Apa Arti Fii Amanillah? Ketahui Makna dan Cara Menjawabnya

1 week ago 10

Liputan6.com, Jakarta Apa arti fii amanillah? Ungkapan ini memiliki makna yang sangat mulia dan berkaitan erat dengan doa serta harapan akan perlindungan Allah SWT. Fii amanillah bukan sekadar ucapan biasa, melainkan bentuk kepedulian dan kasih sayang sesama Muslim yang mengandung doa keselamatan.

Dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim, sering kali kita mendengar ungkapan fii amanillah yang diucapkan oleh sesama Muslim. Kalimat ini berisi kalimat doa bermakna  "semoga dalam perlindungan Allah", menunjukkan betapa indahnya ajaran Islam dalam membangun hubungan sosial yang penuh dengan doa dan harapan baik. 

Mengutip dari Kamus Saku Bahasa Arab-Indonesia oleh Alma'arif dan Umi Robiatin Musyafa'ah, arti fii amanillah yakni "Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT". Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (21/8/2025).

Pengertian dan Arti Fii Amanillah dalam Islam

Fii amanillah (فِيْ اَمَانِ الله) merupakan ungkapan dalam bahasa Arab yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat Muslim. Kata "fii" berarti "dalam" atau "di", sedangkan "amanillah" berasal dari kata "aman" yang berarti keamanan atau perlindungan yang dikaitkan dengan nama Allah.

Dalam konteks penggunaan sehari-hari, fii amanillah menjadi bentuk doa dan harapan baik yang diucapkan kepada sesama Muslim. Ungkapan ini mencerminkan kepedulian dan kasih sayang dalam hubungan sosial umat Islam. Ketika seseorang mengucapkan fii amanillah, ia sedang mendoakan agar orang yang dituju selalu mendapat perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT.

Melansir dari Ensiklopedia Islam yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, ungkapan-ungkapan seperti fii amanillah termasuk dalam kategori doa dan dzikir yang dianjurkan dalam Islam. Penggunaan ungkapan ini menunjukkan adab dan etika komunikasi yang baik dalam ajaran Islam, di mana setiap percakapan diharapkan mengandung unsur doa dan keberkahan.

Makna filosofis dari fii amanillah juga berkaitan dengan konsep tawakal dalam Islam. Dengan mengucapkan ungkapan ini, seorang Muslim menunjukkan keyakinannya bahwa segala perlindungan dan keselamatan hanya berasal dari Allah SWT. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa manusia harus selalu bergantung kepada Allah dalam setiap aspek kehidupannya.

Cara Menjawab Fii Amanillah yang Benar

Ketika seseorang mengucapkan fii amanillah kepada kita, terdapat adab dan etika dalam memberikan jawaban yang tepat. Cara menjawab yang paling umum dan dianjurkan adalah dengan mengucapkan "ma'assalamah" (مَعَ السَّلاَمَة). Ungkapan ini memiliki arti "semoga keselamatan selalu menyertaimu" atau "dengan keselamatan".

Melansir dari buku Sifat Shalat Nabi SAW karangan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dkk., jawaban ma'assalamah merupakan respons yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Penggunaan jawaban ini menunjukkan adanya saling mendoakan antara sesama Muslim, sehingga terciptalah hubungan yang harmonis dan penuh berkah.

Selain ma'assalamah, terdapat beberapa alternatif jawaban lain yang dapat digunakan, seperti "wa antum fii amanillah" yang berarti "dan kalian juga dalam perlindungan Allah". Jawaban ini menunjukkan sikap timbal balik dalam mendoakan kebaikan. Ada pula jawaban "barakallahu fiik" yang artinya "semoga Allah memberkahimu", meskipun penggunaannya lebih umum untuk berbagai situasi.

Hal terpenting dalam menjawab fii amanillah adalah niat yang tulus untuk mendoakan kebaikan bagi orang yang mengucapkannya. Bahkan jika seseorang lupa dengan jawaban yang tepat, dapat menggunakan doa lain yang dipahami dengan tujuan yang sama, yaitu mengharapkan keselamatan dari Allah SWT untuk sesama Muslim.

Konteks Penggunaan Fii Amanillah

Penggunaan fii amanillah tidak terbatas pada situasi tertentu saja, melainkan dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Yang paling umum adalah ketika seseorang akan melakukan perjalanan atau bepergian, baik perjalanan jauh maupun dekat. Ungkapan ini menjadi bentuk doa agar perjalanan berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

1. Saat Perpisahan Sementara: Fii amanillah sering diucapkan ketika berpisah dengan keluarga, teman, atau kolega, meskipun hanya sementara waktu. Ungkapan ini menjadi pengganti "selamat tinggal" yang lebih bermakna spiritual.

2. Menghadapi Situasi Sulit: Ketika seseorang sedang mengalami masalah atau kesulitan hidup, fii amanillah dapat diucapkan sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual.

3. Memulai Pekerjaan Berisiko: Bagi mereka yang akan menjalani pekerjaan yang penuh risiko atau tantangan, ungkapan ini menjadi doa perlindungan.

4. Mengemban Amanah Saat: seseorang akan menduduki jabatan atau mengemban tanggung jawab penting, fii amanillah diucapkan sebagai doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

5. Mengakhiri Percakapan: Dalam komunikasi sehari-hari, fii amanillah dapat menjadi penutup percakapan yang indah dan bermakna.

Melansir dari Islamic Center Universitas Al-Azhar, konteks penggunaan fii amanillah mencerminkan karakteristik umat Islam yang selalu mengutamakan aspek spiritual dalam interaksi sosial.

Makna Spiritual dan Filosofis Fii Amanillah

Dari perspektif spiritual, fii amanillah mengandung makna yang sangat mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Ungkapan ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan manifestasi dari iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ketika mengucapkan fii amanillah, seseorang sedang mengakui bahwa segala perlindungan dan keselamatan hanya berasal dari Allah Yang Maha Kuasa.

Makna filosofis dari ungkapan ini juga berkaitan dengan konsep persaudaraan dalam Islam (ukhuwah Islamiyah). Fii amanillah menjadi jembatan emosional yang menghubungkan hati sesama Muslim, menciptakan ikatan spiritual yang kuat. Ungkapan ini menunjukkan bahwa dalam Islam, setiap interaksi sosial diharapkan membawa keberkahan dan kebaikan.

Dalam dimensi psikologis, mengucapkan dan mendengar fii amanillah dapat memberikan ketenangan hati dan rasa aman. Hal ini karena ungkapan tersebut mengingatkan seseorang bahwa ia tidak sendirian dalam menghadapi kehidupan, melainkan selalu dalam lindungan Allah SWT. Efek psikologis positif ini sangat penting dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual umat Muslim.

Mengutip dari Journal of Islamic Psychology yang diterbitkan oleh International Association of Islamic Psychology, ungkapan-ungkapan religius seperti fii amanillah terbukti memiliki dampak positif terhadap tingkat stres dan kecemasan seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa praktik saling mendoakan dalam komunitas Muslim dapat meningkatkan resiliensi dan kesehatan mental.

Dalil dan Landasan Syariat Penggunaan Fii Amanillah

Penggunaan ungkapan fii amanillah memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an dengan redaksi yang sama. Landasan syariat untuk saling mendoakan kebaikan dan keselamatan dapat ditemukan dalam berbagai ayat Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 201 yang mengajarkan umat Muslim untuk selalu berdoa memohon kebaikan di dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya saling mendoakan sesama Muslim melalui berbagai hadits shahih. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seorang Muslim untuk saudaranya yang diucapkan tanpa sepengetahuan orang yang didoakan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi saling mendoakan seperti mengucapkan fii amanillah memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam.

Melansir dari Tafsir Al-Qurtubi yang merupakan salah satu kitab tafsir mu'tabar, konsep meminta perlindungan kepada Allah dan mendoakan keselamatan orang lain merupakan bagian integral dari akhlak seorang Muslim. Para ulama sepakat bahwa mengucapkan doa kebaikan untuk sesama Muslim, termasuk fii amanillah, termasuk dalam kategori amal saleh yang dianjurkan.

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin juga menekankan pentingnya menggunakan ungkapan-ungkapan yang baik dalam berinteraksi dengan sesama Muslim. Ungkapan seperti fii amanillah tidak hanya membawa manfaat bagi yang menerimanya, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi yang mengucapkannya dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.

Daftar Sumber

  • Alma'arif dan Umi Robiatin Musyafa'ah (2021). Kamus Saku Bahasa Arab-Indonesia. Penerbit: Absolute Media
  • Al-Albani, Muhammad Nashiruddin, dkk (2019). Sifat Shalat Nabi SAW. Jakarta: Qisthi Press
  • Tafsir Al-Qurtubi.
  • An-Nawawi, Imam. Riyadhus Shalihin.
  • Journal of Islamic Psychology. International Association of Islamic Psychology.

FAQ

1. Apa arti dari ucapan "Fii Amanillah"?

"Fii Amanillah" berarti "Dalam lindungan Allah."

2. Kapan biasanya orang mengucapkan "Fii Amanillah"?

Ucapan ini biasa digunakan saat perpisahan sebagai doa agar yang pergi dalam perlindungan Allah.

3. Bagaimana cara membalas ucapan "Fii Amanillah"?

Balasannya bisa dengan "Ma’assalamah" atau "Allah yuhfazak."

4. Apakah "Fii Amanillah" hanya untuk umat Islam?

Meskipun berasal dari bahasa Arab, umumnya digunakan di kalangan Muslim.

5. Apa perbedaan "Fii Amanillah" dan "Assalamualaikum"?

"Fii Amanillah" lebih spesifik untuk mendoakan perlindungan saat perpisahan, sementara "Assalamualaikum" adalah salam umum.

6. Apakah boleh menggunakan "Fii Amanillah" dalam pesan tertulis?

Ya, ucapan ini sering digunakan juga dalam pesan teks atau surat.

7. Apa makna spiritual dari "Fii Amanillah"?

Ucapan ini mencerminkan keikhlasan menyerahkan seseorang kepada perlindungan Tuhan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |