Liputan6.com, Jakarta Mengetahui tata cara mandi wajib wanita sangat penting agar ibadah bisa dilakukan dalam keadaan suci. Mandi wajib diperlukan setelah haid, nifas, atau hubungan suami istri, dan memiliki langkah khusus yang harus diikuti.
Proses mandi wajib dimulai dengan niat, dilanjutkan mencuci bagian tubuh yang kotor, berwudhu, lalu menyiram air ke seluruh tubuh secara merata. Setiap tahapan ini memiliki peran penting dalam menjaga kesucian.
Dengan memahami tata cara mandi wajib wanita secara benar, Muslimah dapat menjaga kebersihan jasmani sekaligus menjalankan syariat dengan baik. Proses ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Penyebab Mandi Wajib bagi Wanita
Mengutip buku berjudul Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir (2020) oleh Zakaria R. Rachman dijelaskan hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit.
Dalam taharah yang dimaksud mandi adalah mandi wajib atau mandi janabat, yaitu aktivitas mengalirkan atau meratakan air ke seluruh permukaan kulit tubuh dengan niat dan tujuan menghilangkan hadas besar. Mandi wajib ini dilakukan dengan cara membasuh seluruh tubuh dimulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Mandi wajib merupakan salah satu bentuk pensucian diri dari hadas besar yang harus dilakukan sebelum seorang Muslim atau Muslimah dapat kembali melaksanakan ibadah seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan lainnya.
Bagi wanita, memahami penyebab yang mewajibkan mandi besar sangat penting agar tidak terjadi kelalaian dalam menjaga kesucian diri. Berikut ini beberapa kondisi yang mewajibkan mandi wajib bagi wanita:
1. Keluarnya Mani
Jika seorang wanita mengalami keluarnya air mani, baik karena rangsangan yang disengaja maupun mimpi basah, maka ia diwajibkan mandi wajib. Meskipun tidak semua wanita mengalami mimpi basah, namun jika terjadi, ia tetap harus melakukan mandi besar.
2. Setelah Berhubungan Suami Istri
Mandi wajib harus dilakukan setelah berhubungan seksual, baik disertai keluarnya mani maupun tidak. Dalam Islam, hubungan badan yang melibatkan masuknya alat kelamin meskipun tidak sampai ejakulasi tetap mengharuskan mandi besar bagi kedua belah pihak.
3. Selesainya Masa Haid (Menstruasi)
Setelah darah haid berhenti dan masa menstruasi selesai, wanita diwajibkan melakukan mandi wajib. Hal ini bertujuan agar ia kembali dalam keadaan suci dan bisa menjalankan ibadah sebagaimana mestinya.
4. Berhentinya Nifas
Nifas adalah darah yang keluar setelah proses melahirkan. Setelah darah nifas berhenti, wanita wajib mandi besar agar kembali bisa menjalankan ibadah. Lama waktu nifas berbeda-beda pada setiap wanita, namun batas maksimalnya adalah 40 hari.
5. Setelah Melahirkan (Wiladah)
Sebagian ulama juga menyatakan bahwa setelah melahirkan, baik darah keluar atau tidak, seorang wanita tetap dianjurkan mandi wajib. Meskipun terdapat perbedaan pendapat, melaksanakan mandi dalam kondisi ini merupakan bentuk kehati-hatian dalam menjaga kesucian.
6. Masuk Islam (Bagi Mualaf)
Wanita yang baru memeluk agama Islam dianjurkan untuk mandi wajib sebagai simbol penyucian lahir dan batin. Mandi ini merupakan bentuk awal memasuki kehidupan sebagai seorang Muslimah yang bersih dan taat.
7. Memandikan Jenazah (Bagi Jenazah Muslim)
Jenazah wanita Muslim, selain yang meninggal dalam kondisi syahid, juga harus dimandikan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan memenuhi tuntunan syariat.
Rukun Mandi Wajib
Mandi wajib memiliki aturan yang harus dipenuhi agar sah menurut syariat dan mampu mengangkat hadas besar. Tanpa memenuhi rukun-rukun ini, mandi wajib tidak dianggap sah dan seseorang tetap berada dalam kondisi tidak suci. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita Muslimah untuk memahami dan memperhatikan rukun mandi wajib berikut ini:
1. Niat
Niat merupakan rukun pertama dan utama dalam mandi wajib. Niat harus dilakukan di dalam hati, tanpa perlu diucapkan secara lisan, dan dilakukan bersamaan dengan awal menyiramkan air ke tubuh. Tujuan niat ini adalah untuk membedakan antara mandi biasa dan mandi wajib.
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Inspirasi – Vol. 1, No. 1, Januari – Juni 2017, niat merupakan kunci diterima dan tidaknya suatu perbuatan ibadah seseorang. Apa yang seseorang dapatkan merupakan buah dari apa yang ia niatkan.
Contoh niat meliputi:
- Niat menghilangkan hadas besar secara umum.
- Niat setelah haid.
- Niat setelah nifas.
- Niat setelah berhubungan intim (junub).
- Niat yang benar menjadi pondasi utama agar mandi wajib memiliki nilai ibadah dan memenuhi ketentuan syariat.
2. Menghilangkan Najis dari Tubuh
Sebelum memulai proses mandi, pastikan seluruh najis yang ada di badan sudah dibersihkan. Jika ada kotoran atau najis yang menempel, maka mandi belum dianggap sah karena najis tersebut dapat menghalangi air mengenai kulit. Proses ini penting sebagai bentuk awal penyucian diri secara fisik sebelum mandi menyeluruh dilakukan.
3. Meratakan Air ke Seluruh Tubuh
Rukun terakhir adalah menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh secara merata. Ini mencakup setiap bagian luar tubuh, termasuk rambut, kulit kepala, dan lipatan-lipatan tubuh. Air harus sampai ke seluruh permukaan kulit tanpa ada satu bagian pun yang tertinggal, termasuk bagian tersembunyi seperti bawah kuku, telinga, dan pangkal rambut. Pastikan semua area tersiram air dengan sempurna agar mandi dinyatakan sah dan hadas besar terangkat sepenuhnya.
Bacaan Niat Mandi Wajib Wanita
1. Niat Mandi Wajib Secara Umum (Mengangkat Hadas Besar)
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li raf'il ḥadatsil akbari fardhan lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta‘ala."
2. Niat Mandi Wajib Setelah Haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li raf‘il ḥaidi fardhan lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas haid fardhu karena Allah Ta‘ala."
3. Niat Mandi Wajib Setelah Nifas
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ النِّفَاسِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li raf‘in nifāsi fardhan lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas nifas fardhu karena Allah Ta‘ala."
4. Niat Mandi Wajib Setelah Junub
نَوَيْتُ الْغُسْلَ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla minal janābati fardhan lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas junub fardhu karena Allah Ta‘ala."
Tata Cara Mandi Wajib Wanita Sesuai Sunnah
Setelah memahami rukun mandi wajib, langkah selanjutnya adalah mengetahui tata cara mandi wajib wanita yang benar menurut sunnah Rasulullah SAW. Tata cara ini tidak hanya menjamin kesucian secara fisik dan spiritual, tetapi juga memberi kesempatan untuk mendapatkan pahala karena meneladani praktik ibadah Nabi. Melakukan mandi wajib sesuai tuntunan sunnah menjadikan ibadah lebih sempurna dan penuh berkah.
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019 terkait masalah pelaksanaan mandi adapun yang dilakukan pada saat junub bukan hanya sekedar mandi biasa seperti pada umumnya, akan tetapi memiliki tata cara serta amalan yang harus dilakukan.
Berikut ini adalah tahapan lengkap tata cara mandi wajib wanita sesuai sunnah:
1. Membaca Basmalah
Awali mandi wajib dengan membaca "Bismillah". Meskipun sederhana, membaca basmalah menjadi pembuka yang penuh makna dan merupakan adab sebelum melakukan aktivitas apa pun dalam Islam.
2. Mencuci Kedua Telapak Tangan
Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali untuk membersihkan kotoran yang mungkin menempel sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
3. Membersihkan Area Pribadi (Kemaluan dan Sekitarnya)
Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area pribadi dari najis atau kotoran. Setelah itu, tangan dicuci kembali menggunakan sabun atau tanah, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.
4. Berwudhu Seperti Wudhu untuk Shalat
Lakukan wudhu lengkap sebagaimana sebelum shalat. Hal ini menjadi bagian penting dalam mandi wajib karena mencakup pembersihan bagian tubuh yang wajib terkena air saat wudhu.
5. Menyiram Air ke Kepala Tiga Kali
Basahi kepala dengan air sebanyak tiga kali sambil menggosok-gosok rambut agar air meresap hingga ke pangkal rambut dan kulit kepala. Wanita yang memiliki rambut panjang atau diikat tidak perlu membuka ikatannya, cukup memastikan air benar-benar membasahi seluruh bagian kepala.
6. Menyiram Air ke Seluruh Tubuh
Siramkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu, lalu bagian kiri. Pastikan seluruh permukaan kulit, termasuk lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak, belakang lutut, dan sela-sela jari, tersiram air dengan sempurna. Menggosok tubuh dengan tangan juga dianjurkan untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat.
7. Mandi Seperti Biasa (Opsional)
Setelah semua langkah wajib dan sunnah selesai, Anda boleh melanjutkan dengan mandi seperti biasa menggunakan sabun dan sampo untuk kebersihan tambahan.
8. Membaca Doa Setelah Mandi Junub (Disunnahkan)
Meskipun tidak wajib, membaca doa setelah mandi junub dianjurkan sebagai bentuk penyempurnaan ibadah. Doanya dapat berupa pujian dan syukur kepada Allah atas nikmat kesucian.
Sumber:
- Buku berjudul Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir (2020) oleh Zakaria R. Rachman
- Kajian berjudul Niat Menurut Hadis dan Implikasinya terhadap Proses Pembelajaran dipublikasikan di Jurnal Inspirasi – Vol. 1, No. 1, Januari – Juni 2017
- Kajian berjudul Mandi Junub dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Sains (Kajian Tahlili terhadap QS. Al-Nisa/4:43) dipublikasikan di Jurnal Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019
Q & A Seputar Topik
Apa yang dimaksud dengan mandi wajib bagi wanita?
Mandi wajib bagi wanita adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah haid, nifas, atau junub. Mandi ini menjadi syarat sah untuk kembali menjalankan ibadah seperti shalat dan puasa.
Apa saja yang harus diperhatikan sebelum mandi wajib?
Sebelum mandi wajib, niat harus dilafalkan dalam hati. Pastikan pula seluruh tubuh dalam keadaan bersih dari najis dan kotoran. Membaca basmalah dan mencuci tangan menjadi langkah awal yang dianjurkan.
Bagaimana urutan mandi wajib yang sesuai sunnah Rasulullah SAW?
Tata caranya dimulai dengan membaca basmalah, mencuci tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu, menyiram kepala tiga kali hingga pangkal rambut, lalu menyiram seluruh tubuh dari kanan ke kiri sambil menggosok lipatan kulit.
Apakah wanita harus membuka kepangan rambut saat mandi wajib?
Tidak wajib membuka kepangan rambut, asalkan air dapat meresap sampai ke kulit kepala. Hal ini mempermudah wanita dalam menjaga kebersihan tanpa merusak tatanan rambut yang dikuncir atau dikepang.
Bolehkah menggunakan sabun dan sampo saat mandi wajib?
Boleh. Penggunaan sabun dan sampo dianjurkan setelah seluruh rukun mandi wajib selesai dilakukan. Ini membantu menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh tanpa mengurangi nilai ibadah mandi wajib.