Jangan Hanya Ingat Dosa saat Beribadah, Itu Rekayasa Setan untuk Tujuan Ini Kata Gus Baha

19 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang yang merasa rendah diri dalam beribadah karena selalu teringat akan dosa-dosanya. Hal ini sering kali membuat seseorang kehilangan semangat dalam berdakwah atau melakukan kebaikan.

Perasaan tersebut sebenarnya adalah salah satu bentuk rekayasa setan untuk menghalangi umat Islam berperan dalam menegakkan agama. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan banyak orang tidak berani berbuat kebaikan hanya karena merasa tidak layak.

Ulama alim alamah KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyoroti fenomena ini dalam salah satu pengajiannya. Ia mengingatkan bahwa terlalu fokus pada dosa masa lalu bisa menjadi jebakan yang membuat seseorang takut mengambil peran dalam dakwah.

"Mulane dawuhe Abu Hasan Asy-Syadzili, pintere setan itu mempermalukan orang saleh dengan membuatnya hanya ingat dosa. Kalau ingat dosa terus, akhirnya tidak mau mengajar, tidak mau berjuang," ujar Gus Baha, dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @Sentrasantri.

Ia menegaskan bahwa banyak umat Islam yang akhirnya hanya diam dan tidak melakukan kebaikan karena terus-menerus merasa dirinya penuh dosa. Padahal, Islam mengajarkan untuk terus berbuat baik meskipun memiliki masa lalu yang kelam.

Dalam video tersebut, Gus Baha menjelaskan bagaimana setan menggunakan rasa bersalah sebagai alat untuk melemahkan semangat dalam beribadah.

Menurutnya, ribuan bahkan jutaan umat Islam akhirnya tidak mengambil peran dalam agama karena hanya fokus pada dosa yang telah lalu. Mereka merasa tidak pantas berdakwah atau melakukan kebaikan karena merasa dirinya masih banyak kekurangan.

"Ingat dosa terus akhirnya jadi mubaligh nggak berani, mengurus mushola nggak berani, menasihati orang lain juga nggak berani. Karena merasa dirinya belum benar," jelasnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Heboh Penerbangan Perdana Pesawat Bikinan Montir Pinrang

Promosi 1

Punya Dosa Iya, tapi Tetap Lakukan Kebaikan

Gus Baha mencontohkan bahwa dirinya tetap percaya diri untuk mengajarkan ilmu agama meskipun sadar bahwa dirinya juga memiliki dosa. Sebab, jika terus-menerus terjebak dalam rasa bersalah, maka tidak akan ada orang yang berani berdakwah.

"Maka saya tetap percaya diri. Saya punya dosa, saya ingat dosa, tapi kalau terus mengingat dosa tanpa melakukan kebaikan, bagaimana dengan nikmat Allah yang begitu banyak?" katanya.

Ia mengingatkan bahwa dalam Islam, seseorang harus terus berusaha berbuat baik meskipun menyadari kesalahan yang pernah dilakukan. Sebab, Allah memberikan kesempatan bagi setiap hamba-Nya untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

"Kalau setelah sholat malah ingat dosa terus, akhirnya malas mengajar, malas mengurus mushola, malas berdakwah. Betapa banyak keburukan yang akhirnya terus terjadi karena seseorang hanya sibuk mengingat dosanya sendiri," lanjutnya.

Gus Baha menekankan bahwa mengingat dosa memang penting, tetapi hal itu tidak boleh sampai membuat seseorang berhenti berbuat baik. Justru, dengan menyadari dosa, seseorang harus semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan menebus kesalahan dengan amal saleh.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam Islam, setiap manusia pasti memiliki dosa. Namun, hal tersebut bukan alasan untuk berhenti berdakwah atau berbuat baik. Sebaliknya, seseorang harus semakin giat dalam memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kalau Enggan Dakwah Lantaran Penuh Dosa, Siapa yang Tegakkan Islam?

"Kalau semua orang berhenti berdakwah karena merasa dirinya penuh dosa, lalu siapa yang akan menegakkan Islam?" katanya.

Ia pun mengajak umat Islam untuk tidak terjebak dalam tipu daya setan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan takut berbuat baik. Sebab, Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan baik akan mendapat ganjaran dari Allah, terlepas dari masa lalu seseorang.

Menurutnya, orang yang selalu terjebak dalam rasa bersalah tanpa melakukan perbaikan diri justru akan semakin jauh dari rahmat Allah. Sebab, Islam bukan hanya tentang mengingat dosa, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan berusaha menjadi lebih baik.

Gus Baha menutup pengajiannya dengan mengingatkan bahwa umat Islam harus terus berjuang untuk menegakkan agama. Meskipun memiliki dosa, setiap Muslim harus tetap berusaha menjadi lebih baik dan tidak membiarkan setan menghalangi langkah mereka.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan keseimbangan antara mengingat dosa dan berusaha untuk memperbaiki diri. Jika seseorang hanya fokus pada dosa tanpa melakukan kebaikan, maka ia telah terjebak dalam tipu daya setan yang ingin melemahkan umat Islam.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |