Tata Cara Sholat Hajat di Bulan Syawal agar Keinginan Cepat Dikabulkan Allah

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dilatih meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT pada bulan Ramadhan. Namun kini, bulan yang penuh keberkahan itu telah berakhir. Saat ini sudah memasuki Syawal 1446 H.

Sejatinya, amalan-amalan sunnah yang pernah dilakukan pada Ramadhan dan bisa dilakukan kapan saja tidak ditinggalkan oleh umat Islam. Misalnya, sholat hajat. Bila perlu sholat sunnah ini diistiqomahkan lagi agar Allah cepat kabulkan hajat-hajatnya.

Sholat hajat termasuk ibadah sunnah yang tidak terikat dengan Ramadhan. Artinya, sholat hajat bisa dikerjakan di bulan selain Ramadhan, seperti Syawal. 

Terkait waktunya, sholat ini dapat dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang sholat seperti setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar. 

Meski boleh kapan saja, tapi sebaiknya dikerjakan pada waktu utama. Waktu yang paling utama melaksanakan sholat hajat adalah pada malam hari atau sepertiga malam terakhir.

Dalam pandangan mazhab Syafi’i, tujuan sholat hajat adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Ia mengabulkan keinginan-keinginan hamba-Nya cepat atau lambat, tentunya hajat yang bermaslahat untuk dunia dan akhirat.

Siapa yang berwudlu dan sempurna wudlunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad).

Bagi yang ingin mengamalkan sholat hajat di bulan Syawal, berikut Liputan6.com bagikan tata cara dan niat sholat hajat lengkap doanya.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Anak Terduga Pembunuh Ibu Kandung Dibekuk di Cilacap

Promosi 1

Tata Cara dan Niat Sholat Hajat

Sholat hajat berjumlah dua rakaat hingga dua belas rakaat dengan salam setiap dua rakaatnya. Berikut adalah tata cara sholat hajat.

1. Niat

Sebelum melaksanakan sholat hajat, umat Islam diharuskan berniat terlebih dahulu. Berikut adalah niat sholat hajat.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى 

Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sholat sunah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”

2. Membaca doa iftitah dan surat Al-Fatihah

3. Membaca surat pendek

4. Ruku dengan tuma’ninah

5. I’tidal dengan tuma’ninah

6. Sujud dengan bacaan tuma’ninah

7. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

8. Sujud kedua dengan tuma’ninah

9. Melakukan rakaat kedua

10. Salam

Doa Sholat Hajat

Setelah menunaikan sholat hajat, dianjurkan untuk membacakan doa. Berikut doa sholat hajat yang diajarkan Rasulullah SAW.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn. 

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. 

Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih."

Wallahu a’lam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |