Mad Far'i dalam Hukum Tajwid, Kenali Ragam Jenisnya

1 week ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Mad far'i adalah cabang hukum bacaan tajwid dari mad yang terjadi karena faktor eksternal seperti hamzah, sukun, tasydid, atau waqaf. Pemahaman tentang Mad far'i penting agar pembaca Al-Qur’an tidak keliru dan mengubah makna dari ayat yang dibaca.

Sebagai pengembangan dari mad thabi'i atau mad asli, Mad far'i menuntut pembaca mengenali sebab pemanjangan huruf agar bacaan tetap tartil. Karena itu, para ahli tajwid sejak lama menekankan penguasaan Mad far'i melalui matan klasik seperti Tuhfatul Athfal dan Jazariyyah.

Jenis Mad far'i cukup beragam. Di antaranya adalah Mad Wajib Muttashil, Mad Jaiz Munfashil, Mad Lazim bentuk harfi, hingga Mad Arid Lissukun. Masing-masing memiliki ketentuan panjang bacaan tertentu yang berbeda dari Mad thabi'i.

Contoh sederhana bisa dilihat pada perbedaan bacaan: Mad Thabi'i hanya memanjang dua harakat karena huruf mad itu sendiri, sementara Mad far'i muncul karena ada huruf penyebab, misalnya hamzah atau sukun, setelah huruf mad.

Jenis Mad Far'i yang Sering Dikenalkan

Dalam pengajaran dasar, jenis Mad far'i yang sering dikenalkan adalah Mad Wajib Muttashil, Mad Jaiz Munfashil, Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi, dan Mad Arid Lissukun. Kitab Fathul Aqfal serta Al-Bayan fi Ahkami Tajwidil Quran karya Athiyyah Qabil Nashar membahas aturan ini dengan sistematis.

Kesalahan umum biasanya terjadi saat pembaca tidak membedakan apakah hamzah berada dalam satu kata atau terpisah. Begitu juga ketika waqaf membuat huruf sebelumnya mati, sehingga bacaan berubah menjadi Mad Arid Lissukun.

Para guru tajwid modern menyarankan agar pembelajaran tidak hanya teori. Mushaf yang dilengkapi tanda baca serta contoh ayat—misalnya QS Al-An’am ayat 143 atau QS Al-Baqarah ayat 2—menjadi sarana praktik penting dalam mengenali Mad far'i.

Di kelas, kombinasi metode klasik dan modern terbukti efektif. Selain matan Tuhfatul Athfal dan Jazariyyah, kini tersedia buku-buku tajwid berbahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami masyarakat awam.

Pentingnya Mendeteksi Tanda Tasydid

Selain itu, jurnal pendidikan Islam maupun jurnal pengabdian masyarakat banyak memuat hasil penelitian mengenai strategi pengajaran Mad far'i. Hasilnya, metode ilustrasi, audio, dan praktik bersama guru dinilai mempercepat pemahaman.

Pengajar tajwid menekankan pentingnya mendeteksi tanda tasydid, hamzah, serta kondisi waqaf. Pasalnya, panjang bacaan Mad far'i berhubungan langsung dengan makna ayat, dan kesalahan dalam penerapan bisa menimbulkan perubahan arti.

Rekomendasi praktis bagi pembaca adalah mempelajari jenis-jenis Mad far'i satu per satu, memperbanyak latihan dengan rekaman qira’ah, serta mengonfirmasi bacaan dengan guru tajwid. Konsistensi latihan menjadi kunci agar bacaan lebih tepat.

Penguasaan Mad far'i bukan hanya soal teknis panjang-pendek huruf. Lebih dari itu, ia adalah bagian dari menjaga kesucian makna Al-Qur’an. Karena itu, praktik berulang dan rujukan terhadap kitab-kitab tajwid, baik klasik maupun modern, menjadi sangat penting bagi siapa pun yang ingin serius mempelajari tajwid.

Daftar Sumber:

  • Matan Tuhfatul Athfal (matan klasik tajwid)
  • Jazariyyah (matan dasar ilmu tajwid)
  • Fathul Aqfal (kitab pembahasan tajwid)
  • Al-Bayan fi Ahkami Tajwidil Quran — Athiyyah Qabil Nashar
  • Mushaf dan contoh ayat (mis. QS Al-An’am ayat 143, QS Al-Baqarah ayat 2)
  • Buku-buku tajwid modern berbahasa Indonesia
  • Jurnal Pendidikan Islam dan Jurnal Pengabdian Masyarakat terkait pembelajaran tajwid

People Also Talk:

1. Apa bedanya Mad thabi'i dan Mad far'i?

Mad thabi'i terjadi tanpa sebab tambahan, sementara Mad far'i muncul karena hamzah, sukun, tasydid, atau waqaf.

2. Berapa panjang bacaan Mad far'i pada umumnya?

Panjangnya bervariasi: Mad Wajib Muttashil umumnya 4–5 harakat, Mad Jaiz Munfashil bisa 2 harakat, tergantung qira’ah.

3. Bagaimana mengenali Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi?

Ia muncul saat huruf mad diikuti huruf bertasydid dalam satu kata, sehingga wajib dipanjangkan.

4. Apakah waqaf bisa mengubah bacaan menjadi Mad Arid Lissukun?

Ya, jika berhenti pada huruf hidup, maka berubah menjadi sukun dan menghasilkan bacaan Mad Arid Lissukun.

5. Sumber belajar apa yang efektif untuk Mad far'i?

Gabungan antara matan klasik (Tuhfatul Athfal, Jazariyyah), latihan dengan guru, rekaman qira’ah, serta buku tajwid modern dan jurnal pedagogis.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |