Liputan6.com, Jakarta - Doa menghadapi masalah hidup menurut Islam penting untuk diketahui, mengingat kehidupan tidak pernah lepas dari berbagai ujian dan permasalahan. Dalam menghadapi cobaan yang berat, Islam mengajarkan umatnya agar tidak berputus asa, melainkan memperkuat sandaran kepada Allah SWT, sebagaimana telah dicontohkan oleh para nabi.
Keyakinan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang berserah diri menjadi fondasi utama dalam menghadapi persoalan hidup. Hal ini sebagaimana termaktub dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."
Pengakuan yang tulus atas kelemahan diri serta keagungan Allah menjadi kunci pembuka datangnya pertolongan. Mohammad Saifullah Al-Aziz dalam bukunya Risalah Memahami Ilmu Tasawuf menyatakan bahwa doa merupakan wujud nyata penghambaan dan menjadi media komunikasi antara makhluk dengan Khaliknya, tempat dicurahkannya segala isi hati, termasuk yang paling tersembunyi.
Sejalan dengan itu, Shanty Komalasari dalam jurnal Doa dalam Perspektif Psikologi menjelaskan bahwa doa adalah kebutuhan rohani bagi jiwa manusia. Doa menggambarkan ketidakberdayaan seseorang tanpa pertolongan, baik dari sesama makhluk, terlebih lagi dari Tuhannya.
Doa menghadapi masalah hidup menurut Islam
Berikut ini adalah doa-doa menghadapi masalah menurut Islam, merangkum berbagai sumber.
1. Doa yang diriwayatkan Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al Hakim, dan Al Baihaqi
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya, “Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.” (HR An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, Al-Baihaqi).
2. Doa yang diriwayatkan Ahmad bin Amr bin Dhahak
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، اكْفِنِي كُلَّ شَيْءٍ وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ikfinī kulla syay’in, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya, “Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah aku dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.” (HR Ahmad bin Amr bin Dhahak).
3. Doa yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Al-Adabul Mufrad
اللهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma, rahmataka arjū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin, ashlih lī sya’nī kullahū, lā ilāha illā anta.
Artinya, “Ya Allah, kepada rahmat-Mu kuberharap. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau.” (HR Bukhari dalam Kitab Al-Adabul Mufrad).
4. Doa menghadapi Madalah dan Dimudahkan Urusan
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahumma Antal ‘Aziizul kabiir, wa ana ‘abdukadh dho’iifudz dzaliil Alladzii laa haula walaa quwwata illa bika. Allahuma sakhkhir lii fulaan (sebut nama orang yg di maksud) kama sakhkhorta Fir’aun li Musa, wa layyin lii qolbahu kamaa layyantal hadiid li Dawud. Fainnahu laa yantiqu illa bi idznika, naa shiyatuhu fii qobdlotika, wa qolbuhuu fii yadika, Jalla tsanaa u wajhika yaa arhamar roohimiin.
Artinya: “Ya Allah bahwasanya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Besar. Dan sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu yang hina lagi lemah. Ya Allah mudahkanlah bagiku urusanku, sebagaimana Engkau mudahkan bagi urusan Fir’aun kepada Musa dan lunak hati manusia bagiku sebagaimana Engkau lunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Wahai Tuhan Yang Maha Penguasa, Wahai Tuhan Yang Punya Keagungan dan Kemuliaan, perkenanlah ya Allah.”
5. Doa menghadapi Masalah Utang
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ
Latin: Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dholaid daini, wa gholabatir rijali.
Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”
6. Doa Penenang Hati saat Menghadapi Masalah Nabi Musa
Doa penenang hati ketika ada masalah ini diamalkan oleh Nabi Musa ketika menghadapi Raja Firaun. Doa ini termaktub dalam surat Taha ayat 25-28.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbish-rahli sadri, wayassirli amri, wahlul 'uqdatam millisani, yafqahu qauli.
Artinya: "Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka paham ucapanku."
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir mengatakan doa ini dipanjatkan Nabi Musa ketika Allah memerintahkannya berdakwah kepada Fir’aun.
“Lapangkanlah dadaku” bermakna memohon ketenangan hati, hilangnya rasa takut, dan diberi keberanian menghadapi tantangan. “Mudahkanlah urusanku” artinya meminta agar semua rintangan dimudahkan oleh Allah.
7. Doa Terhindar Gelisah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Latin: Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma’innah, tu’minu biliqā-ika, wa tardhā bi qadhā-ika, wataqnau bi ‘athā-ika.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang karena-Mu, yang beriman dengan perjumpaan dengan-Mu, yang ridha terhadap ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.” (HR Thabrani)
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa doa ini adalah permohonan agar Allah menjadikan hati seorang mukmin berada pada derajat an-nafs al-muthma’innah, yaitu hati yang tenang dengan dzikrullah, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Fajr: 27–28.
Hikmah Berdoa saat Menghadapi Masalah
Merujuk jurnal berjudul Berdoa Mewujudkan Hati Menjadi Tenang Dalam Menghadapi Masalah karya Risma Septiani Wahyu Kurnia dkk, pengaruh doa sangat berdampak pada psikologis manusia. Manusia dengan sifatnya yang lemah (dhoif) mudah sekali berkeluh kesah ketika di timpa ujian, padahal Allah telah menguji mereka agar dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah.
Manfaat berdoa saat menghadapi masalah hidup, ditinjau dari aspek psikologis dan spiritual Islam:
1. Mendatangkan Ketenangan Jiwa (Sakinah)
Berdoa adalah bentuk komunikasi intim dengan Sang Pencipta. Saat kita mengadukan masalah kepada Allah, beban emosional akan berkurang, kecemasan mereda, dan hati menjadi lebih tenang karena merasa tidak sendirian.
2. Mencegah Keputusasaan
Doa menanamkan harapan dan optimisme. Dengan berdoa, seseorang meyakini bahwa ada Zat Yang Maha Kuasa yang mampu membolak-balikkan keadaan, sehingga ia tidak mudah menyerah atau depresi saat logika manusia merasa buntu.
3. Bentuk Tawakkal (Melepaskan Beban)
Berdoa menyadarkan kita akan batasan manusia. Ini mengajarkan kita untuk fokus pada usaha, namun menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah. Sikap pasrah ini sangat efektif mengurangi stres yang timbul akibat keinginan berlebihan untuk mengontrol hasil akhir.
4. Mengundang Petunjuk dan Solusi
Seringkali saat pikiran ruwet, solusi sulit terlihat. Doa diyakini dapat menjernihkan pikiran dan mendatangkan ilham atau petunjuk (hidayah) dari Allah untuk menyelesaikan masalah, bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka.
5. Bernilai Ibadah
Terlepas dari seberapa cepat masalah itu selesai, aktivitas berdoa itu sendiri sudah dicatat sebagai pahala dan kebaikan. Masalah menjadi sarana untuk meningkatkan derajat keimanan seseorang di hadapan Allah.
Adab Berdoa dalam Islam
1. Ikhlas dan Membersihkan Hati
Kunci utama adalah hati yang bersih dari riya’ dan kesombongan. Niat berdoa harus murni hanya kepada Allah SWT, mengakui bahwa hanya Dia-lah tempat meminta.
2. Memulai dengan Memuji Allah dan Bershalawat
Doa sebaiknya diawali dengan pengakuan keagungan Allah (tahmid/tasbih) dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembuka pintu langit sebelum mengutarakan hajat pribadi.
3. Merendahkan Diri (Tadharru’) dan Mengakui Kesalahan
Seorang hamba dianjurkan berdoa dengan penuh kerendahan hati, mengakui kelemahan serta dosa-dosanya, dan tidak merasa diri suci di hadapan Allah.
4. Yakin dan Berprasangka Baik (Husnuzan)
Saat berdoa, kita harus yakin sepenuh hati bahwa Allah Maha Mendengar dan pasti akan memberikan yang terbaik (ijabah), baik itu disegerakan atau disimpan sebagai pahala.
5. Memanfaatkan Waktu-Waktu Mustajab
Adab berdoa mencakup pemilihan waktu-waktu istimewa di mana pintu rahmat terbuka lebar, seperti saat sujud, sepertiga malam terakhir, atau saat berbuka puasa.
6. Menghadap Kiblat dan Dalam Keadaan Suci
Berdoa sangat diutamakan dalam keadaan suci dari hadas (berwudu) dan menghadap ke arah Kiblat sebagai bentuk penghormatan fisik dan batin kepada Allah SWT.
QNA
Baca surat apa agar masalah cepat selesai?
Untuk menyelesaikan masalah, bacaan yang dianjurkan meliputi Surat Al-Insyirah (karena janji kemudahan setelah kesulitan), ayat-ayat Al-Qur'an seperti dua ayat terakhir At-Taubah (untuk pertolongan), doa-doa Nabi seperti doa Nabi Musa (Surat Thaha: 25-28) untuk kemudahan urusan, serta doa umum seperti "Hasbunallah Wanikmal Wakil" dan "Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa" untuk memohon pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.
Selain itu, istighfar dan selawat juga sangat dianjurkan, dan membaca Al-Qur'an secara umum setelahnya diiringi doa sangat mustajab.
Ketika hidup dalam kesulitan saya harus baca doa apa?
Ketika hati gelisah dan beban hidup terasa semakin berat, maka doa dalam kesulitan dari Rasulullah SAW ini dapat dipanjatkan: "Ya Allah, tiada kemudahan kecuali Engkau yang membuatnya mudah, dan Engkau pun memudahkan kesulitan jika Engkau kehendaki." (HR Ibnu Hibban).
Apa doa agar segala kesalahan dimaafkan oleh Allah?
Oleh karena itu, Nabi Adam membaca doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Nabi Adam memanjatkan doa yaitu: “Robbana dholamna Anfusana wa inlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri.
Lafadz apa yang harus diucapkan ketika memohon pertolongan kepada Allah?
"Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata 'ayn, wa aslih li sya'ni kullah, la ilaha illa ant."
Artinya: “Ya Allah, aku mengharapkan rahmat-Mu, jangan serahkan aku pada diriku sendiri walaupun sekejap mata, dan perbaikilah segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau.”

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
