Keutamaan Silaturahmi dalam Islam dan Dampaknya bagi Kehidupan, Perspektif Al-Qur'an dan Hadis

1 month ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Islam menawarkan konsep hubungan sosial yang relevan sejak zaman kenabian hingga era modern, silaturahmi. Dalam Islam, silaturahmi merupakan pilar peradaban Islam yang menyatukan dimensi spiritual dengan tanggung jawab sosial.

Terdapat berbagai keutamaan silaturahmi dalam Islam dan dampaknya bagi kehidupan. Jurnal Konsep Silaturahim dalam Alquran dan Implikasinya, oleh Utami Dewi dkk, mengungkapkan bahwa silaturahmi adalah strategi ilahiyah untuk membangun masyarakat yang sejahtera, harmonis, dan penuh rahmat.

Silaturahmi bukanlah tradisi usang, melainkan solusi Islam untuk berbagai masalah kehidupan sosial, dari krisis spiritual, disintegrasi sosial, hingga ketimpangan ekonomi. Efektivitas silaturahmi itu telah terbukti dari zaman ke zaman.

Di tengah gempuran individualisme dan disrupsi sosial, Islam menawarkan silaturahmi sebagai jangkar peradaban yang menjaga kemanusiaan kita tetap utuh. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang artinya: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari).

Keutamaan Silaturahmi dalam Perspektif Al-Qur'an

Keutamaan silaturahmi dalam Islam dapat merujuk dua sumber utama, yakni Al-Qur'an dan hadis. Berikut ini penjelasannya.

1. Indikator Ketakwaan yang Nyata

Al-Qur'an secara konsisten menggandengkan perintah bertakwa dengan menjaga silaturahmi. Dalam QS. An-Nisa' [4]: 1, Allah berfirman:

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi."

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an menjelaskan bahwa penyandingan ini menunjukkan bahwa silaturahmi bukanlah anjuran biasa, melainkan bagian integral dari ketakwaan. Seseorang tidak mungkin mencapai hakikat takwa sejati sambil mengabaikan hubungan dengan sesama, terutama kerabat.

2. Jalan Meraih Rahmat dan Surga

Allah menjanjikan balasan agung bagi mereka yang menjaga silaturahmi. Dalam QS. Ar-Ra'd [13]: 21, Allah berfirman:

"Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk."

Menurut penafsiran Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azim, apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan" mencakup semua bentuk hubungan yang diperintahkan syariat, dengan silaturahmi sebagai intinya. Ayat ini menjanjikan tempat kesudahan yang baik (surga) bagi pelakunya.

Keutamaan Silaturahmi dalam Perspektif Hadis Nabi SAW

1. Silaturahmi Sebagai Ukuran Keimanan

Rasulullah SAW menegaskan bahwa silaturahmi adalah cermin keimanan. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dari Abu Hurairah RA: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa rangkaian perintah dalam hadis ini menunjukkan bahwa iman yang sempurna harus terwujud dalam akhlak sosial, dengan silaturahmi sebagai salah satu pilarnya.

2. Penyambung Hubungan Sosial

Rasulullah SAW memberikan definisi yang mengubah paradigma. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari: "Orang yang menyambung silaturahmi bukanlah yang membalas kebaikan, tetapi yang menyambung hubungan ketika hubungan itu diputus."

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan, ini adalah tingkatan tertinggi dalam silaturahmi. Kebanyakan manusia hanya membalas kebaikan, tetapi orang beriman sejati menyambung hubungan meski pihak lain memutuskannya.

Shilaturrahim Sebagai Upaya Menyambungkan Tali Yang Terputus. Merujuk Riwayah: Jurnal Studi Hadis: Shilaturrahim Sebagai Upaya Menyambungkan Tali Yang Terputus karya Istianah, dalam kehidupan sosial, silaturahmi memiliki dampak sosial yang nyata. Berikut ini penjelasannya.

1. Dampak Spiritual dan Keimanan

Pengampunan Dosa

Rasulullah SAW bersabda:

"Shadaqah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)

Silaturahmi termasuk shadaqah karena berbuat baik kepada kerabat. Jurnal Utami Dewi dkk. (2022) menegaskan bahwa silaturahmi adalah "amal shaleh yang menghapuskan kesalahan."

Dicintai Allah dan Manusia

Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman:

"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya..." (HR. Bukhari)

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa menyambung silaturahmi termasuk ketaatan yang mendekatkan hamba kepada Allah.

2. Dampak Psikologis dan Sosial

Kesehatan Mental dan Emosional

Kajian kontemporer membuktikan bahwa hubungan sosial yang baik mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Silaturahmi memberikan dukungan sosial, rasa memiliki, dan harga diri.

Harmoni Keluarga dan Masyarakat

Jurnal Istianah (2016) menunjukkan bahwa silaturahmi mencegah konflik horizontal. Dengan saling mengunjungi dan berkomunikasi, salah paham dapat dicegah atau diselesaikan.

Pendidikan Karakter Generasi

Jurnal Utami Dewi dkk. (2022) menekankan bahwa silaturahmi adalah "media pendidikan akhlak." Anak-anak belajar sopan santun, empati, dan tanggung jawab sosial melalui praktik langsung.

3. Dampak Ekonomi dan Material

Dilapangkan Rezeki

Rasulullah SAW menjanjikan: "Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari)

Imam Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fath Al-Bari: "Lapang rezeki mencakup makna materi dan non-materi. Panjang umur bisa bermakna hakiki atau bermakna keberkahan usia."

Jaringan Sosial yang Produktif

Silaturahmi membangun "social capital" yang berharga. Dalam ekonomi modern, jaringan sosial sering menjadi pintu peluang kerja, bisnis, dan kerja sama.

Pencegahan Kemiskinan

Dengan saling menolong dalam silaturahmi, beban ekonomi dapat ditanggung bersama. Yang mampu membantu yang lemah, sesuai sabda Nabi: "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." (HR. Bukhari).

4. Dampak Edukatif dan Peradaban

Pewarisan Nilai dan Tradisi

Silaturahmi menjadi sarana transfer nilai antargenerasi. Kakek-nenek menceritakan sejarah keluarga kepada cucu-cucu, melestarikan identitas dan tradisi positif.

Kontrol Sosial yang Positif

Dalam silaturahmi, terjadi "mutual monitoring" yang konstruktif. Keluarga dapat saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Integrasi Sosial

Silaturahmi menjembatani perbedaan status sosial, ekonomi, dan pendidikan. Sebagaimana hadis: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi melihat kepada hati dan amalmu." (HR. Muslim)

People Also Ask:

Apa keutamaan silaturahmi dalam Islam?

Salah satu hikmah silaturahmi dan dalilnya yang banyak disebut dalam hadis adalah bahwa silaturahmi dapat menambah umur dan melapangkan rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

Apa makna dan pentingnya silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari?

Silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menekankan hubungan baik antar sesama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, silaturahmi bukan sekadar berkunjung atau saling menyapa, melainkan bentuk ibadah sosial yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Apa arti silaturahmi dalam Islam?

Dalam Islam, silaturahmi artinya menjalin atau menyambung tali persaudaraan dan hubungan baik dengan keluarga, kerabat, serta sesama muslim, yang merupakan bentuk ibadah penting untuk mendapatkan pahala, keberkahan, mempererat kasih sayang, serta memperpanjang umur dan rezeki, berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an dan hadis. Ini bukan sekadar kunjungan fisik, tetapi juga meliputi komunikasi, saling membantu, dan menjaga hubungan harmonis.

Mengapa menjaga silaturahmi sangat dianjurkan dalam kehidupan bermasyarakat?

Dengan mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, rekan kerja, dan komunitas sekitar, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kasih sayang. Di samping itu, menjaga silaturahmi juga merupakan wujud kepedulian terhadap sesama.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |