Liputan6.com, Jakarta Ungkapan Masyaallah Tabarakallah diucapkan ketika seseorang menyaksikan sesuatu yang mengagumkan dan indah sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT. Kedua kalimat ini merupakan bentuk dzikir yang menunjukkan ketakjuban terhadap ciptaan-Nya sekaligus doa memohon keberkahan.
Mengutip dari buku Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin, kata MasyaAllah mengandung dua makna, yakni "inilah yang dikehendaki oleh Allah" dan "apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi." Sedangkan kata Tabarakallah memiliki arti "semoga Allah memberkahimu".
Kalimat MasyaAllah Tabarakallah ini tidak hanya sekadar ucapan biasa, melainkan mengandung makna spiritual yang mendalam. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (20/8/2025).
Makna Masyaallah Tabarakallah
Seperti dijelaskan di atas, jika kalimat Masyaallah tabarakallah diucapkan ketika umat Muslim ingin mengekspresikan kekaguman terhadap sesuatu dengan cara yang sesuai tuntunan agama. Dalam bahasa Arab, kata "Masyaallah" (مَا شَاءَ اللهُ) secara harfiah berarti "apa yang dikehendaki Allah" atau "Allah sudah berkehendak akan hal tersebut."
Sementara itu, kata "Tabarakallah" (تَبَارَكَ اللهُ) memiliki makna "Maha Berkah Allah" atau "semoga Allah memberkahimu." Kedua kalimat ini ketika digabungkan membentuk sebuah ungkapan pujian yang sempurna kepada Allah SWT atas segala ciptaan dan karunia-Nya.
Mengutip dari Al-Quran Surah Al-Kahfi ayat 39, Allah SWT berfirman: "Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu 'MasyaAllah, laa quwwata illaa billaah' (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)."
Ungkapan ini berasal dari sunnah Rasulullah SAW yang pernah berkata kepada Amir bin Rabi'ah RA, "Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan ketika melihat hal menakjubkanmu?" (HR. Ahmad). Hal ini menunjukkan bahwa mengucapkan kalimat tayyibah seperti ini merupakan ajaran langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Kapan Waktu yang Tepat Mengucapkan Masyaallah Tabarakallah
Terdapat beberapa momen dan situasi di mana masyaallah tabarakallah diucapkan ketika seseorang mengalami atau menyaksikan hal-hal tertentu:
1. Ketika Melihat Keindahan Alam
Saat menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan seperti matahari terbenam, pegunungan, atau lautan luas yang memperlihatkan kebesaran Allah SWT.
2. Melihat Kesuksesan Orang Lain
Ketika menyaksikan prestasi, pencapaian, atau keberhasilan orang lain, ungkapan ini menunjukkan sikap tidak iri dan turut berbahagia.
3. Menyaksikan Keajaiban Ciptaan Allah
Saat melihat fenomena alam, kelahiran bayi, atau hal-hal yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT.
4. Mengagumi Keterampilan atau Bakat Seseorang
Ketika terpana dengan kemampuan atau talenta yang dimiliki seseorang sebagai karunia dari Allah SWT.
5. Melihat Kemajuan Teknologi atau Inovasi
Saat mengagumi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bentuk anugerah akal yang Allah berikan kepada manusia.
6. Menyaksikan Kebahagiaan dalam Keluarga
Seperti saat melihat keharmonisan keluarga, kelahiran cucu, atau momen-momen bahagia lainnya.
Mengutip dari buku Akidah Akhlak untuk Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah oleh Ahmad Kusaeri, MasyaAllah merupakan kalimat tayyibah yang sebaiknya diucapkan ketika menyaksikan sesuatu atau kejadian indah yang membuat kagum.
Hikmah dan Manfaat Mengucapkan Masyaallah Tabarakallah
Mengucapkan masyaallah tabarakallah diucapkan ketika menyaksikan hal-hal mengagumkan memberikan berbagai hikmah dan manfaat spiritual:
Menumbuhkan Sikap Tawadu (Rendah Hati): Dengan senantiasa mengingat bahwa segala keindahan dan keajaiban adalah ciptaan Allah, seseorang akan terhindar dari sifat sombong dan takabbur. Kalimat ini mengingatkan bahwa manusia hanyalah makhluk yang lemah di hadapan kebesaran Allah SWT.
Mengembangkan Sikap Qana'ah (Merasa Cukup): Orang yang menyadari bahwa segala peristiwa terjadi atas kehendak Allah akan merasa puas dengan apa yang telah diberikan kepadanya. Hal ini mencegah munculnya rasa iri dan dengki terhadap orang lain.
Menjauhkan dari Sifat Hasad (Iri Dengki): Ketika melihat kebahagiaan atau kesuksesan orang lain, ungkapan ini membantu seseorang untuk ikut berbahagia dan mendoakan kebaikan, bukan malah merasa iri atau dengki.
Mengutip dari penelitian dalam Journal of Islamic Psychology, praktik mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah seperti Masyaallah Tabarakallah terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan spiritual seseorang.
Cara Membalas Ucapan Masyaallah Tabarakallah
Ketika seseorang mengucapkan Masyaallah Tabarakallah kepada kita, terdapat beberapa cara yang dianjurkan untuk membalasnya:
- Jazakallahu Khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا)
Artinya: "semoga Allah membalasmu dengan kebaikan."
Ucapan ini merupakan doa balasan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
- Barakallahu Fikum (بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ)
Artinya: "semoga Allah memberkahi kalian."
Ungkapan ini setara dengan doa yang diberikan kepada kita.
- Wafika Barakallah (وَفِيكَ بَارَكَ اللهُ)
Artinya: "semoga Allah SWT memberkatimu juga."
Ini merupakan balasan yang menunjukkan timbal balik doa kebaikan.
- Aamiin Ya Rabbal Alamiin (آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ)
Mengaminkan doa yang diberikan dengan mengucapkan "Aamiin ya Rabbal alamiin."
Mengutip dari Sastra dan Anak di Era Masyarakat 5.0 Menguatkan Karakter Nasional Berwawasan Global oleh Ali Mustofa dkk, membalas ucapan baik dengan ucapan yang lebih baik atau setidaknya setara merupakan ajaran Islam yang dapat memperkuat ikatan persaudaraan.
Perbedaan Masyaallah, Tabarakallah, dan Barakallah
Meski sering digunakan bersama-sama, ketiga ungkapan ini memiliki perbedaan makna dan penggunaan:
Masyaallah (مَا شَاءَ اللهُ): Digunakan untuk mengekspresikan ketakjuban terhadap sesuatu yang sudah terjadi atau ada. Ungkapan ini menunjukkan pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.
Tabarakallah (تَبَارَكَ اللهُ): Merupakan pujian kepada Allah yang Maha Berkah. Kata ini berasal dari kata "barakah" yang berarti keberkahan. Masyaallah tabarakallah diucapkan ketika ingin memuji Allah atas keindahan ciptaan-Nya.
Barakallah (بَارَكَ اللهُ): Bermakna "semoga Allah memberkahi" dan biasanya digunakan sebagai doa untuk seseorang. Misalnya saat mendoakan pengantin baru atau orang yang baru mendapat rezeki.
Barakallahu Fiik (بَارَكَ اللهُ فِيكَ): Artinya "semoga Allah memberkahi engkau" dan digunakan khusus untuk mendoakan seseorang secara langsung.
Mengutip dari Kamus Bahasa Arab-Indonesia terbitan Darul Ulum Press, pemahaman yang tepat terhadap perbedaan makna ini penting agar penggunaan ungkapan-ungkapan tersebut sesuai dengan konteksnya.
Penggunaan Masyaallah Tabarakallah di Era Modern
Di era digital saat ini, penggunaan ungkapan masyaallah tabarakallah diucapkan ketika menyaksikan hal-hal mengagumkan telah meluas ke berbagai platform:
Media Sosial: Banyak muslim yang menggunakan kalimat ini dalam komentar di Instagram, Facebook, atau Twitter ketika melihat postingan yang menakjubkan. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat diaplikasikan dalam kehidupan modern.
Komunikasi Digital: Dalam pesan WhatsApp, Telegram, atau aplikasi chatting lainnya, ungkapan ini sering digunakan untuk merespons kabar baik atau foto-foto indah yang dibagikan.
Konten Edukatif: Banyak konten edukatif di YouTube, TikTok, dan platform lainnya yang mengajarkan makna dan cara penggunaan kalimat-kalimat tayyibah seperti ini.
Mengutip dari Digital Islamic Culture Research yang dipublikasikan oleh Islamic Society of North America (ISNA), penggunaan ungkapan-ungkapan Islami di media sosial membantu memperkuat identitas keislaman di tengah globalisasi.
Daftar Sumber
- Al 'Utsaimin, Muhammad bin Shalih. Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi. Daar Ibn Al-Jauzi.
- Kusaeri, Ahmad. Akidah Akhlak untuk Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. Kementerian Agama RI.
- Mustofa, Ali, dkk. Sastra dan Anak di Era Masyarakat 5.0 Menguatkan Karakter Nasional Berwawasan Global. Penerbit Akademik.
- Kamus Bahasa Arab-Indonesia. Darul Ulum Press.
- Digital Islamic Culture Research. Islamic Society of North America (ISNA).
- Quran Kemenag - QS AL Kahfi Ayat 39
- HR Ahmad
FAQ
1. Kapan waktu yang tepat mengucapkan Masyaallah Tabarakallah? Masyaallah Tabarakallah diucapkan ketika melihat sesuatu yang indah, mengagumkan, atau menakjubkan sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT.
2. Apa perbedaan antara Masyaallah dan Tabarakallah? Masyaallah berarti "apa yang dikehendaki Allah" sedangkan Tabarakallah berarti "Maha Berkah Allah" atau "semoga Allah memberkahimu".
3. Bagaimana cara membalas ucapan Masyaallah Tabarakallah? Dapat dibalas dengan Jazakallahu Khairan, Barakallahu Fikum, atau Wafika Barakallah sebagai bentuk doa timbal balik.
4. Apakah boleh mengucapkan Masyaallah Tabarakallah di media sosial? Boleh, bahkan dianjurkan selama diucapkan dengan niat yang ikhlas dan memahami maknanya.
5. Apa hikmah dari mengucapkan kalimat ini? Hikmahnya antara lain menumbuhkan sikap tawadu, qana'ah, dan menjauhkan dari sifat iri dengki.
6. Apakah ada dalil yang mendasari pengucapan kalimat ini? Ya, terdapat dalil dari Al-Quran Surah Al-Kahfi ayat 39 dan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ahmad.
7. Bolehkah mengucapkan kalimat ini untuk hal-hal duniawi? Boleh, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan diucapkan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.