Liputan6.com, Jakarta - Sholat Tahiyatul Masjid Jumat merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ketika seorang Muslim memasuki masjid pada hari Jumat. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap rumah Allah sebelum melaksanakan aktivitas ibadah lainnya.
Pelaksanaan niat sholat Tahiyatul Masjid Jumat memiliki dalil yang kuat dalam hadits Rasulullah SAW. Sholat ini dikerjakan dua rakaat dan dapat dilakukan bahkan ketika khatib sedang menyampaikan khutbah Jumat.
Mengutip dari buku Muro'atul Ibadah Fi At-Thoharah Wa Sholat oleh Ibnu Asrori Najib dan Siti Sulaikho (2021), tahiyatul masjid berarti penghormatan masjid, di mana sholat tahiyatul masjid adalah sholat yang dikerjakan untuk menghormati masjid sebagai tempat suci umat Islam.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (05/08/2025).
Niat Sholat Tahiyatul Masjid Jumat
Niat sholat Tahiyatul Masjid Jumat harus dilafalkan dalam hati sebelum memulai ibadah sunnah ini. Bacaan niat yang benar akan memastikan keabsahan pelaksanaan sholat sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid.
Berikut adalah niat sholat Tahiyatul Masjid Jumat beserta tata cara pelaksanaannya:
Bacaan Niat dalam Bahasa Arab
اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin
Usholli sunnatat tahiyyatal masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa
"Saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala"
Takbiratul Ihram
Setelah membaca niat, lanjutkan dengan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan
Pelaksanaan Sholat Dua Rakaat
Lakukan sholat seperti sholat sunnah pada umumnya dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek
Penutup dengan Salam
Akhiri sholat dengan membaca tasyahud akhir dan salam ke kanan serta ke kiri
Melansir dari berbagai sumber, orang yang masuk ke masjid di kala khatib sedang berkhotbah, hendaklah mengerjakan sholat Tahiyatul Masjid berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan pentingnya mengerjakan sholat dua rakaat sebelum duduk.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tahiyatul Masjid Jumat
Sholat Tahiyatul Masjid Jumat dapat dilaksanakan kapan saja ketika memasuki masjid, bahkan saat khutbah sedang berlangsung. Waktu pelaksanaan ini memiliki fleksibilitas yang memudahkan jamaah untuk menjalankan ibadah sunnah tersebut.
Pelaksanaan sholat ini didasarkan pada beberapa ketentuan waktu yang perlu dipahami oleh setiap Muslim:
Saat Memasuki Masjid Sebelum Khutbah
Jamaah yang datang lebih awal dapat langsung melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid sebelum khutbah dimulai
Ketika Khutbah Sedang Berlangsung
Berdasarkan hadits dari Jabir RA, sholat ini tetap boleh dikerjakan meski khatib sedang berkhutbah
Sebelum Sholat Jumat Dimulai
Waktu antara berakhirnya khutbah hingga dimulainya sholat Jumat juga menjadi waktu yang tepat
Tidak Boleh Ditunda Hingga Duduk
Sholat harus segera dilaksanakan sebelum jamaah duduk di dalam masjid
Pengecualian Waktu Terlarang
Hindari pelaksanaan saat waktu-waktu yang dilarang untuk sholat menurut syariat Islam
Mengutip dari kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani yang diterjemahkan Fahmi Aziz dan Rohidin Wahid, hadits dari Jabir RA menegaskan bahwa Nabi SAW menyuruh seseorang yang baru masuk masjid untuk berdiri dan sholat dua rakaat meski sedang berkhutbah.
Hukum dan Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid Jumat
Hukum sholat Tahiyatul Masjid Jumat adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Ibadah ini membawa berbagai keutamaan dan hikmah bagi pelakunya, terutama dalam konteks penghormatan terhadap rumah Allah.
Para ulama sepakat mengenai kesunnahan ibadah ini dengan berbagai alasan:
Hukum Sunnah Muakkad
Jumhur ulama menetapkan hukum mandub atau sunnah berdasarkan hadits shahih dari Abu Qatadah RA
Keutamaan Menghormati Masjid
Sholat ini merupakan bentuk ta'zhim (penghormatan) terhadap kesucian masjid sebagai rumah Allah
- Mendapat Pahala Sunnah: Pelaksanaan ibadah ini memberikan pahala sebagai amal sholeh yang dilakukan dengan ikhlas
- Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah: Sebagai bentuk taqarrub atau upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Persiapan Spiritual: Membantu menenangkan jiwa dan mempersiapkan hati sebelum ibadah lainnya
Melansir dari buku Kaidah Usul Fikih: Integrasi Kaidah Usul Kebahasaan, Dalil, dan Roh Hukum Islam, yang dimaksud mandub adalah melakukan sesuatu yang akan mendapatkan pahala tanpa ada keharusan mutlak melakukannya.
Hikmah dan Manfaat Sholat Tahiyatul Masjid Jumat
Pelaksanaan sholat Tahiyatul Masjid Jumat membawa hikmah dan manfaat yang besar bagi kehidupan spiritual seorang Muslim. Hikmah ini mencakup aspek individual maupun sosial dalam kehidupan beragama.
Berbagai hikmah dan manfaat tersebut antara lain:
- Meningkatkan Kecintaan pada Masjid: Menumbuhkan rasa cinta dan hormat terhadap masjid sebagai pusat kegiatan ibadah umat Islam
- Mempersiapkan Mental Spiritual: Membantu menenangkan jiwa dan mempersiapkan hati sebelum melaksanakan ibadah wajib
- Melatih Kedisiplinan Ibadah: Melatih konsistensi dalam menjalankan amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW
- Menambah Pahala Kebaikan: Setiap gerakan dan bacaan dalam sholat ini bernilai pahala di sisi Allah SWT
- Mengembangkan Kesadaran Spiritual: Meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah di setiap tempat, khususnya di rumah-Nya
- Memperkuat Ikatan dengan Masjid: Membangun hubungan emosional dan spiritual yang kuat dengan masjid sebagai tempat ibadah
Mengutip dari buku Muro'atyl Ibadah Fi At-Thoaharah Wa Sholat, Imam Nawawi ra berkata bahwa hikmah dari sholat Tahiyatul Masjid adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui kegiatan taqarrub di rumah-Nya, bukan sekadar menghormati bangunan fisik masjid.
Daftar Sumber
- Najib, Ibnu Asrori dan Siti Sulaikho. 2021. Muro'atul Ibadah Fi At-Thoharah Wa Sholat.
- Dzikrussyahadah. 2014. Fasholatan Lengkap Tuntunan Sholat Lengkap.
- Salamudi, Ceceng. Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan.
- Harwanti, Dini. Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
- Rahman, Arif. Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah.
- Al-Asqalani, Al-Hafizh Ibnu Hajar. Bulughul Maram. Diterjemahkan oleh Fahmi Aziz dan Rohidin Wahid.
- Kaidah Usul Fikih: Integrasi Kaidah Usul Kebahasaan, Dalil, dan Roh Hukum Islam.
- Antara News.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah niat sholat Tahiyatul Masjid Jumat berbeda dengan hari biasa?
Niat sholat Tahiyatul Masjid Jumat sama dengan hari-hari biasa, yaitu "Usholli sunnatat tahiyyatal masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa" yang artinya saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala. Yang membedakan hanya konteks waktu pelaksanaannya saat hari Jumat.
2. Bolehkah melakukan sholat Tahiyatul Masjid saat khatib sedang berkhutbah?
Ya, boleh bahkan dianjurkan berdasarkan hadits dari Jabir RA yang menceritakan seorang laki-laki masuk masjid saat khutbah berlangsung dan Nabi SAW menyuruhnya untuk sholat dua rakaat terlebih dahulu. Namun harus dilakukan dengan tidak mengganggu jamaah lain.
3. Apakah sholat Tahiyatul Masjid wajib dilakukan setiap masuk masjid?
Hukum sholat Tahiyatul Masjid adalah sunnah muakkad, bukan wajib. Namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena merupakan bentuk penghormatan terhadap masjid dan mendapat pahala dari Allah SWT.
4. Berapa rakaat sholat Tahiyatul Masjid yang harus dikerjakan?
Sholat Tahiyatul Masjid selalu dikerjakan dua rakaat, tidak boleh lebih atau kurang. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang secara eksplisit menyebutkan "rak'ataini" yang berarti dua rakaat.
5. Apakah ada bacaan khusus dalam sholat Tahiyatul Masjid selain niatnya?
Tidak ada bacaan khusus selain niatnya. Pelaksanaan sholat Tahiyatul Masjid sama seperti sholat sunnah pada umumnya dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek di setiap rakaatnya, serta bacaan-bacaan sholat seperti biasa.
6. Bagaimana jika seseorang lupa melakukan sholat Tahiyatul Masjid dan sudah duduk?
Jika sudah duduk, maka sholat Tahiyatul Masjid tidak perlu lagi dilakukan karena tujuan utamanya adalah menghormati masjid sebelum duduk. Namun seseorang tetap bisa melakukan sholat sunnah lainnya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
7. Apakah sholat Tahiyatul Masjid bisa digabung dengan sholat sunnah lainnya?
Sholat Tahiyatul Masjid memiliki niat dan tujuan yang spesifik, yaitu menghormati masjid. Namun secara praktis, jika seseorang melakukan sholat sunnah rawatib atau sholat lainnya saat masuk masjid, hal tersebut dapat mencukupi kewajiban sunnah Tahiyatul Masjid menurut sebagian ulama.