Liputan6.com, Jakarta - Dalam khazanah Islam, ada ayat Al-Qur'an yang lantas populer disebut sebagai ayat 1.000 dinar. Arti ayat seribu dinar ini mencakup berbagai dimensi, yang kebanyakan kemudian merujuk kepada kecukupan rezeki dan terlepas dari kesulitan. Ayat seribu dinar yang dimaksud adalah Surat Ath-Thalaq ayat 2-3.
Ayat ini menegaskan bahwa takwa dan tawakal kepada Allah adalah kunci bagi umat manusia untuk mendapatkan keberkahan, rezeki, dan keberuntungan.
Dalam keyakinan yang beredar di masyarakat, dengan membaca atau mengamalkan ayat seribu dinar maka rezeki akan datang dari berbagai arah tak terduga. Oleh karena itu, ayat seribu dinar banyak dicari dan diamalkan oleh masyarakat.
Cukup banyak literatur yang membahas mengenai ayat seribu dinar, mulai dari penamaan, hingga keutamaannya yang lantas membuat ayat ini disebut sebagai ayat seribu dinar. Berikut ini adalah ulasan mengenai bacaan, arti dan cara mengamalkan ayat seribu dinar.
Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab, Latin dan Artinya
Dalam Buku Ayat-Ayat 1000 Dinar Agar Hidup Berlimpah Rezeki, Mahmud Asy Syafrowi menjelaskan tentang Surat At-Thalaq dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
ayat 1.000 dinar merupakan petikan akhir surat At-Thalaq ayat 2 dan keseluruhan ayat 3. Berikut ini adalah bacaan Surat At-Thalaq ayat 2-3 dan maknanya.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Bacaan latin: wa may yattaqillāha yaj'al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā
Artinya: "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS At Talaq: 2-3).
Sebelum mengetahui cara mengamalkan dan keutamaannya, simak terlebih dahulu tafsir kedua surah yang lantas disebut sebagai ayat seribu dinar, agar memiliki landasan yang kuat dan tidak salah paham.
Tafsir sebagai Landasan
Melansir qur'an.kemenag.go.id, tafsir tahlili surah At-thalaq ayat 2-3, bahwa perintah untuk mematuhi hukum Allah dengan tulus diberikan kepada orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat di antara hamba-hamba-Nya. Barang siapa bertakwa kepada Allah dalam segala urusan; niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dari segala kesulitan.
Ada beberapa poin yang bisa disimpilkan apabila melihat tafsir ini, yakni:
1. Orang Bertakwa akan Diberi Kemudahan dan Jalan Keluar
Bahwa orang yang bertakwa kepada Allah, dan patuh menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan-Nya, (antara lain mengenai rujuk dan talak tersebut di atas-konteks surat), niscaya Ia akan menunjukkan baginya jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
2. Orang Bertakwa Diberi Rezeki dari Arah Tak Disangka-sangka
Bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, tetapi juga diberi rezeki oleh Allah dari arah yang tidak disangka-sangka, yang belum pernah terlintas dalam pikirannya.
3. Tawakal
Selanjutnya Allah menyerukan agar mereka bertawakal kepada-Nya, karena Allah-lah yang mencukupkan keperluannya mensukseskan urusannya. Bertawakal kepada Allah artinya berserah diri kepada-Nya, menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya keberhasilan usaha. Setelah ia berusaha dan memantapkan satu ikhtiar, barulah ia bertawakal.
4. Bukan Pasrah Tanpa Berusaha
Bukanlah tawakal namanya apabila seorang menyerahkan keadaannya kepada Allah tanpa usaha dan ikhtiar. Berusaha dan berikhtiar dahulu baru bertawakal menyerahkan diri kepada Allah.
Ada kisah di mana Rasulullah SAW menyalahkan orang yang pasrah tanpa berusaha:
Alkisah, Pernah terjadi seorang Arab Badui berkunjung kepada Nabi di Medinah dengan mengendarai unta. Setelah orang Arab itu sampai ke tempat yang dituju, ia turun dari untanya lalu masuk menemui Nabi saw.
Nabi bertanya, “Apakah unta sudah ditambatkan?” Orang Badui itu menjawab, “Tidak! Saya melepaskan begitu saja, dan saya bertawakal kepada Allah.”
Nabi saw bersabda, “Tambatkan dulu untamu, baru bertawakal.”Allah akan melaksanakan dan menyempurnakan urusan orang yang bertawakal kepada-Nya sesuai dengan kodrat iradat-Nya, pada waktu yang telah ditetapkan, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:
وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهٗ بِمِقْدَارٍ
Artinya: Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. (ar-Ra‘d/13: 8).
Demikian beberapa kesimpulan yang diperoleh dari tafsir tersebut. Berikut ini adalah cara mengamalkan ayat seribu dinar.
Arti Ayat Seribu Dinar dalam Tafsir Jalalain: Tawakal Kunci Rezeki
Dalam Kitab Tafsir Al Jalalain karya Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi, disebutkan mengenai maksud surat Ath Thalaq ayat 2 dan 3 bahwa siapa yang bertakwa pada Allah, maka Allah akan angkat kesulitan dalam urusan dunia dan akhiratnya, juga akan diberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Lalu siapa yang bertawakkal pada Allah dalam setiap urusannya, maka Allah akan memberikan kecukupan padanya. Allah yang akan memudahkan urusan tersebut. Karena di tangan Allah-lah suatu urusan menjadi gampang ataukah sulit.
Hal ini juga ditegaskan dalam hadis riwayat Umar bin Khattab RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi no. 2344. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Hadis di atas sekaligus menunjukkan bahwa yang disebut tawakkal berarti melakukan usaha, bukan hanya sekedar menyandarkan hati pada Allah. Karena burung saja pergi di pagi hari untuk mengais rezeki. Maka manusia yang berakal tentu melakukan usaha, bukan hanya bertopang dagu menunggu rezeki turun dari langit.
Kesimpulan: Menurut pandangan al-Mahalli dan as-Suyuthi, yang disebut ayat 1000 dinar yang dituntut bukanlah dijadikan ritual dzikir. Yang terpenting adalah mengamalkan isinya, yaitu bertakwa dan bertawakkal. Itulah yang menjadi solusi hidup dan mudah dilapangkan rezeki, yaitu dengan bertakwa dan bertawakkallah.
Tafsir Ibnu Katsir: Tadabbur
Bahwa ayat Al-Qur'an bukan sekadar amalan juga ditegaskan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim. Ayat Al Qur’an semestinya ditadabburi, direnungkan dan dipahami maknanya. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran” (QS. Shod: 29)
Namanya tadabbur Al Qur’an itu sebagaimana disebutkan oleh Al Hasan Al Bashri rahimahullah -seorang tabi’in-,
“Demi Allah, Al Qur’an bukanlah ditadabburi dengan sekedar menghafal huruf-hurufnya, namun lalai dari memperhatikan hukum-hukumnya (maksudnya: mentadabburinya). Hingga nanti ada yang mengatakan, “Aku sudah membaca Al Qur’an seluruhnya.” Namun sayangnya Al Qur’an tidak Nampak pada akhlak dan amalannya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.
Kesimpulan: Al Qur’an untuk ditadabburi dan diamalkan. Bukan dijadikan tujuan yang keliru yaitu sebagai jimat atau ritual tertentu yang tidak ada tuntunannya.
Dalam konteks surat seribu dinar, maka pesan tersebut harus menjadi landasan bagaimana mengamalkannya, yakni takwa.
Ayat Seribu Dinar dalam Tafsir al-Misbah
Cara mengamalkan ayat 1000 dinar tidak lepas dari pemahaman nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Dalam Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa tawakal adalah keseimbangan antara usaha duniawi dan ketergantungan spiritual kepada Allah.
Orang yang bertawakal akan merasakan ketenangan hati karena yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur segala urusan.
Ayat ini mengandung dimensi penting yang harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih keberkahan yang sesungguhnya.
1. Takwa
Dimensi pertama adalah ketakwaan yang merupakan inti dari seluruh ajaran Islam. Ketakwaan bukan sekadar ritual ibadah, tetapi sikap hidup yang menyeluruh dalam menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Dalam ayat seribu dinar, ketakwaan menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan jalan keluar dari setiap kesulitan hidup. Para ulama menafsirkan ketakwaan sebagai kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya.
2. Tawakal
Dimensi kedua adalah tawakal yang sering disalahpahami sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Padahal, tawakal adalah sikap menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan ikhtiar maksimal.
3. Pemahaman tentang Rezeki
Dimensi ketiga adalah pemahaman tentang rezeki yang holistik. Ayat ini tidak hanya menjanjikan rezeki materi, tetapi juga rezeki spiritual berupa ketenangan jiwa, kesehatan, hubungan harmonis dengan sesama, dan keberkahan dalam setiap langkah hidup
Menurut Tafsir Ibn Katsir, rezeki yang dijanjikan Allah mencakup segala kebutuhan hidup yang datang dari sumber yang tidak pernah terduga sebelumnya.
Di Balik Nama Ayat Seribu Dinar
Disebutkan, ada dua versi kenapa surah At-Thalaq ayat 2-3 disebut sebagai ayat seribu dinar.
1. Kisah Pedagang yang Sedekah 1.000 Dinar
Dalam satu versi, Nama ini berasal dari cerita tentang seorang pedagang yang mengalami musibah. Dalam mimpinya, Nabi Khidir AS memberitahunya untuk bersedekah 1000 dinar kepada orang-orang miskin dan mengamalkan ayat ini.
Buku yang Membahas Ayat Seribu DinarSalah satu buku yang membahas topik ini adalah "Ayat-Ayat 1000 Dinar Agar Hidup Berlimpah Rezeki" karya Mahmud Asy Syafrowi. Buku ini berisi:
Penjelasan tentang isi kandungan ayat seribu dinar.Cara mengamalkan ayat-ayat ini dalam kehidupan sehari-hari.Manfaat dan keutamaan mengamalkan ayat tersebut untuk mempermudah berbagai urusan dan hajat.
Keutamaan Mengamalkan Ayat 1000 Dinar Membuka jalan keluar dari kesulitan, Mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, Mempermudah urusan dan hajat hidup, Meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
2. Keyakinan Bahwa ayat Tersebut Bisa jadi Wasilah Datangnya Rezeki
Sementara, dalam versi lain adalah keyakinan dalam tradisi masyarakat bahwa berkah dari ayat tersebut akan mendatangkan rezeki berlimpah. Mengutip dari Jurnal Studi Islam karya Nurul Huda (2019), penamaan "ayat seribu dinar" karena dipercaya memiliki khasiat mendatangkan kemudahan rezeki, meskipun tidak ditemukan dalam kitab-kitab tafsir klasik.
Tata Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar dalam Konteks Doa dan Ritual
Dari penjelasan para ahli tafsir di atas sudah jelas bahwa pengamalan ayat seribu dinar bukan sekadar ritul tertentu, misalnya dengan membacanya berpuluh-puluh kali. Akan tetapi dalam tradisi masyarakat Islam, tak dipungkiri bahwa amalan-amalan tertentu akan membawa efek yang baik, asalkan tidak berlawanan dengan syariat.
Terlebih Al-Qur'an adalah doa terbaik. Nabi SAW banyak menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai doa.
Menurut penelitian Living Quran tentang Pengamalan Ayat Seribu Dinar pada Pedagang di Pasar Aceh oleh Aban Al-Hafi (2020), para pedagang tidak hanya mengandalkan pembacaan ayat, tetapi juga mengamalkan kandungan ayat dalam perilaku sehari-hari.
Zakiyah Ahmad dalam Buku Shalat Dhuha Untuk Wanita: Disertai Do'a-do'a Pemanggil Rezeki menjelaskan, Jika diamalkan secara khusus, ayat ini dipercaya bisa mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka sebelumnya.
Berikut ini adalah cara mengamalkan ayat seribu dinar, dirangkum dari berbagai sumber:
1. Membaca Al-Fatihah 1000 Kali
Langkah pertama adalah membaca Al-Fatihah sebanyak seribu kali pada malam pertama setiap awal bulan Hijriah. Ini merupakan pembukaan amalan yang menunjukkan ketundukan kepada Allah.
2. Membaca Surah Al-Maidah Ayat 114
Setelah Al-Fatihah, bacalah QS Al-Maidah ayat 114 yang berisi doa Nabi Isa memohon rezeki kepada Allah.
3. Membaca Ayat Seribu Dinar 21 Kali
Bacalah ayat 2 dan ayat 3 dari QS At-Talaq masing-masing sebanyak 21 kali dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan.
4. Membaca Asma Allah 10 Kali
5. Tutup amalan dengan membaca zikir: "Allahumma inni asaluka bismika yaa fattaahu yaa razzaqu yaa kariimu yaa ghaniyyu yaa kaafii yaa basiit" sebanyak 10 kali.
Banyak muslim yang meyakini bahwa mengamalkan ayat ini dengan sungguh-sungguh dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat dari ayat ini hanya bisa diraih jika diiringi dengan keimanan yang kuat, amal saleh, dan ikhtiar yang halal.
Waktu dan Adab Mengamalkan Ayat 1.000 Dinar
Waktu terbaik untuk mengamalkan ayat 1.000 dinar adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat tahajud, atau pada waktu sebelum fajar. Waktu-waktu ini dianggap mustajab karena merupakan saat turunnya rahmat Allah.
1. Persiapan Spiritual Sebelum Mengamalkan
Mulailah dengan berwudhu, menghadap kiblat, dan membaca ta'awudz serta basmalah. Pastikan hati dalam keadaan khusyuk dan tidak terganggu oleh urusan duniawi.
2. Kondisi Hati yang Diperlukan
Amalan ini membutuhkan kehadiran hati yang penuh dengan keyakinan kepada Allah. Hindari perasaan ragu atau mengharap hasil instan, karena semua bergantung pada ketentuan dan waktu yang telah Allah tetapkan.
3. Istiqamah dalam Mengamalkan
Kunci utama keberhasilan adalah konsistensi dan istiqamah. Jangan berhenti di tengah jalan meski belum melihat hasil yang diharapkan, karena Allah mengetahui waktu yang tepat untuk memberikan apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Berdasarkan penelitian dari UIN Ar-Raniry yang dikutip dalam skripsi Aban Al-Hafi, para pedagang yang mengamalkan ayat ini secara istiqamah melaporkan adanya ketenangan batin dan kemudahan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, meskipun tidak selalu dalam bentuk peningkatan materi secara langsung.
Kesalahan Umum dalam Mengamalkan Ayat Seribu Dinar
Mengutip dari penelitian IAIN Palangka Raya oleh Wahyuni (2017), pedagang yang berhasil merasakan dampak positif dari amalan ini adalah mereka yang menggabungkan pengamalan ayat dengan perbaikan akhlak, kejujuran dalam berdagang, dan kepedulian sosial kepada sesama.
Sementara, banyak yang beranggapan keliru bahwa akan terjadi perubahan dalam waktu singkat. Pendek kata, banyak yang berharap hasil instan. Berikut ini beberapa kesalahan saat mengamalkan ayat seribu dinar:
Mengharapkan Hasil Instan Kesalahan paling umum adalah mengharapkan perubahan drastis dalam waktu singkat. Padahal, setiap doa dan amalan memiliki waktu mustajab yang hanya Allah yang mengetahui.
1. Mengabaikan Ikhtiar Nyata
Beberapa orang hanya fokus pada amalan tanpa melakukan usaha konkret. Padahal, ayat ini justru mengajarkan keseimbangan antara spiritual dan material.
2. Tidak Konsisten dalam Pengamalan
Terputusnya amalan di tengah jalan karena tidak melihat hasil yang diharapkan. Padahal, istiqamah adalah kunci utama diterimanya doa.
3. Mengamalkan Tanpa Memahami Makna
Membaca ayat hanya sebagai mantra tanpa meresapi kandungan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Amalan Pendukung untuk Memaksimalkan Keberkahan
Menurut Baitulmaal Muamalat (BMM), kombinasi amalan spiritual dengan tindakan nyata seperti berbagi rezeki melalui donasi akan menciptakan siklus keberkahan yang berkesinambungan dalam hidup seseorang.
Untuk memaksimalkan keberkahan dari cara mengamalkan ayat 1000 dinar, perlu didukung dengan amalan-amalan lain yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut:
1. Sholat Tahajud Secara Rutin
Bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada Allah akan memperkuat hubungan spiritual dan membuka pintu-pintu rahmat.
2. Memperbanyak Istighfar
Memohon ampunan kepada Allah secara konsisten akan membersihkan dosa yang menjadi penghalang turunnya rezeki dan keberkahan.
3. Sedekah dan Berbagi dengan Sesama
Memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan akan membuka pintu rezeki yang lebih besar dan berkelanjutan.
4. Menjaga Lisan dan Perilaku
Menghindari ghibah, fitnah, dan perbuatan maksiat lainnya yang dapat menghalangi diterimanya doa dan amalan.
5. Sholat Dhuha untuk Keberkahan Pagi
Melaksanakan shalat dhuha secara rutin dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan keberkahan sepanjang hari.
People also Ask:
1. Apa itu ayat 1000 dinar dan artinya?
Ayat Seribu Dinar adalah Surah At-Talaq ayat 2-3 dari Al-Qur'an yang berisi janji Allah untuk memberikan jalan keluar dari kesulitan, rezeki tak terduga, dan kecukupan bagi siapa pun yang bertakwa dan bertawakal kepada-Nya. Ayat ini menekankan pentingnya ketakwaan dan tawakal sebagai kunci meraih keberkahan dan pertolongan Allah dalam segala urusan kehidupan.
2. Apa saja manfaat membaca ayat seribu dinar?
Manfaat Ayat Seribu Dinar, yaitu bacaan dari Surat At-Talaq ayat 2 dan 3, adalah sebagai pembuka pintu rezeki dari arah tak terduga, memberikan jalan keluar dari kesusahan, melapangkan hati dari kegelisahan, serta memberikan perlindungan dan keselamatan dari marabahaya bagi orang yang bertakwa dan tawakal kepada Allah SWT.
3. Kapan waktu yang tepat membaca ayat 1000 dinar?
Waktu yang tepat untuk membaca Ayat Seribu Dinar adalah setelah sholat Subuh, Dhuha, Maghrib, Isya, atau Tahajud, namun waktu yang paling mustajab adalah setelah sholat Tahajud di sepertiga malam terakhir, serta pada waktu sahur. Selain itu, ayat ini juga dapat dibaca sebelum berangkat kerja atau saat menghadapi kesulitan untuk memohon kemudahan dan kelancaran.
4. Kenapa At Talaq ayat 2-3 disebut ayat seribu dinar?
Mengapa Disebut Ayat 1000 Dinar? Nama ini muncul dari kisah seorang pedagang yang diperintahkan oleh Nabi Khidir AS dalam mimpinya untuk bersedekah sebanyak 1000 dinar kepada orang-orang miskin. Nabi Khidir mengajarkan kepadanya untuk mengamalkan ayat yang terdapat di dalam Al-Quran, yaitu surat At-Thalaq ayat 2-3.
Referensi:
- QS At-Thalaq: 2-3
- Buku Ayat-Ayat 1000 Dinar Agar Hidup Berlimpah Rezeki, Mahmud Asy Syafrowi
- qur'an.kemenag.go.id
- Kitab Tafsir Al Jalalain, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi
- Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab
- Penelitian Living Quran tentang Pengamalan Ayat Seribu Dinar pada Pedagang di Pasar Aceh, Aban Al-Hafi
- Buku Shalat Dhuha Untuk Wanita: Disertai Do'a-do'a Pemanggil Rezeki, Zakiyah Ahmad
- uin-palangkaraya.ac.id