Bacaan Sholat Tahajud Rakaat Pertama dan Kedua, Arab dan Latin: Tata Cara dan Keutamaannya

1 week ago 8

Liputan6.com, Jakarta Salat Tahajud adalah salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sholat ini dikerjakan di waktu malam, setelah seseorang tidur, meskipun hanya sebentar. Memahami bacaan sholat Tahajud sangat penting agar ibadah kita menjadi lebih khusyuk dan bermakna.

Meskipun salat Tahajud sering dianggap sulit karena dilaksanakan di sepertiga malam, keutamaannya sangat luar biasa. Mengutip dari buku Tuntunan Shalat Tahajud karangan H. Sayuti, Rasulullah menuntunkan  Shalat malam itu, dua rakaat dua rakaat.

Rasulullah SAW bersabda:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحُ صلى ركعة وَاحِدَةً تَوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Shalat malam itu adalah dua rakaat, apabila kamu khawatir akan masuknya waktu shubuh maka berwitirlah satu rakaat saja sebagai witirnya (penutupannya) shalat yang telah kamu lakukan sebelumnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Al Quran, Allah menjanjikan tempat yang terpuji bagi mereka yang melakukannya. Berikut Liputan6.com merangkum panduan lengkap seputar bacaan sholat tahajud agar ibadah Anda lebih bermakna.

Pengertian Sholat Tahajud

Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Ini membedakannya dari sholat sunnah malam lainnya yang tidak mensyaratkan tidur sebelumnya. Konsep ini ditegaskan dalam Buku Tuntunan Shalat Tahajud oleh H. Sayuti.

Ibadah ini memiliki makna mendalam, yakni upaya seorang hamba untuk meninggalkan kenyamanan tidur demi beribadah kepada Allah SWT di waktu yang sunyi. Hal ini menunjukkan kesungguhan dan kecintaan seorang Muslim terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, sholat tahajud sangat dianjurkan.

Allah SWT sendiri menganjurkan sholat tahajud dalam firman-Nya di Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 79. Ayat tersebut menyatakan,

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا 

Latin: wa minal-laili fa taḫajjad bihî nâfilatal laka ‘asâ ay yab‘atsaka rabbuka maqâmam maḫmûdâ

Artinya: "Dan pada sebagian malam hari, bershalat tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." Ini menunjukkan betapa mulianya amalan ini di sisi Allah.

Tata Cara dan Bacaan Sholat Tahajud Rakaat Pertama dan Kedua

Merangkum dari Buku Tuntunan Shalat Tahajud Penerbit Sangkala, Di Susun oleh : H. Sayuti, tata cara sholat tahajud 2 rakaat hampir sama dengan sholat sunnah lainnya. Persiapan yang matang akan membantu fokus dalam beribadah. Berikut adalah urutan pelaksanaan sholat tahajud yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya:

  • Tidur Terlebih Dahulu: Sebelum melaksanakan sholat tahajud, disyaratkan untuk tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar.
  • Bangun Malam: Dianjurkan bangun pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00–04.00 dini hari.
  • Bersuci (Wudhu): Lakukan wudhu untuk membersihkan diri dari hadas kecil.
  • Membaca Niat: Niat sholat tahajud cukup diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram. Lafaz niat yang dianjurkan ulama adalah:  اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla. (Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.)

Rakaat Pertama

  • Takbiratul Ihram: Mengucapkan اللهُ أَكْبَرُ (Allāhu Akbar).
  • Doa Iftitah: Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah. Contohnya: اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (Allāhu akbar kabīran wal-hamdu lillāhi kathīran wa subḥāna-llāhi bukratan wa ʾaṣīlā).
  • Rukuk: Membungkuk dengan tuma'ninah sambil mengucapkan: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ (Subḥāna rabbī al-'aẓīm).
  • I'tidal: Tegak kembali dari rukuk dengan tuma'ninah sambil mengucapkan: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ (Sami'allahu liman Hamidah).
  • Sujud: Sujud dua kali dengan tuma'ninah sambil mengucapkan: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى (Subḥāna rabbī al-ʾa'lā).

Rakaat Kedua

Ulangi langkah-langkah yang sama seperti rakaat pertama.

  • Tahiyat Akhir: Pada rakaat terakhir, duduk tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir.
  • Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri: السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ (Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh).
  • Wirid dan Doa Setelah Sholat: Setelah salam, disunahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa setelah sholat tahajud.
  • Diakhiri dengan Witir: Sholat tahajud diakhiri dengan sholat witir, minimal satu rakaat. Rasulullah SAW biasa melaksanakan 11 rakaat malam, yaitu delapan rakaat tahajud dan tiga rakaat witir.

Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir. Rasulullah SAW menganjurkan waktu ini karena pada saat tersebut, seorang hamba berada pada posisi yang paling dekat dengan Allah SWT.

Waktu untuk melaksanakan shalat tahajud (Shalatul Lail) ditetapkan sejak waktu Isya' hingga waktu subuh (sepanjang malam) sebagaimana terdapat pada hadis-hadis di atas. Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu:

1. Pada sepertiga malam yang pertama, yaitu antara pukul 19.00 hingga pukul 22.00, ini waktu yang utama.

2. Pada sepertiga malam yang kedua, yaitu antara pukul 22.00 hingga pukul 01.00, ini waktu yang lebih utama.

3. Pada sepertiga malam yang terakhir, yaitu antara pukul 01.00 hingga masuknya waktu shubuh, ini adalah waktu yang paling utama.

Menurut keterangan yang shahih, saat dikabulkannya do'a adalah pada 1/3 malam yang terakhir. Hal ini bersandar pada saat Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar, "Di waktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan shalat malam?"  

Sahabat Abu Dzar menjawab, "Aku telah bertanya kepada Rasulullah saw. sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini." Lalu Rasulullah saw. bersabda, "Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya." (HR. Ahmad).

Hukum Sholat Tahajud

Dalam buku Mukjizat Shalat Malam karya  Roni Tabroni , (Bandung: Mizan, 2009),  Shalat tahajud hukumnya sunnah muakkadah, yaitu kesunnahan yang benar-benar dianjurkan bagi umat Islam. Dalam riwayat Muslim dikatakan, "Sebaik-baik setelah shalat fardhu adalah shalat pada malam hari." Jenisnya macam-macam, bisa shalat hajat, shalat witir, shalat tasbih, dan sunnah mutlak, atau mungkin juga shalat tarawih.

Dalil Al- Qur'an dan Hadits yang menganjurkan kita untuk shalat tahajud, di antaranya sebagai berikut:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا ۷۹

Latin: wa minal-laili fa taḫajjad bihî nâfilatal laka ‘asâ ay yab‘atsaka rabbuka maqâmam maḫmûdâ

Artinya:"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajudlah kamu sebagai suau ibadah bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS. Al- Isra': 79)

Dari ayat di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian malam bangun dan bertahajudlah dengannya, yaitu dengan bacaan Al-Qur'an itu, dengan kata lain lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan kewajiban. Atau sebagai tambahan ketinggian derajat bagimu, mudah-mudahan dengan ibadah-ibadah ini tuhan pemelihara dan pembimbingmu mengangkatmu di hari kiamat nanti ke tempat yang terpuji.

Keutamaan Sholat Tahajud

Dijelaskan dalam Buku Tuntunan Shalat Tahajud Penerbit Sangkala, oleh : H. Sayuti Tentang keutamaan/ keistimewaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda, 

"Barangsiapa mengerjakan shalat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan teratur maka Allah swt. akan memberikan 9 macam kemuliaan, 5 macam kemuliaan di dunia dan 4 macam kemuliaan di akhi-rat."

Adapun lima keutamaan di dunia itu, adalah:

1. Akan dipelihara oleh Allah swt. dari segala macam ben-cana.

2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.

3. Akan dicintai para hamba Allah yang shalih dan dicintai oleh semua manusia.

4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.

5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan di akhirat, yaitu :

1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pem-balasan nanti.

2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.

3. Ketika menyeberangi Shiratal Mustaqim (jembatan), bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.

4. Catatan amalnya diberikan dengan tangan kanan.

Daftar Sumber: 

Sayuti, H. (Tuntunan Shalat Tahajud). Sangkala.

Tabroni, Roni. (2009). Mukjizat Shalat Malam. Mizan.

https://www.liputan6.com/quran/al-isra

FAQ Seputar Bacaan Sholat Tahajud

Apakah membaca surat-surat panjang saat sholat Tahajud wajib?

Tidak, membaca surat-surat panjang saat sholat Tahajud tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan. Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca surat-surat yang panjang saat sholat Tahajud sebagai bentuk kekhusyukan dan ibadah tambahan. Namun, Anda boleh membaca surat apa saja yang Anda hafal, baik itu surat pendek maupun panjang. Yang terpenting adalah melaksanakannya dengan ikhlas dan khusyuk.

Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa bacaan sholat Tahajud?

Jika Anda lupa bacaan sholat Tahajud, jangan panik. Anda bisa menggantinya dengan bacaan-bacaan yang Anda hafal, seperti tasbih, tahmid, atau takbir. Selain itu, Anda bisa beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Yang paling utama dalam sholat adalah niat dan kekhusyukan, bukan sekadar kelancaran bacaan. Anda bisa mencoba menghafal kembali bacaan tersebut di lain waktu.

Apakah ada doa khusus setelah sholat Tahajud?

Seperti yang dijelaskan dalam buku Fiqih Ibadah Praktis, tidak ada doa khusus setelah Tahajud yang wajib. Namun, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan permohonan pribadi karena waktu ini termasuk waktu yang mustajab. Anda bisa memanjatkan doa apa pun yang Anda inginkan, seperti memohon ampunan, rezeki, kesehatan, atau kemudahan dalam urusan.

Apakah sholat Tahajud boleh dikerjakan di awal malam?

Secara syariat, sholat Tahajud harus didahului dengan tidur, meskipun hanya sebentar. Jika Anda melaksanakannya di awal malam tanpa tidur terlebih dahulu, maka itu tidak disebut sebagai sholat Tahajud, melainkan sholat sunah mutlak. Waktu yang paling dianjurkan untuk sholat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir.

 Berapa jumlah rakaat sholat Tahajud yang dianjurkan?

Jumlah rakaat sholat Tahajud tidak terbatas, namun Rasulullah SAW biasanya melaksanakan sholat malam sebanyak 11 rakaat, yaitu delapan rakaat Tahajud dan tiga rakaat witir. Anda bisa melaksanakan sholat Tahajud minimal dua rakaat, dan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

 Apa bedanya sholat Tahajud dengan sholat sunah malam lainnya?

Perbedaan utama antara sholat Tahajud dan sholat sunah malam lainnya adalah syaratnya, di mana sholat Tahajud harus didahului dengan tidur. Sementara itu, sholat sunah malam lainnya seperti sholat hajat, sholat tasbih, atau sholat witir bisa dikerjakan kapan saja di malam hari tanpa perlu tidur terlebih dahulu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |