Liputan6.com, Jakarta - Kondisi anak yang rewel terus-menerus terkadang dikaitkan dengan gangguan makhluk halus atau energi negatif yang mengganggu ketenangan si kecil. Doa ruqyah anak rewel menjadi salah satu solusi spiritual yang dapat membantu mengatasi masalah ini sesuai dengan tuntunan agama.
Doa ruqyah anak rewel adalah bacaan doa dan ayat-ayat suci yang diamalkan untuk melindungi anak dari gangguan jin, setan, atau makhluk gaib lainnya yang dapat menyebabkan anak menjadi gelisah dan terus menangis.
Melansir dari buku Ensiklopedia Ruqyah karya Iding Sanus, ruqyah adalah bacaan yang dilafalkan oleh diri sendiri maupun orang lain untuk menghilangkan gangguan makhluk gaib atau menyembuhkan dari suatu penyakit.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (04/08/2025).
Bacaan Doa Ruqyah Anak Rewel
Mengutip dari buku Doa & Dzikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui karya Ummu Azzam, doa ruqyah untuk anak rewel yang dapat dibacakan oleh orang tua adalah sebagai berikut:
Bacaan Arab: أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Bacaan Latin: "A'uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq."
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan ciptaan-Nya."
Doa ini merupakan bentuk perlindungan yang sangat efektif dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bacaan ini dapat diulang sebanyak tiga kali sambil mengusap kepala anak dengan lembut dan meniupkannya ke tubuh si kecil.
Cara Meruqyah Anak Rewel
Praktik ruqyah untuk anak rewel memiliki tata cara khusus yang harus diikuti agar mendapat berkah dan manfaat yang optimal. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Persiapan Diri: Ambil wudhu terlebih dahulu dan niatkan melakukan ruqyah karena Allah SWT. Pastikan hati dalam keadaan bersih dan penuh keyakinan kepada Allah.
- Waktu yang Tepat: Lakukan ruqyah ketika anak dalam kondisi tertidur atau tenang, sehingga proses dapat berjalan dengan khidmat dan tidak mengganggu kenyamanan anak.
- Bacaan Pembuka: Mulai dengan membaca surat Al-Fatihah dan ayat Kursi sebanyak satu kali sebagai pembuka dan perlindungan awal.
- Ayat Pelembut Hati: Lanjutkan dengan membaca ayat-ayat pelembut hati, yaitu surat Al-Hasyr ayat 21, 22, 23, dan 24 untuk memberikan ketenangan spiritual.
- Bacaan Perlindungan: Bacakan lima ayat awal surat Thaha yang mengandung kekuatan spiritual untuk mengusir gangguan makhluk halus.
- Ayat Tambahan: Dilanjutkan dengan membaca beberapa ayat Al-Qur'an lainnya, yaitu surat Al-Mu'minun ayat 115-118, Al-Imran ayat 103-104, dan surat Asy-Syura ayat 19.
- Doa Penutup: Akhiri dengan membacakan doa ruqyah sebanyak 3 kali seraya mengusap kepala anak dan meniupnya dengan lembut.
Melansir dari EL-ADABI: Jurnal Studi Islam, praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai media pengobatan telah terbukti memberikan manfaat kesembuhan, terutama untuk gangguan spiritual dan psikologis.
Pemahaman Tentang Ruqyah dalam Islam
Ruqyah dalam Islam memiliki landasan yang kuat baik dari Al-Qur'an maupun hadis Rasulullah SAW. Praktik ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari syariat Islam yang dianjurkan untuk dilakukan ketika menghadapi gangguan makhluk halus.
Doa ruqyah berasal dari tiga sumber utama yang diperbolehkan dalam Islam.
- Pertama, ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung kekuatan spiritual dan perlindungan dari Allah SWT.
- Kedua, asma wa sifat atau nama-nama dan sifat-sifat Allah yang agung.
- Ketiga, doa-doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat.
Tidak diperkenankan untuk melafalkan doa ruqyah di luar dari ketiga sumber di atas, karena hal tersebut dikhawatirkan akan mendekatkan pembacanya pada perbuatan syirik. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan mengamalkan ruqyah sesuai dengan tuntunan yang benar.
Mengutip dari Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu, ruqyah syar'iyyah adalah bentuk pengobatan melalui metode pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan dihembuskan kepada pasien sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Praktik ini memiliki tiga syarat utama:
- menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis tanpa mengubah susunannya,
- menggunakan bahasa Arab yang fasih dan jelas,
- serta yakin bahwa Al-Qur'an dan hadis menjadi sarana untuk mencapai kesembuhan dengan izin Allah.
Tanda-Tanda Anak Terganggu Makhluk Halus
Mengenali tanda-tanda gangguan makhluk halus pada anak sangat penting untuk menentukan apakah ruqyah diperlukan. Beberapa gejala yang dapat diamati antara lain:
- Perubahan Perilaku Mendadak: Anak yang biasanya tenang tiba-tiba menjadi sangat rewel, menangis terus-menerus tanpa sebab yang jelas, atau menunjukkan perubahan drastis dalam perilaku sehari-hari.
- Gangguan Tidur: Anak sulit tidur, sering terbangun di malam hari sambil menangis, atau mengalami mimpi buruk yang berulang-ulang. Terkadang anak juga mengigau atau berbicara sendiri saat tidur.
- Penolakan Terhadap Ibadah: Anak menunjukkan keengganan yang tidak wajar terhadap bacaan Al-Qur'an, azan, atau aktivitas ibadah lainnya. Mereka mungkin menangis atau gelisah ketika mendengar lantunan ayat suci.
- Gejala Fisik: Demam yang tidak dapat dijelaskan secara medis, muntah-muntah tanpa sebab, atau keluhan sakit pada bagian tubuh tertentu yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan dokter.
- Perubahan Nafsu Makan: Anak tiba-tiba kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, makan berlebihan namun berat badan tidak bertambah. Kondisi ini sering disertai dengan kelemahan fisik yang tidak normal.
Melansir dari Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu, gejala-gejala ini perlu diperhatikan secara seksama oleh orang tua. Namun, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu guna memastikan tidak ada penyebab fisik yang mendasari kondisi anak.
Tips Mencegah Gangguan pada Anak
Selain melakukan ruqyah ketika anak sudah mengalami gangguan, orang tua juga perlu melakukan langkah-langkah pencegahan agar anak terhindar dari gangguan makhluk halus:
- Rutinitas Membaca Al-Qur'an: Biasakan membaca Al-Qur'an di rumah, terutama surat-surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Bacaan ini dapat menciptakan aura positif yang melindungi keluarga.
- Dzikir Pagi dan Petang: Ajarkan anak untuk mengamalkan dzikir pagi dan petang sejak dini. Meskipun anak belum bisa membaca, orang tua dapat membacakannya sambil mengusap tubuh anak.
- Doa Sebelum Tidur: Bacakan doa sebelum tidur untuk anak, termasuk membaca ayat Kursi dan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas. Praktik ini dapat melindungi anak dari gangguan setan selama tidur.
- Menjaga Kebersihan Rumah: Pastikan rumah selalu bersih dan wangi. Hindari menyimpan barang-barang yang tidak perlu atau berdebu yang dapat menjadi tempat bersembunyi makhluk halus.
- Memperdengarkan Murottal: Biasakan memperdengarkan murottal Al-Qur'an di rumah, terutama saat anak tidur. Lantunan ayat suci dapat memberikan ketenangan dan perlindungan spiritual.
Daftar Sumber
- Sanus, Iding. Ensiklopedia Ruqyah. Penerbit Islamik.
- Azzam, Ummu. Doa & Dzikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Penerbit Darul Hikmah.
- Yulianda, Reno. "Pembacaan Surah Al-Fatihah Sebagai Media Pengobatan." EL-ADABI: Jurnal Studi Islam, Vol. 03, No. 01, Juni 2024.
- Zakman, Arief, Adam Adam, dan Hilal Mallarangan. "Mempertahankan Keharmonisan Keluarga Melalui Ruqyah Syar'iyyah." Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society 5.0, Volume 1, 2022.
- Al-Qur'an dan Terjemahnya. Kementerian Agama Republik Indonesia.
FAQ tentang Doa Ruqyah Anak Rewel
1. Apakah doa ruqyah anak rewel aman untuk dilakukan oleh orang tua sendiri?
Ya, doa ruqyah anak rewel sangat aman untuk dilakukan oleh orang tua sendiri asalkan menggunakan bacaan yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis shahih. Orang tua adalah peruqyah terbaik untuk anaknya karena ikatan cinta dan kasih sayang yang kuat, sehingga doa yang dipanjatkan lebih khusyuk dan berkesan di hadapan Allah SWT.
2. Berapa kali dalam sehari doa ruqyah untuk anak rewel sebaiknya dibacakan?
Doa ruqyah untuk anak rewel dapat dibacakan setiap saat ketika diperlukan, tidak ada batasan waktu tertentu. Namun, waktu yang paling utama adalah pagi hari setelah shalat Subuh, sore hari setelah shalat Ashar, dan malam hari sebelum anak tidur. Bacaan dapat diulang 3, 7, atau 11 kali sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
3. Apakah boleh meruqyah anak yang sedang sakit demam tinggi?
Boleh dan sangat dianjurkan untuk meruqyah anak yang sedang sakit demam tinggi, karena kondisi sakit dapat membuat anak lebih rentan terhadap gangguan makhluk halus. Namun, tetap prioritaskan pengobatan medis dengan membawa anak ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ruqyah dilakukan sebagai ikhtiar spiritual yang melengkapi pengobatan medis.
4. Bagaimana cara mengetahui apakah ruqyah yang dilakukan sudah berhasil?
Tanda-tanda keberhasilan ruqyah antara lain anak menjadi lebih tenang, tidur lebih nyenyak, nafsu makan membaik, dan tidak lagi menunjukkan gejala-gejala aneh seperti sebelumnya. Perubahan biasanya tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap dalam beberapa hari atau minggu. Yang terpenting adalah tetap istiqamah dalam membacakan ruqyah dan berdoa kepada Allah SWT.
5. Apakah ada pantangan makanan atau aktivitas setelah anak diruqyah?
Tidak ada pantangan khusus setelah anak diruqyah, namun disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, memperdengarkan bacaan Al-Qur'an secara rutin, dan menjauhkan anak dari hal-hal yang dapat mengundang gangguan seperti film horor atau cerita-cerita mistis. Berikan makanan yang halal dan bergizi, serta perbanyak aktivitas positif yang dapat meningkatkan keimanan dan kesehatan anak.
6. Bisakah ruqyah dilakukan untuk bayi yang masih sangat kecil?
Ya, ruqyah sangat baik dilakukan untuk bayi sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan. Untuk bayi, ruqyah dilakukan dengan cara yang lebih lembut, yaitu dengan membacakan ayat-ayat dan doa sambil mengusap kepala, dada, atau punggung bayi dengan penuh kasih sayang. Bayi memiliki hati yang masih suci sehingga lebih mudah menerima keberkahan dari bacaan Al-Qur'an.
7. Apakah perlu mencari peruqyah profesional atau cukup dilakukan sendiri di rumah?
Untuk kasus gangguan ringan pada anak, ruqyah yang dilakukan orang tua di rumah biasanya sudah cukup efektif. Namun, jika gangguan yang dialami anak cukup berat atau tidak kunjung membaik setelah beberapa kali ruqyah mandiri, maka sebaiknya mencari bantuan peruqyah yang berpengalaman dan terpercaya. Pastikan peruqyah tersebut mengamalkan ruqyah syar'iyyah yang sesuai dengan tuntunan Islam, bukan ruqyah yang mengandung unsur syirik atau bid'ah.