Liputan6.com, Jakarta Doa ruqyah orang sakit menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang diyakini dapat membantu proses penyembuhan suatu penyakit secara holistik. /Dalam Islam, selain berikhtiar melalui pengobatan medis modern, umat Muslim juga diajarkan untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui doa dan praktik ruqyah.
Praktik ruqyah sendiri merupakan metode pengobatan spiritual yang bersumber langsung dari Al-Qur'an dan sunah Nabi Muhammad SAW. Metode ini bertujuan untuk mengobati berbagai gangguan baik fisik maupun non-fisik, yang diyakini berasal dari energi negatif atau gangguan jin.
Melalui doa ruqyah orang sakit, seorang Muslim menyerahkan sepenuhnya kesembuhan kepada kehendak dan kekuasaan Allah SWT, menguatkan tawakal dalam setiap langkah pengobatan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (4/8/2025).
Doa Ruqyah Orang Sakit (Arab, Latin, dan Terjemah)
Salah satu doa ruqyah yang paling umum dibacakan untuk orang sakit adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Doa ini memohon kepada Allah SWT untuk menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan yang sempurna tanpa menyisakan bekas. Berikut adalah lafal doa ruqyah orang sakit yang dimaksud:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا.
Latin: Allahumma rabbannas, adzhibil ba'sa isyfi antasy-syafi, la syifa'a illa syifa'uka, syifaan la yughadiru saqaman.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah Engkau, sebab tidak ada penyembuhan kecuali penyembuhan-Mu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Doa ini diriwayatkan oleh Aisyah RA, bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengusap orang sakit dengan tangan kanannya sambil membaca doa tersebut. Ini menunjukkan pentingnya sentuhan dan keyakinan dalam praktik doa ruqyah orang sakit.
Doa Ruqyah Mandiri Lainnya untuk Kesembuhan
Selain doa utama yang diajarkan Nabi SAW, umat Islam juga bisa membaca doa berikut ini ketika melakukan ruqyah mandiri, khususnya saat merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu. Doa ini merupakan bentuk perlindungan diri dan penyerahan total kepada kekuasaan Allah SWT.
Berikut lafal doa yang dapat diamalkan:
أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Latin: A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.
Artinya: "Aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang kudapati dan kusingkirkan."
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Utsman bin Abu Al-Asy'ash Ats-Tsaqafi yang mengeluhkan sakit pada tubuhnya. Nabi SAW memerintahkan untuk meletakkan tangan pada bagian yang sakit dan membaca doa ini sebanyak tujuh kali.
Doa Penutup Ruqyah dengan Media Air
Ada berbagai media yang dapat digunakan dalam praktik ruqyah, salah satunya air. Menurut ajaran Islam, air memiliki banyak peran dalam kehidupan manusia termasuk menyembuhkan penyakit, sehingga menjadikannya media yang kuat untuk doa ruqyah orang sakit.
Jika ingin melakukan ruqyah secara mandiri menggunakan media air, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa ruqyah mandiri dengan air. Tahapan terakhir ruqyah menggunakan media air sebaiknya ditutup dengan bacaan doa ini:
"Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai obat bagi jasadku, rohaniku, dan hatiku, serta seluruh organ tubuh yang tidak aku ketahui. Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai obat yang meresap ke seluruh tubuhku. Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai kekuatan dari tentara-Mu.
Ya Allah, jadikanlah setiap tetes air ini sebagai pasukan-Mu yang menyerang musuh-musuh-Mu, melemahkan, menghancurkan, dan membinasakan semua setan, jin, atau kodam yang ada dalam jasadku yang tidak dapat kukendalikan, baik yang datang karena kelalaianku maupun yang datang karena sihir.
Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai obat bagi keluargaku yang terkena sihir. Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai pembatal sihir-sihir yang ada dalam hati dan tubuhku. Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai pemusnah penyakit yang ada dalam tubuhku. Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai penenang hatiku, penyejuk jiwaku, serta untuk semua kaum muslimin dan muslimah yang meminumnya."
Doa ini dikutip dari buku Panduan Instant Menjadi Praktisi Ruqyah Syarriyah Aktif oleh Ustadz Nurudin Al Indunisy (NAI), menunjukkan kedalaman spiritual dalam penggunaan air sebagai media penyembuhan.
Langkah-langkah Ruqyah Mandiri Menggunakan Media Air
Melakukan ruqyah mandiri dengan media air memerlukan persiapan dan keyakinan. Menurut Abu Ayyash Rafaalhaq dalam bukunya yang bertajuk Buku Saku Ruqyah, ruqyah perlu dilakukan di tempat yang kondusif untuk memaksimalkan konsentrasi dan kekhusyukan.
Setelah itu, umat Islam dapat memulai proses ruqyah mandiri menggunakan media air dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
- Siapkan air putih yang bersih dan suci dari berbagai hadas.
- Mulailah dengan membaca ta'awudz dan basmalah untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT.
- Bacakan selawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 3 kali.
- Membaca istighfar sebanyak 3 kali untuk membersihkan diri dari dosa.
- Membaca zikir "La hawla wa laa quwwa illa billahil a'liyyil 'azhim" sebanyak 3 kali.
- Membaca doa "Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashiir" sebanyak 3 kali.
- Dekatkan air ke bibir dan bacakan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an serta doa-doa ruqyah dengan niat untuk memohon kesembuhan.
- Lakukan ruqyah dengan khusyuk dan penuh keyakinan akan kuasa Allah.
- Setelah selesai membaca doa dan ayat-ayat Al-Qur'an, tiupkan air kemudian minumlah air tersebut sebagai bagian dari proses penyembuhan spiritual.
Ayat-ayat Al-Qur'an untuk Ruqyah (Ayat Syifa)
Al-Qur'an adalah penyembuh bagi orang-orang yang beriman, mengandung rahmat dan penawar bagi segala penyakit. Beberapa ayat Al-Qur'an secara khusus disebut sebagai "ayat syifa" (ayat penyembuh) dan sering digunakan dalam praktik ruqyah untuk menguatkan doa ruqyah orang sakit. Berikut adalah 6 ayat Al-Qur'an yang dapat digunakan untuk ruqyah, diyakini membawa keberkahan dan kesembuhan:
Surat At-Taubah ayat 14:
قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ
Latin: Qātilūhum yu‘ażżibhumullāhu bi'aidīkum wa yukhzihim wa yanṣurkum ‘alaihim wa yasyfi ṣudūra qaumim mu'minīn(a).
Artinya: "Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin."
Surat Yunus ayat 57:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Latin: Yā ayyuhan-nāsu qad jā'atkum mau‘iẓatum mir rabbikum wa syifā'ul limā fiṣ-ṣudūr(i), wa hudaw wa raḥmatul lil-mu'minīn(a).
Artinya: "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin."
Surat An-Nahl ayat 69:
يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Latin: Yakhruju mim buṭūnihā syarābum mukhtalifun alwānuhū fīhi syifā'ul lin-nās(i), inna fī żālika la'āyatal liqaumiy yatafakkarūn(a).
Artinya: "Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
Surat Al-Isra' ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Latin: Wa nunazzilu minal-qur'āni mā huwa syifā'uw wa raḥmatul lil-mu'minīn(a), wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā(n).
Artinya: "Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian."
Surat As-Syuara' ayat 80وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ
Latin: Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn(i).
Artinya: "Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku."
Surat Fusshilat ayat 44:
قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ
Latin: Qul huwa lil-lażīna āmanū hudaw wa syifā'(un).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman."
Keistimewaan Ayat Al-Quran
Al-Qur'an merupakan penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Isra' ayat 82, Allah SWT berfirman:
"وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌۭ وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًۭا"
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."
Dengan demikian, doa ruqyah orang sakit adalah upaya memohon kesembuhan kepada Allah SWT dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk pengobatan yang menggabungkan dimensi fisik dan spiritual, mengandalkan kekuatan Ilahi untuk penyembuhan.
Pentingnya Keyakinan dalam Ruqyah
Dalam melakukan doa ruqyah orang sakit, keyakinan dan kekhusyukan memegang peranan yang sangat penting. Proses ruqyah harus dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh tawakal kepada Allah SWT, meyakini bahwa kesembuhan datangnya hanya dari-Nya.
Keyakinan yang kuat akan kekuatan firman Allah dan doa-doa yang diajarkan Nabi akan memperkuat efek spiritual dari ruqyah itu sendiri. Ini bukan sekadar rangkaian bacaan, melainkan sebuah bentuk komunikasi mendalam dengan Sang Pencipta.
Tanpa keyakinan yang teguh, ruqyah hanyalah sekumpulan bacaan tanpa makna yang mendalam, mengurangi potensi spiritualnya. Oleh karena itu, penting untuk memupuk keyakinan penuh saat mengamalkan doa ruqyah orang sakit.
Syarat Orang yang Meruqyah
Setiap muslim yang taat dan bertaqwa sebenarnya dapat menjadi raqi (orang yang melakukan ruqyah), baik bagi dirinya maupun orang lain. Atau paling tidak, ia memiliki benteng yang kuat agar tidak diganggu jin. Namun hendaknya seorang raqi memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
- Beraqidah bersih, jernih dan benar, sebagaimana salaf ash-shalih
- Yakin bahwa yang memberi pengaruh bukan dzat ruqyahnya, tetapi kekuasaan Allah SWT semata, sedang ruqyah merupakan satu sebab saja
- Melaksanakan berbagai ketaatan kepada Allah SWT, dan Rasul-Nya
- Senantiasa berdzikir kepada Allah
- Tahu hal ihwal jin dan syetan
- Sebaiknya sudah menikah
Melansir dari Buku Saku Ruqyah, saat hendak melakukan pengobatan hendaknya seorang raqi melakukan persiapan-persiapan sebagai berikut :
- Membuat keadaan kamar yang sar'i, misalnya dengan mengeluarkan gambar bernyawa, patung, alat-alat musik, dan pemutar lagu, dll.
- Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita.
- Membersihkan tempat dari pelanggaran syariat, seperti orang laki-laki memakai emas atau wanita tidak menutup aurat.
- Memberi pelajaran aqidah kepada penderita dan keluarganya, agar menghapus ketergantungan hati mereka kepada selain Allah SWT.
- Dianjurkan berwudhu sebelum memulai pengobatan, juga kepada orang yang bersamanya.
- Jika penderita adalah wanita, jangan memulai pengobatan pastikan auratnya tertutup dan disertainya mahramnya.
- Berdo'a kepada Allah SWT agar diberi pertolongan dan perlindungan saat prosesi berlangsung.
- Lalu seorang raqi meletakkan tangannya di atas tubuh atau kepala penderita. Jika wanita, dapat menggunakan perantara (tongkat kecil, pena, dsb).
Daftar Sumber
- Ustadz Nurudin Al Indunisy (NAI). Panduan Instant Menjadi Praktisi Ruqyah Syarriyah Aktif.
- Buku Saku Ruqyah."Kumpulan Do'a - Do'a Ma'tsur Untuk Mengobati Guna-Guna dan Sihir" karya Abu Ayyash Rafa'alhaq. Penamedia.
- Quran Kemenag | https://quran.kemenag.go.id/
FAQ
1. Apa itu doa ruqyah untuk orang sakit?
Doa ruqyah adalah bacaan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca untuk memohon kesembuhan dan perlindungan dari gangguan penyakit fisik maupun non-fisik.
2. Apakah ruqyah bisa dilakukan sendiri di rumah?
Ya, ruqyah mandiri bisa dilakukan dengan membaca ayat-ayat tertentu dari Al-Qur’an disertai keyakinan penuh kepada Allah SWT.
3. Ayat apa saja yang biasa dibaca dalam ruqyah untuk kesembuhan?
Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 1–5, Ayat Kursi, dan Al-Ikhlas, Al-Falaq, serta An-Nas sering dibaca untuk ruqyah.
4. Kapan waktu terbaik membaca doa ruqyah untuk orang sakit?
Waktu yang dianjurkan adalah setelah salat fardhu atau di waktu tenang seperti setelah salat tahajud.
5. Apakah doa ruqyah hanya untuk penyakit non-medis?
Tidak, doa ruqyah juga boleh dibaca untuk penyakit medis sebagai ikhtiar batin selain pengobatan medis.
6. Apakah orang lain boleh meruqyah seseorang yang sedang sakit?
Ya, selama orang tersebut memiliki ilmu dasar ruqyah dan membacakan ayat Al-Qur’an sesuai tuntunan.
7. Apakah ruqyah bertentangan dengan pengobatan modern?
Tidak, ruqyah adalah ikhtiar spiritual yang bisa berjalan beriringan dengan pengobatan medis.