Liputan6.com, Jakarta Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang selalu diperingati dengan penuh rasa syukur oleh umat muslim di berbagai belahan dunia. Tidak hanya sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah, Maulid Nabi juga menjadi sarana untuk memperdalam rasa cinta kepada beliau, meneladani akhlaknya, serta memperkuat ikatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam setiap perayaan Maulid, dekorasi dan latar belakang (background) yang digunakan sering kali memiliki simbolisme tersendiri, menghadirkan suasana religius yang sarat makna serta menambah kekhidmatan acara. Lebih dari sekadar hiasan, ide background Maulid Nabi sejatinya mencerminkan filosofi dan pesan spiritual yang ingin dihadirkan dalam perayaan tersebut. Warna, motif, hingga kaligrafi yang dipilih biasanya menyimbolkan nilai keislaman, seperti kesucian, keteladanan, dan kebersamaan. Intip ide background Maulid Nabi Muhammad 2025 yang bisa jadi referensi.
1. Ide Background Maulid Nabi Ornamen Timur Tengah
Motif arabesque, pintu kayu berukir khas Timur Tengah, atau lampu gantung fanous bisa dijadikan latar belakang yang kaya makna. Ornamen ini menghadirkan nuansa tradisi Islam yang kental dan penuh sejarah. Selain memberi sentuhan artistik, elemen ini juga dapat membuat suasana lebih hidup dan bernuansa hangat. Cocok untuk acara yang ingin menekankan aspek budaya Islam sekaligus memperkuat nilai sakral Maulid Nabi.
2. Nuansa Hijau dan Putih Islami
Warna hijau sering dikaitkan dengan identitas Islam dan melambangkan kesuburan serta kedamaian, sementara putih melambangkan kesucian. Kombinasi kedua warna ini dalam background Maulid Nabi dapat menciptakan kesan damai, religius, dan menenangkan hati. Pilihan ini sederhana namun sarat dengan makna filosofis yang dekat dengan nilai-nilai Islam.
3. Ilustrasi Masjid Nabawi
Menggunakan ilustrasi Masjid Nabawi sebagai latar belakang Maulid Nabi bisa menghadirkan nuansa spiritual yang kuat. Masjid Nabawi adalah tempat bersejarah yang sangat dekat dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW, sehingga menjadikannya simbol kesucian dan pusat dakwah. Kehadiran gambar ini membuat jamaah merasa seakan terhubung langsung dengan sejarah Rasulullah.
4. Ornamen Islami Geometris
Motif-motif geometris yang biasa ditemukan pada seni arsitektur Islam bisa dijadikan inspirasi untuk background Maulid. Pola-pola ini bukan sekadar dekorasi, tetapi juga menggambarkan keteraturan, harmoni, dan kebesaran ciptaan Allah. Dengan nuansa modern namun tetap Islami, background ini cocok untuk acara Maulid di lingkungan formal maupun non-formal.
5. Lafaz Muhammad dalam Kaligrafi
Menempatkan lafaz “Muhammad” dalam kaligrafi besar di tengah background bisa menjadi pusat perhatian yang penuh makna. Ini bukan hanya estetika, tetapi juga sebagai simbol cinta dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah. Dipadukan dengan ornamen sederhana, background ini mampu menghadirkan nuansa religius sekaligus elegan.
6. Pemandangan Bulan Purnama dan Cahaya
Bulan purnama sering disimbolkan sebagai metafora wajah Rasulullah yang bersinar terang, sebagaimana digambarkan dalam hadis. Background dengan ilustrasi bulan purnama dan cahaya lembut bisa menciptakan kesan puitis, romantis, dan penuh kerinduan pada Nabi. Konsep ini memberi sentuhan estetis yang menyentuh hati sekaligus filosofis mendalam.
Makna Filosofis Umum Perayaan Maulid Nabi
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna filosofis yang mendalam bagi umat Islam. Salah satunya adalah untuk menghidupkan semangat dan cinta kepada Rasulullah dalam kehidupan umat Islam. Perayaan ini bukan sekadar mengenang kelahiran beliau, tetapi juga mendorong umat untuk meneladani akhlak dan perjuangan Nabi, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Husn al-Maqsid fi Amal al-Maulid:
وأما ما يعمل فيه فينبغي أن يقتصر فيه على ما يفهم من الشكر لله تعالى من نحو ما تقدم ذكره من التلاوة والإطعام والصدقة وإنشاء شيئ من المدائح النبوية والزهدية المحركة للقلوب إلى فعل الخير والعمل للآخرةArtinya: Adapun amalan yang dapat dilakukan pada hari maulid seyogianya dibatasi pada aktivitas yang dipahami sebagai bentuk syukur kepada Allah sebagaimana telah disebutkan, yaitu pembacaan Al-Qur’an, berbagi makanan, sedekah, menggubah (atau pembacaan gubahan) pujian atas akhlak Rasul, dan menggubah syair kezuhudan yang memotivasi hati orang untuk berbuat baik dan perbekalan amal akhirat. (As-Suyuthi: 64)
Maulid juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan meningkatkan rasa persatuan di kalangan Muslim. Melalui doa dan shalawat, hati menjadi lebih tenang dan semangat dalam menjalani hidup. Menurut Syekh Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki dalam Mafahim Yajibu an Tushahhah:
نعم إن في شهر ولادته يكون الداعي أقوى لإقبال الناس واجتماعهم وشعورهم الفياض بارتباط الزمان بعضه ببعض فيتذكرون بالحاضر الماضي وينتقلون من الشاهد إلى الغائبArtinya, “Tetapi pada bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dorongan untuk mengingat dan mengaitkan diri pada Rasulullah SAW lebih kuat karena kedatangan, kumpulan, dan limpahan rasa murah hati mereka terkait satu waktu dengan yang lain sehingga mereka mengingat orang yang hadir di masa lalu dan perhatian mereka beralih dari yang hadir kepada sosok yang telah tiada,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 341).
Peringatan Maulid adalah kesempatan emas untuk merenungkan kembali perjuangan berat Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Inti dari peringatan Maulid adalah meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan (tabligh), dan cerdas (fathonah). Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fatawa al-Hafiz Ibn Hajar:
أَصْلُ عَمَلِ الْمَوْلِدِ الَّذِي هُوَ اجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَتُهُمْ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ، وَرِوَايَتُهُمُ الْأَخْبَارَ الْوَارِدَةَ فِي مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ ﷺ وَمَا وَقَعَ فِي مَوْلِدِهِ مِنَ الْآيَاتِ، ثُمَّ يُمَدُّ لَهُمُ الطَّعَامُ الَّذِي يُؤْكَلُ وَيَنْصَرِفُونَ، مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذَلِكَ، هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِي يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا.(“Asal perayaan Maulid adalah berkumpul, membaca Al-Qur’an, menyebut kisah Nabi ﷺ dan tanda-tanda kelahiran beliau, kemudian memberi makanan dan bubar, tanpa hal tercela. Maka itu termasuk bid‘ah hasanah yang pelakunya mendapat pahala.”).
Selain itu, Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna rasa syukur karena beliau telah lahir ke dunia dan menyebarkan suri tauladan yang baik untuk umat Islam. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan murah hati, mengajarkan pentingnya berbagi dan berbuat baik terhadap sesama manusia. Momen ini juga penting untuk mempererat tali persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah), di mana umat Islam dari berbagai latar belakang berkumpul, berdiskusi, dan berdoa bersama, mengingatkan bahwa semua bersaudara dalam Islam.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa fungsi background dalam perayaan Maulid Nabi?
Background berfungsi memperindah acara sekaligus menciptakan suasana religius. Ia juga menjadi media visual untuk menyampaikan makna Maulid.
2. Warna apa yang cocok digunakan untuk background Maulid Nabi?
Warna hijau dan putih sering dipilih karena melambangkan kesucian, kedamaian, dan identitas Islam. Kombinasi ini sederhana namun penuh makna.
3. Apakah kaligrafi Islami boleh dijadikan background Maulid?
Boleh, bahkan sangat dianjurkan karena kaligrafi memperindah acara sekaligus mengingatkan pada Allah dan Rasulullah. Bentuknya bisa lafaz Muhammad, Asmaul Husna, atau shalawat.
4. Apakah background Maulid harus selalu bernuansa klasik?
Tidak harus, background modern dengan pola geometris Islami juga tetap sesuai. Yang penting tetap menjaga nilai estetika dan makna keislaman.
5. Bagaimana memilih background yang tepat untuk acara Maulid di masjid?
Pilih yang sederhana, bernuansa hijau-putih, atau ilustrasi masjid agar tetap khidmat. Hindari elemen berlebihan yang bisa mengganggu fokus ibadah.