Liputan6.com, Jakarta Jawaban barakallah fiik yang tepat sesuai tuntunan Islam mungkin saja belum dipahami oleh banyak Muslim. Padahal, ungkapan barakallah fiik kerap digunakan dalam berbagai kesempatan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak Muslim yang mengucapkan kalimat doa ini tanpa mengetahui respons yang benar. Memahami jawaban barakallah fiik yang sesuai sunnah menjadi penting untuk menyempurnakan adab dalam berinteraksi sesama Muslim.
Menurut buku Muhadatsah: Percakapan Bahasa Arab oleh Drs. Ahmad Izzan, ungkapan barakallah fiik merupakan bentuk doa yang memiliki variasi penggunaan tergantung pada lawan bicara. Kalimat ini tidak hanya sekadar ucapan, melainkan doa yang mengandung harapan keberkahan dari Allah SWT. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (1/8/2025).
Jawaban Barakallah Fiik
Cara menjawab barakallah fiik sebenarnya telah dijelaskan dalam As Sunnah melalui hadits yang diriwayatkan oleh An Nasa'i. Aisyah RA memberikan contoh konkret tentang jawaban yang tepat untuk ungkapan doa tersebut.
Jawaban dalam Bahasa Arab: وَفِيكَ بَارَكَ اللهُ
Penulisan Latin: Wa fiika baarakallahu
Terjemahan: "Dan untukmu juga, semoga Allah memberikan berkah"
Dalam hadits riwayat An Nasa'i, dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW diberi hadiah seekor domba oleh seorang sahabat. Beliau meminta Aisyah untuk menyedekahkan separuhnya. Ketika para penerima sedekah mengucapkan "Barakallahu fiikum", Aisyah menjawab dengan "Wa fiikum barakallahu".
Menurut Bijak Zikrullah oleh Muhammad Nazir dan Mohammed Khalid, jawaban ini memiliki makna membalas doa dengan doa yang setara, sehingga kedua pihak sama-sama mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Variasi jawaban dapat disesuaikan dengan subjek yang mendoakan:
- Untuk laki-laki: Wa fiika baarakallahu
- Untuk perempuan: Wa fiiki baarakallahuUntuk jamak: Wa fiikum baarakallahu
Arti dan Makna Barakallah Fiik
Barakallahu fiik pada dasarnya merupakan ungkapan berisi doa dan harapan yang ditujukan kepada orang lain. Secara etimologi, kalimat ini terdiri dari tiga komponen utama yang memiliki makna mendalam.
Kata "baaraka" memiliki arti berkah atau kebaikan, sedangkan "Allahu" merujuk pada Allah SWT sebagai sumber segala berkah. Jika digabungkan, "barakallahu" dapat dimaknai sebagai "semoga Allah memberkahi".
Sementara "fiik" menjadi kata ganti yang menunjukkan kepada siapa doa tersebut ditujukan. Dengan demikian, barakallah fiik secara keseluruhan berarti "Semoga Allah memberikan berkah kepadamu".
Berkah yang dimaksud dalam ungkapan ini sangat luas cakupannya. Melansir dari situs Kementerian Agama RI, berkah dapat berupa keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, kemudahan rezeki, dan berbagai kebaikan lainnya yang datang dari Allah SWT.
Ungkapan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan doa yang tulus dari hati seorang Muslim kepada saudaranya. Setiap kali mengucapkan barakallah fiik, seseorang sedang memohon kepada Allah agar memberikan keberkahan kepada orang yang didoakan.
Waktu yang Tepat Mengucapkan Barakallah Fiik
Umat Islam dapat mengucapkan barakallah fiik dalam berbagai momen dan kesempatan yang tepat. Tidak ada batasan khusus untuk menggunakan ungkapan doa ini, namun ada beberapa waktu yang lebih dianjurkan.
- Saat Mengucapkan Terima Kasih
Barakallah fiik dapat digunakan sebagai ungkapan terima kasih yang lebih bermakna dibanding ucapan biasa.
- Untuk Mengucapkan Selamat
Ketika seseorang meraih kesuksesan, prestasi, atau pencapaian tertentu.
- Momen Ulang Tahun
Sebagai doa untuk keberkahan di usia yang bertambah.
- Pernikahan
Menurut riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Nabi SAW sering mendoakan pengantin dengan ungkapan berkah. Ungkapan barakallah sangat dianjurkan pada momen pernikahan untuk mendoakan pasangan pengantin. Hal ini sesuai dengan hadits yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW dalam mendoakan orang yang menikah.
- Kelahiran Anak
Untuk mendoakan keberkahan bagi orang tua dan bayi yang baru lahir.
Dengan mengucapkan barakallah, Allah SWT senantiasa akan memberikan berkah kepada orang yang didoakan, baik berupa rezeki, kesehatan, maupun kebaikan lainnya.
Variasi Ungkapan Barakallah Berdasarkan Lawan Bicara
Penggunaan barakallah fiik memiliki variasi yang disesuaikan dengan subjek atau lawan bicara. Hal ini menunjukkan kekayaan bahasa Arab dalam mengekspresikan doa dengan tepat sesuai konteks.
Menurut buku Muhadatsah: Percakapan Bahasa Arab oleh Drs. Ahmad Izzan, terdapat beberapa variasi yang perlu dipahami:
Untuk Satu Orang:
- Barakallah fiika (untuk laki-laki)
- Barakallah fiiki (untuk perempuan)
- Barakallah fiik (umum)
Untuk Dua Orang:
- Barakallah fiikuma (untuk dua laki-laki)
- Barakallah fikunna (untuk dua perempuan)
Untuk Banyak Orang:
- Barakallah fiikum (untuk jamak laki-laki atau campuran)
- Barakallah fikunna (untuk jamak perempuan)
Untuk Orang Ketiga:
- Barakallah fiihi (untuk laki-laki yang tidak hadir)
- Barakallah fiiha (untuk perempuan yang tidak hadir)
Penggunaan variasi ini menunjukkan adab berbahasa Arab yang memperhatikan gender dan jumlah orang yang didoakan. Meskipun demikian, dalam penggunaan sehari-hari, "barakallah fiik" sudah cukup dipahami dan dapat digunakan secara umum.
Adab dan Etika Menggunakan Barakallah Fiik
Islam mengajarkan adab yang baik dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam mengucapkan dan menjawab doa. Penggunaan barakallah fiik juga memiliki etika tersendiri yang perlu dipahami oleh setiap Muslim.
- Pertama, ucapkan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Barakallah fiik bukan sekadar rutinitas atau basa-basi, melainkan doa yang keluar dari kedalaman hati untuk kebaikan orang lain.
- Kedua, pahami makna yang terkandung di dalamnya. Ketika mengucapkan barakallah fiik, seseorang sedang memohon kepada Allah agar memberikan berkah kepada lawan bicaranya.
- Ketiga, jawab dengan jawaban yang tepat sesuai sunnah. Seperti yang diajarkan Aisyah radhiyallahu anha, jawaban yang tepat adalah "wa fiika barakallahu" atau variasinya.
- Keempat, gunakan pada waktu dan momen yang tepat. Meskipun tidak ada larangan mengucapkannya kapan saja, akan lebih baik jika digunakan pada momen-momen yang sesuai seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Melansir dari Bijak Zikrullah oleh Muhammad Nazir dan Mohammed Khalid, dengan membalas doa dengan doa yang setara, kedua pihak akan sama-sama mendapatkan pahala dari Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa adab menjawab doa juga memiliki nilai ibadah tersendiri.
Daftar Sumber
- Izzan, Ahmad. Muhadatsah: Percakapan Bahasa Arab.
- Nazir, Muhammad dan Mohammed Khalid. Bijak Zikrullah.
- Hadits riwayat An Nasa'i tentang Aisyah radhiyallahu anha.
- Hadits riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah.
- Hadits dalam kitab Ibnu Sinni dari Aisyah RA.
FAQ
1. Apa jawaban yang benar untuk barakallah fiik?
Jawaban yang benar adalah "wa fiika barakallahu" yang berarti "dan untukmu juga, semoga Allah memberikan berkah".
2. Bolehkah mengucapkan barakallah fiik kapan saja?
Ya, barakallah fiik dapat diucapkan kapan saja sebagai doa keberkahan untuk orang lain.
3. Apakah ada perbedaan jawaban barakallah fiik untuk laki-laki dan perempuan?
Ya, untuk laki-laki dijawab "wa fiika barakallahu" dan untuk perempuan "wa fiiki barakallahu".
4. Apa arti lengkap dari barakallah fiik?
Barakallah fiik berarti "semoga Allah memberikan berkah kepadamu".
5. Kapan waktu yang tepat mengucapkan barakallah fiik?
Barakallah fiik tepat diucapkan saat mengucapkan selamat, terima kasih, pernikahan, kelahiran, dan momen bahagia lainnya.
6. Apakah boleh menggunakan barakallah fiik untuk non-Muslim?
Sebaiknya gunakan untuk sesama Muslim karena ini merupakan doa dalam konteks Islamic.
7. Bagaimana cara mengucapkan barakallah fiik yang benar?
Ucapkan dengan penuh ketulusan dan pahami maknanya sebagai doa keberkahan dari Allah SWT.