Bacaan Sholat Rabu Wekasan Arab dan Latin, Dilengkapi Tata Cara yang Benar

1 week ago 7

Liputan6.com, Jakarta Rebo Wekasan, yang secara harfiah berarti Rabu terakhir, adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriyah. Di Indonesia, sebagian masyarakat meyakini bahwa pada hari ini, Allah SWT menurunkan berbagai macam bala atau musibah ke bumi. Oleh karena itu, di momen ini, ada yang menganjurkan untuk menunaikan sholat tolak bala Rebo Wekasan sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan.

Praktik sholat ini menjadi salah satu upaya spiritual untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus memohon agar dihindarkan dari segala bentuk marabahaya. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai bacaan sholat Rabu Wekasan, niat, doa, dan tata caranya bagi Anda yang ingin mengamalkannya.

Penting untuk memahami bahwa pelaksanaan sholat ini harus didasari niat yang benar, sesuai dengan panduan syariat Islam. Meskipun ada perbedaan pandangan di kalangan ulama, tujuan utama adalah mencari ridha Allah SWT dan memohon keselamatan dari segala bentuk musibah yang mungkin terjadi.

Jadi simak informasi selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (20/8/2025).

Memahami Hukum dan Niat Sholat Rabu Wekasan

Penting untuk dipahami bahwa sholat Rebo Wekasan bukanlah sholat yang memiliki dasar syariat khusus atau nash sharih (dalil tegas) dari Al-Qur'an maupun Hadits Nabi Muhammad SAW. Jika sholat Rabu Wekasan diniati secara khusus, misalnya dengan niat “aku niat sholat Safar” atau “aku niat sholat Rebo Wekasan,” maka hukumnya tidak sah dan haram. Hal ini sesuai dengan prinsip kaidah fiqih: "Hukum asal dalam ibadah apabila tidak dianjurkan, maka tidak sah.”

Pendapat ini juga didukung oleh Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib Hasyiyah ‘ala al-Iqna’. Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari berpendapat bahwa sholat Rebo Wekasan hukumnya haram, sebab anjuran sholat sunah mutlak yang ditetapkan berdasarkan hadits shahih tidak berlaku untuk sholat Rebo Wekasan, melainkan hanya untuk sholat-sholat yang disyariatkan.

Namun, sebagian ulama lain membolehkan jika diniati sebagai sholat sunah mutlak atau sholat hajat, yang tujuannya adalah memohon perlindungan dari hal-hal yang dikhawatirkan. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengamalkannya, niatkanlah sebagai sholat sunah mutlak, bukan sholat khusus Rebo Wekasan. Ingatlah bahwa perlindungan sepenuhnya datang dari Allah SWT, dan ibadah adalah bentuk ikhtiar serta mendekatkan diri kepada-Nya.

Panduan Praktis Pelaksanaan Sholat Tolak Bala

Bagi Anda yang ingin melaksanakan sholat tolak bala atau sholat sunah mutlak pada Rebo Wekasan, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat diikuti. Pelaksanaan sholat ini umumnya dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, dengan waktu terbaik setelah sholat Subuh atau pada waktu Dhuha.

Sholat tolak bala umumnya dilaksanakan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam. Niat sholat tolak bala dibaca dalam hati sebelum memulai sholat. Berikut adalah niat sholat tolak bala yang bisa Anda lafalkan:

Niat Sholat Tolak Bala:

أُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnata lidaf'il bala'i rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat sholat sunah untuk menolak bala, dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Tata cara sholat tolak bala pada dasarnya sama dengan sholat sunah lainnya. Berikut adalah urutan bacaan setelah Al-Fatihah untuk setiap rakaat:

  • Rakaat 1: Setelah membaca Al-Fatihah, baca Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali, kemudian baca Surah Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.
  • Rakaat 2: Setelah membaca Al-Fatihah, baca Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali, kemudian baca Surah Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.
  • Setiap Rakaat: Setelah membaca surah-surah di atas, baca Al-Mu'awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas) masing-masing 1 kali.

Bacaan Doa Setelah Sholat Rabu Wekasan

Setelah salam, dianjurkan untuk membaca doa tolak bala. Doa ini merupakan bagian penting dari ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT. Berikut adalah bacaan sholat Rabu Wekasan dalam bentuk doa yang dapat dipanjatkan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بالله العلي العظيم، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Bismillahirrahmanirrahim. Wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ya syadidul quwa wa ya syadidul mihal, ya 'aziz dzallat li'izzatika jami'u khalqika, ikfini min jami'i khalqika ya muhsinu ya mujammilu ya mutafaddilu ya mun'imu ya mukrimu ya man la ilaha illa anta irhamni birahmatika ya arhamar rahimin. Allahumma bisirril hasani wa akhihi wa jaddihi wa abihi wa ummihi wa banihi ikfini syarra hadzal yaumi wa ma yanzilu fihi ya kafiyal muhimmat ya dafi'al baliyyat fasayakfikahumullahu wa huwas sami'ul 'alim. Wa hasbunallahu wa ni'mal wakil. Wa la hawla wa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim. Wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: "Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan. Ya Tuhan Yang Maha Mulia dan karena kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu. Ya Tuhan Yang Maha Baik. Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan. Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau. Kasihanilah aku dengan Rahmat-Mu, wahai Zat yang Maha Penyayang. Ya Allah, dengan rahasia (kemuliaan) Hasan dan saudaranya (Husain), kakeknya (Nabi Muhammad), ayahnya (Ali), ibunya (Fatimah), dan anak-anaknya, peliharalah aku dari kejahatan hari ini dan apa yang akan turun padanya. Wahai Yang Maha Mencukupi segala kebutuhan, wahai Yang Maha Menolak segala bencana, maka Allah akan mencukupi mereka dari (kejahatan) mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya."

Amalan Lain di Bulan Safar Selain Bacaan Sholat Rabu Wekasan

Selain melaksanakan sholat sunah mutlak, ada beberapa amalan lain yang dianjurkan di bulan Safar dan dapat dilakukan pada Rebo Wekasan sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan-amalan ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan memohon keberkahan serta perlindungan dari segala musibah.

Beberapa amalan yang bisa dilakukan meliputi memperbanyak doa dan dzikir, yang merupakan bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Bersedekah kepada yang membutuhkan juga sangat dianjurkan, karena sedekah dapat menolak bala dan mendatangkan keberkahan. Menjaga silaturahmi juga penting untuk mempererat tali persaudaraan dan mendapatkan ridha Allah.

Selain itu, melaksanakan puasa sunah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh, dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan ibadah. Membaca Al-Qur'an secara rutin juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan pahala dan ketenangan hati. Semua amalan ini adalah bentuk ikhtiar untuk meraih kebaikan dan perlindungan dari Allah SWT.

Melaksanakan bacaan sholat Rabu Wekasan atau sholat tolak bala adalah salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Namun, penting untuk selalu mendasari setiap amalan dengan niat yang benar, yaitu sebagai sholat sunah mutlak, dan bukan karena keyakinan akan kesialan hari tertentu yang tidak diajarkan dalam syariat Islam.

Ikhtiar terbaik adalah senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah yang disyariatkan, serta bertawakal sepenuhnya kepada-Nya. Jika masih ada keraguan, disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama atau ahli agama setempat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keselamatan, keberkahan, dan perlindungan kepada kita semua.

FAQ

Q: Apa itu Rabu Wekasan?

A: Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar, diyakini sebagian masyarakat sebagai hari turunnya bala atau musibah.

Q: Apakah sholat Rebo Wekasan wajib?

A: Tidak, sholat tolak bala atau sholat Rebo Wekasan hukumnya sunah, bukan wajib, sebagai bentuk ikhtiar.

Q: Apa perbedaan pendapat ulama tentang sholat Rabu Wekasan?

A: Ulama berbeda pendapat; jika diniati khusus haram, namun boleh jika diniati sebagai sholat sunah mutlak atau sholat hajat.

Q: Apa saja amalan lain yang bisa dilakukan di Rebo Wekasan?

A: Amalan lain meliputi memperbanyak doa, dzikir, sedekah, menjaga silaturahmi, puasa sunah, dan membaca Al-Qur'an.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |