Keutamaan Berbuat Baik kepada Tetangga dalam Hadits Nabi, Lengkap Penjelasannya

3 weeks ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Islam adalah agama yang menekankan harmoni sosial dan keberlangsungan hubungan antar manusia yang penuh rahmat. Keutamaan berbuat baik kepada tetangga dalam hadits nabi menjadi landasan amaliah sosial dengan kacama mata spiritual.

Salah satu pilar penting dalam bangunan sosial Islam adalah hubungan bertetangga. Berbuat baik dan memuliakan tetangga memiliki keutamaan luar biasa.

Merujuk Jurnal Etika Bertetangga dalam Hukum Islam karya Danial Yunus dan Nency Dela Oktora menggarisbawahi bahwa Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan adab bertetangga, tetapi juga menjabarkan keutamaan-keutamaan besar yang menyertai perbuatan baik tersebut. Keutamaan-keutamaan ini bukan sekadar motivasi, melainkan penjelasan tentang posisi agung tetangga dalam timbangan keimanan seorang muslim.

Berdasarkan studi hadits-hadits Nabi, artikel ini akan memaparkan keutamaan berbuat baik kepada tetangga, lengkap dengan penjelasan ulama.

1. Keutamaan Berbuat Baik kepada Tetangga: Tanda Kesempurnaan Iman

Perbuatan baik kepada tetangga adalah syarat kesempurnaan iman. Iman tidak hanya hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga horizontal dengan manusia terdekat. Mengabaikan tetangga berarti cacat dalam keimanan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ

"Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.'"(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, dishahihkan Al-Albani)

وَفِي رِوَايَةٍ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

"Dan dalam riwayat lain: 'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.'"(HR. Muslim no. 47)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim  menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ sengaja mengaitkan perintah berbuat baik kepada tetangga dengan keimanan kepada Allah dan Hari Akhir. Ini menunjukkan bahwa perilaku sosial terhadap tetangga adalah bagian integral dari keimanan, bukan sekadar etika biasa. Iman yang benar pasti akan tercermin dalam muamalah yang baik.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa huruf "فليـ" (maka hendaklah) dalam hadits ini menunjukkan ilzam (kewajiban yang kuat). Artinya, mengabaikan hak tetangga merupakan cacat dalam keimanan seseorang. Beliau juga menyatakan bahwa "berbuat baik" di sini mencakup semua bentuk kebaikan, material dan non-material.

2. Mendapatkan Pahala Berlipat dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Hak tetangga sangat agung dan penting di sisi Allah. Pengulangan wasiat dari malaikat Jibril menunjukkan bahwa pahala berbuat baik kepada tetangga itu sangat besar, seolah-olah mendekati hak keluarga (warisan).

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

"Dari Aisyah RA, dari Nabi ﷺ bersabda: 'Jibril terus-menerus mewasiatkan kepadaku tentang (hak) tetangga, sehingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian waris.'"(HR. Al-Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2625)

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin (Bab Adabul Mu'asyarah) menjadikan hadits ini sebagai landasan utama betapa agungnya hak tetangga. Beliau menjelaskan bahwa pengulangan wasiat dari Malaikat Jibril menunjukkan urgensi dan kedudukan tinggi perbuatan baik kepada tetangga di sisi Allah. Seolah-olah pahalanya begitu besar hingga mendekati hak waris.

Wasiat yang berulang ini menandakan bahwa perbuatan baik kepada tetangga adalah jalan istimewa untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT, karena ia mengimplementasikan perintah-Nya secara konkrit dalam lingkup sosial terdekat.

3. Penghalang dari Siksa Neraka dan Jaminan Surga

Kepedulian sosial adalah cermin keimanan. Iman yang sejati mendorong seseorang untuk peka terhadap penderitaan orang terdekat. Egoisme dan tidak peduli pada tetangga yang membutuhkan bertentangan dengan hakikat iman.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bukanlah seorang mukmin (yang sempurna) orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sebelahnya.'"(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, dishahihkan Al-Albani)

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam menjelaskan hadits serupa dengan menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya dosa mengabaikan tetangga yang membutuhkan. Orang yang melakukan hal itu terancam terhalang dari kesempurnaan iman, yang pada akhirnya dapat menjerumuskannya ke dalam ancaman siksa.

Tim Dirasah Islamiyah dalam Akhlak Ijtima’iyah, sebagaimana dirujuk studi adab bertetangga dalam Islam menyimpulkan bahwa berbuat baik kepada tetangga, terutama yang membutuhkan, adalah amal yang dapat menyelamatkan dari api neraka. Sebaliknya, keengganan berbagi dan bersikap egois terhadap tetangga adalah tanda iman yang lemah dan mendapat ancaman keras.

4. Mendapatkan Doa Kebaikan dan Dicintai Allah

Kebaikan kepada tetangga mengangkat derajat seseorang di mata Allah. Gelar "tetangga terbaik" adalah prestasi spiritual yang dicapai melalui akhlak nyata dalam hubungan sosial, bukan hanya ritual ibadah.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَيْرُ الْأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

"Dari Abdullah bin Amr RA, bahwa Nabi ﷺ bersabda: 'Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik terhadap sahabatnya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik terhadap tetangganya.'"(HR. At-Tirmidzi no. 1944, beliau berkata: "Hadits hasan shahih")

Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (Syarah Sunan At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa predikat "خَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ" (sebaik-baik tetangga di sisi Allah) adalah gelar kehormatan yang hanya diberikan kepada orang yang istiqamah berbuat baik kepada tetangganya. Gelar ini mengimplikasikan kecintaan Allah, keberkahan hidup, dan doa kebaikan dari para malaikat dan makhluk di sekitarnya.

M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur'an (hlm. 253) yang dirujuk, menegaskan bahwa konsep "khair" (terbaik) dalam Islam selalu berkaitan dengan manfaat bagi orang lain. Jadi, menjadi tetangga terbaik adalah dengan menjadi sumber manfaat, ketenangan, dan kebaikan bagi lingkungannya, dan itulah hamba yang dicintai Allah.

5. Sebab Turunnya Rahmat dan Dijauhkan dari Bencana Sosial

Mengabaikan tetangga termasuk dalam sifat kikir (bakhil) yang dibenci Allah. Berbuat baik kepada tetangga adalah obat dari kesombongan dan kekikiran, serta menjadi sebab turunnya rahmat dan terhindar dari bencana sosial.

Hal ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an:

وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ. الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Artinya: "Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka."(QS. An-Nisa: 36-37)

Ayat ini merupakan kelanjutan langsung dari perintah berbuat baik kepada tetangga. Mengabaikan tetangga termasuk dalam sifat bakhil (kikir) yang dibenci Allah.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan QS. An-Nisa: 36, menyatakan bahwa masyarakat yang anggotanya saling berbuat baik kepada tetangga akan diliputi rahmat Allah, hidup tenteram, dan terhindar dari bencana sosial seperti permusuhan, kecemburuan, dan tindak kriminal. Sebaliknya, masyarakat yang individualis dan mengabaikan tetangga akan dilanda kekeringan spiritual dan konflik.

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga, terutama dengan sedekah, adalah penangkal sifat sombong dan kikir yang disebutkan dalam ayat. Dengan demikian, perbuatan ini menjadi sebab diampuninya dosa dan dihindarkannya dari musibah yang ditimbulkan oleh sifat-sifat tercela tersebut.

Fadhilah Berbuat Baik kepada Tetangga

Berdasarkan kajian hadits-hadits Nabi SAW dan penjelasan para ulama yang dirujuk dalam jurnal, keutamaan berbuat baik kepada tetangga dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Keutamaan Spiritual: Merupakan bukti nyata dan kesempurnaan keimanan seseorang kepada Allah dan Hari Akhir.
  • Keutamaan Pahala: Mendapatkan pahala berlipat yang dianalogikan mendekati hak waris, sebagai bentuk taqarrub kepada Allah.
  • Keutamaan Keselamatan: Menjadi penghalang dari siksa neraka dan jaminan bagi kesempurnaan iman yang mengantarkan ke surga.
  • Keutamaan Ma'nawi: Meraih gelar "tetangga terbaik" di sisi Allah, yang berarti memperoleh kecintaan-Nya dan doa kebaikan.
  • Keutamaan Sosial: Menjadi sebab turunnya rahmat Allah pada suatu komunitas dan terhindarnya dari bencana serta keretakan sosial.

Berbuat baik kepada tetangga bukanlah tindakan sekunder, melainkan ibadah sosial yang memiliki dampak langsung pada kualitas keimanan individu dan kesehatan masyarakat. Rasulullah ﷺ telah menjadikannya sebagai barometer keislaman seseorang.

Mengamalkan sunnah ini berarti membangun peradaban yang bermula dari kesalehan individu dalam lingkungan terkecilnya, yaitu tetangga.

People Also Ask:

Sebutkan keuntungan berbuat baik kepada tetangga?

Di antaranya adalah sebagai berikut: Terciptanya lingkungan yang aman. Adanya sikap saling peduli antar sesama tetangga, maka akan berdampak pada saling menjaganya tetangga satu sama lain.2. Terhindar dari konflik. ...3. Hidup tenang. ...4. Hidup sejahtera. ...Terciptanya rasa toleransi.

Siapakah sebaik-baiknya tetangga sesuai sabda Nabi Muhammad saw?

Berbuat Baik kepada Tetangga

Artinya, “Dari Abdullah bin Amr ra, bahwa Nabi Saw bersabda, “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada tetangganya.” (HR at-Tirmidzi).

Mengapa kita harus bersikap baik kepada tetangga?

Jika setiap tetangga menghormati tetangga lainnya, dan setiap orang memuliakan tetangganya, niscaya masyarakat akan baik, karena telah tercipta rasa persaudaraan, saling menyayangi, dan saling menghargai sesama tetangga lainnya.

Sebutkan 4 bentuk perbuatan baik kepada tetangga?

Sikap baik kepada tetangga antara lain saling membantu saat kesulitan, saling menghormati dan tidak sombong, menjaga kerukunan (salam, senyum, tidak bergosip), dan menunjukkan kepedulian seperti berbagi makanan atau menjenguk saat sakit. Sikap-sikap ini membangun lingkungan yang harmonis dan saling mengasihi.

Apa saja manfaat berbuat baik kepada orang lain?

Kebaikan Meningkatkan Kesejahteraan

Memberi kepada orang lain melepaskan endorfin, yang sering disebut sebagai "kebahagiaan penolong," menjadikan kemurahan hati sebagai komponen kunci kesejahteraan jangka panjang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |