Niat Mandi Wiladah Bacaan Arab dan Latin Beserta Tata Caranya Sesuai Syariat Islam

5 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Memahami niat mandi wiladah dan tata caranya menjadi krusial bagi setiap ibu yang baru melahirkan. Mandi wiladah tidak hanya dilakukan oleh ibu yang melahirkan secara normal, tapi juga berlaku bagi yang menjalani operasi caesar. Intinya, mandi ini dilakukan untuk menghilangkan hadas besar akibat nifas.

Kewajiban ini penting untuk memastikan kesucian seorang Muslimah sebelum kembali menjalankan ibadah. Mengutip buku Fikih Wanita dan Keluarga oleh Syeikh Ahmad Jad, disebutkan bahwa darah nifas bersifat najis dan wajib disucikan melalui mandi wiladah sebelum melaksanakan ibadah.

Niat mandi wiladah adalah bagian penting dalam proses ini, karena niat merupakan syarat sah dalam ibadah. Tanpa niat yang tepat, mandi tersebut tidak dianggap sebagai ibadah penyucian diri. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (25/8/2025).

Niat Mandi Wiladah (Arab, Latin, Terjemah)

Niat merupakan rukun pertama dalam setiap ibadah, termasuk mandi wiladah. Pengucapan niat ini harus dilakukan di dalam hati saat memulai mandi, meskipun disunahkan untuk melafalkannya secara lisan.

Niat mandi wiladah ini membedakan mandi biasa dengan mandi untuk menghilangkan hadas besar. Lafal niat ini penting untuk dihafalkan dan dipahami maknanya agar mandi wiladah yang dilakukan sah di mata syariat.

Berikut adalah lafal niat mandi wiladah yang wajib diucapkan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.

Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala."

Melansir dari Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, niat ini dibaca dalam hati bersamaan dengan saat pertama kali air menyentuh tubuh. Ini menegaskan pentingnya keikhlasan dan kesadaran dalam melakukan ibadah penyucian diri.

Tata Cara Mandi Wiladah yang Benar

Tata cara mandi wiladah memiliki langkah-langkah yang spesifik untuk memastikan kesucian menyeluruh. Langkah-langkah ini mirip dengan mandi wajib pada umumnya, namun dengan penekanan pada pembersihan dari hadas nifas.

Mengutip buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, berikut adalah urutan tata cara mandi wiladah yang benar:

  1. Mencuci kedua tangan sampai tiga kali: Ini adalah langkah awal untuk memastikan kebersihan tangan sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
  2. Membersihkan bagian tubuh di sekitar kemaluan: Fokus pada area yang terkena darah nifas untuk menghilangkan najis.
  3. Mencuci tangan kembali dengan sabun: Setelah membersihkan kemaluan, tangan harus dicuci bersih kembali.
  4. Mengambil wudhu: Wudhu dilakukan seperti wudhu untuk salat, sebagai bagian dari kesempurnaan mandi.
  5. Basahi kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga pangkal rambut: Pastikan air merata hingga ke kulit kepala.
  6. Memisah rambut dengan cara menyela-nyela rambut menggunakan jari tangan: Ini bertujuan agar air dapat menjangkau seluruh bagian rambut dan kulit kepala.
  7. Membasahi seluruh tubuh: disunahkan dimulai dari sisi kanan dan dilanjutkan dengan sisi kiri. Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewatkan dari siraman air.

Pengertian Mandi Wiladah dan Nifas

Mandi wiladah adalah proses penyucian diri yang wajib dilakukan oleh seorang wanita setelah melahirkan, khususnya setelah masa nifas berakhir. Istilah nifas sendiri memiliki makna dan karakteristik khusus dalam syariat Islam.

Secara bahasa, nifas berasal dari kata nafisat al-mar’ah yang berarti melahirkan. Sedangkan secara istilah, nifas adalah darah yang keluar dari farji setelah seorang wanita melahirkan.

Darah nifas ini merupakan darah kotor yang menghalangi seorang wanita untuk beribadah, sehingga memerlukan penyucian melalui mandi wiladah. Keadaan ini ditandai dengan keluarnya darah dari farji (kemaluan wanita) selama kurang lebih 40 hari.

Meskipun demikian, durasi nifas dapat bervariasi pada setiap wanita, namun batas maksimalnya umumnya adalah 40 hari. Mengutip buku Fikih Wanita dan Keluarga oleh Syeikh Ahmad Jad, warna darah nifas sama seperti darah pada umumnya dan para ulama berpandangan bahwa darah ini sifatnya kotor.

Hukum Mandi Wiladah dalam Islam

Hukum mandi wiladah dalam Islam adalah wajib bagi setiap wanita yang telah mengalami nifas setelah melahirkan. Kewajiban ini berlaku universal, baik bagi ibu yang melahirkan secara normal maupun melalui operasi caesar, selama darah yang keluar adalah darah nifas.

Mengutip buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Dr. Muh Hambali, hukum mandi wiladah dalam Islam adalah wajib bagi wanita yang mengalami nifas. Kewajiban ini menegaskan pentingnya kesucian dalam Islam, terutama untuk pelaksanaan ibadah.

Untuk yang melahirkan secara caesar, tetap wajib hukumnya selama darah yang keluar berasal dari farjinya. Namun, jika darah tersebut hanya keluar dari luka jahitan operasi, ia tidak diwajibkan mandi wiladah.

Sebab, darah yang keluar dari selain farji setelah melahirkan bukanlah darah nifas. Darah dari luka operasi tidak dikategorikan sebagai hadas besar, melainkan hanya najis biasa yang perlu dibersihkan.

Batas Waktu Nifas dan Kewajiban Mandi Wiladah

Masa nifas memiliki batas waktu tertentu dalam syariat Islam yang menjadi penanda kapan seorang wanita wajib melakukan mandi wiladah. Meskipun durasinya bisa bervariasi, ada batasan maksimal yang perlu diketahui.

Keadaan ini ditandai dengan keluarnya darah dari farji (kemaluan wanita) selama kurang lebih 40 hari. Batas waktu 40 hari ini adalah periode umum yang diakui dalam banyak pandangan ulama, meskipun ada juga yang menyebutkan hingga 60 hari.

Kewajiban mandi wiladah muncul segera setelah darah nifas berhenti keluar, terlepas dari apakah itu terjadi sebelum atau tepat pada batas waktu maksimal. Jika darah berhenti pada hari ke-20, misalnya, maka mandi wiladah harus segera dilakukan.

Namun, jika darah terus keluar hingga melewati batas maksimal (misalnya 40 atau 60 hari), maka darah yang keluar setelah batas tersebut tidak lagi dianggap nifas, melainkan darah istihadhah. Pada kondisi ini, wanita tetap wajib mandi wiladah setelah batas nifas berakhir, dan untuk darah istihadhah, ia cukup berwudhu setiap kali hendak salat.

Daftar Sumber

  • Ahmad Jad, Syeikh (2013). Fikih Wanita & Keluarga. Penerbit: Kaysa Media. 
  • Abidin, Zaenal (2020). Fiqih Ibadah. Yogyakarta: Deepublish. 
  • Hambali, Muh (2020). Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari. Yogyakarta: Laksana.

FAQ

  1. Apa itu mandi wiladah dalam Islam? Mandi wiladah adalah mandi wajib yang dilakukan oleh perempuan setelah melahirkan.
  2. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan mandi wiladah? Mandi wiladah dilakukan segera setelah melahirkan, sebelum melakukan ibadah wajib.
  3. Apakah mandi wiladah berbeda dengan mandi nifas? Ya, mandi wiladah dilakukan tepat setelah melahirkan, sedangkan mandi nifas setelah darah nifas berhenti.
  4. Bagaimana niat mandi wiladah yang benar menurut syariat? Cukup niat dalam hati: "Saya niat mandi wiladah karena Allah Ta'ala."
  5. Apakah boleh salat tanpa mandi wiladah setelah melahirkan? Tidak boleh, karena kondisi tubuh masih dalam keadaan hadas besar.
  6. Apa saja syarat sah mandi wiladah? Mengalirkan air ke seluruh tubuh disertai niat adalah syarat sahnya.
  7. Apakah mandi wiladah wajib dilakukan meski tidak keluar darah? Ya, mandi wiladah tetap wajib karena dilakukan setelah proses melahirkan, bukan tergantung keluarnya darah.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |