Liputan6.com, Jakarta Shalat hajat adalah sala satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar di hadapan Allah SWT. Ibadah ini dilakukan ketika seorang Muslim memiliki keinginan atau kebutuhan mendesak yang ingin dipanjatkan kepada Allah.
Menurut buku Panduan Shalat Sunah Lengkap oleh KH. Muhammad Sholikhin (2013), shalat hajat bertujuan supaya apa yang menjadi hajat seseorang, yaitu hajat yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat dengan tujuan mendapatkan ridha Allah SWT.
Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain juga menegaskan bahwa orang yang sedang mengalami kesempitan atau berhajat untuk membuat maslahat agama dan dunianya hendaklah melakukan shalat hajat. Ibadah ini menjadi jembatan spiritual untuk mencari solusi dan keberkahan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (5/8/2025).
Dasar Hukum dan Keutamaan Shalat Hajat
Pelaksanaan shalat hajat memiliki dasar hukum yang kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW. Hadis ini menganjurkan umatnya untuk memohon kepada Allah melalui shalat, menunjukkan pentingnya ibadah ini dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat (Sholat Hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah akan berikan apa yang dia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad).
Keutamaan shalat hajat sangat besar, karena ia merupakan sarana bagi seorang hamba untuk menyampaikan segala kebutuhan dan harapannya kepada Allah SWT. Melalui shalat ini, seorang Muslim dapat merasakan kedekatan spiritual yang mendalam dengan Sang Pencipta.
Menurut Ghaida Halah Ikram dalam bukunya Salat Hajat, ibadah sunnah ini adalah shalat yang dikerjakan karena adanya suatu hajat atau keperluan yang sangat penting, agar apa yang dibutuhkan dikabulkan Allah SWT.
Hukum shalat hajat adalah sunah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah ini di mata syariat Islam. Pelaksanaannya menjadi bukti keimanan dan tawakal seorang hamba.
Waktu Pelaksanaan Shalat Hajat
Shalat hajat dapat dilaksanakan kapan saja, namun ada waktu-waktu tertentu yang dianggap paling mustajab untuk melaksanakannya. Waktu terbaik untuk mengerjakan shalat hajat adalah pada malam hari. Terutama di sepertiga bagian terakhir malam, saat Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
Meskipun demikian, shalat hajat tidak dibatasi oleh waktu dan dapat dilakukan sesering mungkin. Umat Islam bisa melaksanakan shalat hajat kapan pun mereka merasa membutuhkan pertolongan atau memiliki hajat yang mendesak. Fleksibilitas ini memudahkan umat Muslim untuk selalu terhubung dengan Allah.
Jumlah rakaat shalat hajat bisa bervariasi, mulai dari 2 hingga 12 rakaat. Setiap 2 rakaat harus disertai dengan salam, mengikuti tata cara shalat sunah pada umumnya. Ini memberikan pilihan bagi umat Muslim sesuai dengan kemampuan dan keinginan mereka.
Tata Cara Shalat Hajat: Niat
Niat merupakan rukun pertama dalam shalat yang membedakan satu ibadah dengan ibadah lainnya. Niat shalat hajat diucapkan dalam hati dengan tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Keikhlasan niat menjadi pondasi utama diterimanya ibadah.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku niat Sholat Sunnah Hajat dua rakaat karena Allah ta’ala."
Tata Cara Shalat Hajat: Gerakan dan Bacaan
Tata cara pelaksanaan shalat hajat tidak jauh berbeda dengan shalat sunah pada umumnya. Setelah niat, dilanjutkan dengan gerakan dan bacaan shalat yang sesuai syariat Islam. Berikut adalah urutan gerakan dan bacaan dalam shalat hajat:
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan, sebagai tanda dimulainya shalat.
- Membaca Doa Iftitah: Doa pembuka shalat yang berisi pujian kepada Allah.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Merupakan rukun shalat yang wajib dibaca pada setiap rakaat.
- Membaca satu surat dari Al-Qur'an: Dianjurkan membaca surat-surat pendek seperti Ayat Kursi dan Surat Al-Ikhlas pada setiap rakaat shalat hajat.
- Ruku’ dengan tu’maninah: Membungkuk dengan tenang dan tuma'ninah.
- I’tidal dengan tumaninah: Berdiri tegak setelah ruku’ dengan tenang.
- Sujud: Menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki ke lantai.
- Duduk di antara dua sujud: Duduk sebentar di antara dua sujud dengan tuma'ninah.
- Sujud kedua: Melakukan sujud kembali.
- Berdiri untuk melakukan rakaat kedua: Mengulangi gerakan dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
- Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sebagai penutup shalat.
Seluruh rangkaian gerakan ini harus dilakukan dengan tuma'ninah, yaitu tenang dan tidak terburu-buru.
Doa Setelah Shalat Hajat (Bagian 1)
Setelah selesai melaksanakan shalat hajat, dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa-doa tertentu. Salah satu doa yang dibaca adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Doa ini merupakan bentuk pujian dan pengakuan akan kebesaran Allah SWT. Berikut adalah lafal doa pertama setelah shalat hajat:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Lâ ilaha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilaha illallâhul-‘aliyyul-adhîmu subḫânallâhi rabbil-‘arsyil-‘adhîmi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîna.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."
Doa ini mengandung makna tauhid dan pengagungan kepada Allah, sebagai awal dari permohonan hajat.
Doa Setelah Shalat Hajat (Bagian 2)
Selain doa di atas, dianjurkan pula membaca doa yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Doa ini berisi permohonan ampunan, kemudahan, dan terkabulnya hajat yang baik. Membaca doa ini dengan penuh keyakinan akan memperkuat harapan kepada Allah.
Berikut adalah lafal doa kedua setelah shalat hajat:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Wahai Tuhan yang Maha Pengasih."
Setelah memanjatkan doa-doa tersebut, tahapan terakhir adalah memanjatkan doa dengan khusyuk memohon kepada Allah SWT agar urusan atau hajat khususnya itu bisa dikabulkan.
Pentingnya Kekhusyukan dan Keikhlasan dalam Shalat Hajat
Kekhusyukan dan keikhlasan adalah kunci utama dalam setiap ibadah, termasuk shalat hajat. Melaksanakan shalat dengan hati yang khusyuk, fokus pada Allah, dan ikhlas mengharapkan ridha-Nya akan meningkatkan kualitas ibadah dan peluang terkabulnya doa. Kesungguhan dalam beribadah sangat ditekankan.
Bagi orang yang beriman, segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan mereka tidak hanya ditempuh dengan usaha sendiri. Namun juga diimbangi dengan kepercayaan atas pertolongan Allah SWT, salah satunya dengan mengamalkan shalat hajat. Ini menunjukkan konsep tawakal yang mendalam.
Keikhlasan dalam memohon kepada Allah tanpa keraguan akan memperkuat ikatan spiritual seorang hamba. Dengan demikian, shalat hajat bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk penyerahan diri yang total kepada kehendak Ilahi.
Daftar Sumber
- Kementerian Agama RI. "Cara Shalat Hajat Lengkap dengan Niat dan Doanya". 11 Desember 2023.
- Sholikhin, KH. Muhammad. Panduan Shalat Sunah Lengkap. Elex Media Komputindo, 2013.
- Jurnal. "IMPLEMENTASI DAN KEUTAMAAN IBADAHSHALAT HAJAT". Drs. Edy Yusuf Nur Samsu Santosa, MM., M.Si. 2022. UIN SUNANKALIJAGA YOGYAKARTA
FAQ
1. Apa itu shalat hajat?
Shalat hajat adalah shalat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah agar keinginan atau kebutuhan tertentu dikabulkan.
2. Berapa rakaat shalat hajat?
Shalat hajat dapat dilakukan sebanyak 2 hingga 12 rakaat, dengan salam setiap dua rakaat.
3. Kapan waktu terbaik shalat hajat?
Waktu terbaik untuk shalat hajat adalah pada sepertiga malam terakhir.
4. Apakah niat shalat hajat harus dilafalkan?
Niat shalat hajat cukup diucapkan dalam hati dengan tulus.
5. Surat apa yang dianjurkan dibaca setelah Al-Fatihah dalam shalat hajat?
Dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas dan Ayat Kursi.
6. Apakah shalat hajat bisa dilakukan setiap hari?
Ya, shalat hajat bisa dilakukan sesering mungkin karena keinginan dan hajat akan selalu ada.
7. Apa keutamaan shalat hajat?
Keutamaan shalat hajat adalah sebagai sarana memohon pertolongan dan terkabulnya hajat dari Allah SWT.