Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Arab-Latin dan Arti Lengkap dengan Keutamaannya

3 weeks ago 25
  • Kapan waktu terbaik membaca Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah?
  • Apa lafaz Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud?
  • Mengapa doa berbuka puasa disebut mustajab?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Berbuka puasa merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Islam setelah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sepanjang hari. Momen ini bukan hanya sekadar waktu untuk mengakhiri ibadah puasa, tetapi juga merupakan waktu yang penuh keberkahan dan sangat dianjurkan untuk berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa ketika berbuka sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT dan sebagai pengharapan agar ibadah puasa diterima.

Pentingnya membaca doa berbuka puasa juga ditegaskan dalam beberapa hadis, yang menyatakan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka adalah doa yang tidak akan tertolak atau mustajab. Hal ini menjadikan waktu berbuka sebagai kesempatan emas bagi seorang Muslim untuk memanjatkan segala hajat dan permohonan kepada Allah SWT. Dengan membaca doa, seorang Muslim menunjukkan ketergantungannya kepada Allah dan rasa syukurnya atas rezeki yang diberikan setelah menahan diri.

Amalan sunah yang dianjurkan saat berbuka puasa adalah membaca doa sebagai bentuk syukur dan permohonan keberkahan kepada Sang Pencipta. Waktu berbuka puasa menjadi kesempatan penting untuk berdoa karena termasuk waktu yang mustajab sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, memahami lafal, arti, dan waktu membaca Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah sangat penting agar ibadah Ramadan lebih bernilai. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (18/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

Pentingnya Doa Berbuka Puasa dalam Islam

Setiap Muslim yang menjalankan ibadah puasa tentu menantikan saat azan Magrib berkumandang, yang menandai berakhirnya menahan diri dari fajar hingga terbenamnya matahari. Momen berbuka puasa ini adalah waktu yang sarat makna spiritual, di mana doa dan rasa syukur bertemu, menjadikannya bukan sekadar aktivitas makan, melainkan ibadah penuh arti.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ada doa yang tidak tertolak saat berbuka." Hadis lain juga menyebutkan bahwa ada tiga doa yang tidak akan tertolak, salah satunya adalah doa orang yang berpuasa ketika berbuka. Ini menegaskan bahwa waktu berbuka adalah periode mustajab untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.

Doa berbuka puasa mencerminkan penghambaan kepada Allah SWT dan pengakuan bahwa seluruh rezeki berasal dari-Nya. Amalan ini juga memperkuat keimanan dan menambah kedalaman makna ibadah puasa di bulan penuh rahmat. Dengan demikian, mengamalkan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah menjadi wujud keterikatan spiritual yang mendalam.

Lafaz Doa Berbuka Puasa Riwayat Abu Dawud

Salah satu doa berbuka puasa yang dinilai paling kuat riwayatnya dan sesuai sunnah adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Doa ini menggambarkan kondisi fisik setelah berpuasa dan harapan akan pahala dari Allah SWT.

Lafaz Arab:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ.

Transliterasi Latin: Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Arti Lengkap: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan semoga pahala telah ditetapkan, jika Allah menghendaki."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan beliau (No. 2357). Hadis ini dinilai hasan (baik) oleh sebagian ulama, dan bahkan sahih oleh Ustaz Adi Hidayat karena sanadnya bersambung dengan baik hingga Rasulullah SAW. Periwayat hadis ini adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Doa Berbuka Puasa Populer dan Penjelasannya

Selain doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, terdapat Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah lain yang sangat populer di kalangan umat Muslim, khususnya di Indonesia. Doa ini sering diajarkan dan diamalkan secara luas, meskipun status sanadnya (rantai periwayatannya) menjadi perdebatan di kalangan ulama.

Lafaz Arab (versi pendek):

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Transliterasi Latin (versi pendek): Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.

Arti Lengkap (versi pendek): "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Lafaz Arab (versi panjang yang populer):

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Transliterasi Latin (versi panjang): Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin.

Arti Lengkap (versi panjang): "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Meskipun doa "Allahumma laka shumtu..." sangat populer, sebagian ulama menilai riwayatnya berstatus dha'if (lemah) atau mursal (hadis yang sanadnya terputus di bagian sahabat). Riwayat ini berasal dari Mu'adz bin Zuhrah. Namun, banyak ulama membolehkan doa ini diamalkan karena maknanya baik, mengandung pengakuan tauhid, dan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an maupun hadis sahih lainnya.

Makna Mendalam di Balik Setiap Lafaz Doa Berbuka

Setiap lafaz Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah mengandung makna yang mendalam, mencerminkan rasa syukur, pengakuan akan kebesaran Allah, dan harapan akan pahala. Pemahaman akan makna ini dapat meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Makna Doa "Dzahabazh zhoma'u..."

Doa ini secara spesifik menggambarkan kondisi fisik dan spiritual orang yang berpuasa setelah menahan diri seharian. Frasa "Dzahabazh zhoma'u" yang berarti "Telah hilanglah dahaga" mengungkapkan rasa lega dan syukur atas hilangnya rasa haus yang telah dialami selama berpuasa. Ini adalah pengakuan langsung terhadap nikmat air yang memuaskan dahaga.

Selanjutnya, "Wabtallatil 'uruqu" yang berarti "Telah basahlah kerongkongan/urat-urat" menunjukkan bahwa tubuh telah kembali segar dan pulih setelah dehidrasi. Frasa ini secara harfiah merujuk pada pemulihan cairan tubuh. Puncak dari doa ini adalah "Wa tsabatal ajru insya Allah" yang berarti "Dan semoga pahala telah ditetapkan, jika Allah menghendaki," di mana seorang hamba berharap agar ibadah puasanya diterima dan pahalanya ditetapkan di sisi Allah SWT. Ungkapan "insya Allah" menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan diri kepada kehendak Ilahi.

Makna Doa "Allahumma laka shumtu..."

Doa ini lebih berfokus pada aspek spiritual dan pengakuan keimanan seorang hamba. "Allahumma laka shumtu" yang berarti "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa" merupakan penegasan niat yang tulus bahwa puasa yang dijalankan semata-mata karena Allah dan untuk mencari ridha-Nya, menunjukkan keikhlasan dalam beribadah.

Kemudian, "Wa bika amantu" yang berarti "Dan kepada-Mu aku beriman" menunjukkan pengakuan keimanan yang kuat kepada Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa, sebuah bentuk tauhid. Frasa "Wa 'ala rizqika afthartu" yang berarti "Dan dengan rezeki-Mu aku berbuka" mengakui bahwa segala makanan dan minuman yang digunakan untuk berbuka puasa adalah karunia dan rezeki dari Allah SWT, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat rezeki. Terakhir, "Birahmatika yaa arhamar rahimin" yang berarti "Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang" adalah permohonan agar Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, menunjukkan bahwa segala amal ibadah dan harapan dikembalikan kepada rahmat Allah yang luas.

Keutamaan dan Manfaat Mengamalkan Doa Berbuka Puasa

Membaca Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik secara spiritual maupun mental, yang dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa seorang Muslim. Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi tambahan untuk tidak melewatkan amalan sunah yang penuh berkah ini setiap kali tiba waktu berbuka.

a. Doa yang Mustajab (Dikabulkan) Waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan tertolak. Ini berarti setiap permohonan yang dipanjatkan pada saat itu memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

b. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW Membaca doa berbuka puasa adalah amalan yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan mengamalkannya, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.

c. Meningkatkan Rasa Syukur Doa berbuka puasa adalah bentuk pengakuan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat makanan dan minuman yang diberikan setelah menahan lapar dan dahaga seharian. Ini melatih hati untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap kenikmatan.

d. Memperoleh Keberkahan Doa yang diucapkan saat berbuka puasa diyakini memiliki keberkahan tersendiri. Keberkahan ini tidak hanya pada makanan yang disantap, tetapi juga pada seluruh ibadah puasa yang telah dijalankan.

e. Mendapatkan Ampunan Dosa Berpuasa dengan niat yang ikhlas dan berdoa saat berbuka dapat menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Doa berbuka puasa adalah bentuk permohonan ampunan dan rahmat dari Allah.

f. Mendapatkan Ketenangan Batin Membaca doa sebelum berbuka puasa dapat memberikan ketenangan batin dan kedamaian dalam jiwa. Ini membantu seorang Muslim untuk fokus pada aspek spiritual ibadah dan menjauhkan diri dari sifat tamak atau berlebihan saat berbuka.

Waktu Tepat dan Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Memahami waktu terbaik untuk membaca Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah dan adab-adab yang menyertainya akan menyempurnakan ibadah puasa seorang Muslim. Keteraturan dalam membaca niat dan doa berbuka puasa juga dianggap sebagai wujud keterikatan spiritual yang meningkat sepanjang bulan Ramadan.

Waktu Terbaik Membaca Doa Berbuka Puasa:

Para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai waktu yang tepat untuk membaca doa berbuka puasa, apakah sebelum atau sesudah membatalkan puasa. Melansir laman Kemenag RI Sulawesi Barat, doa berbuka puasa Ramadan dapat dibaca setelah membatalkan puasa dengan makan dan minum.

  • Setelah Membatalkan Puasa dengan Sedikit Makanan/Minuman: Pendapat yang lebih kuat dan dianjurkan adalah membaca doa "Dzahabazh zhoma'u..." setelah membatalkan puasa dengan seteguk air atau beberapa butir kurma. Alasannya adalah penggunaan kata kerja lampau (fi'il madhy) dalam doa tersebut ("telah hilang dahaga," "telah basah kerongkongan," "telah ditetapkan pahala"). Ini menunjukkan bahwa kondisi yang disebutkan dalam doa sudah terjadi.
  • Sebelum Membatalkan Puasa: Beberapa ulama juga membolehkan membaca doa sebelum berbuka, atau tidak menetapkan waktu spesifik, karena waktu berbuka secara umum adalah waktu mustajab untuk berdoa. Namun, untuk doa "Dzahabazh zhoma'u...", konteksnya lebih tepat setelah dahaga sedikit terobati.
  • Doa "Allahumma laka shumtu...": Doa ini, yang lebih bersifat permohonan dan pengakuan, dapat dibaca sebelum atau saat memulai berbuka, atau bahkan digabungkan dengan doa "Dzahabazh zhoma'u...".

Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah:

Selain membaca doa, terdapat beberapa adab (etika) yang dianjurkan Rasulullah SAW saat berbuka puasa untuk mendapatkan keberkahan dan kesempurnaan ibadah. Menjalankan sunnah seperti menyegerakan berbuka juga terbukti secara medis bagus untuk memulihkan energi tubuh dengan cepat.

  • Menyegerakan Berbuka: Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera berbuka ketika waktu Maghrib tiba. Tidak menunda-nunda berbuka adalah sunnah dan tanda kebaikan.
  • Berbuka dengan Kurma atau Air: Dianjurkan untuk berbuka dengan kurma, karena kurma mengandung berkah. Jika tidak ada kurma, maka air putih adalah pilihan terbaik karena suci.
  • Tidak Berlebihan saat Berbuka: Meskipun momen berbuka sangat dinanti, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak makan dan minum secara berlebihan. Makan secukupnya dan seimbang lebih dianjurkan daripada makanan yang berlebihan dan berat.
  • Mendirikan Sholat Maghrib: Setelah membatalkan puasa dengan sedikit makanan atau minuman, disunnahkan untuk segera menunaikan sholat Maghrib sebelum melanjutkan menyantap hidangan utama.
  • Berbagi dengan Sesama: Memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain, terutama yang membutuhkan, adalah amalan yang sangat dianjurkan dan mendatangkan pahala besar.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Arab-Latin dan Arti Lengkap dengan Keutamaannya

1. Kapan waktu terbaik membaca Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah?

Jawaban: Pendapat yang lebih kuat adalah setelah membatalkan puasa dengan sedikit makanan atau minuman, terutama untuk doa 'Dzahabazh zhoma'u...', karena menggunakan kata kerja lampau. Namun, doa 'Allahumma laka shumtu...' dapat dibaca sebelum atau saat memulai berbuka.

2. Apa lafaz Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud?

Jawaban: Lafaznya adalah 'Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah', yang artinya 'Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan semoga pahala telah ditetapkan, jika Allah menghendaki'.

3. Mengapa doa berbuka puasa disebut mustajab?

Jawaban: Doa berbuka puasa disebut mustajab karena Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan tertolak, menjadikannya waktu yang sangat baik untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.

4. Apa saja adab berbuka puasa sesuai sunnah?

Jawaban: Adab berbuka puasa sesuai sunnah meliputi menyegerakan berbuka, berbuka dengan kurma atau air, tidak berlebihan saat berbuka, mendirikan Sholat Maghrib, dan berbagi dengan sesama.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Tantiya Nimas Nuraini, Alieza NurulitaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |