Liputan6.com, Jakarta - Di antara sekian banyak shalawat yang berkembang di kalangan umat Islam, bacaan Sholawat Adrikni memiliki keistimewaan tersendiri. Lafaz pendek yang sangat populer di Nusantara ini diyakini mampu menjadi wasilah (perantara) bagi siapa pun yang tengah dilanda kesulitan atau dalam kondisi terdesak untuk memperoleh pertolongan Allah SWT melalui perantara Rasulullah SAW.
Merujuk Buku 1001 Shalawat, karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, makna Adrikni adalah seruan dari hati yang terhimpit. Secara bahasa, kata "Adrikni" berasal dari bahasa Arab yang berarti "tolonglah aku" atau "selamatkanlah aku".
Adrikni menggambarkan rasa mendesak dan permohonan yang tulus dari seorang hamba yang tengah berada dalam kesempitan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Lafaz ini bukan sekadar kata, melainkan jeritan hati yang mengharap pertolongan Allah melalui kekasih-Nya.
Dalam khazanah pesantren, Shalawat Adrikni juga dikenal dengan nama Shalawat Mukhatab atau Shalawat Rekes. Berikut ini adalah bacaan sholat adrikni teks Arab Latin dan artinya, keutamaan dan maknanya yang mendalam.
Bacaan Shalawat Adrikni: Teks Arab, Latin, dan Artinya
Shalawat Adrikni memiliki dua versi bacaan yang sama-sama masyhur di kalangan umat Islam. Berikut redaksi lengkap beserta artinya.
Versi Pertama (Redaksi Allahumma shalli):
Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَـدْ ضَاقَتْ حِيْلَــتِى أَدْرِكْـنِى يَا رَسُوْلَ اللّـهِ
Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii yaa rasuulallaahi.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Sungguh sempit upayaku, maka tolonglah aku, wahai Rasulullah."
Versi Kedua (Redaksi Ashsholaatu wassalaamu):
Arab: الصَّلَاةُ وَ السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدِي يَا رَسُوْلَ اللهِ خُذْ بِيَدِي قَلَّتْ حِيْلَتِي أَدْرِكْني
Latin: Ashsholaatu was salaamu 'alaika yaa sayyidii yaa rosuulalloh khudz biyadii qollat hiilatii adriknii.
Artinya: "Rahmat dan sejahtera semoga melimpah kepadamu, wahai junjunganku Rasulullah. Peganglah tanganku, sedikit sekali upayaku, maka temukanlah aku."
Keutamaan Shalawat Adrikni
Terdapat berbagai keutamaan luar biasa dari Shalawat Adrikni, terutama bagi mereka yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan dan ketulusan hati.
1. Menghilangkan Kesulitan dan Kegundahan
Ini adalah inti dari shalawat ini. Rasulullah saw. menjanjikan dalam mimpi kepada Hamid Affandi bahwa barangsiapa membacanya, Allah akan menghilangkan kesulitannya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan bahwa shalawat ini "mujarrabatun litafriji al-kurubi" (telah terbukti khasiatnya untuk melapangkan kegelisahan).
Syaikh al-Arif Billah Abdul Qadir al-Baghdadi ash-Shiddiqi menyatakan bahwa bagi yang memiliki kebutuhan mendesak dianjurkan membaca 300 kali, dan dalam keadaan genting hingga 1.000 kali.
2. Hajat dan Keinginan Cepat Terkabul
Membaca Shalawat Adrikni 1.000 kali pada malam Jumat memiliki keutamaan khusus. Syaikh Isa al-Barawi menyatakan bahwa hajat-hajatnya akan dipenuhi oleh Allah dengan segera. KH Achmad Chalwani Nawawi dari Purworejo menyarankan shalawat ini dibaca jika sedang menghadapi masalah yang "ruwet".
3. Dimudahkan Rezeki dan Dilunasi Utang
Dalam buku "25 Ibadah Pilihan untuk Keluar dari Kemelut" disebutkan bahwa muslim yang membaca Shalawat Adrikni sebanyak 313 kali, 1.000 kali, 4.000 kali, atau sebanyak mungkin akan dilapangkan rezekinya oleh Allah Swt.. Mengatasi kesulitan ekonomi yang besar juga disebutkan sebagai salah satu khasiatnya.
4. Menguatkan Mental, Keimanan, dan Meninggikan Derajat
Shalawat ini memiliki efek psikologis yang kuat, memberikan ketenangan batin, terutama saat mental sedang melemah. Hal ini menjadi pengingat bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat bergantung. Membaca shalawat secara umum, termasuk Shalawat Adrikni, menjadi penyebab dihapusnya dosa dan diangkatnya derajat oleh Allah Swt.kekasih-Nya.
Meminta Tolong kepada Allah melalui Rasulullah
Shalawat Adrikni sering disalahpahami sebagai bentuk permintaan tolong langsung kepada Rasulullah. Dalam pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah, meminta pertolongan kepada selain Allah pada dasarnya tidak diperbolehkan, sebagaimana hadis riwayat al-Thabarani: "Jangan meminta pertolongan kepadaku, akan tetapi mintalah pertolongan kepada Allah".
Namun, dalam konteks shalawat ini, Rasulullah menjadi wasilah (perantara doa). Hamid Affandi tidak serta merta meminta tolong kepada Rasulullah; ia terlebih dahulu membaca "Allahumma shalli..." yang merupakan doa langsung kepada Allah agar Allah sendiri yang kemudian menyampaikan salam dan rahmat kepada Nabi.
Baru setelah itu ia berdoa untuk dirinya sendiri agar diselamatkan. Ada jeda antara permohonan kepada Allah dan permohonan kepada Nabi, yang menegaskan bahwa seluruh permohonan pada hakikatnya bermuara kepada Allah Swt..
Shalawat Adrikni adalah amalan yang sarat dengan makna ketundukan, spiritualitas, dan keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya melalui kekasih-
Sejarah di Balik Shalawat Adrikni
Shalawat Adrikni memiliki asal-usul yang menarik, didasarkan pada kisah pertemuan spiritual antara seorang mufti dengan Nabi Muhammad saw. dalam mimpi.
1. Riwayat dari Hamid Affandi al-Imadi (Mufti Syam)
Versi yang paling masyhur menceritakan tentang seorang mufti Syam (Damaskus) yang bernama Hamid Affandi al-Imadi. Dikisahkan oleh Ibnu Abidin dari gurunya, Muhammad Syakir Aqqad, dari Ahmad al-Halabi, bahwa pada suatu malam, Hamid Affandi berada dalam keadaan sangat genting karena ada seorang menteri yang hendak menangkapnya.
Dalam kondisi ketakutan yang luar biasa, ia bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw. Dalam mimpinya, Nabi saw. menenangkan hatinya dan mengajarkan kepadanya sighat shalawat "Adrikni".
Nabi saw. berjanji bahwa barangsiapa membacanya, Allah akan menghilangkan kesulitannya. Ketika bangun tidur, ia pun membaca shalawat ini dan akhirnya kesulitannya lenyap berkat pertolongan Allah Swt. melalui wasilah Rasulullah saw.
2. Riwayat dari Sayyid Syekh Ahmad al-Halabi
Ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa shalawat ini berasal dari seorang hamba saleh bernama Sayyid Syekh Ahmad al-Halabi di Damaskus. Ketika ia menghadapi ancaman siksaan dari seorang pejabat setempat, ia bermimpi bertemu Rasulullah saw. yang mengajarkan shalawat ini sebagai pegangan di masa sulit. Setelah mengamalkannya, ia pun selamat dari ancaman tersebut.
Penjelasan Ulama tenang Sholawat Adkirni
Shalawat Adrikni tercatat dalam sejumlah kitab kuning (klasik) serta karya ulama kontemporer.
- Kitab Afdhalus Shalawat ‘ala Sayyidis Sadat (karya Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani), menjadi salah satu rujukan utama yang memuat dan menjelaskan keutamaan shalawat ini.
- Kitab Mufarrijul Kurub wa Mufarrijul Qulub (karya Syekh Yusuf an-Nabhani) menyebutkan bahwa shalawat ini "mujarrabatun litafriji al-kurubi" (تelah terbukti khasiatnya untuk melapangkan kegelisahan) dan mencatat pengalaman langsung Syekh an-Nabhani sendiri.
- Kitab Khozinatul Asror (karya Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili) menerangkan keutamaan membaca Shalawat Adrikni 1.000 kali pada malam Jumat.
- Kitab Hujjatullahil Alamin fi Mu’jizati Sayyidil Mursalin (karya Syekh an-Nabhani) juga memuat kisah tentang keampuhan shalawat ini.
- Buku-buku kontemporer seperti "Rahasia Shalawat Nabi" (M. Syukron Maksum), "Kita Harus Bershalawat" (Dian Erwanto), "Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan" (Ali Akbar bin Aqil), "The Miracle of Sholawat" (Junaidi Ahmad), dan "Kitab Kunci Kekayaan Agung" (Salahuddin Abbas) turut melestarikan dan menjelaskan shalawat ini.
People also Ask:
Sholawat adrikni bunyinya bagaimana?
Lafal Sholawat Adrikni Arab dan Terjemah
“Allahumma shalli wasallim 'alâ sayyidinâ Muhammadin qod dhâqot hilatî adriknî yâ rasûlallâhi.” Artinya: “Ya Allah, bershalawatlah untuk junjungan kami Muhammad, sungguh terasa sempit usahaku, maka rangkullah aku, wahai Rasulullah.”
Sholawat adrikni bagusnya dibaca kapan?
Ringkasan AISholawat Adrikni paling baik dibaca saat menghadapi kesulitan, hajat mendesak, atau setelah shalat fardhu dan malam Jumat untuk memohon pertolongan Allah SWT. Sholawat ini dianjurkan diamalkan 300 kali sehari, atau 1.000-1.111 kali saat situasi darurat (kepepet) sebagai wirid.
Sholawat apa agar hajat cepat terkabul?
Ada Masalah Berat Atau Hajat Mendesak? Yuk Amalkan Sholawat Ini Agar Kebutuhan Cepat TerkabulSholawat Nariyah. ...Sholawat Fatih. ...Sholawat Munjiyat. ...Sholawat Tibbil Qulub.
Sholawat adrikni gunanya untuk apa?
Sholawat adrikni adalah sholawat yang dapat dipanjatkan umat Islam agar dibebaskan dari kesulitan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2794559/original/085304000_1556798232-20190502-Safar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147874/original/099253200_1740974023-arti-adzan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015150/original/070691700_1651836959-UMROH_BACKPAKER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411947/original/069430700_1763026620-Kultum_Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563133/original/087268300_1776847793-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566357/original/055625000_1777177541-photo_2026-04-24_11-49-41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3427936/original/026120800_1618334856-AP21103160857087.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253548/original/037891900_1750053354-000_34QQ7PD.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
