Doa Keluar WC dan Artinya: Panduan Lengkap Adab dalam Islam

14 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas sehari-hari dianjurkan untuk selalu diiringi dengan doa dan adab yang baik. Membaca doa keluar WC dan artinya merupakan salah satu amalan penting yang diajarkan.

Kamar mandi atau WC seringkali dianggap sebagai tempat yang kotor dan disukai oleh jin serta setan. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa baik saat masuk maupun keluar dari WC sebagai bentuk perlindungan diri dari gangguan makhluk tersebut. 

Hal ini menunjukkan betapa komprehensifnya ajaran Islam dalam membimbing umatnya, bahkan dalam hal-hal yang detail sekalipun. Menurut Adab Buang Hajat oleh Muhammad Aqil Haidar, Lc, syariat Islam mengatur segala urusan manusia, dari yang penting hingga yang tampak remeh temeh. 

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Minggu (31/8/2025).

Bacaan Doa Keluar WC: Arab, Latin, dan Artinya

Setelah menyelesaikan hajat di kamar mandi, umat Muslim disunahkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur dan permohonan ampunan. Terdapat dua versi doa keluar WC dan artinya yang masyhur dan diajarkan dalam Islam.

Salah satu doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah “Ghufronaka”. Doa ini berarti “Aku memohon ampunan-Mu, Ya Allah”. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis, Nabi Muhammad SAW ketika keluar dari tempat buang hajat, beliau membaca doa tersebut. (HR. Tirmidzi, no. 7; Abu Daud, no. 30; Ibnu Majah, no. 300).

Selain itu, ada juga bacaan doa keluar WC yang lebih lengkap. Mengutip buku Kumpulan Doa Sehari-hari oleh Kemenag RI, bacaannya adalah sebagai berikut:

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِى الْأَذَىوَعَافَانِي

Arab Latin: “Ghufraanaka alhamdu lillaahi alladzii adzhaba 'anniy al-adzaa wa 'aafaanii.”

Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan.”

Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai derajat hadis untuk doa yang lebih panjang ini, para ulama umumnya membolehkan pengamalannya. Keduanya dapat diamalkan sebagai wujud syukur dan permohonan ampunan setelah buang hajat.

Hikmah di Balik Doa Keluar WC

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa doa setelah buang hajat adalah “Ghufronaka” yang berarti “Aku memohon ampunan-Mu, Ya Allah”. Apakah buang hajat merupakan perbuatan salah sehingga harus meminta ampun? Para ulama menjelaskan hikmah di balik doa ini.

Menurut Adab Buang Hajat oleh Muhammad Aqil Haidar, Lc, ada dua teori yang dikemukakan ulama untuk menjawab pertanyaan mengapa Nabi membaca doa tersebut seusai buang hajat.

  • Pertama, permohonan ampunan ini adalah karena selama di dalam kamar mandi, seseorang tidak dapat berzikir atau mengingat Allah.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan zikir kecuali ketika buang hajat.

  • Kedua, doa ini merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah yang telah memudahkan proses pembuangan kotoran dari tubuh.

Ini adalah pengakuan bahwa kelancaran buang hajat adalah nikmat besar yang patut disyukuri. Nabi menganggap dirinya tidak cukup bersyukur atas luar biasanya nikmat yang telah Allah berikan, sehingga ia menutupinya dengan istighfar.

Doa Masuk WC dan Pentingnya Membaca Basmalah

Sebelum membahas lebih lanjut tentang doa keluar WC dan artinya, penting juga untuk mengetahui doa saat hendak masuk kamar mandi. Umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa sebelum memasuki WC sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan.

Doa masuk WC yang dianjurkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Arab Latin: “Allahumma inni a'udzu bika min al-khubthi wal-khaba'ith.”

Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan.” Doa ini dibaca untuk memohon perlindungan dari setan laki-laki dan setan perempuan yang sering berada di tempat-tempat kotor.

Selain doa tersebut, disunahkan pula untuk membaca basmalah sebelum masuk kamar mandi. Menurut Muhammad Aqil Haidar, Lc dalam Adab Buang Hajat, membaca basmalah berfungsi sebagai penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi yang menyebutkan bahwa penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia mengucapkan “Bismillah”.

Adab-Adab di Kamar Mandi: Sebelum Masuk

Adab dalam Islam mencakup setiap aspek kehidupan, termasuk saat hendak masuk kamar mandi. Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum masuk kamar mandi antara lain:

  • Mendahulukan Kaki Kiri

Menurut RRI, masuk kamar mandi sebaiknya dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Hal ini sesuai dengan adab Nabi yang mengajarkan untuk memulai yang baik dengan kaki kanan dan yang kurang baik dengan kaki kiri. Kamar mandi dianggap sebagai tempat yang kotor, sehingga mendahulukan kaki kiri melambangkan hal tersebut.

  • Tidak Membawa Sesuatu Bertuliskan Nama Allah atau Nabi

Muhammad Aqil Haidar, Lc dalam Adab Buang Hajat menjelaskan bahwa disunnahkan untuk tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah atau Nabi Muhammad SAW ke dalam tempat buang hajat.

Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap nama-nama suci. Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab juga mensunnahkan hal ini, meskipun tidak diwajibkan.

  • Menutup Kepala

Salah satu adab yang dianjurkan adalah menutup kepala, sebagaimana disebutkan oleh RRI. Laki-laki disunnahkan menggunakan kopiah, sementara perempuan memakai kerudung. Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat tersebut.

  • Memakai Sandal

Selain itu, memakai sandal saat masuk kamar mandi juga dianjurkan untuk menghindari najis. Hal ini membantu menjaga kebersihan diri dari kotoran yang mungkin ada di lantai kamar mandi.

Adab-Adab di Kamar Mandi: Saat Berada di Dalam

Ketika berada di dalam kamar mandi, ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan oleh umat Muslim untuk menjaga kesucian dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan:

  • Tidak Berbicara atau Bernyanyi

RRI menyatakan bahwa tidak dianjurkan berbicara di dalam kamar mandi, terutama saat buang air kecil atau besar. Ini karena kamar mandi bukan tempat yang layak untuk berbicara atau berzikir.

Sebuah hadis dari HR. Ahmad dan Abu Daud juga melarang dua orang untuk buang hajat dengan aurat terbuka sambil berbicara, karena Allah SWT sangat membenci hal itu.

  • Tidak Berlama-lama

Menghabiskan waktu terlalu lama di kamar mandi juga sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan was-was, seperti yang diungkapkan RRI. Kamar mandi adalah tempat yang disukai setan, sehingga berlama-lama di dalamnya tidak dianjurkan untuk menghindari gangguan.

  • Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat

Hadis riwayat Bukhari Muslim menyebutkan, “Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.”

Muhammad Aqil Haidar, Lc dalam Adab Buang Hajat menjelaskan bahwa adab ini berlaku terutama di tempat terbuka. Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab menyatakan, diharamkan menghadap atau membelakangi kiblat di ruang terbuka, namun tidak diharamkan di dalam ruangan.

  • Beristinja dengan Tangan Kiri

Beristinja dilakukan dengan tangan kiri sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari. Bahwa Nabi melarang memegang kemaluan atau beristinja dengan tangan kanan.

  • Duduk atau Jongkok Saat Buang Air

Duduk atau jongkok saat buang air kecil atau besar lebih menjaga kebersihan dan kesopanan. Praktik ini juga disebutkan dalam panduan doa masuk dan keluar kamar mandi.

  • Menutup Aurat

Ketika mandi atau buang air, menutup aurat sebisanya sangat dianjurkan. Ini adalah bagian dari adab kesopanan dalam Islam, seperti yang dijelaskan oleh RRI.

Adab-Adab di Kamar Mandi: Setelah Keluar

Setelah selesai menggunakan kamar mandi, selain membaca doa keluar WC dan artinya, ada beberapa adab lain yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai penutup aktivitas di tempat tersebut:

  • Mendahulukan Kaki Kanan

Ketika sudah keluar kamar mandi, umat Muslim dianjurkan keluar dengan kaki kanan. Hal ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, yang lebih suka mendahulukan yang kanan dalam setiap perkara yang baik, seperti memakai sandal, menyisir rambut, dan bersuci. (HR. Bukhari).

Ini melambangkan keluarnya seseorang dari tempat kotor menuju keadaan yang lebih bersih dan baik.

  • Membaca Doa Keluar WC

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membaca doa “Ghufronaka” atau “Ghufraanaka alhamdu lillaahi alladzii adzhaba 'anniy al-adzaa wa 'aafaanii” adalah sunah yang sangat dianjurkan. Amalan ini merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah yang telah menghilangkan kotoran dari tubuh dan menjaga kesehatan.

Adab Menghindari Tempat Buang Hajat Tertentu

Islam juga mengajarkan untuk tidak buang hajat di sembarang tempat, terutama di tempat-tempat yang dapat mengganggu orang lain atau memiliki nilai kesucian. Muhammad Aqil Haidar, Lc dalam Adab Buang Hajat menjelaskan beberapa tempat yang harus dihindari antara lain:

  • Lubang

Dilarang untuk buang hajat pada lubang karena sebuah hadis dari HR. Ahmad menyebutkan bahwa Nabi SAW melarang kencing di lubang. Selain itu, lubang bisa menjadi tempat tinggal hewan atau jin, dan ada risiko kotoran memercik kembali ke tubuh.

  • Jalan

Buang hajat di jalan dapat mengganggu dan mendatangkan laknat. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.”

  • Tempat Bernaung

Sama seperti jalan, buang hajat di tempat bernaung atau tempat berkumpulnya orang juga dilarang karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan laknat. Hal ini mengganggu hak orang lain untuk menggunakan tempat tersebut dengan nyaman.

  • Jalur Air

Dimakruhkan juga untuk buang hajat di jalur air yang memang tidak diperuntukan untuk buang hajat. Hal ini karena akan mengganggu orang lain yang mengambil air dari jalur tersebut. (HR. Abu Daud, Baihaqi).

  • Bawah Pohon Berbuah

Dimakruhkan kencing di tempat jatuhnya buah, karena dikhawatirkan buahnya jatuh dan terkena najis. Imam as-Syairazi dalam al-Muhadzab fi Fiqhi al-Imam as-Syafii menjelaskan bahwa hal ini dapat menyebabkan buah terkontaminasi dengan najis.

Daftar Sumber

  • Muhammad Aqil Haidar, Lc. 2020. Adab Buang Hajat. Rumah Fiqih Publishing.
  • Kementerian Agama RI. Kumpulan Doa Sehari-hari.
  • Drs. Nurdin Hasan, M.Ag. 2008. Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat. Kawan Pustaka.
  • RRI. Diakses pada 31 Agustus 2025.

FAQ

1. Mengapa harus membaca doa keluar WC?

Untuk memohon ampunan dan bersyukur atas nikmat kesehatan serta kebersihan.

2. Apa doa keluar WC yang diajarkan Nabi SAW?

“Ghufranaka” yang berarti “Aku memohon ampunan-Mu, Ya Allah.”

3. Apakah ada doa keluar WC yang lebih lengkap?

Ya, yaitu “Ghufraanaka alhamdu lillaahi alladzii adzhaba 'anniy al-adzaa wa 'aafaanii.”

4. Mengapa doa keluar WC memohon ampunan?

Karena di dalam kamar mandi seseorang tidak bisa berzikir, serta sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah.

5. Apa doa masuk WC yang disunnahkan?

“Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khabaa’its” untuk perlindungan dari setan.

6. Apa adab utama saat masuk dan keluar kamar mandi?

Masuk dengan kaki kiri, keluar dengan kaki kanan, serta membaca doa.

7. Di mana saja dilarang buang hajat?

Di jalan, tempat bernaung, lubang, jalur air, dan bawah pohon berbuah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |