Azazil dalam Al-Qur'an: Kisah Transformasi Makhluk Mulia Menjadi Iblis

3 weeks ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Azazil dalam Al-Qur'an merupakan nama asli iblis sebelum dikutuk oleh Allah SWT akibat keangkuhan dan keengganannya bersujud kepada Nabi Adam AS. Kisah Azazil dalam Al-Qur'an memberikan pelajaran mendalam tentang bahaya kesombongan dan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT.

Makhluk yang dulunya begitu mulia dan menjadi pemimpin para malaikat ini akhirnya terjerumus dalam kesesatan karena merasa lebih baik dari Adam yang diciptakan dari tanah.

Menurut buku Eksistensi Dunia Roh karya Sudiyono, nama Azazil berasal dari bahasa Arab Kuno yang terdiri dari dua bagian, "Aziz" yang berarti terhormat, kuat, dan berharga, serta "Eil" yang merujuk pada penamaan Allah SWT di zaman Arab Kuno. 

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (05/08/2025).

Azazil dalam Al-Qur'an

Azazil merupakan nama asli iblis sebelum mendapat laknat dari Allah SWT. Nama ini memiliki makna yang sangat berbeda dengan sosok iblis yang kini dikenal. Dalam konteks Al-Qur'an, Azazil digambarkan sebagai makhluk yang awalnya sangat mulia dan taat kepada Allah SWT.

Melansir dari Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, dijelaskan asal nama Azazil dalam bahasa Arab kuno berasal dari kata al-aziz dan iel. Al-aziz berarti hamba yang terhormat dan sangat kuat, sedangkan iel merupakan penamaan Allah pada zaman Arab kuno. Jadi, Azazil bisa diartikan sebagai hamba Allah yang terhormat atau mulia.

Namun ada juga pendapat yang mengatakan nama Azazil memiliki arti makhluk yang sombong dan membangkang, yang mungkin merujuk pada sifat yang kemudian muncul setelah ia menolak perintah Allah SWT. Pengertian ini menunjukkan dualitas makna yang terkandung dalam nama tersebut.

Dalam Al-Qur'an, Azazil tidak disebutkan secara eksplisit dengan nama tersebut, namun kisahnya terekam dalam berbagai ayat yang menceritakan tentang iblis. Transformasi dari Azazil menjadi iblis merupakan salah satu pelajaran terpenting tentang bahaya kesombongan dalam Islam.

Kedudukan Mulia Azazil Sebelum Dikutuk

Sebelum menjadi iblis yang terkutuk, Azazil memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Ia bahkan pernah menjadi pemimpin para malaikat dan mendapat berbagai gelar kehormatan di langit.

  1. Sayyidul Malaikat (Pemimpin Malaikat) - Azazil pernah memimpin para malaikat selama puluhan ribu tahun dengan penuh dedikasi.
  2. Khazinul Jannah (Bendahara Surga) - Ia bertugas menjaga surga selama 40.000 tahun tanpa pernah lalai dalam tugasnya.
  3. Makhluk Berwajah Rupawan - Dahulu, Azazil memiliki wajah yang rupawan dan mempunyai empat sayap yang indah.
  4. Berilmu Tinggi - Sayyidina Abdullah bin Abbas mengatakan Azazil paling kuat dalam hal ijtihadnya dan paling banyak ilmunya di antara semua makhluk.
  5. Penghuni Langit Ketujuh - Menurut Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Vol 10 No 1, Januari 2022 karya Cato, Azazil berada di tingkat langit ketujuh.

Dikutip dari buku Sejarah Agama Manusia tulisan Muhammad Zazuli, Azazil menjalani berbagai tugas mulia:

  1. menjadi penjaga surga selama 40.000 tahun,
  2. bergabung dengan barisan para malaikat selama 80.000 tahun,
  3. menjadi penasihat malaikat selama 20.000 tahun,
  4. memimpin malaikat karobiyyun selama 30.000 tahun, dan
  5. melakukan thawaf mengelilingi Arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 tahun.

Selama lebih dari 185.000 tahun, Azazil beribadah dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT. Namun, semua kemuliaan itu berubah ketika ia menolak bersujud kepada Nabi Adam AS karena kesombongan yang tumbuh dalam hatinya.

Sebab-Sebab Dilaknatnya Azazil

Transformasi Azazil menjadi iblis terjadi karena penolakannya untuk bersujud kepada Nabi Adam AS ketika Allah SWT memerintahkan seluruh makhluk untuk menghormati manusia pertama tersebut. Kesombongan menjadi akar permasalahan yang membuat Azazil jatuh dari kemuliaan.

  1. Perintah Allah untuk Bersujud - Allah SWT memerintahkan semua makhluk, termasuk malaikat dan jin untuk bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan.
  2. Penolakan Azazil - Ia menolak dengan alasan merasa lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah.
  3. Argumen Kesombongan - Dalam QS Shad ayat 76, Azazil berkata: "Aku lebih baik daripadanya. Karena, Engkau telah ciptakan aku dari api, sedangkan ia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah."
  4. Laknat Allah SWT - Sebagai balasan atas keangkuhannya, Allah berfirman dalam QS Shad ayat 77: "Keluarlah darinya (surga) karena sesungguhnya kamu terkutuk."
  5. Permintaan Penangguhan - Azazil meminta kepada Allah agar ditangguhkan hidupnya sampai hari kiamat untuk menyesatkan manusia.

Mengutip dari buku Penampakan Setan Sepanjang Sejarah yang ditulis oleh Manshur Abdul Hakim, ketika Allah SWT meniupkan ruh kepada Nabi Adam AS, semua makhluk diperintahkan bersujud. Semuanya patuh kecuali Azazil yang bahkan menghasut anak buahnya untuk membangkang.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Azazil tidak memiliki kesadaran bahwa Allah-lah yang memberi kemampuan kepada seorang hamba untuk beribadah kepada-Nya. Ketidaksadaran ini memunculkan rasa sombong yang fatal bagi kedudukannya.

Sifat-Sifat Iblis Setelah Dikutuk

Setelah menjadi iblis, Azazil memiliki berbagai sifat buruk yang bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Qur'an menguraikan sifat-sifat ini sebagai peringatan bagi umat manusia.

  1. Menyesatkan - Dijelaskan dalam QS An-Nisa: 60 bahwa syaitan bermaksud menyesatkan manusia dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.
  2. Menebar Permusuhan - QS Al-Maidah: 91 menyebutkan syaitan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia.
  3. Mengajak pada Perbuatan Keji - QS An-Nur: 21 menjelaskan syaitan menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.
  4. Membisikkan Pikiran Jahat - QS Al-A'raf: 20 menggambarkan syaitan membisikkan pikiran jahat untuk menampakkan aurat.
  5. Suka Pencitraan Diri - QS Al-An'am: 43 menyebutkan syaitan menampakkan kebagusan dari perbuatan buruk yang dilakukan manusia.
  6. Mengajak ke Neraka - QS Luqman: 21 menjelaskan syaitan menyeru manusia ke dalam siksa api neraka.
  7. Mengajak Kufur - QS Al-Hasyr: 16 menguraikan cara syaitan mengajak manusia untuk kafir kemudian melepaskan diri dari tanggung jawab.

Dikutip dari laman Pascasarjana Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an, ketujuh sifat ini menjadi karakteristik utama iblis dalam menyesatkan manusia. Setiap sifat memiliki metode dan target khusus dalam menggoda umat manusia.

Hikmah dan Pelajaran dari Kisah Azazil

Kisah transformasi Azazil dalam Al-Qur'an memberikan berbagai hikmah penting bagi umat Islam. Pelajaran ini menjadi peringatan tentang bahaya kesombongan dan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT.

1. Bahaya kesombongan

Pertama, bahaya kesombongan yang dapat menghancurkan semua amal baik seseorang. Meskipun Azazil telah beribadah selama lebih dari 185.000 tahun, kesombongan membuatnya kehilangan semua kemuliaan tersebut.

2. Pentingnya ketaatan mutlak

Kedua, pentingnya ketaatan mutlak kepada Allah SWT tanpa mempertanyakan hikmah di balik perintah-Nya.

3. Tidak ada makhluk yang lebih mulia berdasarkan bahan penciptaannya

Ketiga, tidak ada makhluk yang lebih mulia berdasarkan bahan penciptaannya. Kemuliaan sejati terletak pada ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT.

4. Bahaya mengandalkan amal perbuatan semata

Keempat, bahaya mengandalkan amal perbuatan semata tanpa disertai dengan kerendahan hati dan kesadaran bahwa semua kemampuan berasal dari Allah SWT.

5. Pentingnya menjaga hati

Kelima, pentingnya menjaga hati dari penyakit-penyakit batin seperti takabur, hasad, dan ujub. Penyakit-penyakit ini dapat merusak iman seseorang tanpa disadari.

6. Perlunya introspeksi diri

Keenam, perlunya introspeksi diri secara berkelanjutan untuk menghindari sifat-sifat yang dapat menjerumuskan ke dalam kesesatan.

Mengutip dari buku Setan, Skak Mat! Strategi Menghadapi Setan oleh Suhendi Abiraja, kisah Azazil mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat menjamin keselamatan iman seseorang kecuali istiqamah dan tawadhu kepada Allah SWT hingga akhir hayat.

Peran Azazil dalam Sejarah Umat Manusia

Setelah dikutuk menjadi iblis, Azazil memainkan peran penting dalam sejarah umat manusia sebagai ujian dan cobaan dari Allah SWT. Keberadaannya menjadi bagian dari sunnatullah dalam menguji keimanan manusia.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Jin ayat 9 dijelaskan bahwa dulunya jin bisa mendengarkan berita dari langit, namun kini mereka dilarang dan akan dibakar dengan panah api jika mencoba menguping. Hal ini menunjukkan perubahan status Azazil dan pengikutnya setelah dikutuk.

Kisah Azazil dengan Adam dan Hawa di surga menjadi awal mula ujian bagi umat manusia. Ia berhasil menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang, yang mengakibatkan mereka turun ke bumi. Peristiwa ini menandai dimulainya peran iblis sebagai penggoda abadi manusia.

Dalam sejarah selanjutnya, iblis terus berusaha menyesatkan keturunan Adam melalui berbagai cara. Dari kisah Qabil dan Habil hingga umat-umat setelahnya, iblis selalu hadir sebagai pihak yang menghasut manusia untuk berbuat maksiat dan menentang ajaran para nabi.

Melansir dari Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, iblis memiliki strategi yang sistematis dalam menyesatkan manusia, mulai dari menggoda dalam hal ekonomi, politik, hingga spiritual. Setiap aspek kehidupan manusia menjadi sasaran godaan iblis.

Namun, peran iblis ini juga memiliki hikmah tersendiri sebagai ujian bagi manusia untuk membuktikan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT. Melalui cobaan dari iblis, manusia dapat meningkatkan derajat spiritualnya jika mampu melawan godaan tersebut.

Daftar Sumber

  • Sudiyono. Eksistensi Dunia Roh.
  • Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. "Kisah Nabi Adam AS dan Azazil". mahad.uin-suska.ac.id
  • Muhammad Zazuli. Sejarah Agama Manusia.
  • Cato. "Konsep Iblis dalam Al Qur'an (Studi Analisis Pendidikan Karakter Iblis Perspektif Tafsir Tarbawi)". Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Vol 10 No 1, Januari 2022.
  • Manshur Abdul Hakim. Penampakan Setan Sepanjang Sejarah.
  • Tafsir Ibnu Katsir.
  • Suhendi Abiraja. Setan, Skak Mat! Strategi Menghadapi Setan.
  • Pascasarjana Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an.
  • Rachmat Ramadhana al-Banjary. Strategi Melumpuhkan Iblis.
  • Arjuno Resowiredjo. Manusia (Purba) Sebelum Adam.

FAQ

1. Siapakah Azazil dalam Islam?

Azazil adalah nama asli iblis sebelum dikutuk oleh Allah SWT. Ia dulunya merupakan makhluk yang sangat mulia, bahkan pernah menjadi pemimpin para malaikat dan bendahara surga. Namanya berasal dari bahasa Arab kuno yang berarti "hamba Allah yang terhormat" atau "makhluk yang dihormati dan kuat di hadapan Allah SWT."

2. Mengapa Azazil berubah menjadi iblis?

Azazil berubah menjadi iblis karena keangkuhan dan keengganannya untuk bersujud kepada Nabi Adam AS ketika Allah SWT memerintahkan semua makhluk untuk menghormati manusia pertama tersebut. Ia merasa lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah, sehingga menolak perintah Allah dan akhirnya dikutuk.

3. Berapa lama Azazil beribadah sebelum dikutuk?

Menurut berbagai sumber, Azazil beribadah kepada Allah SWT selama lebih dari 185.000 tahun. Selama periode tersebut, ia menjalankan berbagai tugas mulia seperti menjadi penjaga surga selama 40.000 tahun, bergabung dengan para malaikat selama 80.000 tahun, dan berbagai tugas lainnya dengan penuh dedikasi.

4. Apa saja gelar yang pernah disandang Azazil?

Azazil pernah menyandang berbagai gelar mulia seperti Sayyidul Malaikat (pemimpin para malaikat), Khazinul Jannah (bendahara surga), Al-Abid (ahli ibadah), Az-Zahid, Al-Arif, Al-Wali, At-Taqid, Al-Khazin, dan akhirnya Azazil di langit ketujuh sebelum menjadi iblis di Lauhil Mahfudz.

5. Bagaimana penampilan Azazil sebelum dikutuk?

Sebelum dikutuk, Azazil memiliki penampilan yang sangat rupawan dengan wajah bersinar cemerlang dan memiliki empat sayap yang indah. Ia dikenal karena kecantikan dan cahayanya yang lebih cemerlang dari bintang-bintang, berbeda dengan gambaran iblis yang buruk rupa setelah dikutuk.

6. Apa hikmah dari kisah Azazil dalam Al-Qur'an?

Kisah Azazil memberikan berbagai hikmah penting, terutama tentang bahaya kesombongan yang dapat menghancurkan semua amal baik seseorang. Kisah ini juga mengajarkan pentingnya ketaatan mutlak kepada Allah SWT, menjaga hati dari penyakit-penyakit batin, dan bahwa kemuliaan sejati terletak pada ketakwaan, bukan pada asal-usul penciptaan.

7. Apakah nama Azazil disebutkan langsung dalam Al-Qur'an?

Nama Azazil tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an. Yang disebutkan adalah kata "iblis" yang merupakan nama setelah ia dikutuk. Namun, kisah tentang penolakan untuk bersujud kepada Adam dan transformasinya menjadi iblis terekam dengan jelas dalam berbagai ayat Al-Qur'an, seperti dalam surat Al-Baqarah, Al-A'raf, dan Shad.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |