Nama Asli Abu Bakar as Siddiq Adalah Abdullah, Ini Pendapat Para Ahli tentang Riwayatnya

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Abu Bakar As Siddiq merupakan sahabat Nabi SAW yang utama sekaligus Khulafaur Rasyidin yang amat populer di kalangan umat Islam. Tapi, sebagaimana yang banyak diketahui itu adalah nama julukan. Maka itu banyak yang lantas bertanya, siapa nama asli Abu Bakar as Siddiq?

Nama asli Abu Bakar as Siddiq masih menjadi perdebatan di antara ahli sejarah. Para ulama hingga para ilmuwan dan peneliti berbeda pendapat soal nama asli Abu Bakar as Siddiq.

Begitu pula dengan riwayat nama kehormatannya yang paling dikenal masyarakat, Abu Bakar. Sebab, meski nama itu adalah kuniyah atau nama kehormatan, arti Abu Bakar atau Abu Bakr sendiri adalah bapaknya unta. Sebuah nama yang dalam tradisi Arab bisa jadi nama kehormatan tapi bisa juga hanya sekadar julukan.

Ternyata, Abu Bakar juga memiliki nama julukan lain di luar as Siddiq. Setidaknya empat nama. Lantas, kenapa Abu Bakar begitu banyak memiliki nama kehormatan itu?

Nama Asli Abu Bakar

Jumhur ulama meyakini bahwa nama asli Abu Bakar as Siddiq adalah Abdullah. Itu termasuk pendapat Syekh Nawawi al Bantani dalam Fathush Shamad. Abdullah adalah sebuah nama yang lazim disematkan kepada anak lelaki Arab bahkan hingga saat ini. Arti nama Abdullah adalah hamba Tuhan atau hamba Allah.

Menurut Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam buku Abu Bakar Ash-Shiddiq: Syakhshiyatu Wa 'Ashruhu, nama lengkap Abu Bakar adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai bin Ghalib Al-Qurasyi At-Taimi. 

Dalam riwayat lain, nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah Utsman bin Amir. Ia lahir di Makkah pada tahun 573 M dari keluarga Bani Taim dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Abu Quhafah Utsman bin Amir, sedangkan ibunya bernama Salma binti Sakhar.

Abu Bakar lahir di kota Makkah sekitar tahun 573 (tahun kedua dari tahun gajah). Dia lahir keluarga pedagang kaya dalam Bani Taim dari suku Quraisy.

Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki hubungan nasab dengan Rasulullah SAW. Dalam Sirah wa Hayah Ash-Shiddiq karya Majdi Fathi As-Sayyid, moyang Abu Bakar Ash Shiddiq bertemu dengan nasab Rasulullah SAW pada kakek keenam, yaitu Murrah bin Ka'ab.

Muhammad Husain Haikal dalam bukunya yang berjudul Khalifah Rasulullah Abu Bakar ash-Shiddiq, juga mengungkapkan, jika ditarik garis ke atas, hubungan Abu Bakar akan bertemu dengan keluarga Nabi Muhammad SAW yakni bertemu di Adnan.

Kenapa Diberi Julukan Abu Bakar

Kembali ke topik, dalam buku Islam for Nerds - 500 Questions and Answers sebagaimana dikutip Wikipedia, jurnalis  Gerald Drissner yang mengarang beberapa buku soal Islam dan Arab menjelaskan Abu Bakar menghabiskan masa kecilnya seperti anak Arab pada zaman itu di antara suku Badui yang menyebut diri mereka dengan nama Ahl-i-Ba'eer atau rakyat unta.

Pada masa kecilnya, Abu Bakar sering sekali bermain dengan dengan unta dan kambing, dan kecintaannya terhadap unta inilah yang memberinya nama "Abu Bakar" yang berarti, bapaknya unta.

Namun, ada pendapat lain yang lebih populer. Abu Bakr adalah sebuah nama kerhormatan karena dia adalah seorang pemimpin di kabilahnya, yang diangkat sewaktu masih berusia muda.

Julukan unta atau bapaknya unta muda itu disematkan karena penghormatan menilik statusnya yang sudah menjadi pemimpin di kabilahnya di usia muda.

Menurut Ali Ath-Thanthawi dalam buku Abu Bakar Ash-Shiddiq, orang Arab menyebut Bakr sebagai moyang sebuah kabilah besar.

Nama Kehormatan As Siddiq

Ali Ath-Thanthawi dalam buku Abu Bakar Ash-Shiddiq menjelaskan, Abdullah memiliki sejumlah gelar kehormatan. Gelar kehormatan yang paling dikenal adalah As Shiddiq (الصِّدِّيْق), berarti 'yang dipercaya' atau 'membenarkan', bisa juga diartikan 'yang berkata benar' atau 'jujur'. 

Julukan Ash-Shiddiq sendiri termasuk julukan yang paling populer. Julukan ini juga diberikan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Abu Bakar Ash Shiddiq sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits dari Anas yang berkata,

"Bahwasannya pada suatu ketika, Rasulullah naik ke Bukit Uhud bersama dengan Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Al-Khattab RA dan Utsman bin Affan RA, lalu Bukit Uhud bergetar dan bergerak-gerak. Lalu Rasulullah berkata, 'Wahai Uhud, tenanglah kamu, karena sesungguhnya yang ada di atas kamu tidak lain adalah seorang nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid.'" (HR Bukhari)

Menurut Ali Muhammad Ash-Shalabi, Abu Bakar mendapat julukan Ash-Shiddiq karena ia selalu membenarkan dan mempercayai Rasulullah SAW.

Dalam riwayat, Abu Bakar merupakan salah satu orang pertama yang mengimani Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Dia merupakan salah satu pemeluk awal agama Islam atau assabiqunal awwalun, dari golongan pria dewasa.

Menurut Riwayat lain, Menurut Syaikh al-Jaizi dalam Tuhfah al-Khawwash, seperti dikutip Syaikh Nawawi Banten, gelar As-Shiddiq diberikan kepada Abu Bakar karena ia senantiasa beriman. Ia telah lebih dulu beriman kepada Allah SWT sebelum Nabi SAW diangkat menjadi rasul

Selain as Siddiq, Abdullah juga memiliki nama kehormatan lainnya. Di antaranya yakni, Al-'Atiq, Ash-Shahib, Al-Atqa, dan Al-Awwah. Berikut penjelasannya.

Nama Kehormatan al-Atiq

Julukan Al-'Atiq (العتیق) diberikan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Al-Ihsan fi Taqrib Shahih Ibni Hibban, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar Ash Shiddiq,

"Kamu adalah 'atiqullah (hamba yang dimerdekakan dan dibebaskan Allah) dari neraka." Maka, Abu Bakar Ash Shiddiq pun dijuluki dengan nama Al-'Atiq. (HR Ibnu Hibban dengan isnad shahih).

Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, laqab (julukan) 'atiq' karena dua hal. Pertama, karena ia terbebas dari neraka. Kedua, karena wajahnya yang sangat tampan.

Abu Bakar merupakan salah satu di antara 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga atau "al-Mubasysyarun bil Jannah" (orang-orang yang diberi kabar gembira masuk surga).

Selain Abu Bakar as Siddiq ada Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalil, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, Said bin Zaid, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Julukan As-Shahib

Diriwayatkan sejak kecil, Abu Bakar sudah bersahabat dengan Nabi Muhammad SAW karena sebaya dengan Rasulullah SAW. Abu Bakar lahir pada 573 atau tahun kedua Gajah. Sementara, Nabi SAW lahir pada tahun gajah atau 570/571 Masehi.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, sebagaimana dikutip Syekh Nawawi Banten dalam Al-Adzkar, Abu Bakar mengatakan as-shahib (الصحيب) sudah diprediksi semenjak ia dalam kandungan. As-Shahib berarti sahabat atau teman dekat.

"Ibuku berkata, "Tak perlu diperdulikan kejadian itu. Karena ketika aku mengandungnya, aku mendengar suara yang berkata, "Wahai hamba Allah, dengan sebenarnya aku berikan kabar gembira ihwal anakmu. Namanya di dunia adalah As-Shiddiq. Kelak ia akan menjadi sahabat dan teman dekat Muhammad”.

Usai Abu Bakar bercerita, Jibril turun dan berkata hingga tiga kali, “Benar apa yang dikatakan Abu Bakar”."

Sejarah kemudian membuktikan, Abu Bakar adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi SAW. Abu Bakarlah laki-laki dewasa yang pertama yang memercayai Muhammad SAW sebagai Rasulullah dan memeluk Islam.

Dia pula pembela, sekaligus menemani Nabi SAW saat berhijrah dari Makkah ke Madinah, serta riwayat lain yang membuatnya terkenal sebagai pembela nabi yang utama.

Julukan Al-Atqa dan Al-Awwah

"Al-Atqa" (الأتقى) dalam bahasa Arab berarti "yang paling bertakwa" atau "yang paling bertaqwa". Ini adalah bentuk superlatif dari kata "taqwa", yang artinya kesalehan, ketakwaan, atau kesadaran akan Tuhan. Jadi, Al-Atqa merujuk pada seseorang yang memiliki tingkat ketakwaan yang paling tinggi, menurut beberapa sumber.

Julukan al-Atqa ini menunjukkan bahwa Abu Bakar merupakan sosok yang dinilai paling tinggi ketakwaannya. Abu Bakar adalah orang pertama yang menggantikan Nabi Muhammad SAW sebagai imam, tatkala beliau sakit, yang kemudian yang kemudian diriwayatkan dalam hadis.

Dari Ibnu Umar RA ia berkata, Ketika Rasulullah SAW sakit keras, ada seseorang yang menanyakan tentang imam sholat. Beliau bersabda, "Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami salat!" Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Sesungguhnya Abu Bakar itu orang yang sangat lembut hatinya (sensitif). Apabila ia membaca Al-Qur`ān, ia tidak dapat menahan tangisnya." Namun beliau bersabda, "Suruhlah ia (Abu Bakar) untuk menjadi imam!". [Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih]

Dalam hadis riwayat dari Aisyah RA ia berkata, "Sesungguhnya Abu Bakar apabila menempati tempatmu (menjadi imam), orang-orang tidak dapat mendengar bacaan salatnya karena tangisnya." [Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih]

Penunjukan Abu Bakar sebagai imam ini sekaligus menjadi petunjuk bagi sahabat lainnya untuk mendapuknya sebagai Khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah.

Karena kelembutan hatinya pula, Abu Bakar juga mendapatkan julukan al-awwah (الأَوَّابُ) karena kelembutan hatinya dan banyaknya doa yang ia panjatkan dengan penuh rasa takut dan khusyuk.

Menjadi Khalifah Pertama

Abu Bakar juga turut serta dalam berbagai perang di jalan Allah bersama Nabi Muhammad SAW. Ia ikut berperang dalam Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar, Perjanjian Hudaibiyah, Perang Hunain, dan Fathu Makkah.

Dalam setiap perang, Abu Bakar selalu berada di dekat Nabi Muhammad SAW dan membantu beliau dengan nasihat dan strategi.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam mengalami krisis kepemimpinan. Beberapa orang berselisih pendapat tentang siapa yang harus menjadi pengganti Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar yang saat itu berada di rumahnya, segera datang ke tempat berkumpulnya kaum muslimin.

Abu Bakar kemudian menyampaikan pidato yang mengingatkan umat Islam bahwa hanya Allah yang patut disembah dan hanya Allah yang abadi. Ia juga menyarankan agar umat Islam memilih salah seorang dari dua orang sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling dekat dengan beliau, yaitu Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Namun kedua orang itu menolak dan menunjuk Abu Bakar sebagai khalifah pertama umat Islam. Umat Islam pun sepakat dan membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. Abu Bakar menerima amanah itu dengan rendah hati dan meminta bantuan dan doa dari umat Islam.

Pemerintahan Abu Bakar

Abu Bakar memerintah umat Islam selama dua tahun lebih, dari tahun 632 M hingga 634 M. Dalam masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai tantangan dan masalah, seperti pemberontakan kaum munafik dan nabi-nabi palsu yang menolak membayar zakat dan mengakui kepemimpinan Abu Bakar.

Perang Riddah yang dilancarkan oleh Abu Bakar untuk menumpas pemberontakan tersebut dan mempertahankan kesatuan umat Islam.

Pembukuan Al-Qur’an yang dilakukan oleh Abu Bakar atas usulan Umar bin Khattab untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an dari perubahan dan penyimpangan.

Perluasan wilayah Islam yang dilakukan oleh Abu Bakar dengan mengirim pasukan-pasukan ke Syam, Irak, dan Persia untuk menyebarkan dakwah Islam dan melawan kekuasaan Romawi dan Persia.

Dalam memerintah, Abu Bakar berusaha mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan menjalankan syariat Islam dengan sebaik-baiknya.

Ia juga bersikap adil, sederhana, zuhud, dan welas asih kepada rakyatnya. Ia tidak pernah mengambil hak orang lain atau menzalimi siapa pun.

Wafatnya Abu Bakar

Abu Bakar wafat pada tanggal 23 Jumadil Akhir tahun 13 H atau 23 Agustus 634 M karena sakit demam. Sebelum wafat, ia menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua umat Islam.

Dia dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah.

Abu Bakar Ash Shidiq adalah salah satu teladan terbaik bagi umat Islam dalam hal keimanan, kecintaan, kesetiaan, keberanian, kebijaksanaan, dan kepemimpinan. Ia adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling utama dan khalifah pertama yang berjasa besar bagi umat Islam.

People also Ask:

1. Siapa nama asli Abu Bakar Sidiq?

Nama Asli Beliau adalah Abdullah bin Abu Quhafah yang lebih kita kenal dengan nama Abu Bakar Ash-Shiddiq, Beliau salah satu orang yang masuk islam pada awal-awal Baginda Nabi Menerima Wahyu Kenabiannya.

2. Siapa nama asli Abu Bakar as Siddiq brainly?

Abdullah bin Abu Quhafah (bahasa Arab: عبد الله بن أبي قحافة عثمان بن عامر; 573 – 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H) atau yang lebih dikenal dengan Abu Bakar / Abu Bakr Ash-Shiddiq (bahasa Arab: أبو بكر الصديق), adalah salah satu pemeluk Islam awal, salah satu sahabat utama Muhammad, dan khalifah pertama

3. Mengapa nama asli Abu Bakar adalah Abdul Ka'bah?

Karena kesukaannya pada unta, Abdul Ka'bah mendapatkan julukan sebagai Abu Bakar. Ketika usianya menginjak sekitar 10 tahun, Abu Bakar menemani ayahnya dalam perjalanan dagang ke Suriah. Berdagang merupakan penghidupan utama bagi keluarganya. Abu Bakar dewasa pun mahir dalam berdagang.

4. Apa asal kata dari nama Abu Bakar dan apa maknanya?

Abū Bakr ( Arab : أبو بكر ) adalah nama pemberian Arab yang berarti "Bapak Unta Muda" (Abu berarti 'Bapak' dan Bakr berarti ' Unta Muda') yang banyak digunakan oleh Muslim Sunni.

Sumber Referensi:

  • Islam for Nerds - 500 Questions and Answers, Gerald Drissner
  • Sirah wa Hayah Ash-Shiddiq, Majdi Fathi As-Sayyid
  • Buku Khalifah Rasulullah Abu Bakar ash-Shiddiq, Muhammad Husain Haikal
  • Buku Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ali Ath-Thanthawi
  • HR Bukhari
  • Fathush Shamad, Syekh Nawawi al-Bantani
  • Tuhfah al-Khawwash, Syaikh al-Jaizi
  • Al-Adzkar, Syekh Nawawi al-Bantani
  • HR Ibnu Hibban
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |