Yaumul Mahsyar Adalah Hari Berkumpulnya Seluruh Manusia di Hari Kiamat, Simak Penjelasannya

3 weeks ago 11

Liputan6.com, Jakarta Yaumul Mahsyar (يَوْمُ المَحْشَر) dalam bahasa Arab berarti hari berkumpulnya seluruh manusia di Padang Mahsyar setelah dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat. Ini adalah salah satu tahapan dalam kehidupan akhirat, dimana semua manusia akan dikumpulkan di suatu padang luas untuk dihisab (dihitung amal perbuatannya).

Akhirat merupakan alam yang menjadi akhir dari proses perjalanan panjang dalam kehidupan setiap manusia. Di alam ini, setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia.

Umat Islam wajib meyakini bahwa akhirat adalah alam yang kekal dan abadi, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ghafir ayat 38. Keyakinan ini menjadi landasan penting dalam menjalani kehidupan di dunia dengan penuh kesadaran akan pertanggungjawaban di kemudian hari. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (4/8/2025).

Yaumul Mahsyar: Pengertian dan Maknanya

Yaumul Mahsyar adalah salah satu tahapan krusial dalam perjalanan menuju akhirat, di mana seluruh umat manusia akan dikumpulkan setelah dibangkitkan dari alam kubur. Hari ini menjadi penentu bagi setiap individu untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah SWT.

Dalam buku Belajar Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid Dan Akhlak Islamiyah karangan Muhammad Asroruddin Al Jumhuri, Yaumul Mahsyar merupakan hari berkumpulnya seluruh umat manusia. Ini menegaskan signifikansi hari tersebut sebagai titik kumpul universal.

Mahsyar (Arab: رشحم) adalah dataran yang sangat luas tempat berkumpul para makhluk pertama hingga makhluk terakhir hidup. Dataran Mahsyar berada di alam akhirat dan digambarkan dengan kondisi berpasir, serta tidak terlihat tinggi maupun rendah. Hari-hari di Mahsyar itu disebut sebagai Yawm al Mahsyar (مويرشحملا, Yaumul Hasyir), atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Padang Mahsyar.

Kondisi di Padang Mahsyar

Setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur, mereka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Kondisi di Padang Mahsyar digambarkan sangat ekstrem, di mana matahari berada sangat dekat dengan kepala manusia hingga menyebabkan panas yang luar biasa. Di sana, jarak matahari hanya sejengkal dari kepala yang membuat manusia merasakan panas luar biasa.

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat Al-Kahfi ayat 47: "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka."

Ketika matahari padam sehingga bumi dalam kegelapan, langit di atas mereka berputar-putar dan meledak pecah berkeping-keping selama 500 tahun. Langit terbelah dengan segala kekuatannya kemudian meleleh dan mengalir bagaikan perak yang dipanaskan hingga berwarna merah, seperti dijelaskan dalam Buku Pintar Hari Akhir oleh Abdu Muhsin al-Muthairi.

Manusia bercampur baur seperti serangga yang bertebaran dalam keadaan telanjang kaki, tidak berpakaian, dan berjalan kaki. Kemudian matahari diterbitkan oleh Allah, tepat di atas kepala dengan jarak hanya 2 busur, sehingga manusia terpanggang oleh teriknya matahari yang intensitas panasnya telah dinaikkan.

Keringat pun mengalir deras, menggenangi Padang Mahsyar seiring dengan rasa takut yang luar biasa karena mereka akan dihadirkan di hadapan Allah. Bagi sebagian orang keringat akan menggenang mencapai lutut, bagi sebagian lain mencapai pinggang, dan bagi sebagian lainnya mencapai lubang hidung, bahkan ada sebagian manusia nyaris tenggelam di dalamnya.

Proses Hisab dan Pertanggungjawaban Amal

Di Padang Mahsyar inilah segala amal baik dan buruk manusia akan dihitung dan dipertanggungjawabkan. Proses hisab ini merupakan tahapan penting sebelum manusia ditentukan tempat kembalinya, apakah surga atau neraka.

Setelah fase kebangkitan makhluk dari alam kubur, manusia dan makhluk lainnya akan memasuki fase di Mahsyar, yang selanjutnya akan dihadapkan pada beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah Ita al-Kitab, yaitu catatan amal masing-masing yang diberikan tiap-tiap makhluk. Kemudian ada Mizan, sebuah neraca yang akan menimbang antara pahala dan dosa setiap makhluk.

Setiap nabi juga akan memiliki telaga yang disebut Haudh. Menurut ajaran Islam, Nabi Muhammad memiliki telaga yang diberi nama Kautsar. Namun, hanyalah calon penduduk surga yang dapat meminum airnya, sementara para penguasa zalim dan pelaku bid'ah dilarang untuk mendekatinya.

Golongan Manusia di Yaumul Mahsyar Berdasarkan Amal

Keadaan manusia pada hari kebangkitan di Yaumul Mahsyar akan sangat berbeda-beda, tergantung pada amal ibadah yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Setiap manusia akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing, bahkan anak tidak lagi mengenali kedua orang tuanya, begitu pula sebaliknya.

Pada hari kebangkitan ini, seluruh manusia akan dibangkitkan dalam tiga kelompok utama, yaitu kelompok yang berkendaraan, kelompok yang berjalan kaki, dan kelompok yang berjalan dengan wajahnya.

Ketika seorang sahabat menanyakan bagaimana bisa sekelompok tersebut berjalan dengan wajahnya, Nabi Muhammad menjawab, "Allah yang menjadikan mereka berjalan dengan kaki, pasti mampu membuat mereka berjalan dengan wajah."

Selain itu, pada masa ini umat Islam akan datang secara berkelompok berdasarkan surah An-Naba' dan hadits shahih, terbagi menjadi dua belas golongan dengan kondisi yang berbeda-beda:

  • Tanpa Tangan dan Kaki: Mereka adalah orang yang ketika di dunia suka mengganggu tetangganya.
  • Berupa Babi Hutan: Mereka adalah orang yang ketika hidupnya meringankan, malas, dan lalai dalam salat.
  • Berupa Keledai dengan Perut Membesar: Perut mereka membesar seperti gunung dan di dalamnya penuh dengan ular dan kalajengking. Mereka ini adalah orang yang enggan membayar zakat.
  • Darah Memancut dari Mulut: Mereka ini adalah orang yang berdusta dalam jual beli.
  • Berbau Busuk Lebih dari Bangkai: Mereka ini adalah orang yang melakukan maksiat sembunyi-sembunyi karena takut dilihat orang, tetapi tidak takut kepada Allah.
  • Leher Terputus: Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.
  • Tanpa Lidah, Mulut Mengalir Nanah dan Darah: Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran.
  • Terbalik (Kepala ke Bawah, Kaki ke Atas) dengan Nanah Mengalir dari Kemaluan: Mereka adalah orang yang berbuat zina dan mati tanpa sempat bertaubat.
  • Wajah Hitam Gelap, Bermata Biru, Perut Dipenuhi Api: Mereka itu adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zalim.
  • Tubuh Penuh Sopak dan Kusta: Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya.
  • Buta, Gigi Memanjang seperti Tanduk Lembu Jantan, Bibir Melebar sampai Dada, Lidah Terjulur Memanjang sampai Perut, Perut Menggelebeh hingga Paha dan Keluar Beraneka Kotoran: Mereka adalah orang yang minum arak.
  • Wajah Bersinar-sinar Bercahaya Laksana Bulan Purnama: Mereka melalui titian sirath seperti kilat yang menyambar. Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik, selalu menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara salat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat dan mendapat ampunan, kasih sayang, dan keridhaan Allah.

Tujuh Golongan yang Mendapat Naungan Allah

Di tengah kondisi Padang Mahsyar yang sangat panas dan menyiksa, di mana manusia panik mencari perlindungan, Allah SWT dengan rahmat-Nya akan memberikan naungan kepada tujuh golongan tertentu. Naungan ini merupakan anugerah istimewa bagi mereka yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Dikutip dari buku Bebas Surga atau Neraka? karangan Muh. Akbar Nasrulah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada 7 golongan yang mendapat naungan Arsy Allah SWT dari panasnya Yaumul Mahsyar. Ini menunjukkan betapa besar karunia Allah bagi hamba-Nya yang taat.

Tujuh golongan tersebut sebagaimana juga disebutkan dalam buku Buku Pintar Hari Akhir oleh Abdu Muhsin al-Muthairi, adalah:

  • Pemimpin yang Adil: Pemimpin yang mampu menunaikan janji-janjinya dan berlaku adil dalam kepemimpinannya.
  • Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah: Pemuda yang mengawali masa remajanya dengan selalu menunaikan ibadah kepada Allah SWT.
  • Seseorang yang Hatinya Bergantung di Masjid: Lelaki yang hatinya senantiasa terpaut dan rindu untuk beribadah di masjid.
  • Dua Orang yang Saling Mencintai karena Allah: Mereka berkumpul dan berpisah semata-mata karena Allah SWT.
  • Seseorang yang Menolak Maksiat karena Takut Allah: Lelaki yang ketika diajak oleh wanita dengan kecantikan dan kedudukan tinggi untuk berbuat tidak baik, ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah SWT.”
  • Seseorang yang Bersedekah Secara Rahasia: Seseorang yang bersedekah dan menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kanannya, menunjukkan keikhlasan dalam bersedekah.
  • Seseorang yang Mengingat Allah dalam Kesendirian hingga Meneteskan Air Mata: Seseorang yang selalu mengingat Allah SWT dalam keadaan sendirian sehingga membuatnya meneteskan air mata karena kebesaran dan keagungan-Nya.

Syafa'at Udhma: Pertolongan Nabi Muhammad SAW

Di tengah kesulitan dan kepanikan di Padang Mahsyar, Nabi Muhammad SAW akan memberikan pertolongan besar yang dikenal sebagai Syafa'at Udhma. Syafa'at ini adalah permohonan kepada Allah SWT agar hisab (perhitungan amal) segera dilaksanakan, meringankan penderitaan makhluk.

Selama hari yang sangat menyiksa itu, Nabi Muhammad akan memberikan pertolongan untuk seluruh makhluk yang disebut sebagai Syafa'at Udhma, ia akan memohon kepada Allah supaya secepatnya diadakan hisab. Ini adalah bentuk rahmat terbesar dari Nabi bagi umatnya dan seluruh makhluk.

Menurut ajaran Islam, manusia yang menerima syafa'at di Mahsyar adalah orang Islam yang selalu berzikir, bershalawat kepada Nabi Muhammad, dan ikhlas membantu orang yang sedang kesulitan. Syafa'at ini dapat berupa dipercepatnya pembicaraan dan dipermudahkannya memasuki surga, ditambahkan timbangan pahala supaya lebih berat daripada dosa, atau bahkan dimasukkan ke surga tanpa hisab.

Hari ini juga dinamakan "Hari Panggil Memanggil" di dalam Al Qur'an surah Al-Mu'min ayat 32, karena semua orang yang berkumpul di Mahsyar sebagian memanggil sebagian yang lain untuk meminta pertolongan, menunjukkan keputusasaan dan harapan pada hari itu.

Pentingnya Meyakini Kehidupan Akhirat

Meyakini kehidupan akhirat, termasuk Yaumul Mahsyar, adalah pilar penting dalam akidah Islam. Keyakinan ini bukan sekadar dogma, melainkan fondasi yang membentuk perilaku dan moralitas seorang Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ghafir ayat 38, "Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan dunia ini fana, sementara akhirat adalah tujuan abadi yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Kesadaran akan adanya Yaumul Mahsyar dan pertanggungjawaban di dalamnya mendorong umat Muslim untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Setiap amal perbuatan, sekecil apa pun, akan dihitung dan memiliki konsekuensi di hari tersebut.

Oleh karena itu, mempersiapkan diri menghadapi Yaumul Mahsyar dengan memperbanyak amal saleh, menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia, serta menjauhi segala larangan-Nya adalah esensi dari kehidupan seorang Muslim yang beriman.

Daftar Sumber

  • Al-Qur'an, Surah Al-Kahfi.
  • Al-Qur'an, Surah Ghafir.
  • Al-Qur'an, Surah An-Naba'.
  • Al-Qur'an, Surah Al-Mu'min.
  • Al-Bukhari, Hadits Shahih No. 6097.
  • Al Jumhuri, Muhammad Asroruddin. Belajar Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid Dan Akhlak Islamiyah. Deepublish, 2015.
  • Nasrulah, Muh. Akbar. Bebas Surga atau Neraka?. Guepedia, 2020. ISBN 978-623-7953-74-6.
  • Al-Muthairi, Abdu Muhsin. Buku Pintar Hari Akhir. Penerbit Zaman, 2012. ISBN 978-979-024-331-6.

FAQ

1. Apa itu Yaumul Mahsyar?

Yaumul Mahsyar adalah hari dikumpulkannya seluruh manusia setelah kiamat untuk mempertanggungjawabkan amalnya.

2. Mengapa manusia dikumpulkan di Yaumul Mahsyar?

Karena di hari itulah Allah mengadili setiap manusia berdasarkan amal perbuatannya.

3. Apa yang terjadi sebelum Yaumul Mahsyar?

Sebelumnya terjadi kiamat dan kebangkitan seluruh manusia dari kubur.

4. Apakah semua manusia mengalami Yaumul Mahsyar?

Ya, seluruh umat manusia dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman akan mengalaminya.

5. Bagaimana keadaan manusia saat Yaumul Mahsyar?

Mereka dalam kondisi panik, bingung, dan menunggu keputusan Allah.

6. Apa saja yang dihisab di Yaumul Mahsyar?

Segala amal, ucapan, dan niat manusia akan diperiksa secara adil.

7. Apakah orang beriman mendapat kemudahan di Yaumul Mahsyar?

Ya, orang beriman akan mendapat pertolongan Allah dan naungan dari-Nya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |