Liputan6.com, Jakarta Mengetahui tata cara mandi wajib sebelum puasa penting bagi setiap Muslim agar ibadah dijalankan dalam keadaan suci. Hal ini terutama berlaku setelah mengalami hadas besar seperti hubungan suami istri atau mimpi basah.
Mandi wajib yang dilakukan sebelum waktu imsak bertujuan agar seseorang memasuki puasa dengan tubuh dan jiwa yang bersih. Tata cara mandi wajib sebelum puasa juga membantu memastikan bahwa rukun ibadah telah terpenuhi dengan baik.
Dengan memahami tata cara mandi wajib sebelum puasa secara lengkap, kita bisa lebih siap menyambut ibadah dengan hati yang tenang. Kebersihan diri menjadi bagian dari kesempurnaan dalam beribadah.
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 ; Nomor 7 ; Juli 2024, puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki tempat istimewa dalam ajaran Islam. Dilaksanakan selama bulan Ramadan, puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim dewasa yang sehat. Ibadah ini melibatkan menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas tertentu mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Secara spiritual, puasa bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ketakwaan,dan mengajarkan nilai-nilai kesabaran, disiplin, serta empati terhadap mereka yang kurang beruntung.
Niat merupakan rukun pertama sekaligus elemen paling esensial dalam pelaksanaan mandi wajib. Dalam Islam, setiap ibadah harus diawali dengan niat yang benar agar diterima oleh Allah SWT. Niat ini menjadi pembeda antara mandi wajib yang bersifat ibadah dengan mandi biasa yang hanya bertujuan untuk kebersihan jasmani. Niat mandi wajib dapat dilakukan dalam hati atau dilafalkan bersamaan saat air pertama kali menyentuh tubuh.
Untuk mandi wajib yang bertujuan mengangkat hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, mimpi basah, atau selesai haid/nifas, niat yang digunakan adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardu karena Allah Ta'ala."
Niat ini menegaskan bahwa mandi dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah agama dan bukan sekadar rutinitas kebersihan.
Sementara itu, bagi umat Muslim yang ingin melaksanakan mandi sunah, seperti menjelang datangnya bulan Ramadan, terdapat perbedaan dalam redaksi niat. Mandi sunah ini dianjurkan sebagai bentuk penyambutan bulan suci dengan jiwa dan raga yang bersih. Adapun bacaan niat mandi sunah adalah:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailata min Ramadhâna lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Melafalkan niat secara sadar dan penuh keikhlasan menjadi awal dari ibadah yang sah dan bernilai. Baik mandi wajib maupun mandi sunah, keduanya menandakan kesiapan spiritual seorang Muslim dalam menjalankan ibadah selanjutnya.
Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Puasa
Mengutip buku berjudul Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir (2020) oleh Zakaria R. Rachman dijelaskan hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit. Dalam taharah yang dimaksud mandi adalah mandi wajib atau mandi janabat, yaitu aktivitas mengalirkan atau meratakan air ke seluruh permukaan kulit tubuh dengan niat dan tujuan menghilangkan hadas besar.
Pelaksanaan mandi wajib yang sempurna tidak hanya mencakup rukunnya, tetapi juga sunah-sunah yang dianjurkan. Mengikuti tata cara ini akan memastikan kesucian yang maksimal dan pahala yang lebih besar. Berikut adalah urutan langkah-langkah mandi wajib:
- Membaca Niat: Niat dibaca dalam hati atau dilafalkan saat air pertama kali menyentuh tubuh, sesuai dengan jenis niat yang akan dilakukan.
- Mencuci Kedua Tangan: Basuh kedua telapak tangan hingga tiga kali untuk membersihkan kotoran awal.
- Membersihkan Bagian Tubuh yang Dianggap Kotor: Bersihkan najis atau kotoran yang menempel, terutama di area kemaluan, dubur, ketiak, pusar, dan sela jari kaki, menggunakan tangan kiri.
- Mencuci Kembali Tangan: Setelah membersihkan kotoran, cuci kembali kedua tangan dengan sabun atau tanah untuk menghilangkan sisa kotoran dan bau.
- Berwudu: Lakukan wudu secara sempurna seperti wudu sebelum salat, dimulai dari membasuh wajah hingga kaki.
- Membasahi Kepala: Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali, pastikan air merata hingga ke pangkal rambut dan kulit kepala.
- Menyela-nyela Rambut: Pisahkan rambut dengan jari-jari tangan yang telah dibasahi air hingga menyentuh kulit kepala, memastikan air meresap sempurna.
- Membasahi Seluruh Tubuh: Siram seluruh tubuh dengan air, dimulai dari bagian kanan lalu kiri, masing-masing tiga kali. Pastikan air mengalir ke seluruh lipatan kulit dan pangkal rambut.
- Menggosok Seluruh Tubuh: Gosok seluruh tubuh, termasuk sela-sela rambut dan jenggot (jika ada), untuk memastikan air merata dan membersihkan kotoran.
- Doa Setelah Mandi Wajib: Setelah selesai mandi dan berwudu, disunahkan membaca doa setelah wudu: "Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina." --- Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
Memahami Rukun dan Sunah dalam Mandi Wajib
Dalam praktik mandi wajib, terdapat perbedaan antara rukun dan sunah. Rukun adalah bagian yang wajib dilakukan dan jika ditinggalkan akan membatalkan mandi wajib. Sementara itu, sunah adalah amalan yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah, dan jika ditinggalkan tidak membatalkan mandi wajib, namun mengurangi kesempurnaannya.
Menurut Mazhab Syafi'i, rukun mandi wajib ada tiga, yang harus dipenuhi agar mandi tersebut sah:
- Niat: Niat untuk mengangkat hadas besar, yang membedakan mandi wajib dari mandi biasa.
- Mengalirkan Air ke Seluruh Tubuh: Meratakan air ke seluruh bagian tubuh, termasuk rambut dan kulit, dari ujung kepala hingga ujung kaki, tanpa ada bagian yang terlewat.
- Menghilangkan Najis: Membersihkan najis yang mungkin menempel pada tubuh sebelum atau saat mandi.
Selain rukun, ada beberapa sunah yang dapat dilakukan untuk menambah kesempurnaan mandi wajib. Mengutip buku berjudul Pengantar Studi Ilmu Dakwah (2021) oleh Dr. Abu Al-Fath Al -Bayanuni, Prof. Dr. M. A. BAYANUNI dijelaskan sunnah secara bahasa (etimologi) mengandung beberapa pengertian, di antaranya: ath-thariqah (jalan). Dalam At-Tahdzib disebutkan, "As-Sunnah (sunnah) adalah jalan yang terpuji dan lurus
- Membaca basmalah di awal mandi.
- Membasuh kedua telapak tangan tiga kali.
- Menghilangkan kotoran dari tubuh sebelum meratakan air.
- Berwudu dengan sempurna sebelum mengguyur seluruh tubuh.
- Mengguyur kepala tiga kali.
- Mengalirkan air ke bagian tubuh sebelah kanan terlebih dahulu, kemudian kiri.
- Menggosok seluruh bagian badan sampai bersih.
- Menyela rambut dan jenggot (jika ada) agar air meresap sempurna.
Dengan memahami dan mengamalkan rukun serta sunah ini, umat Muslim dapat memastikan bahwa mandi wajib mereka tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga mencapai tingkat kesempurnaan yang dianjurkan dalam Islam.
Sumber:
- Kajian berjudul Pentingnya Puasa Dalam Perspektif Hadis dan Sains dipublikasikan di Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 ; Nomor 7 ; Juli 2024
- Buku berjudul Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir (2020) oleh Zakaria R. Rachman
- Buku berjudul Pengantar Studi Ilmu Dakwah (2021) oleh Dr. Abu Al-Fath Al -Bayanuni, Prof. Dr. M. A. BAYANUNI
Q & A Seputar Topik
Apakah mandi wajib harus dilakukan sebelum imsak saat puasa Ramadan?
Tidak harus. Jika seseorang dalam keadaan junub, puasanya tetap sah meskipun mandi wajib dilakukan setelah subuh. Namun, mandi wajib tetap harus dilakukan sebelum salat fardu seperti Subuh agar ibadahnya sah.
Apa saja yang menyebabkan seseorang wajib mandi sebelum puasa Ramadan?
Seseorang wajib mandi jika mengalami hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, mimpi basah, atau wanita yang selesai haid dan nifas. Mandi wajib dilakukan untuk menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah lainnya.
Bagaimana niat mandi wajib yang benar sebelum puasa Ramadan?
Niat mandi wajib secara umum adalah: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى “Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala.” Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Apakah boleh langsung berpuasa tanpa mandi wajib lebih dulu?
Boleh, selama mandi wajib dilakukan setelah subuh sebelum melaksanakan salat. Namun, dianjurkan untuk segera mandi agar bisa melaksanakan salat Subuh tepat waktu dalam keadaan suci.
Apa bedanya mandi wajib dan mandi sunah menjelang Ramadan?
Mandi wajib dilakukan karena adanya hadas besar yang wajib dihilangkan agar sah ibadah, sedangkan mandi sunah dilakukan tanpa hadas besar, bertujuan untuk menyambut Ramadan dengan kebersihan lahir batin dan mendapatkan pahala tambahan.