Liputan6.com, Jakarta Doa keluar dari masalah menjadi salah satu amalan yang bisa dibaca saat sedang berada dalam suatu situasi sulit. Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa yang dapat membantu umat Islam memohon pertolongan Allah SWT ketika berada dalam kesusahan.
Dalam terminologi Islam, doa ini disebut juga dengan du'a min al-karb atau doa untuk keluar dari kesusahan. Setiap Muslim diajarkan untuk selalu berdoa ketika menghadapi masalah, baik yang ringan maupun yang berat. Mengutip dari Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq, doa merupakan manifestasi keimanan seseorang kepada Allah SWT.
Ketika seorang Muslim berdoa memohon pertolongan, ia menunjukkan keyakinannya bahwa hanya Allah yang mampu memberikan solusi terbaik atas setiap permasalahan yang dihadapi. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya doa keluar dari masalah melansir dari berbagai sumber, Jumat (1/8/2025).
Doa Keluar dari Masalah: Arab, Latin, dan Terjemahan
Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa keluar dari masalah yang sangat mujarab dan penuh makna. Berikut adalah doa-doa tersebut:
1. Doa Karb (Doa Kesusahan)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Laa ilaaha illallahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbil 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'arsyil kariim
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan pemilik Arsy yang agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan pemilik langit dan bumi serta Tuhan pemilik Arsy yang mulia."
2. Doa Memohon Pertolongan
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Ya hayyu ya qayyum bi rahmatika astaghiits, ash-lihlii sya'nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata 'ainin
Artinya: "Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengatur segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku dan jangan biarkan aku mengurus diriku sendiri walaupun sekejap mata."
3. Doa Berlindung dari Kesusahan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a'udzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijal
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan tekanan manusia."
Doa-Doa Memohon Kemudahan dalam Menghadapi Masalah
Selain doa-doa pokok untuk keluar dari masalah, Rasulullah SAW juga mengajarkan berbagai doa keluar dari masalah lainnya yang dapat diamalkan untuk memohon kemudahan dari Allah SWT:
1. Doa Memohon Rahmat dan Kemudahan
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata 'ayn, wa aslih li sya'ni kullah, la ilaha illa ant
Artinya: "Ya Allah, aku mengharapkan rahmat-Mu, jangan serahkan aku pada diriku sendiri walaupun sekejap mata, dan perbaikilah segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau."
2. Doa Istighfar dan Memohon Jalan Keluar
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaha alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengatur, dan aku bertobat kepada-Nya."
3. Doa Memohon Kemudahan Urusan
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlan, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlan
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan itu mudah jika Engkau kehendaki."
Mengutip dari Shahih Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa adalah ibadah dan Allah sangat menyukai hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya dalam keadaan apapun, termasuk ketika menghadapi kesulitan dan cobaan hidup.
Adab dan Etika Berdoa Keluar dari Masalah
Dalam mengamalkan doa keluar dari masalah, terdapat beberapa adab dan etika yang perlu diperhatikan agar doa menjadi lebih khusyuk dan dikabulkan Allah SWT:
Memulai dengan Memuji Allah dan Bershalawat
Sebelum memanjatkan doa, hendaknya dimulai dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan hadits yang menyatakan bahwa doa yang dimulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasul-Nya lebih mudah dikabulkan.
Berdoa dalam Keadaan Suci
Mengutip dari Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, berdoa dalam keadaan berwudhu dan suci dari najis akan membuat doa lebih berkah dan mudah sampai ke hadapan Allah SWT.
Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan
Salah satu adab berdoa adalah menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan ke atas sebagai bentuk penghambaan dan harapan kepada Allah SWT. Posisi ini menunjukkan kerendahan hati dan pengakuan akan kekuasaan Allah.
Berdoa dengan Penuh Keyakinan
Ketika memanjatkan doa keluar dari masalah, seorang Muslim harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya dalam bentuk dan waktu yang terbaik. Keyakinan ini merupakan manifestasi dari keimanan yang kuat kepada Allah SWT.
Tidak Tergesa-gesa Mengharapkan Jawaban
Islam mengajarkan untuk bersabar dalam menunggu jawaban doa. Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, baik berupa dikabulkan sesuai permintaan, diganti dengan kebaikan lain, atau disimpan sebagai pahala di akhirat.
Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa Keluar dari Masalah
Meskipun doa dapat dipanjatkan kapan saja, terdapat waktu-waktu tertentu yang dianggap mustajab (mudah dikabulkan) untuk mengamalkan doa keluar dari masalah:
- Sepertiga Malam Terakhir
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Waktu ini sangat baik untuk memanjatkan doa memohon jalan keluar dari masalah.
- Antara Maghrib dan Isya
Waktu antara maghrib dan isya merupakan salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Suasana yang tenang dan hening memudahkan untuk berkonsentrasi dalam berdoa.
- Setelah Shalat Fardhu
Mengutip dari Riyadhus Shalihin, berdoa setelah menyelesaikan shalat fardhu adalah waktu yang sangat dianjurkan, karena hati masih dalam keadaan khusyuk dan dekat dengan Allah SWT.
- Ketika Turun Hujan
Menurut hadits, doa yang dipanjatkan ketika turun hujan lebih mudah dikabulkan Allah SWT. Ini merupakan waktu yang baik untuk memohon pertolongan dan jalan keluar dari masalah.
- Hari Jumat Hari
Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Terdapat waktu mustajab pada hari Jumat dimana doa-doa mudah dikabulkan, terutama antara khutbah dan shalat Jumat.
Hikmah dan Manfaat Mengamalkan Doa Keluar dari Masalah
Mengamalkan doa keluar dari masalah secara rutin membawa berbagai hikmah dan manfaat, baik dari segi spiritual maupun psikologis:
- Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Setiap kali berdoa, seorang Muslim menjalin komunikasi langsung dengan Allah SWT. Hal ini memperkuat ikatan spiritual dan meningkatkan kualitas keimanan seseorang.
- Memberikan Ketenangan Hati: Melansir dari penelitian yang dimuat dalam Journal of Islamic Psychology, aktivitas berdoa terbukti dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan, serta memberikan ketenangan batin bagi pelakunya.
- Melatih Kesabaran dan Tawakal: Proses menunggu jawaban doa mengajarkan kesabaran dan tawakal. Seorang Muslim belajar untuk menerima ketentuan Allah dengan lapang dada sambil terus berusaha maksimal.
- Memperkuat Mental dan Optimisme: Keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar terbaik membuat seseorang lebih optimis dan kuat mental dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Doa keluar dari masalah menjadi sumber kekuatan spiritual yang tak terbatas.
- Mendatangkan Berkah dalam Hidup: Dengan senantiasa berdoa dan mengingat Allah, hidup seseorang akan dipenuhi dengan berkah. Setiap langkah dan usaha yang dilakukan akan mendapat ridha Allah SWT.
Kisah Para Sahabat dalam Menghadapi Masalah dengan Doa
Sejarah Islam mencatat berbagai kisah inspiratif para sahabat Rasulullah SAW yang berhasil keluar dari masalah melalui kekuatan doa dan keimanan kepada Allah SWT:
Abu Bakar As-Shiddiq
Kisah Abu Bakar As-Shiddiq ketika hijrah bersama Rasulullah SAW ke gua Tsur merupakan contoh nyata bagaimana doa keluar dari masalah dan keyakinan kepada Allah dapat mengatasi situasi yang sangat berbahaya. Meskipun dikejar-kejar musuh, Abu Bakar tetap tenang karena yakin akan pertolongan Allah.
Umar bin Khattab
Umar bin Khattab juga dikenal sebagai sosok yang sangat rajin berdoa ketika menghadapi masalah. Dalam berbagai keputusan penting sebagai khalifah, beliau selalu memohon petunjuk Allah melalui doa dan shalat istikharah.
Mengutip dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, para sahabat selalu menjadikan doa sebagai senjata utama dalam menghadapi setiap cobaan. Mereka memahami betul bahwa kekuatan sejati hanya datang dari Allah SWT, bukan dari kemampuan manusia semata.
Sa'd bin Abi Waqqash
Kisah Sahabat Sa'd bin Abi Waqqash yang doanya sangat mustajab juga menjadi inspirasi bagi umat Islam. Beliau selalu mengamalkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah, termasuk doa keluar dari masalah, sehingga setiap kesulitan yang dihadapi selalu ada jalan keluarnya.
Para ulama sepakat bahwa keteladanan sahabat dalam hal berdoa dan bertawakal kepada Allah merupakan contoh terbaik bagi generasi Muslim selanjutnya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Di era modern ini, berbagai bentuk masalah dan tantangan hidup semakin kompleks. Mulai dari masalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga hubungan sosial. Doa keluar dari masalah tetap relevan dan menjadi solusi spiritual yang efektif untuk menghadapi berbagai persoalan kontemporer.
Mengutip dari Contemporary Islamic Psychology oleh Dr. Malik Badri, penelitian modern menunjukkan bahwa praktik spiritual seperti berdoa memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang. Hal ini membuktikan bahwa ajaran Islam tentang doa memiliki basis ilmiah yang kuat.
Daftar Sumber
- Al-Quran Al-Karim
- Shahih Bukhari oleh Imam Bukhari
- Shahih Muslim oleh Imam Muslim
- Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi
- Fiqh As-Sunnah oleh Sayyid Sabiq
- Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani
- Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam
- Journal of Islamic Psychology, Vol. 15, No. 2
- Contemporary Islamic Psychology oleh Dr. Malik Badri
- Tafsir Ibnu Katsir oleh Ibnu Katsir
FAQ doa keluar dari masalah
1. Kapan waktu terbaik untuk mengamalkan doa keluar dari masalah?
Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, dan waktu-waktu mustajab lainnya.
2. Apakah doa keluar dari masalah harus dibaca dalam bahasa Arab?
Lebih utama dibaca dalam bahasa Arab sesuai yang diajarkan Rasulullah, namun boleh juga berdoa dengan bahasa sendiri.
3. Berapa kali doa keluar dari masalah harus dibaca?
Tidak ada ketentuan pasti, namun dianjurkan dibaca dengan istiqamah dan penuh keyakinan.
4. Apakah doa keluar dari masalah bisa dibaca untuk orang lain?
Ya, diperbolehkan mendoakan orang lain yang sedang menghadapi kesulitan dan masalah.
5. Bagaimana jika doa keluar dari masalah belum dikabulkan?
Tetap bersabar dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik di waktu yang tepat.
6. Apakah harus berwudhu ketika membaca doa keluar dari masalah?
Lebih utama dalam keadaan suci, namun boleh dibaca tanpa wudhu dalam keadaan darurat.
7. Bisakah doa keluar dari masalah dibaca bersamaan dengan ikhtiar lainnya?
Ya, Islam mengajarkan keseimbangan antara berdoa dan berusaha secara maksimal.