Air Madzi Adalah: Lengkap Cara Penyuciannya yang Benar

3 weeks ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Air madzi adalah salah satu cairan yang keluar dari kemaluan manusia yang memiliki hukum dan cara penanganan khusus dalam Islam. Cairan ini berbeda dengan air mani dan wadi dalam hal karakteristik, penyebab keluarnya, maupun status hukumnya.

Dalam fikih Islam, air madzi dikategorikan sebagai najis ringan yang tidak mengharuskan mandi junub, namun tetap membutuhkan tindakan pembersihan yang tepat. Cairan bening dan lengket ini keluar akibat rangsangan atau membayangkan hal-hal yang berkaitan dengan syahwat, tanpa disertai pancaran yang kuat seperti pada air mani.

Mengutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan kitab-kitab fiqih mu'tabarah lainnya, air madzi memiliki karakteristik dan hukum yang berbeda dari cairan lain yang keluar dari kemaluan manusia.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (05/08/2025).

Air Madzi

Air madzi adalah cairan bening bergetah yang keluar dari kemaluan laki-laki maupun perempuan akibat rangsangan syahwat atau ketika membayangkan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan intim. Cairan ini memiliki tekstur yang lengket dan berwarna bening seperti putih telur.

Karakteristik air madzi berbeda dengan air mani dalam beberapa hal penting.

  • Air madzi keluar tanpa pancaran yang kuat,
  • tidak disertai rasa nikmat yang memuaskan, dan
  • tidak menyebabkan rasa lemas setelahnya.

Keluarnya madzi juga tidak selalu disadari oleh seseorang, berbeda dengan air mani yang biasanya keluar dengan disadari dan disertai sensasi tertentu.

Para ulama sepakat bahwa madzi dapat keluar dari kemaluan laki-laki dan perempuan, meskipun pada perempuan lebih sering terjadi. Hal ini merupakan respons alami tubuh terhadap rangsangan atau bayangan yang berkaitan dengan aktivitas seksual, tanpa mencapai puncak seperti pada ejakulasi.

Melansir dari kitab Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, madzi dikategorikan sebagai cairan yang berbeda secara tegas dari air mani, baik dari segi karakteristik fisik maupun hukum syar'inya.

Status Hukum Air Madzi dalam Islam

Air madzi dihukumi sebagai najis ringan (najis mukhaffafah) menurut kesepakatan para ulama. Status najis ini mengharuskan pembersihan ketika madzi mengenai tubuh atau pakaian, meskipun cara pembersihannya tidak serumit najis berat.

  1. Najis Ringan: Air madzi termasuk dalam kategori najis yang paling ringan tingkatannya
  2. Membatalkan Wudhu: Keluarnya madzi membatalkan wudhu dan mengharuskan bersuci kembali
  3. Tidak Mewajibkan Mandi: Berbeda dengan air mani, madzi tidak mengharuskan mandi junub
  4. Mudah Dibersihkan: Cara pembersihannya relatif mudah dengan memercikkan air
  5. Sulit Dihindari: Para ulama menyebutkan bahwa madzi adalah najis yang sulit dihindari keluarnya

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud: "Hendaklah ia membasuh kemaluan dan kedua buah pelirnya, lalu berwudhu sebagaimana wudhu hendak salat."

Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, madzi merupakan bentuk najis yang sulit dihindari karena terkadang seseorang tidak merasakan apa pun saat keluarnya madzi, namun tetap harus dibersihkan sesuai ketentuan syariat.

Perbedaan Air Madzi, Mani, dan Wadi

Ketiga jenis cairan ini memiliki perbedaan mendasar yang penting dipahami untuk menentukan cara penanganan yang tepat.

Air Mani (Sperma):

  1. Berwarna putih kental pada laki-laki, kuning dan lebih cair pada perempuan
  2. Keluar dengan pancaran yang kuat disertai rasa nikmat
  3. Menyebabkan rasa lemas setelahnya
  4. Hukumnya suci menurut pendapat yang kuat
  5. Mewajibkan mandi junub

Air Madzi:

  1. Berwarna bening dan bertekstur lengket
  2. Keluar tanpa pancaran, akibat rangsangan atau khayalan
  3. Tidak disertai rasa nikmat yang memuaskan
  4. Hukumnya najis ringan
  5. Tidak mewajibkan mandi junub, cukup berwudhu

Air Wadi:

  1. Berwarna putih agak kental dan keruh
  2. Keluar setelah atau bersamaan dengan buang air kecil
  3. Tidak ada hubungan dengan rangsangan seksual
  4. Hukumnya najis
  5. Tidak mewajibkan mandi junub

Cara Menyucikan Air Madzi

Pembersihan dari air madzi memiliki ketentuan khusus yang lebih ringan dibanding najis lainnya.

Jika Mengenai Tubuh:

  • Basuh bagian yang terkena madzi dengan air bersih
  • Khusus untuk laki-laki, basuh kemaluan dan kedua buah pelir
  • Lakukan wudhu untuk melaksanakan salat
  • Tidak perlu mandi junub

Jika Mengenai Pakaian:

  • Percikkan air pada bagian pakaian yang terkena madzi
  • Cukup dengan air sepenuh telapak tangan
  • Tidak perlu mencuci hingga bersih seperti najis berat
  • Pakaian sudah suci dan boleh digunakan untuk salat

Berdasarkan Hadis Rasulullah:

Rasulullah SAW mengajarkan cara khusus untuk membersihkan madzi yang mengenai pakaian: "Cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut." (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Melansir dari buku Tuntunan Ibadah Praktis karya H. Thonthowi, cara pembersihan madzi yang mengenai pakaian cukup dengan memercikkan air hingga bagian yang terkena madzi basah, tidak perlu diperas atau dikucek.

Sumber

  • Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, Jakarta: Cakrawala Publishing, 2008
  • Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah
  • H. Thonthowi, Tuntunan Ibadah Praktis: Thaharah, Shalat, Puasa, dan Perawatan Jenazah
  • Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Shalatul Mu'min
  • Muhammadiyah.or.id 
  • mpu.bandaacehkota.go.id 

FAQ

Apa yang dimaksud dengan air madzi?

Air madzi adalah cairan bening dan lengket yang keluar dari kemaluan akibat rangsangan syahwat atau membayangkan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan intim. Cairan ini berbeda dengan air mani dalam hal karakteristik dan hukumnya.

Apakah keluarnya air madzi membatalkan puasa?

Keluarnya air madzi tidak membatalkan puasa, baik yang keluar secara tidak sengaja maupun akibat rangsangan ringan. Para ulama sepakat bahwa madzi tidak termasuk hal yang membatalkan puasa, berbeda dengan air mani yang keluar akibat perbuatan sengaja.

Bagaimana cara membersihkan pakaian yang terkena air madzi?

Pakaian yang terkena air madzi cukup dibersihkan dengan memercikkan air pada bagian yang terkena najis tersebut. Tidak perlu mencuci secara menyeluruh atau menggunakan sabun, cukup dengan air bersih hingga bagian tersebut basah.

Apakah air madzi mewajibkan mandi junub?

Air madzi tidak mewajibkan mandi junub. Cukup dengan membersihkan bagian yang terkena, membasuh kemaluan, dan berwudhu untuk dapat melaksanakan ibadah seperti salat. Ini berbeda dengan air mani yang mewajibkan mandi junub.

Bisakah wanita mengeluarkan air madzi?

Ya, wanita juga bisa mengeluarkan air madzi, bahkan para ulama menyebutkan bahwa wanita lebih sering mengeluarkan cairan ini dibanding laki-laki. Hukum dan cara pembersihannya sama antara laki-laki dan perempuan.

Apa perbedaan utama air madzi dengan air mani?

Perbedaan utama terletak pada karakteristik fisik, cara keluarnya, dan hukumnya. Air madzi bening dan lengket, keluar tanpa pancaran dan tidak menyebabkan lemas, serta berhukum najis. Sedangkan air mani lebih kental, keluar dengan pancaran disertai nikmat, dan menurut pendapat yang kuat adalah suci.

Apakah seseorang berdosa jika mengeluarkan air madzi?

Keluarnya air madzi secara alami tidak menyebabkan dosa, karena ini adalah respons tubuh yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya. Namun jika disengaja dengan melakukan hal-hal yang merangsang, maka perlu dihindari, terutama bagi yang belum menikah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |