Liputan6.com, Jakarta - Dalam tradisi masyararakat, ada sebagian yang meyakini bahwa Safar adalah bulan datangnya kesialan. Oleh karena itu, doa tolak bala bulan Safar menjadi bagian panting ketika waktu itu tiba, terutama pada Rebo Wekasan.
Rebo Wekasan adalah istilah untuk hari Rabu terakhir di Bulan Safar. Pada hari itu, ada kepercayaan bahwa Allah menurunkan bala' berupa musibah atau bencana. "Tradisi ini mempunyai makna spiritual dan sosial salah satunya yaitu sebagai upaya untuk menghindarisegala bentuk musibah dan bencana (bala’)," demikian dikutip dari jurnal.unigal.ac.id, Minggu (31/8/2025).
Terlepas dari kepercayaan tersebut, berdoa sangat dianjurkan untuk umat Islam. Doa bukan hanya sarana untuk memohon sesuatu dari Allah swt, tetapi juga bentuk penghambaan, rasa syukur, dan pengakuan bahwa Allah swt adalah satu-satunya yang memiliki kuasa atas segala sesuatu.
Momentum Safar bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungannya. Berikut ini adalah doa tolak bala bulan Safar yang bisa diamalkan. Tak hanya pada bulan Safar atau Rebo Wekasan, doa-doa ini bisa diamalkan tiap waktu sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT.
Doa Tolak Bala Bulan Safar
Doa tolak bala di bulan Safar ini dapat diamalkan dalam tradisi Rebo Wekasan. Dikutip dari buku Kitab Doa-Doa Tolak Bala oleh Siti Nur Aidah, dkk, tradisi tersebut berkembang di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura pada Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Berikut ini adalah doa-doa tolak bala, teks Arab-latin dan artinya:
1. Doa Tolak Bala
Doa ini terdapat dalam Kitab Perukunan Melayu Besar, karya Syeikh Muhammad Rasyid Al-Banjari.
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
Allȃhummaftah lanȃ abwȃbal khair, wa abwȃbal barakah, wa abwȃban ni‘mah, wa abwȃbar rizqi, wa abwȃbal quwwah, wa abwȃbas shihhah, wa abwȃbas salȃmah, wa abwȃbal ‘ȃfiyah, wa abwȃbal jannah. Allȃhumma ‘ȃfinȃ min kulli balȃ’id dunyȃ wa ‘adzȃbil ȃkhirah, washrif ‘annȃ bi haqqil Qur’ȃnil ‘azhȋm wa nabiyyikal karȋm syarrad dunyȃ wa ‘adzȃbal ȃkhirah. Ghafarallȃhu lanȃ wa lahum bi rahmatika yȃ arhamar rȃhimȋn. Subhȃna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mȃ yashifūn, wa salȃmun ‘alal mursalȋn, walhamdulillȃhi rabbil ‘ȃlamȋn.
Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam” (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 55-56).
Doa Tolak Bala Bulan Safar: Keselamatan dan Keteguhan Iman
2. Doa memohon keselamatan dan keteguhan iman
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Rabbana-ghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin."
Artinya: “Ya Tuhan kami, tumpahkanlah kiranya ketabahan pada kami, tetapkanlah kiranya pendirian kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir."
3. Doa memohon keselamatan dunia dan akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan. Serta perihalalah kami dari siksa neraka.”
Keutamaan Doa Tolak Bala Bulan Safar
Syekh Abdul Hamid Kudus dalam kitab Kanzun Najah was Surur tentang adanya musibah dan kesialan pada hari Rabu terakhir bulan Safar menjadi dasar dilakukannya ritual Rebo Wekasan. Meski tidak ada dalam tuntunan sunnah, tradisi tersebut juga dapat dijadikan momen untuk mendekatkan diri pada Allah dan memohon perlindungan kepada-Nya.
Pentingnya doa bagi seorang hamba Dalam beberapa keterangan, terdapat penjelasan mengapa seorang muslim sangat dianjurkan untuk berdoa.
1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Menjaga kedekatan dengan Allah swt. Doa bagi seorang muslim adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan akan menjawab doa mereka yang berdoa kepada-Nya:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186).
2. Petunjuk dan Perlindungan
Doa adalah sarana memohon petunjuk dan perlindungan. Dalam menjalani kehidupan, manusia sering dihadapkan pada tantangan, cobaan, dan keputusan besar.
Doa menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk memohon petunjuk dan perlindungan Allah swt agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Doa sebagai Ibadah
Ketiga doa sebagai bentuk ibadah. Berdoa adalah bentuk ibadah yang sangat disukai Allah karena menunjukkan kerendahan hati dan ketundukan kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda.
الدُّعَاءُ مُخُ العِبَادَةِ
Artinya: “Doa itu adalah otak ibadah”, (Hadits diriwayatkan oleh Turmudzi dari Anas ra).
Kesadaran akan pentingnya doa ini menjadikan seorang muslim lebih tekun dan konsisten dalam berdoa di setiap keadaan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, kebahagiaan maupun kesulitan.
Rebo Wekasan Safar Menurut Mbah Moen
Soal Rebo Wekasan di bulan Safar yang identik dengan bala' atau bencana, ulama kharismatik asal Rembang KH Maemoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen menjelaskan hal itu erat kaitannya dengan penciptaan bumi dan kekuatannya.
“Allah menciptakan bumi selama 2 hari, yaitu Ahad dan Senin. Menciptakan langit selama 2 hari, yaitu hari Kamis dan Jum’at,” kata Mbah Moen, dikutip dari kanal YouTube Jagad Nusantara via kanal Islami Liputan6.com.
Lantas, penciptaan kekuatan bumi itu terjadi pada hari Selasa dan Rabu. “Kemudian Allah (menciptakan) kekuatan bumi dalam 2 hari, yaitu hari Selasa dan Rabu,” ujarnya.
Oleh sebab itu, makanya lahir istilah ‘Rebo wekasan’ yang merupakan salah satu hari di mana bumi diberikan kekuatan oleh Allah SWT.
“Makanya hari Rabu ada yang diberi nama Rebo wekasan,” ungkapnya.
5 Amalan Rebo Wekasan Menurut Mbah Moen
Kemudian Mbah Moen juga menerangkan jika Rebo wekasan itu tiba, maka dianjurkan berdoa.
Selain itu juga agar melaksanakan sholat 4 rakaat. Hal ini menurutnya berdasarkan penuturan sebagian ulama ahli kasyaf menerangkan perihal datangnya bala, bencana dan cobaan pada hari itu.
“Sebagian ulama ahli kasyaf mengatakan bahwa pada hari Rebo wekasan itu tempat tumpuan bala dan cobaan. Makanya kalau Rebo Wekasan disuruh sholat 4 rakaat. Membaca surat Al Kautsar 17 kali. Kemudian membaca surah Al Ikhlas 5 kali. Kemudian surah Al Falaq dan An Nas,” jelasnya.
Dengan penjelasan Mbah Moen ini, maka dapat disimpulkan amalan pada Rebo Wekasan bulan Safar, yakni:
1. Sholat sunnah untuk Tolak Bala 4 rakaat
2. Membaca Surat Al-Kautsar 17 kali
3. Membaca surah Al-Ikhlas 5 kali
4. Membaca surah Al-Falaq dan An-Naas
5. Berdoa
Tata Cara Sholat Lidaf’il Balaa (Penolak Bala)
Mengutip Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet oleh Puspa Swaara, dkk, sholat tolak bala disebut juga dengan shalat lidaf’il bala. Berikut ini tata cara salat lidaf'il balaa:
Sebelum melaksanakan sholat dianjurkan membaca lafal berikut:
اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا
Astaghfirullahal 'Adzim alladzi laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum wa atuubu ilaihi tawbata 'abdin dhalimin laa yamliku linafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautaw wa laa hayatay wa laa nusyurā
Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti.”
Tata cara Sholat Lidaf'il Balaa:
1. Niat sholat lidaf’il balaa
Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut:
اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Usholli sunnatal lidaf'il balaa rokatainii lillaahi ta'ala."
Artinya: "Saya salat sunnah untuk tolak bala dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Pada rakaat pertama membaca Al Fatihah, kemudian membaca surat Al-Kautsar 17 kali
3. Pada rakaat kedua, setelah Al Fatihah dilanjutkan surat Al-Ikhlas 5 kali
4. Pada rakaat ketiga, setelah Al Fatihah kemudian surat Al-Falaq 1 kali
5. Pada rakaat keempat membaca Al Fatihah yang dilanjutkan surat An-Nas 1 kali
Doa Setelah Sholat Lidaf’il Balaa
Adapun do’a setelah sholat lidaf’il balaa adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ، يَا عَزِيزُ يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجْمِلُ، يَا مُتَفَضِّلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ وَبَنِيهَا، اكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيهِ، يَا كَافِي الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، ﴿فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ﴾، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
BismillahirrahmanirrahimAllahumma ya syadidal quwa, wa ya syadidal mihal, ya 'azizu, ya man dzallat li 'izzatika jami'u khalqika, ikfini min syarri jami'i khalqika. Ya muhsinu, ya mujmil, ya mutafadhdhil, ya mun'im, ya mutakarrim, ya man la ilaha illa anta, irhamni birahmatika, ya arhamar rahimin. Allahumma bisirril Hasan wa akhihi, wa jaddihi wa abihi, wa ummihi wa baniha, ikfini syarra hadzal yaum wa ma yanzilu fihi, ya kafiyal muhimmat, ya dafi'al baliyat. Fasayakfikahumullahu wahuwa as-sami'ul 'alim. Hasbunallahu wa ni'mal wakil, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim. Wa shallallahu 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Ya Allah, wahai Yang Maha Kuat, wahai Yang Maha Dahsyat dalam melakukan pembalasan, wahai Yang Maha Perkasa, wahai Dzat yang seluruh makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu, lindungilah aku dari kejahatan seluruh makhluk-Mu. Wahai Pemberi kebaikan, wahai Pemberi keindahan, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pemberi nikmat, wahai Yang Maha Pemulia, wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, kasihanilah aku dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara para pengasih. Ya Allah, dengan rahasia al-Hasan dan saudaranya, kakeknya dan ayahnya, ibunya dan anak-anaknya, lindungilah aku dari kejahatan hari ini dan apa yang turun padanya. Wahai Yang Mencukupi segala urusan penting, wahai Yang Menolak segala bencana, "Maka Allah akan melindungimu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan sebaik-baik pelindung. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya."
People also Ask:
1. Apa saja bacaan tolak bala?
Allaahummadfa' 'annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina'aammatan. Innaka'alaa kulli syai'in qadiir.
2. Doa tolak bala bulan apa?
Bulan Safar dalam kalender Hijriah sering dianggap sebagai bulan yang penuh tantangan. Banyak umat Muslim yang membaca doa tolak bala khusus selama bulan ini.
3. Apa yang harus dibaca di bulan Safar?
Membaca Surah Yasin untuk memohon keberkahan.Membaca doa tolak bala dengan surah tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) tiga kali setiap pagi dan petang.Membaca Ayat Kursi setelah sholat wajib untuk perlindungan sepanjang hari.
4. Baca apa saja di malam Rabu Wekasan?
Selama pengerjaan sholat mutlak, dianjurkan untuk membaca Surat Al-Fatihah sebanyak satu kali, Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq satu kali, dan An-Nas satu kali.
Sumber Referensi:
- jurnal.unigal.ac.id
- Kitab Doa-Doa Tolak Bala oleh Siti Nur Aidah, dkk
- Kitab Perukunan Melayu Besar, karya Syeikh Muhammad Rasyid Al-Banjari
- Kitab Kanzun Najah was Surur, Syekh Abdul Hamid Kudus
- Ceramah KH Maimoen Zubair
- Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet, Puspa Swaara, dkk
- nu.or.id
- bmimualamat.or.id