Liputan6.com, Jakarta Memahami sifat malaikat merupakan bagian fundamental dari rukun iman yang keenam. Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya (nur) dan memiliki karakteristik unik yang membedakan mereka dari manusia dan makhluk lainnya.
Mengutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII karya Drs. H. Masan AF, M.Pd, dijelaskan bahwa malaikat tidak dapat dilihat, didengar, ataupun diraba oleh manusia karena mereka hidup di alam yang berbeda. Pemahaman mendalam tentang karakteristik malaikat akan memperkuat keimanan dan memberikan perspektif yang benar tentang alam gaib.
Mengetahui sifat-sifat istimewa ini juga membantu umat Islam untuk lebih menghayati kebesaran Allah dalam menciptakan makhluk yang beragam. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (22/8/2025).
Sifat-Sifat Istimewa Malaikat
Dikutip dari Al-Quran dan terjemahnya terbitan Kementerian Agama RI, dalam Surat Al-Anbiya ayat 19-20 disebutkan: "Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) mereka letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya."
Malaikat memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari makhluk Allah lainnya. Berikut adalah sifat-sifat utama malaikat:
- Makhluk Halus dan Gaib: Malaikat adalah makhluk halus yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia dalam keadaan normal. Mereka berada di alam gaib yang berbeda dengan alam manusia.
- Tidak Memiliki Hawa Nafsu: Berbeda dengan manusia, malaikat tidak memiliki nafsu atau keinginan yang dapat menyesatkan mereka dari jalan Allah.
- Memiliki Akal Pikiran: Meskipun selalu patuh, malaikat dilengkapi dengan akal untuk memahami dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan Allah.
- Tidak Memiliki Jenis Kelamin: Malaikat diciptakan tanpa jenis kelamin karena mereka adalah makhluk spiritual yang terbuat dari cahaya.
- Tidak Memerlukan Makanan dan Minuman: Sebagai makhluk spiritual, malaikat tidak membutuhkan konsumsi makanan atau minuman untuk bertahan hidup.
- Kemampuan Transformasi: Malaikat dapat menjelma menjadi bentuk apa pun sesuai kehendak Allah, termasuk menyerupai manusia.
- Kecepatan Luar Biasa: Mereka memiliki kemampuan bergerak dengan kecepatan yang tidak terbayangkan oleh manusia.
Berdasarkan buku Mengenal Malaikat-Malaikat Allah karya Ihsan (2007), malaikat juga tidak pernah merasa letih dalam beribadah dan selalu konsisten dalam menjalankan tugasnya.
Perbedaan Fundamental Malaikat dan Manusia
Terdapat perbedaan mendasar antara malaikat dan manusia yang mencerminkan hikmah Allah dalam penciptaan. Malaikat diciptakan dari cahaya murni sementara manusia diciptakan dari tanah liat, memberikan karakteristik yang berbeda pada kedua makhluk ini.
Malaikat tidak memiliki kehendak bebas dan selalu taat kepada Allah, sedangkan manusia diberi amanah berupa kebebasan memilih antara kebaikan dan keburukan. Perbedaan ini menjadikan ujian dan tantangan hidup manusia sebagai sarana untuk meraih derajat yang tinggi di sisi Allah.
Dari segi fisik, malaikat memiliki kemampuan supernatural seperti terbang dengan sayap yang jumlahnya bervariasi, kekuatan yang dahsyat, dan tidak terikat oleh hukum fisika seperti manusia. Mereka juga tidak mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, penuaan, atau kematian seperti yang dialami manusia.
Melansir dari Ensiklopedia Islam terbitan Ichtiar Baru van Hoeve, malaikat memiliki tugas spesifik yang telah ditetapkan Allah, sementara manusia memiliki tanggung jawab umum sebagai khalifah di bumi dengan berbagai pilihan aktivitas dan profesi.
10 Malaikat Utama yang Wajib Diketahui
Meskipun jumlah malaikat tidak terbatas, terdapat 10 malaikat utama yang wajib diketahui oleh setiap Muslim karena tugas-tugas penting yang mereka emban:
- Malaikat Jibril (Gabriel): Bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, terutama kepada Nabi Muhammad SAW.
- Malaikat Mikail (Michael): Bertanggung jawab atas pembagian rezeki kepada seluruh makhluk Allah di bumi.
- Malaikat Israfil: Bertugas meniup sangkakala sebagai tanda dimulainya hari kiamat dan kebangkitan.
- Malaikat Izrail: Bertugas mencabut nyawa setiap makhluk hidup sesuai dengan takdir Allah.
- Malaikat Munkar: Bersama Nakir bertugas menanyai manusia di alam kubur tentang keimanan mereka.
- Malaikat Nakir: Pasangan Munkar yang bertugas menanyai manusia di alam barzakh.
- Malaikat Raqib: Bertugas mencatat semua amal kebaikan yang dilakukan manusia.
- Malaikat Atid: Bertugas mencatat semua amal keburukan dan dosa yang dilakukan manusia.
- Malaikat Malik: Bertugas sebagai penjaga pintu neraka dan mengawasi para penghuni neraka.
- Malaikat Ridwan: Bertugas sebagai penjaga pintu surga dan menyambut para penghuni surga.
Tugas dan Fungsi Malaikat dalam Alam Semesta
Setiap malaikat memiliki tugas spesifik yang telah ditetapkan Allah untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Tugas-tugas ini mencakup urusan spiritual, fisik, dan administratif yang berkaitan dengan kehidupan makhluk di dunia dan akhirat.
Malaikat bertanggung jawab atas berbagai aspek kehidupan, mulai dari menyampaikan wahyu, mengatur rezeki, mencatat amal perbuatan, hingga mengurus proses kematian dan kebangkitan. Setiap fungsi ini menunjukkan ketelitian dan kesempurnaan sistem yang diciptakan Allah.
Dalam menjalankan tugasnya, malaikat bekerja secara berkesinambungan tanpa pernah lengah atau lalai. Mereka tidak mengenal istirahat, liburan, atau kelalaian dalam menjalankan amanah yang diberikan Allah kepada mereka.
Mengutip dari jurnal Studia Islamika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, sistem kerja malaikat menggambarkan kesempurnaan manajemen Ilahi yang mengatur segala aspek kehidupan dengan presisi yang tidak mungkin dicapai oleh makhluk lain.
Pentingnya Beriman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Keimanan ini bukan hanya sekedar pengakuan, melainkan harus disertai dengan pemahaman yang benar tentang hakikat dan sifat-sifat malaikat.
Beriman kepada malaikat memiliki dampak positif terhadap akhlak dan perilaku seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran akan kehadiran malaikat yang selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak.
Keimanan kepada malaikat juga mengajarkan kerendahan hati karena menyadari adanya makhluk lain yang lebih mulia dan sempurna dalam ketaatan kepada Allah. Hal ini mencegah manusia dari sifat sombong dan mendorong untuk selalu introspeksi diri.
Dalam aspek praktis, iman kepada malaikat memberikan motivasi untuk beramal saleh, menuntut ilmu, dan menjaga konsistensi dalam beribadah. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, keimanan kepada malaikat memperkuat fondasi spiritual seorang Muslim.
Perbedaan Malaikat dengan Makhluk Gaib Lainnya
Malaikat memiliki karakteristik yang membedakan mereka dari makhluk gaib lainnya seperti jin dan setan. Perbedaan utama terletak pada asal penciptaan, sifat, dan ketaatan mereka kepada Allah SWT.
Jin diciptakan dari api, memiliki kehendak bebas seperti manusia, dan dapat memilih antara beriman atau kafir. Sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya dan tidak memiliki pilihan selain taat kepada Allah. Setan merupakan jin yang memilih jalan kesesatan dan berusaha menyesatkan manusia.
Malaikat tidak pernah berbuat dosa atau melanggar perintah Allah, sementara jin dapat berbuat baik atau buruk tergantung pilihan mereka. Malaikat juga tidak memiliki emosi negatif seperti dengki, iri, atau marah yang dapat mempengaruhi perilaku mereka.
Berdasarkan Encyclopedia Britannica edisi online, konsep malaikat dalam Islam menunjukkan kesempurnaan dalam ketaatan yang tidak ditemukan pada makhluk gaib lainnya, menjadikan mereka sebagai standar kesempurnaan spiritual.
Penerapan Iman Kepada Malaikat dalam Kehidupan
Iman kepada malaikat harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai amalan dan sikap yang mencerminkan kesadaran akan kehadiran mereka. Implementasi ini bukan hanya dalam bentuk ritual, melainkan juga dalam perilaku dan akhlak.
Beberapa cara menerapkan iman kepada malaikat antara lain: selalu menjaga kebersihan lahir dan batin karena malaikat menyukai kesucian, rajin membaca Al-Quran karena malaikat hadir saat pembacaan kitab suci, dan aktif dalam kegiatan kebaikan karena malaikat mendoakan orang yang berbuat baik.
Kesadaran akan pencatatan amal oleh malaikat juga mendorong seseorang untuk lebih selektif dalam berkata dan bertindak. Hal ini menciptakan kontrol diri yang kuat dan membantu pembentukan karakter yang mulia.
Penerapan iman kepada malaikat juga terlihat dalam sikap optimisme dan tawakal, karena percaya bahwa Allah telah menugaskan malaikat untuk mengurus rezeki dan perlindungan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Daftar Sumber
- AF, Masan H. Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII. Jakarta: Kementerian Agama RI.
- Quran Online - QS. Al-Anbiya Ayat 19 dan 20
- Ihsan. (2007). Mengenal Malaikat-Malaikat Allah. Bandung: Mizan Media Utama.
- Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.
- Encyclopedia Britannica Online Edition.
FAQ
1. Apa sifat utama malaikat yang membedakan mereka dari manusia? Malaikat diciptakan dari cahaya, tidak memiliki hawa nafsu, dan selalu taat kepada Allah tanpa pernah membangkang.
2. Apakah malaikat memiliki jenis kelamin? Tidak, malaikat tidak memiliki jenis kelamin karena mereka adalah makhluk spiritual yang diciptakan dari cahaya murni.
3. Bisakah manusia melihat malaikat secara langsung? Dalam keadaan normal, manusia tidak dapat melihat malaikat karena mereka adalah makhluk halus dari alam gaib.
4. Apakah malaikat memerlukan makanan dan minuman? Tidak, malaikat tidak memerlukan makanan atau minuman karena mereka adalah makhluk spiritual yang tidak terikat oleh kebutuhan fisik.
5. Berapa jumlah malaikat yang ada? Jumlah malaikat tidak diketahui secara pasti dan hanya Allah yang mengetahui jumlah mereka yang sebenarnya.
6. Apakah malaikat bisa melakukan kesalahan? Tidak, malaikat tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa karena mereka diciptakan khusus untuk selalu taat kepada Allah.
7. Apa hikmah Allah menciptakan malaikat? Allah menciptakan malaikat untuk menjalankan berbagai tugas dalam mengurus alam semesta dan sebagai contoh kesempurnaan dalam ketaatan kepada-Nya.