’ban bukan “bulan kosong” yang boleh dilewatkan. Justru ia adalah bulan yang banyak dilupakan, sehingga orang yang menghidupkannya menjadi istimewa di sisi Allah. Ketika manusia lain sibuk menunggu Ramadan tanpa berbuat apa-apa, seorang mukmin menjadikan sya’ban sebagai persiapan serius. Ia menata kembali niat, memperbaiki ibadah, dan membersihkan hati. Sebab amal yang diangkat kepada Allah bukan hanya soal banyaknya, tetapi juga soal ketulusannya. Maka mari jadikan sya’ban sebagai waktu untuk memperbaiki laporan amal kita sebelum Ramadan tiba.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita mengisi sisa bulan sya’ban dengan amal yang membuat kita lebih siap menghadapi Ramadan. Jika Rasulullah Muhammad SAW saja ingin amalnya diangkat saat berpuasa, maka kita yang penuh kekurangan lebih layak untuk meniru semangat itu. Mari kita perbanyak istighfar, memperbanyak shalawat, dan memperbanyak puasa sunnah sesuai kemampuan. Jangan remehkan amal kecil yang dilakukan terus-menerus, karena Allah mencintai amal yang konsisten. Semoga Allah mengangkat amal kita dalam keadaan terbaik dan memberi taufik agar Ramadan kita menjadi lebih bermakna.
3) Menyambut Nisfu Sya’ban dengan Shalat, Doa, dan Taubat
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, marilah kita terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah bekal hidup yang paling mulia, karena dengannya seorang hamba berjalan di dunia dengan cahaya petunjuk. Kita semua membutuhkan pertolongan Allah untuk tetap berada dalam jalan yang lurus. Karena itu, setiap kesempatan kebaikan yang Allah hadirkan seharusnya disambut dengan semangat, bukan dengan kelalaian. Terlebih ketika kita berada di bulan sya’ban, yang penuh pintu rahmat dan peluang amal.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, tidak lama lagi kita menyongsong malam pertengahan bulan sya’ban yang dikenal sebagai malam nisfu sya’ban. Ini adalah momentum yang sering dijadikan pengingat agar seorang muslim memperbanyak doa, dzikir, dan taubat. Pada malam seperti ini, banyak hati yang kembali lembut, banyak jiwa yang lebih mudah menangis, dan banyak hamba yang menyadari dosa-dosanya. Sebab malam-malam mulia bukan sekadar tanggal dalam kalender, tetapi kesempatan untuk kembali kepada Allah. Jika kita menemuinya dengan ibadah, maka kita sedang menanam perubahan yang akan terasa ketika Ramadan tiba.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, hadis ini memberi pesan bahwa nisfu sya’ban bukan malam untuk diabaikan. Ia adalah kesempatan untuk menghidupkan malam dengan shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa. Banyak orang hanya menunggu Ramadan untuk berdoa panjang, padahal Allah memberikan momen lebih awal untuk membiasakan diri. Jika seorang hamba terbiasa bermunajat sejak nisfu sya’ban, maka Ramadan nanti ia tidak kaget untuk memperbanyak qiyamul lail. Maka mari kita gunakan momentum ini sebagai latihan ruhani yang serius. Semoga Allah menerima amal kita dan menguatkan langkah kita menuju Ramadan.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, mari kita perbanyak doa dan taubat sebelum Ramadan datang. Jangan biarkan dosa menumpuk hingga hati menjadi keras dan sulit tersentuh. Sebab hati yang kotor membuat ibadah menjadi berat dan tidak nikmat. Mari bersihkan diri dengan istighfar, perbaiki hubungan dengan orang lain, dan hilangkan dendam yang selama ini dipelihara. Semoga kita masuk Ramadan dalam keadaan lebih ringan dan lebih siap.
4) Puasa Sunnah Sya’ban Membentuk Fisik dan Jiwa Lebih Kuat
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Jamaah jumat yang berbahagia, marilah kita memuji Allah dan memohon pertolongan serta ampunan-Nya. Dalam hidup ini, kita sering merasa kuat padahal hati mudah goyah, dan merasa aman padahal dosa bisa datang tanpa disadari. Karena itu, khutbah jumat bulan sya’ban ini mengajak kita untuk menguatkan takwa sejak sekarang. Ketakwaan membuat seorang hamba tidak mudah menyerah dalam ibadah, dan tidak mudah tergoda untuk meremehkan dosa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang siap menyambut Ramadan dengan iman dan kekuatan.
Jamaah jumat yang berbahagia, salah satu latihan terbaik di bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah Muhammad SAW sendiri memberi teladan yang sangat jelas dalam hal ini. Beliau memperbanyak puasa di bulan sya’ban, bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari cara beliau mempersiapkan diri menuju Ramadan. Dengan puasa sunnah, fisik menjadi lebih siap, dan jiwa menjadi lebih terlatih menahan diri. Bahkan, puasa membantu kita belajar disiplin dan mengendalikan hawa nafsu sebelum memasuki bulan yang lebih berat tantangannya.
Dalam hadis disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَصُومُ حتَّى نَقُولَ: لا يُفْطِرُ، ويُفْطِرُ حتَّى نَقُولَ: لا يَصُومُ، فَما رَأَيْتُ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلَّا رَمَضَانَ، وما رَأَيْتُهُ أكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ
Jamaah jumat yang berbahagia, dari hadis ini kita memahami bahwa sya’ban adalah bulan latihan yang sangat nyata. Puasa membuat kita lebih siap menghadapi Ramadan secara perlahan, sehingga tidak “kaget” ketika puasa wajib dimulai. Selain itu, puasa juga menjadi cara untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab puasa adalah ibadah yang sangat rahasia, hanya Allah yang tahu kualitasnya. Maka, siapa yang melatih dirinya di bulan ini, insya Allah akan lebih mudah menjaga ibadah di bulan suci. Mari jadikan puasa sunnah sebagai bagian dari persiapan iman dan amal kita.
Khutbah IIاَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Jamaah jumat rahimakumullah, mari jadikan sya’ban sebagai latihan kesungguhan sebelum Ramadan datang. Jangan menunggu hari pertama Ramadan untuk berubah, karena perubahan yang kuat biasanya dimulai lebih awal. Siapkan fisik dengan puasa sunnah, siapkan hati dengan taubat, dan siapkan amal dengan memperbanyak kebaikan. Semoga Allah menguatkan langkah kita dan menjadikan Ramadan nanti penuh keberkahan.
5) Nafahat Kebaikan di Bulan Sya’ban Jangan Disia-siakan
Khutbah I
الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَى الْمُتَّقِيْنَ الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ وَفَضَّلَهُمْ بِالْفَوْزِ الْعَظِيْمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا أَفْضَلُ الْمُرْسَلِيْنَ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang Allah anugerahkan. Setiap nikmat yang Allah berikan bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi juga untuk menambah ketaatan. Waktu yang Allah lapangkan adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, karena tidak semua orang diberi umur panjang. Maka khutbah jumat bulan sya’ban ini mengingatkan kita agar peka terhadap “musim kebaikan”. Sebab orang beriman adalah orang yang cepat menangkap peluang untuk mendekat kepada Allah.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah adanya waktu-waktu khusus yang penuh keberkahan. Dalam hadits, Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan bahwa sepanjang tahun ada nafahat, yaitu tiupan kebaikan yang Allah bukakan untuk siapa pun yang mau mendekat. Maka orang yang cerdas bukan hanya menunggu Ramadan, tetapi mulai bergerak dari bulan sya’ban. Karena sya’ban adalah bagian dari nafahat itu, yang melatih kita agar lebih siap saat Ramadan datang. Ketika kita mengisi sya’ban dengan amal, kita sedang menyiapkan diri agar Ramadan tidak lewat begitu saja.
Dalam hadits disebutkan:
إن لِرَبِّكُمْ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتٌ، فَتَعَرَّضُوا لَهُ، لَعَلَّهُ أَنْ يُصِيبَكُمْ نَفْحَةٌ مِنْهَا، فَلا تَشْقَوْنَ بَعْدَهَا أَبَدًا
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, mari kita “menjemput” nafahat kebaikan itu dengan amal-amal nyata. Jangan hanya mengagumi keutamaan sya’ban lewat cerita, tetapi hidupkan dengan ibadah yang sungguh-sungguh. Sebab kesempatan kebaikan sering datang diam-diam, dan orang yang lalai hanya akan menyesal ketika waktu sudah berlalu. Maka di bulan ini, perbanyak puasa sunnah, perbanyak membaca Al-Qur’an, perbanyak sedekah, dan perbanyak istighfar. Jangan tunggu nanti, karena kita tidak tahu apakah umur masih panjang. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang peka terhadap peluang rahmat-Nya.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, mari tutup sya’ban dengan kesungguhan, bukan dengan kelalaian. Jangan biarkan bulan ini lewat begitu saja tanpa peningkatan ibadah. Jika kita merasakan dorongan untuk berubah, jangan tunda, karena itulah nafahat yang Allah bukakan. Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk konsisten dan mempertemukan kita dengan Ramadan dalam keadaan terbaik. آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Pertanyaan seputar Khutbah Jumat Bulan Sya’ban
1. Apa keutamaan bulan Sya’ban dalam Islam?
Bulan Sya’ban adalah bulan persiapan sebelum Ramadan, dan Rasulullah Muhammad SAW memperbanyak ibadah di dalamnya.
2. Mengapa Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban?
Bulan ini sering dilupakan dan menjadi waktu diangkatnya amal kepada Rabb semesta alam.
3. Apakah ada amalan khusus pada malam Nisfu Sya’ban?
Banyak ulama menganjurkan menghidupkan malam tersebut dengan shalat, doa, dzikir, dan taubat sesuai kemampuan.
4. Apa tema khutbah Jumat yang cocok untuk bulan Sya’ban?
Tema yang cocok antara lain puasa sunnah Sya’ban, persiapan Ramadan, amal diangkat, dan membersihkan hati dari permusuhan.
5. Bagaimana cara mempersiapkan diri menyambut Ramadan sejak bulan Sya’ban?
Mulailah dengan puasa sunnah, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan, dan membiasakan tilawah Al-Qur’an.
Sumber:
https://lirboyo.net/khutbah-jumat-keutamaan-bulan-syaban/
https://muhammadiyah.or.id/2025/02/khutbah-jumat-mempersiapkan-ramadan-di-bulan-syaban/
https://mui.or.id/baca/berita/khutbah-jumat-keutamaan-dan-amalan-nishfu-syaban
https://hidayatullah.or.id/khutbah-jumat-bersiap-sambut-ramadhan-dan-tidak-abaikan-keutamaan-bulan-syaban/
https://ayws.sch.id/khutbah-jumat-bulan-syaban-yang-sering-terlupakan/

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528074/original/023473200_1773231468-Oppo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523786/original/041686300_1772861449-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4383041/original/089396700_1680601074-zlataky-cz-fqUBQejVYDM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528237/original/095128400_1773266971-cover_imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528849/original/002824100_1773297841-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993514/original/090860500_1730893169-fungsi-zakat-mal-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528298/original/077817000_1773276395-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4616110/original/038428500_1697686028-jar-with-savings-coins-table.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3434366/original/035684400_1618907350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528763/original/029543000_1773294625-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5087411/original/003801200_1736406649-1736398582844_perbedaan-zakat-fitrah-dan-zakat-mal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3116253/original/039381500_1588230084-two-women-standing-by-the-door-1071968__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374406/original/051837800_1679988684-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528197/original/080113600_1773249538-Booyah_Ramadan_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)




