Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki Sesuai Sunnah: Arab, Latin, dan Terjemah

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta Doa untuk orang meninggal laki-laki sesuai sunnah berbeda dengan doa untuk jenazah perempuan. Praktik mendoakan jenazah laki-laki ini telah diajarkan Rasulullah SAW melalui hadis-hadis shahih yang diriwayatkan para sahabat.

Mengutip dari Sa'adah dalam Konsep Doa untuk Orang Meninggal menurut Ulama Tafsir Indonesia (2024: 24), doa untuk orang meninggal diartikan sebagai bentuk permohonan yang di dalamnya dilakukan amal maupun doa yang mendatangkan ganjaran pahala.

Pahala tersebut ditujukan bagi orang yang meninggal dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan akhiratnya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (21/8/2025).

Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki Arab, Latin, dan Terjemah

Doa khusus untuk jenazah laki-laki memiliki redaksi yang spesifik sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Doa ini biasanya dibaca saat melaksanakan shalat jenazah, tepatnya setelah takbir ketiga sebagai bagian dari ritual penghormatan terakhir kepada almarhum.

Teks Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهُ.

اللّهُمَّ ابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ.

اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ.

اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدْخَلَهُ

Bacaan Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu waj'alil-jannata matswahu. Allahumma-abdilhu daran khairan min darihi, wa zaujan khairan min zawjihi wa ahlan khairan min ahlihi. Allahumma innahu nazala bika wa anta khairu manzulin bihi. Allahumma akrim nuzulahu wawassi' madkhalahu.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah almarhum, berilah ia rahmat-Mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggalnya. Ya Allah, gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, istri yang lebih baik dari istrinya dahulu dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya dahulu. Ya Allah, ia telah tiba di sisi-Mu dan Engkaulah sebaik-baik tempat untuknya. Ya Allah, muliakanlah keturunannya dan lapangkanlah pintu masuknya."

Doa untuk orang meninggal laki-laki sesuai sunnah ini memiliki kandungan permohonan yang sangat lengkap, mulai dari ampunan dosa, rahmat, hingga kemudahan dalam kehidupan akhirat. Setiap kata dalam doa ini mengandung makna mendalam sebagai bentuk harapan terbaik bagi almarhum di sisi Allah SWT.

Doa Saat Mendengar Kabar Duka

Ketika mendengar kabar kematian seorang muslim, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah. Doa ini mengandung pengakuan bahwa semua makhluk adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Teks Arab: إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللهُمَّ أَجِرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِيْ وَاخْلُفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

Bacaan Latin: Inna lillahi wa inna ilahi raji'un. Allahumma ajirni fi mushibati wakhluf li khairam-minha.

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, beri aku pahala, serta gantikan untukku yang lebih baik darinya."

Doa ini merupakan penggalan dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 156 yang mengajarkan sikap tawakal dan penyerahan diri kepada Allah. Bacaan ini mengingatkan umat bahwa hidup di dunia memang sementara dan kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap makhluk hidup. Membaca doa ini membantu menenangkan hati dan memperkuat iman saat menghadapi musibah kehilangan.

Doa Saat Melakukan Takziah

Takziah merupakan tradisi mulia dalam Islam sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga yang ditinggalkan. Saat melakukan takziah, terdapat doa khusus yang dapat diucapkan untuk memberikan penghiburan sekaligus mendoakan kebaikan bagi almarhum dan keluarganya.

Teks Arab: أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ

Bacaan Latin: A'dzamallahu ajraka wa ahsana 'aja-aka wa ghafara li mayyitika

Artinya: "Sesungguhnya Allah melipatgandakan pahalamu (keluarga yang ditinggalkan), menghiburmu dengan baik, serta mengampuni dosa-dosa orang yang meninggal dunia."

Doa takziah ini memiliki makna yang sangat dalam sebagai bentuk penghiburan dan harapan baik. Ucapan ini tidak hanya memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka, tetapi juga mengandung doa agar Allah memberikan pahala berlipat kepada keluarga dan ampunan bagi almarhum. Tradisi takziah ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama muslim dalam menghadapi cobaan hidup.

Keutamaan Membaca Doa untuk Orang Meninggal

Membaca doa untuk orang yang telah meninggal memiliki keutamaan besar baik bagi yang mendoakan maupun yang didoakan. Praktik mulia ini telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai wujud kasih sayang antar sesama muslim.

1. Keutamaan Bagi yang Berdoa

  • Didoakan Kembali oleh Malaikat

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim: "Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya ketika (orang tersebut) tidak ada kecuali para malaikat mengatakan, {Bagi kamu juga seperti itu}." Hadis ini menunjukkan bahwa setiap doa baik yang dipanjatkan untuk saudara seiman akan dikembalikan oleh malaikat kepada yang mendoakan.

  • Dijanjikan Surga

Allah SWT menjamin surga bagi siapa saja yang mau menolong orang yang sudah meninggal dengan bacaan Al-Quran dan doa. Sebagaimana hadis riwayat Ad-Darimi dan Nasa'i dari Ibnu Abbas: "Barang siapa menolong mayit dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran dan zikir, Allah akan memastikan surga baginya."

2. Keutamaan Bagi Orang yang Meninggal

  • Hadiah Berharga dari yang Masih Hidup

Doa yang dipanjatkan umat Islam bagi orang yang meninggal merupakan wujud cinta dan kepedulian yang sangat berharga. Dengan ketulusan hati dalam memohon, Allah SWT akan menghendaki kebahagiaan yang diinginkan bagi mayit sesuai dengan kehendak-Nya.

  • Penolong dari Kepedihan Siksa

Membaca Al-Quran dan doa untuk orang meninggal menghasilkan pahala berlipat ganda di sisi Allah SWT. Jika pahala tersebut ditujukan bagi orang yang meninggal, niscaya akan mampu menolongnya dari kepedihan siksa kubur dan akhirat, selama Allah menghendaki.

Adab dan Tata Cara Mendoakan Jenazah

Dalam mendoakan orang yang telah meninggal, terdapat adab dan tata cara yang perlu diperhatikan agar doa yang dipanjatkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pemahaman yang benar tentang adab ini akan membantu umat Islam menjalankan kewajiban sosial dan spiritual dengan baik.

Adab Saat Mendengar Kabar Duka

Ketika mendengar kabar kematian, hendaknya segera membaca istirja' (inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah. Selanjutnya, usahakan untuk segera melakukan takziah kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian.

Tata Cara Saat Shalat Jenazah

Dalam shalat jenazah, doa untuk orang meninggal laki-laki sesuai sunnah dibaca setelah takbir ketiga. Bacaan harus jelas dan khusyuk, dengan penuh penghayatan terhadap makna yang terkandung di dalamnya. Imam dan makmum sama-sama membaca doa ini dalam hati atau dengan suara pelan.

Etika Saat Takziah

Saat melakukan takziah, sampaikanlah doa dengan suara yang lembut dan penuh empati kepada keluarga yang berduka. Hindarilah pembicaraan yang dapat menambah kesedihan, dan fokuslah pada memberikan penghiburan serta dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Melansir dari Fiqh Islam Wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhayli, adab-adab ini merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang mengatur hubungan sosial antar sesama muslim. Melalui pemahaman dan penerapan adab yang benar, tradisi mendoakan jenazah akan menjadi media yang efektif untuk memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Daftar Sumber

  • Sa'adah. (2024). Konsep Doa untuk Orang Meninggal menurut Ulama Tafsir Indonesia. Jakarta: Penerbit Akademik.
  • Az-Zuhayli, Wahbah. Fiqh Islam Wa Adillatuhu - Referensi Fiqih Islam Komprehensif.
  • Sahih Muslim - Kumpulan Hadis Shahih tentang Doa dan Adab Jenazah.

FAQ

1. Apa perbedaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan? Perbedaannya terletak pada kata ganti personal dalam bahasa Arab, untuk laki-laki menggunakan dhamir mudhakkar dan untuk perempuan menggunakan dhamir muannats.

2. Kapan waktu yang tepat membaca doa untuk orang meninggal laki-laki sesuai sunnah? Doa ini dibaca saat shalat jenazah setelah takbir ketiga, saat mata jenazah telah dipejamkan, dan setiap kali mendoakan almarhum.

3. Bolehkah non-Muslim mendoakan jenazah Muslim? Dalam Islam, doa khusus untuk jenazah Muslim sebaiknya dibaca oleh sesama Muslim yang memahami makna dan tata caranya.

4. Apakah doa untuk orang meninggal bisa sampai kepada almarhum? Menurut akidah Islam, doa dan amal kebaikan yang ditujukan untuk orang meninggal dapat bermanfaat bagi almarhum atas izin Allah SWT.

5. Berapa kali doa untuk jenazah laki-laki harus dibaca? Tidak ada batasan khusus, namun yang terpenting adalah ketulusan dan konsistensi dalam mendoakan almarhum.

6. Bolehkah menambah doa lain selain yang sudah ditentukan? Boleh menambah doa-doa baik lainnya, namun sebaiknya tetap mengutamakan doa-doa yang sudah diajarkan Rasulullah SAW.

7. Apa hikmah dari membaca doa untuk orang meninggal laki-laki sesuai sunnah? Hikmahnya antara lain sebagai bentuk kepedulian antar sesama, media mendekatkan diri kepada Allah, dan cara membantu almarhum di akhirat. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |